SEPASANG suami istri paruh baya yang duduk di deretan belakang tersenyum ramah ketika saya membidikkan kamera ke arah mereka. Sang suami di sebelah kanan mengenakan jas hitam. Semacam lencana berbentuk bintang bersegi banyak tersemat rapi di dada kiri. Adapun sang istri mengenakan jilbab dan blazer merah marun dengan setangkai kembang plastik oranye yang juga disematkan di dada kiri. Continue reading “Menjadi Muslim di Pojok Kota Moskwa”
Ketika Dwight Eisenhower, Bernard Montgomery dan jenderal-jenderal lain pasukan sekutu merancang pendaratan di utara Prancis yang dikuasai sepenuhnya oleh pasukan Nazi Jerman, banyak yang menganggap itu sebagai rencana yang tak masuk akal, bahkan konyol. Continue reading “Pendakian Sabar Gorky Mirip Pendaratan Normandy”
Bersama Svet Zhakarov di halaman belakang KBRI Moskow saat perayaan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Namanya Svet Zacharov. Laki-laki warganegara Republik Federasi Rusia yang nenek moyangnya dari Turki ini sudah lebih empat daswarsa merasa dirinya bagian dari Indonesia. Bahasa Indonesia mengalir lancar dari mulutnya dan begitu enak didengar telinga. Taat asas juga puitis di saat bersamaan.
Sebuah pin burung garuda berlatar belakang bendera merah putih terpasang rapi di jas krem yang dikenakannya saat menghadiri resepsi HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman belakang KBRI di Moskow, Rusia (Rabu, 17/8). Sesekali ia bertepuk tangan memberikan semangat pada penari yang membawakan tarian Bali. Sambil membidikkan kamera, ia tertawa menyaksikan mimik lucu anak-anak SIM (Sekolah Indonesia di Moskow) yang membawakan tarian Saman dari Aceh.
LAKI-LAKI itu hanya punya satu kaki. Sebuah tongkat besi menopang bagian kanan tubuhnya. Begitu pintu lift terbuka dengan mantap tanpa canggung ia mengikuti seorang rekannya berjalan menuju ruang rapat di lantai sembilan kantor kami. Langkahnya sama sekali tidak tertatih-tatih. Begitu berdiri persis di hadapan saya, ia membuka topi yang menutup kepalanya. “Sabar,” kata laki-laki itu tersenyum memperkenalkan diri sambil menjabat tangan saya dengan erat. Continue reading “Karena Indonesia Raya Harus Diselamatkan…”
Urusan data penduduk miskin di Indonesia mulai disindir media asing. Sindiran itu terlihat begitu nyata antara lain dalam laman blog Bayan mingguan The Economist edisi terakhir, misalnya, sebuah artikel berjudul Indonesia’s Poverty Line – To Make A Million People Unpoor (Garis Kemiskinan Indonesia – Membuat Satu Juta Orang Tidak Miskin). Continue reading “Media Asing: Kemiskinan Indonesia Bisa Mengulangi Sejarah”
Seorang pemimpin umat di Indonesia harus memiliki pola pikir yang berwawasan pluralisme. Hal itu penting mengingat Indonesia bukanlah negara yang memiliki satu agama.
Tribunnews.com – Sabtu, 23 Juli 2011 17:31 WIB
Laporan Wartawan Tribun Jogja M Huda
Masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk mewaspadai berbagai konflik di akar rumput yang tidak tertangani dengan baik. Bila konflik-konflik tersebut, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan tidak ditangani dengan baik, Indonesia akan menghadapi ancaman serius. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami nasib seperti Yugoslavia yang bubar di tahun 1989. Continue reading “Indonesia Masih Punya Peluang Alami Nasib Seperti Yugoslavia”
Keberagaman atau pluralisme bukan barang baru di Republik Indonesia. Belakangan ini kekerasan dengan menggunakan agama dan keyakinan sebagai alasan memang terlihat lebih sering terjadi dibandingkan pada masa sebelumnya. Namun, hal itu bukan karena keberagaman. Melainkan karena negara dan pemerintah tidak hadir dan gagal melindungi warga negara dan menegakkan hukum yang berwibawa. Continue reading “Kekerasan atas Nama Agama Karena Negara Lemah”
Walau ipar Presiden SBY, Letjen Pramono Edhie Wibowo telah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, tapi percayalah masih banyak perwira TNI yang memiliki mental seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman yang menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.
Dalam sebuah pertemuan dengan diplomat negara asing sejumlah purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat sempat diprovokasi agar memberikan dukungan kepada mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kini bekerja di Bank Dunia.
Sekitar enam dan tujuh tahun lalu tidak banyak kalangan memiliki kekhawatiran terhadap kemampuan Presiden SBY mengelola negara seperti yang dimiliki kalangan purnawirawan TNI Angkatan Darat. Belakangan keadaan telah berubah, dan kini semakin banyak yang percaya bahwa SBY bukanlah pemimpin yang efektif. Continue reading “Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat: Apa Rakyat Sabar Menunggu 2014?”
Perjalanan demokrasi di Indonesia tidak semulus yang dibayangkan dan dimimpikan banyak orang. Ketika Soeharto berkuasa kelompok prodemokrasi berusaha sekuat tenaga mendobrak tembok kekuasaan Orde Baru untuk membangun sistem demokrasi yang genuine dan authentic. Continue reading “Di Medan, Rizal Ramli Ajak Rakyat Berani Memulai Perubahan”
Wakil Presiden Boediono pernah mempersoalkan kualitas pemberitaan media massa yang menurutnya bisa terjebak menjadi noise (berisik). Hal itu disampaikan Boediono ketika memberikan sambutan pada ulang tahun sebuah media massa nasional berpengaruh di Jakarta, bulan lalu.
Menurut Boediono, merujuk pemberitaan media massa, ada tiga jenis suara. Pertama, voice yang memiliki makna. Kedua sound yang bisa bermakna atau tidak. Dan ketiga, noise yang sudah pasti berisik.
Louay Qaddoumi adalah kepala seksi berita internasional di harian independen Al Watan yang terbit di Qatar. Sudah belasan tahun ia bekerja sebagai jurnalis di negeri monarki absolut yang dipimpin keluarga Al Thani itu.
Pembentukan Panitia Kerja di Komisi II DPR RI untuk mengusut praktik mafia pemilihan umum jelas melawan logika.
Sebaiknya, upaya membongkar misteri berbagai praktik kecurangan dalam Pemilu 2009, termasuk pemalsuan dokumen Mahkamah Konstitusi (MK) seperti yang melibatkan mantan anggota Komisisi Pemilihan Umum (KPU) yang kini anggota Partai Demokrat, Andi Nurpati, dilakukan oleh MK. Continue reading “Panja Andi Nurpati Melawan Logika!”
Bagi kalangan politisi dan pengamat politik Maroko, hasil referendum amandemen konstitusi yang digelar Jumat lalu (1/7) tak begitu mengejutkan.
Rencana amandemen konstitusi itu diinisiasi Raja Muhammad VI pada bulan Maret lalu. Kalangan politisi, anggota parlemen, birokrasi, tokoh agama, kelompok profesi, serikat buruh, kalangan akademisi hingga media massa sepakat dengan raja muda berusia 47 tahun itu. Continue reading “Inilah Dua Kelompok yang Tak Bisa Menerima Konstitusi Baru”
Setelah berlangsung selama sebelas jam di bawah terik matahari musim panas, referendum amandemen konstitusi Maroko akhirnya ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat (Jumat, 1/7). Sebesar 70 persen dari sekitar 13 juta warga negara yang memilik hak suara berpartisipasi dalam referendum ini. Continue reading “Resmi, Negeri Muhammad VI Kantongi Konstitusi Baru”
Mayoritas rakyat Maroko dipastikan mendukung draf konstitusi baru kerajaan itu. Kemarin menjelang petang (Kamis, 30/6). Rabat mendadak berubah. Ribuan orang mendatangi gedung parlemen di Jalan Muhammad V secara bergelombang dan berkelompok.