Pesan Abadi Profesor Otto

DARI sekian banyak yang kami obrolkan dengan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, mulai dari natural disaster, early warning system, global warming, blue energy, knowledge society, dikotomi zikir-mikir, konstelasi politik tahun depan, sampai Markonah, adalah kabar kematian yang ingin saya tuliskan pertama kali.

Kematian memang begitu dekat dengan setiap manusia. Jaraknya hanya satu helaan nafas. Setiap kali kita menghela nafas, bisa jadi itu adalah helaan nafas terakhir.

Kusmayanto Kadiman sedang berkunjung ke Hawaii untuk serangkaian kegiatan. Hari Senin waktu Hawaii (31/3) atau Selasa waktu Indonesia (1/4) ia bertemu dengan East West Center. Hari Selasa waktu Hawaii ia dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Hawaii Linda Lingle. Ia juga direncanakan mengunjungi Big Island dan Maui.

“Hari ini saya kehilangan dua teman,” kata Kusmayanto.

Kedua teman yang dimaksud mantan Rektor Institut Teknologi ITB ini adalah Profesor Otto Sumarwoto dan Meilono Suwondo.

Profesor Otto, tokoh ekologi dan Guru Besar Universitas Padjadjaran meninggal dunia Senin tengah malam waktu Indonesia bagian barat di RS Santosa, Bandung. Profesor Otto meninggal dunia pada usia 82 tahun karena sakit liver yang dideritanya.

Ketika mendengar kabar kematian Profesor Otto saya teringat akan secarik kertas berisi kalimat bijak yang pernah disampaikan Profesor Otto. Secarik kertas lusuh itu saya temukan di antara kertas-kertas yang ditempel Profesor Alice Dewey, antropolog dari University of Hawaii at Manoa, di lemari buku di ruang kerjanya.

“Too many people brings suffering to the land, and the land returns its suffering to the people.”

Saya tidak tahu kapan Profesor Otto menyampaikan pernyataan itu. Dari tampilan fisik kertas yang ditempelkan dengan selotip ini, saya kira sudah bertahun-tahun lamanya kalimat itu ditempelkan.

“Dia salah seorang favorit saya,” kata Profesor Alice Dewey ketika saya tanya mengapa ia menempelkan kalimat itu di ruang kerjanya.

Profesor Otto yang bulan Agustus 2007 lalu dinobatkan pemerintah Bandung sebagai warga terhormat dimakamkan di TPU Sirnaraga pukul 10.30 di hari yang sama.

Obituary Professor Otto dapat dibaca di web Unpad.

Teman kedua Menristek Kusmayanto yang meninggal dunia hari ini adalah Meilono Soewondo, mantan anggota DPR dari PDI Perjuangan. Posisi terakhir Meilono di partai banteng adalah wakil bendahara. Semasa masih aktif sebagai anggota PDIP ia dikenal kritis termasuk pada Megawati Soekarnoputri yang pernah begitu didukungnya. Pada Pilpres 2004, adik Siswono Yudhohusodo memutuskan untuk memilih duet SBY dan JK.

Kabar kematian Meilono saya terima dari Ibrahim G. Zakir, peneliti Research Institute for Democracy and Peace (Ridep) lewat pesan pendek.

“Salam ke Kus (Kusmayanto). Bilang Meilono sudah meninggal dunia secara medis. Fungsi otak sudah 0. Tinggal tunggu anak yang dari Sydney tiba sebelum kabel-kabel dicabut. Innalillahi wainnailahi rajiun.”

Ketika saya sampaikan isi SMS itu kepada Menristek, ia mengangguk-angguk. Katanya, ia sudah menerima kabar itu. Kusmayanto bercerita sedikit tentang kedekatannya dengan Meilono. Ia dan Meilono, juga Ibrahim Zakir sudah lama bersahabat di Forum Tujuh Tiga (Fortuga), gerakan mahasiswa di awal 1970an.

Informasi mengenai Meilono dan sakit yang dideritanya dapat dilihat di website pribadi Meilono.

2 comments

  1. ikut berduka cita atas meninggalnya Profesor Otto Sumarwoto dan Meilono Suwondo.

    Teguh, ditunggu reportasinya perbincangan off the record sama pak KK nih. 😀
    Rada kecewa sih dgn acara kemarin, waktu Q&Anya sedikit tapi masih banyak pertanyaan yg sempat dilontarkan Teguh di pembukaan acara nggak terjawab.
    Much mahalos!

  2. rezky, trims sudah mampir. wah, jadi ngeri sendiri mendengar omongan-omongan sang menteri. kalau ditulis semua, bisa makin ribut nih… di sisi lain, pak menristek sekalipun tak mengatakan off the record untuk semua yang disampaikannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s