Vatikan Keluarkan Daftar Baru Dosa Besar

GEREJA Katolik di Vatikan menggolongkan penggunaan obat-obatan terlarang, polusi, dan rekayasa genetika sebagai perbuatan dosa besar.

Hal ini disampaikan Monsignor Gianfranco Girotti dalam sebuah interview dengan harian L’Osservatore Romano.

Sepanjang akhir pekan lalu, Vatikan menggelar konferensi mengenai pengakuan dosa. Konferensi ini digelar menyusul kerisauan pihak gereja akan kemauan umat Katholik mengakui dosa yang semakin menurun.

Survei terakhir menyebutkan, sekitar 60 persen umat Katholik di Roma tidak lagi mengakui perbuatan dosa mereka.

Girotti mengatakan, penggunaan narkoba, polusi, dan rekayasa genetika adalah hasil kerusakan yang dialami sistem keadilan sosial di tengah masyarakat, tidak hanya di tingkat nasional, juga di tingkat regional dan global.

Di sisi lain, masih sebut Girotti, Gereja Katholik juga tetap peduli dengan berbagai perbuatan dosa seperti aborsi atau menggugurkan kandungan, dan pedophilia atau hubungan sexual dengan anak di bawah umur.

Secara tradisional, Gereja Katholik memiliki daftar yang berisi tujuh dosa besar, yakni kesombongan, kerakusan, hawa nafsu, ketamakan, iri hati, kemarahan dan kemalasan. Ketujuh dosa besar ini ditetapkan oleh Paus Gregory the Great di abad ke-enam Masehi.

Ketujuh dosa besar ini berbeda dengan dosa-dosa kecil yang dapat diampuni. Seseorang yang melakukan perbuatan dosa besar terancam dibakar dalam neraka kecuali mereka bertobat dengan jalan mengakui perbuatan dosa itu, dan menyesalinya.

Seperti diberitakan CNN beberapa pastor menyambut baik usul Girotti. Pastor Antonio Pelayo, dari Spanyol, misalnya. Menurut dia ada banyak perbuatan dosa lain yang mungkin lebih besar, dan tidak berkaitan dengan sex.

“Melainkan berkaitan dengan kehidupan, dengan lingkungan hidup, dan dengan keadilan,” katanya.

5 thoughts on “Vatikan Keluarkan Daftar Baru Dosa Besar

  1. saya menemukan artikel yang sama ‘persis’, di web: http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6501&Itemid=66

    namun, ada paragraf akhir yang berbeda:

    “”Melainkan berkaitan dengan kehidupan, dengan lingkungan hidup, dan dengan keadilan,” katanya.

    Untuk sebuah agama besar, pengumuman seperti sebenarnya cukup terlambat. Meski demikian, pemuatan daftar dari Vatikan itu cukup baik untuk penduan umatnya. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]”

    artikel manakah yang lebih benar?
    salam
    ntok

  2. aloha,
    terima kasih telah memberitahukan hal ini.

    semua artikel yang saya tulis di blog ini adalah tulisan saya. bila saya mengutip atau memuat ulang, entah dari berita di media massa, atau e-mail, maka saya akan menyebutkan sumbernya. terkadang juga dengan me-link langsung ke sumber tulisan itu.

    yang berkaitan dengan berita dari kantor-berita-asing belakangan ini, saya menerjemahkannya langsung (saya lebih suka menyebutnya ‘menuliskan kembali’).

    termaksud berita yang URL-nya bung sampaikan di atas.

    berita itu (yang saya tulis ulang dari sumber kantor-berita-asing, dalam hal ini CNN) lebih dahulu dimuat di http://www.myrmnews.com. ini URL-nya:
    http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=internasional/index.php?q=news&id=4895

    biasanya perbedaan waktu antara pemuatan di http://www.myrmnews.com dan pemuatan di blog saya ini hanya berbeda beberapa jam, beberapa menit, atau terserah saya. toh saya pendiri situs berita itu dan blog ini. 🙂

    nah, sekarang bung bisa tanyakan ke hidayatullah…

    sekali lagi terima kasih, dan mahalo.

  3. masih untuk bung ntok,

    sebagai orang yang menghargai dan menghormati ajaran agama-agama yang ada di muka bumi, tentulah saya TIDAK AKAN mengatakan “pengumuman seperti (itu) sebenarnya cukup terlambat”.

    sekali lagi terima kasih, dan mahalo

  4. lagi, masih untuk bung ntok,

    saya tidak marah pada hidayatullah yang mengkopi hampir 100 persen tulisan itu (dan menambahkan satu paragraph di bawahnya). toh mereka sudah mengatakan dari “berbagai sumber”.

    berbagai sumber yang mereka maksud mungkin CNN dan blog saya, juga situs http://www.myrmnews.com.

    sumpah, gak apa-apa kok… kalau yang dipertanyakan adalah soal orisinalitas tulisan.

    tapi kalau yang dipertanyakan adalah sikap dan posisi saya terhadap “daftar dosa baru” itu, saya sudah sampaikan dalam komentar di atas sebelum ini.

    oh ya, setelah itu saya juga menuliskan berita yang saya kutip dari honolulu advertiser tentang abercrombie, anggota DPR amerika asal hawaii, yang mengirimkan surat ke vatikan. ia bertanya, apakah menggunakan penyiksaan dalam interogasi juga merupakan perbuatan dosa.

    surat itu dia kirim untuk menyikapi “daftar dosa baru” yang dirilis vatikan.

    sekali lagi terima kasih, dan mahalo.

  5. Yang saya tahu dosa besar itu 70, yang utama ada 10. Namun yang paling besar (utama) ada tiga yaitu :
    Syirik (menyekutukan Allah), durhaka pada orang tua dan sumpah palsu ( fitnah ). Namun semua dosa bisa dimaafkan kehendak Ilahi jika kita benar-benar bertaubat/tidak mengulanginya lagi atau selama pintu taubat masih terbuka.

    Perlu juga diingat semua amalan kita nanti ada balasannya di akhirat baik itu amalan baik atau buruk, walaupun sebesar buah zahra/atom saja. Semua nanti dimintai pertanggung jawabannya walaupun itu cuma baru niat saja sudah ada hitungannya.

    di bumi ini sebenarnnya Allah hanya ingin memilah/milih kepada ciptaanya, mana yang nanti masuk surga mana yang masuk neraka, mana yang mau denger perintah Allah atau mana yang mengikuti hasutan setan.

    Jadi berdoalah kepada Sang Pencipta untuk diberi rahmat dan hidayahnya, mintalah selamat dunia dan akhirat. Jangan hanya minta rezeki saja apalagi minta panjang umur atau yang bersifat duniawi.

    Satu lagi
    salam

Comments are closed.