Inilah Foto-foto dari Bandara Pyongyang yang Baru – Pictures from the New Pyongyang Airport

Pyongyang punya bandara baru. Diresmikan pada 1 Juli 2015 oleh Kim Jong Un. Terasa benar perbedaan bandara baru itu dari bandara sebelumnya.

Saya fotokan beberapa sudut untuk kawan semua.

IMG_3487

IMG_3488

IMG_3490 Continue reading “Inilah Foto-foto dari Bandara Pyongyang yang Baru – Pictures from the New Pyongyang Airport”

Ada Udang di Balik Anggrek

ANGGREK menjadi tools politik luar negeri Singapura dalam berhubungan dengan negara tetangga mereka, Indonesia.

Hari Rabu lalu Singapura memikat hati Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan menggunakan anggrek. Sebuah anggrek yang disebutkan varietas baru dari persilangan dua jenis Dendrobium, D. christabella dan D. haldis morterud, dinamai D. iriana jokowi.

Iriana bangga dan bahagia dengan penghormatan itu. Continue reading “Ada Udang di Balik Anggrek”

Melepas YM Ri Jong Ryul

korut

Ri Jong Ryul hampir menyelesaikan masa tugasnya di Jakarta. Kamis (30/7), Dutabesar Republik Rakyat Demokratik Korea itu mengunjungi kediaman Rachmawati Soekarnoputri untuk berpamitan sebelum meninggalkan Jakarta pertengahan Agustus 2015.

Dubes Ri berbeda bila dibandingkan dengan dubes-dubes Korea Utara sebelumnya, yang saya tahu sepanjang pengalaman saya berinteraksi dengan Korea Utara sejak 2001.

Dubes-dubes Korut sebelumnya cenderung kaku dan tertutup. Bisa dipahami sikap mereka merupakan ekspresi umum kebijakan luar negeri Korea Utara di era Kim Jong Il. Sementara Dubes Ri relatif terbuka dan luwes. Mungkin ini juga dipengaruhi oleh  gaya kepemimpinan Kim Jong Un yang berbeda dari ayahnya.

Dubes Ri bisa diyakinkan bahwa menjalin hubungan dengan pihak media (di Indonesia) adalah cara terbaik menjawab pertanyaan banyak kalangan, khususnya media, terhadap “misteri” Korea Utara.

Maka, dalam berbagai kesempatan dengan pihak Kedutaan Korut, saya selalu mengundang kawan-kawan media dan pihak-pihak lain di luar Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, termasuk mahasiswa-mahasiswa saya.

Saya percaya bahwa komunikasi cara paling pas untuk membangun pengetahuan, pengertian dan pemahaman. Continue reading “Melepas YM Ri Jong Ryul”

A Short Story from Gamcheon Village

IMG_0963_2

I am going to tell you a story; about you, me and us.

IMG_0964_2

It is about how we change our and others life with justice and humanity, talent and patience .

Continue reading “A Short Story from Gamcheon Village”

Relaunching: President Soekarno and President Kim Il Sung

IMG_9786 Continue reading “Relaunching: President Soekarno and President Kim Il Sung”

Menikmati Mie Dingin di Restoran Korea Utara di Jalan Gandaria…

IMG_8025

Sedikit keterangan: Artikel ini ditulis pada Juni 2013 dan dimuat di RMOL. Foto di atas diambil pada tanggal 14 Februari 2015, saya dan Dubes Ri Jong Ryul. Di kiri saya adalah Konsuler Ri. Continue reading “Menikmati Mie Dingin di Restoran Korea Utara di Jalan Gandaria…”

Simposium HAM Korea Utara Dinilai Cacat Itikad

IMG_0665

Setelah Kedutaan Besar Korea Utara, kini giliran Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara yang memprotes keras penyelenggaraan simposium mengenai situasi HAM di Korea Utara yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Komnas HAM dan Komisi Antarpemerintah ASEAN untuk Urusan HAM.

Simposium yang diselenggarakan di Hotel Sultan itu dihadiri Pelapor Khusus PBB untuk Masalah HAM, Marzuki Darusman, dari Indonesia dan Dutabesar Korea Selatan, Cho Tae Young.

“Penyelenggaraan simposium itu cacat itikad karena tidak mengundang dan mengikutsertakan pihak Korea Utara yang menjadi objek pembicaraan,” kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Sebuah simposium, menurut Teguh, semestinya bermakna ilmiah. Tetapi bagaimana bisa disebut ilmiah bila yang didengarkan hanya tuduhan dan tudingan dari satu pihak saja.

Ketidakmauan penyelenggara simposium mengundang pihak Korea Utara membuat Teguh menilai simposium itu sebagai bagian dari propaganda pihak-pihak yang selama ini memang berusaha untuk memojokkan Korea Utara.

“Pihak Korea Utara semestinya diberi kesempatan untuk menjelaskan kondisi HAM di negeri mereka. Toh, Kedutaan Besar mereka ada di sini. Belum lagi hubungan Indonesia dan Korea Utara juga baik-baik saja,” ujar Teguh yang sudah beberapa kali berkunjung ke Korea Utara.

Di sisi lain, Teguh juga menyayangkan pihak pemerintah Indonesia yang terkesan cuci tangan dalam hal ini.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, seperti diberitakan Tempo.co, mengatakan, pemerintah Indonesia tidak bisa melarang penyelenggaraan simposium yang sudah memiliki izin pelaksanaan pertemuan.

Menurut Teguh, pernyataan Jubir Kemlu itu memperlihatkan sikap yang tidak sensitif dan enggan menjaga perasaan negara sahabat.

“Bayangkan bagaimana perasaan kita kalau pemerintah Australia, misalnya, pura-pura menutup mata dan membiarkan simposium mengenai kemerdekaan Papua yang diselengarakan lembaga resmi negara dan dihadiri pejabat resmi negara-negara yang ingin Papua lepas dari Indonesia,” kata dia.

Teguh menyarankan pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, menjawab protes keras yang sudah disampaikan Kedutaan Besar Korea Utara dengan cara yang pantas dan tidak asal bicara.

Continue reading “Simposium HAM Korea Utara Dinilai Cacat Itikad”

Misteri Wina 1913: Lima Tokoh Dunia dalam Pusaran Waktu yang Sama

Wina getty

Kota di Austria ini punya banyak nama yang semuanya memiliki kemiripan cara pengucapan. Kita menyebutnya Wina. Dalam bahasa Jerman disebut Wien, atau Vienna dalam bahasa Inggris, dan Vienne dalam bahasa Prancis. Orang Ceko menyebutnya Viden, sementara orang Italia menyebutnya Vindobona.

Satu abad lalu, di tahun 1913, Wina adalah ibukota dari Emporium Austro-Hungarian, sebuah kerajaan besar untuk ukuran Eropa pada masa itu, terdiri dari 15 bangsa dengan populasi lebih dari  50 juta orang. Sebagai ibukota, Wina ketika itu didiami lebih dari 2 juta orang.

Kerajaan Austria-Hungaria berdiri pada 1867, dan bubar menyusul kekalahan besar di penghujung Perang Dunia Pertama, 1918. Kini, sejumlah negara yang berdiri di atas puing-puing Austro-Hungarian, adalah Austria, Bosnia Herzegovina, Kroasia, Republik Czech, Hungaria, Itaila, Montenegro, Polandia, Romania, Serbia, Slovakia, Slovenia dan Ukraina. Continue reading “Misteri Wina 1913: Lima Tokoh Dunia dalam Pusaran Waktu yang Sama”

Kekuatan Militer China Semakin Menggetarkan

j31-03

Tidak dapat dipungkiri, kekuatan militer Republik Rakyat China semakin mengagumkan dan menggetarkan. Pekan ini, China menggelar airshow di Zhuhai, sebuah kota di selatan negeri itu.

Di dalam pameran udara itu, China memperlihatkan kepada dunia beberapa pesawat tempur baru yang mereka produksi dan digunakan secara eksklusif oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China. Continue reading “Kekuatan Militer China Semakin Menggetarkan”

Konfederasi adalah Model Terbaik untuk Menyatukan Korea

2000px-Unification_flag_of_Korea.svg

Sistem yang paling baik untuk mempersatukan kembali Korea Utara dan Korea Selatan adalah konfederasi. Di dalam sistem yang longgar ini, Korea Utara dan Korea Selatan bisa tetap memiliki sistem politik dan sistem ekonomi seperti saat ini. Namun kedua negara diwakilkan oleh pemerintahan bersama ketika berinteraksi dengan negara lain. Continue reading “Konfederasi adalah Model Terbaik untuk Menyatukan Korea”

Rachmawati: Amerika Serikat Harus Menarik Pasukan Militer

IMG_2820

Pemerintah Amerika Serikat harus menarik pasukan Amerika Serikat yang selama ini ditempatkan di kawasan Asia Timur. Continue reading “Rachmawati: Amerika Serikat Harus Menarik Pasukan Militer”

Wawancara Langka Korea Utara (A Rare Interview with North Korea)

Saya rasa untuk waktu yang cukup lama, inilah kali pertama Kedutaan Besar Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara di Jakarta, Indonesia, secara resmi berkenan membuka pintu dan menerima jurnalis Indonesia.

Kamis siang, Dubes Korut Ri Jong Ryul menerima lima jurnalis Indonesia. Selain kelima jurnalis, pertemuan itu juga dihadiri Ketua Komite Reunifikasi Damai Korea, Peter Woods, dari Australia yang kebetulan sedang berada di Jakarta.

Pada bagian awal, Dubes Ri menjelaskan komitmen kuat yang dimiliki negaranya dalam melindungi hak asasi manusia (HAM) setiap warganegara Korea Utara maupun orang asing yang berada di negara mereka. Pria kelahiran Pyongyang, 9 Juni 1955 itu mengatakan, pihaknya merasa perlu kembali menjelaskan proses perlindungan HAM di Korea Utara itu karena belakangan ini pihak yang disebutnya sebagai lawan Korea Utara menyerang Korea Utara dengan isu HAM.

Dubes Ri juga menyerahkan kopi Laporan Asosiasi Studi HAM Korea Utara yang dirilis pertama kali pada tanggal 13 September lalu. Ia meminta kelima jurnalis yang mewawancarainya untuk mempelajari laporan itu.

Dubes Ri juga mengatakan bahwa Korea Utara tidak memiliki kamp kerja paksa dan penjara politik seperti yang dituduhkan lawan-lawan Korea Utara. Tentu saja seperti halnya di negara-negara lain, Korea Utara memiliki penjara yang digunakan untuk menghukum siapapun yang terlibat dan melakukan kejahatan. Proses pengadilan kasus kriminal pun, sebutnya, sama dengan yang ada di negara-negara yang taat hukum lainnya.

Setiap terdakwa memiliki hak untuk membela diri dan membuktikan diri tidak bersalah. Tetapi bila terbukti bersalah ia akan diberikan hukuman yang setimpal dengan kesalahan atau kejahatan yang dilakukannya.

Selain hukuman kurung badan selama masa tertentu, Korea Utara juga memberikan hukuman kerja dan belajar untuk setiap narapidana. Kerja yang dimaksud diberikan agar setiap narapidana lebuh merenungkan dan memahami dampak buruk kejahatan yang dilakukannya. Sementara pendidikan dilakukan untuk mempersiapkan seorang narapidana kembali ke tengah masyarakat.

Bagaimana mungkin, ujar Dubes Ri, hanya karena memiliki penjara negaranya disebut melanggar HAM. Bukankah, di semua negara ada penjara. Bukankah jumlah penjara di Amerika Serikat jauh lebih banyak dari yang ada di Korea Utara.

Laporan mengenai perlindungan HAM Korea Utara itu juga didistribusikan kembali untuk menjawab tuduhan yang disampaikan Shin Dong-hyuk yang mengaku pernah menjadi penghuni Kamp 14. Dong-hyuk baru-baru ini kembali memberikan keterangan di Markas PBB di New York tentang pengalaman pahitnya.

Menurut Dubes Ri, pengakuan Dong-hyuk tidak bisa diandalkan dan penuh dengan kebohongan. Pihaknya memiliki bukti-bukti mengenai kebohongan Dong-hyuk itu. Dia juga mengatakan, Dong-hyuk tidak menceritakan dengan sebenarnya mengapa ia masuk penjara. Informasi dari Kementerian Kehakiman Korea Utara mengatakan, Dong-hyuk dipenjara karena melakukan kejahatan asusila.

Selain isu HAM, sudah barang tentu pertemuan itu juga membicarakan kondisi kesehatan Marshal Kim Jong Un yang dikabarkan oleh media Barat terus memburuk. Bahkan ada informasi yang mengatakan, akibat kesehatan Kim Jong Un terus memburuk, terjadi kudeta di dalam negeri.

Dubes Ri memastikan bahwa Kim Jong Un dalam keadaan sehat walafiat.

Dubes Ri juga membahas prospek reunifikasi kedua Korea. Hal lain yang juga dibahas berkaitan dengan hubungan Indonesia dan Korea Utara di masa pemerintahan Joko Widodo.

Penjelasan-penjelasan Dubes Ri dalam wawancara yang tidak biasa itu cukup menarik. Namun untuk keperluan posting ini, ada baiknya kita melihat rekaman foto-foto dari pertemuan itu.

Photos from the North Korea’s 2014 National Day

_DSC8759

Continue reading “Photos from the North Korea’s 2014 National Day”

Bibit Permusuhan Itu Masih Ada

China-Japan-Flags

RIBUAN buruh China yang bekerja di sebuah pabrik peralatan elektronik yang didanai Jepang di Dongguan, menghentikan mogok kerja setelah salah seorang eksekutif perusahaan Jepang itu mencabut pernyataan yang dia sampaikan beberapa waktu sebelumnya.

Changan Rihua Electronic Plant yang berada di Changan, Dongguan, di Provinsi Guangdong dibiayai perusahaan Jepang, Alp Electric Co. Ltd.

Continue reading “Bibit Permusuhan Itu Masih Ada”

20th Anniversary of the Demise of President Kim Il Sung

IMG_1412

IMG_1416 Continue reading “20th Anniversary of the Demise of President Kim Il Sung”

Marking the 50th Anniversary Indonesia and DPRK

A reception to commemorate the 50th anniversary of Indonesia and North Korea diplomatic relations was held in Padang Room, Shangri La Hotel, Tuesday, April 22nd, 2014.

The dinner attended by Vice Foreign Minister of RI Wardana, Director General of Asia Pacific and Africa Yuri O Thamrin, Director of East Asia and Pacific Tumpal Hutagalung, and the Chairman of Indonesia-Korea Friendship Association Ristiyanto.

IMG_1599

IMG_1601 Continue reading “Marking the 50th Anniversary Indonesia and DPRK”

2014 From Pyongyang With Love

IMG_0439

Setelah terbang selama 1,5 jam dari Beijing, China, Air China CA121 dengan mulus mendarat di tujuannya: Bandara Kim Il Sung di Pyongyang, DPRK. Tanggal 14 April 2014, merupakan kunjungan keempat saya ke Korea Utara.

Pengaturan kunjungan saya ke DPRK dibuat kurang lebih seminggu sebelum saya tiba di Pyongyang. Saya diutus oleh Asosiasi Persahabatan Indonesia-Korea untuk bertemu dengan teman-teman Korea di Pyongyang guna membahas rencana e-seminar internasional mendatang yang akan diselenggarakan di Jakarta dalam rangka memperingati 20 tahun wafatnya Kim Il Sung.

E-seminar tersebut rencananya akan diselenggarakan pada akhir Juni tahun ini. Karena di Indonesia bulan Juni dikenal sebagai bulan Bung Karno — yang lahir 6 Juni dan meninggal 21 Juni — maka kami mengusulkan agar seminar ini diselenggarakan sesuai dengan peringatan hari Bung Karno.

Di bandara saya disambut oleh dua orang sahabat saya, Pak Yong Gun, Sekretaris Jenderal Korea-Asia Pacific Exchange, dan Hwang Sung Chol, Penjabat Sekretaris Korea-Indonesia Friendship Society.

Continue reading “2014 From Pyongyang With Love”

Jubir Kemlu Korsel: Indonesia Perlu Merayu Korut agar Hentikan Program Senjata Nuklir

IMG_2846

Pemerintah Indonesia dinilai memiliki kemampuan memainkan peranan kunci untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Continue reading “Jubir Kemlu Korsel: Indonesia Perlu Merayu Korut agar Hentikan Program Senjata Nuklir”

Tidak Mudah bagi SBY Jadi Sekjen PBB…

Tidak mungkin kursi Sekjen PBB secara berturut-turut diduduki tokoh dari Asia. Rotasi berdasarkan benua ini sudah menjadi konvensi internasional yang dipraktikkan sejak lama.

Dengan demikian, bisa dipastikan Presiden SBY tidak mungkin menjadi Sekjen PBB menggantikan Ban Ki-moon dari Korea Selatan yang akan selesai menjalankan tugasnya pada 2015. Continue reading “Tidak Mudah bagi SBY Jadi Sekjen PBB…”

SBY Berpeluang Jadi Juru Damai Korea dan Sekjen PBB

dmz1

dmz2

Dimuat di Antara, Republika, Rakyat Merdeka Online, Antara Jatim, Inilah.Com, Berita Satu, Jurnal Nasional.

Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara mengapresiasi perhatian positif Presiden SBY terhadap konflik di Semenanjung Korea. Perhatian ini sudah lama ditunggu kedua Korea terlebih setelah pembicaraan segi enam (six party talk) menemukan jalan buntu pada 2009. Continue reading “SBY Berpeluang Jadi Juru Damai Korea dan Sekjen PBB”

Jugun Ianfu, Pengagum Dewi Sukarno

Bae Cheun Hee (88) adalah salah seorang korban kekerasan seksual Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia Kedua. Pada usia belasan tahun, wanita kelahiran Daegu ini dipaksa menjadi wanita pemuas nafsu tentara Jepang atau jugun ianfu.

Bae dikirim ke barak tentara di China dan dipaksa tinggal disana selama 12 tahun. Setelah perang berakhir, ia tinggal selama 30 tahun di Jepang. Sekitar 17 tahun lalu Bae memutuskan kembali ke Korea.

Continue reading “Jugun Ianfu, Pengagum Dewi Sukarno”

Talbukja Punya Peran di Balik Perubahan Korea Utara

Lee Soon-sil percaya, Korea Utara sedang berubah. Dan orang-orang seperti dirinya, talbukja atau pelarian dari Korea Utara, punya peranan signifikan di balik perubahan itu.

Talbukja adalah terminologi yang digunakan pihak Korea Utara untuk orang-orang yang melarikan diri dari negeri itu. Di tahun 2005 Kementerian Unifikasi di Korea Selatan memperkenalkan istilah saeteomin yang secara harafiah berarti orang tanah baru. Belakangan diperkenalkan istilah bukhanitaljumin. Continue reading “Talbukja Punya Peran di Balik Perubahan Korea Utara”

Teror di Makam Aung San yang Masih Terbayang

Delegasi pemerintah Korea Selatan menunggu kehadiran Presiden Chun Doohwan di makam pemimpin Myanmar, Aung San, 9 Oktober 1983.

Tiga dekade telah berlalu. 9 Oktober 1983, pagi hari sekitar pukul 10.30 sebuah bom meledak di makam pemimpin Myanmar, Aung San. Sebanyak 21 pejabat Korea Selatan tewas dalam serangan itu.

Di antara korban tewas adalah Kepala Staf Presiden Ham Beong-seok, Deputi Perdana Menteri Seo Seok-jun, Menteri Luar Negeri Lee Bem-seok dan Menteri Perdagangan Kim Dong-hwi.

Continue reading “Teror di Makam Aung San yang Masih Terbayang”

Kisah Lee, Tentara Wanita Korea Utara yang Melarikan Diri

1377949_10151871071871668_1099988230_n

Sepintas Lee Soon-sil tampak tegar. Wanita yang lahir di Potonggang, sebuah distrik di Pyongyang, Korea Utara, tahun 1968 itu pernah bertugas sebagai perawat di Tentara Rakyat Korea. Ia bergabung dengan Tentara Rakyat Korea pada tahun 1991 dan dipecat sebelas tahun kemudian. Continue reading “Kisah Lee, Tentara Wanita Korea Utara yang Melarikan Diri”