Menunggu Barack Obama Berubah

PEKAN lalu, setelah menderita kekalahan di Texas, Ohio, dan Rhode Island, Senator Illinois kelahiran Hawaii, Barack Obama, mengirimkan sepucuk e-mail kepada para pendukungnya.

Dalam sepucuk e-mail yang juga saya terima itu, Obama melaporkan jumlah donasi yang diperolehnya dari para pendukung.

Tulisan ini juga dimuat di www.myrmnews.com. Foto: saya dan Neil Abrecrombie, anggota Parlemen Amerika Serikat dari Partai Demokrat, di pesta kemenangan Obama usai Kaukus Hawaii yang lalu. Hang loose, coy…

Sepanjang bulan Februari lalu, kata Obama, donasi yang terkumpul untuk mendukung kampanyenya sudah mencapai angka 55 juta dolar AS. Angka yang memang tak sedikit. Dalam sejarah politik Amerika belum pernah seorang kandidat calon presiden dapat mengumpulkan donasi sebesar itu.

Donasi yang besar ini di satu sisi juga memperlihatkan dukungan yang kuat di kalangan akar rumput. Sebuah pencapaian yang tak dapat diabaikan. Sebuah dukungan besar yang sejauh ini membawa Obama menjadi orang paling disoroti di atas panggung politik Amerika Serikat.

“Lebih dari 90 persen donasi berjumlah 100 dolar AS atau kurang dari itu. Dan lebih dari 385 ribu donatur baru dalam bulan Februari mendorong kita melebihi target satu juta donatur dalam kampanye ini,” tulis Barack Obama.

“Sejak awal kampanye ini didanai oleh gerakan akar rumput yang memberikan apapun yang dapat mereka usahakan. Dan tidak seperti Senator Clinton dan Senator McCain, kita tidak pernah menerima donasi dari pihak lobbyist dan political action committee/PAC,” sambungnya.

E-mail yang dikirim setelah kekalahan di Texas dan Ohio, dua tambang raksasa kursi delegasi, tentu punya maksud lain: menenangkan para pendukung Obama agar tidak terlalu risau dengan kekalahan itu.

Besarnya jumlah donasi dan banyaknya jumlah donatur diharapkan dapat hadir sebagai bukti bahwa dukungan untuk Obama dari kalangan akar rumput sangat besar. Dan ini artinya: kekalahan di Texas dan Ohio was not a big deal.

“Seperti yang Anda ketahui, kita menang di 27 dari 41 kontes dan sejauh ini kita masih dapat memimpin perolehan delegasi,” masih kata Obama.

Kekalahan Obama dari Hillary di Texas dan Ohio memang tidak begitu telak. Tetapi bagi Hillary Clinton yang sebelumnya dikalahkan Obama berkali-kali secara beruntun, kemenangan tipis itu bermakna sangat besar. Hillary yang sejak tertinggal di belakang Obama mulai bermain keras, kini merasa kembali mendapat angin segar. Kemenangan tipis itu adalah justifikasi bahwa gaya Hillary yang kasar dan provokatif adalah benar.

Di sisi lain, kekalahan tipis itu membuat kubu Obama sedikit grogi. Salah seorang penasihat politiknya, Samantha Powers sampai kehilangan kontrol diri, dan menyebut Hillary sebagai monster yang merusak segalanya.

Omongan ketus Powers ini dimanfaatkan kubu Hillary untuk semakin memojokkan Obama.

“Serangan pribadi seperti itu tidak bisa dibenarkan,” protes kubu Hillary.

Dan lagi-lagi Obama mengikuti alunan gendang Hillary. “Serangan seperti itu tidak dapat tempat dalam kampanye saya,” kata Obama.

Powers pun mengundurkan diri.

Ini yang bikin banyak orang deg-degan. Bisa kah Obama mengatasi Hillary Clinton? Bisakah gaya “teduh nan sejuk” Obama ini dapat menang dalam pertarungan politik yang sudah ditakdirkan untuk selalu panas?

Dalam e-mail yang dikirimnya itu, sebetulnya ada juga sedikit nada geram Obama melihat serangan Hillary Clinton, juga serangan McCain jago dari Partai Republik.

“Senator Clinton telah memutuskan akan menggunakan semua sumber yang dia punya untuk melancarkan kampanye negatif,” kata dia.

Tetapi itulah Obama. Sekesal apapun dia, sejauh ini masih berupaya memperlihatkan gaya bertarung yang santun. Isi kampanyenya masih belum berubah. Masih penuh dengan petuah akan kebangkitan mimpi dan harapan Amerika yang selama beberapa tahun terakhir dikhianati oleh politisi di Gedung Putih. Masih berisi imbauan bahwa dengan bergerak bersama, rakyat Amerika bisa mengubah masa depan negara itu menjadi lebih baik, mengubah image Amerika yang kini dianggap sebagai negara monster.

Politisi Partai Republikan, Dan Cronin, yang juga dari Illinois dan mengenal Obama sejak lama mengatakan, Obama memang tidak punya kebiasaan untuk tampil tegas dan mengambil risiko.

Cronin adalah anggota Majelis Umum Illinois sejak tahun 1990 dan anggota tim sukses John McCain. Walau mengkritik, tapi dia mengatakan dirinya menghormati posisi politik Obama.

Roland S. Martin, jurnalis-pengamat politik dari CNN menyarankan agar Obama belajar dari Hillary Clinton. Setelah mengalami kekalahan hingga sebelas kali berturut-turut, Hillary dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan gaya tarung dengan risiko kalah, atau mengubah gaya tarung dengan harapan akan ada perubahan di arena pertarungan.

Hillary memilih jalan kedua, dan sejauh ini ia berhasil. Hillary yang tadinya diperkirakan akan kandas setelah primary election di Texas dan Ohio, kini bisa bernafas sedikit lega, dan lebih siap menghadapi pertarungan selanjutnya.

Dalam kaukus di Wyoming hari Sabtu lalu, Hillary memang kalah. Tetapi kekalahan di Wyoming itu tidak menyakitkan sama sekali, mengingat Wyoming hanya memiliki 12 delegasi. Bandingkan dengan Texas dan Ohio.

“Tanyalah kepada semua pelatih tinju, dan mereka akan mengatakan agar Anda masuk ke ring dengan rencana yang telah matang untuk menjatuhkan lawan. Tetapi setelah pertarungan berjalan, Anda harus mengesampingkan semua rencana itu.”

Begitu saran Martin yang sedang mengikuti pendidikan master di jurusan komunikasi Kristen di Louisiana Baptist University.

Realitas di atas ring politik memang lebih berharga dari semua rencana indah yang dimiliki sesaat sebelum memulai pertandingan. Terlalu berharga untuk sekadar diabaikan. Pilihan ada pada Obama, apakah akan mengubah gayanya, atau tetap tampil layaknya kaum padri.

Apapun pilihan Obama, semua Obamania berharap agar si Barry ini pada akhirnya menang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s