Megawati Calon Presiden 2009

KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan bersedia dicalonkan sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2009. Continue reading “Megawati Calon Presiden 2009”

MA Menangkan Soeharto

687474703a2f2f62616c747972612e636f6d2f77702d636f6e74656e742f75706c6f6164732f323031312f30332f54494d455375686172746f496e6332344d6179313939392e6a7067

MAHKAMAH Agung (MA) memenangkan kasasi yang diajukan mantan Presiden Soeharto terhadap majalah TIME Asia. MA mengabulkan gugatan Soeharto yang menuntut ganti rugi material Rp 280 juta dan imateriil Rp 1 triliun atas pemberitaan yang dinilai mencemarkan nama baik penguasa Orde Baru tersebut.

Sumber SH di MA mengatakannya, Senin (10/9). Putusan tersebut diputuskan oleh majelis hakim agung yang di antaranya beranggotakan Hakim Agung German Hoediarto dan M Taufik pada akhir Agustus (31/8) lalu.

“Putusannya keluar tanggal 31 bulan lalu (Agustus-red). Majelis kasasi memenangkan gugatan yang diajukan mantan Presiden Soeharto,” papar sumber tersebut.

Sementara itu, juru bicara MA, Djoko Sarwoko dan Nurhadi menyatakan tidak tahu atas keluarnya putusan itu. Nurhadi mengatakan pihak MA baru menyelesaikan rapat kerja (raker) di Makassar selama beberapa hari sehingga informasi tersebut juga baru diketahuinya dari konfirmasi SH. “Apa iya, Mas? Kami baru selesai raker, jadi baru tahu ada informasi seperti ini. Nanti kita telusuri,” jawab Nurhadi yang dihubungi lewat telepon.

Pihak TIME Asia sendiri mengaku terkejut dengan putusan tersebut. Kuasa hukum TIME Asia, Todung Mulya Lubis, kepada SH mengungkapkan tak menyangka Mahkamah Agung akan mengeluarkan putusan kasasi yang memenangkan Soeharto. Di dua tingkat peradilan di bawahnya, Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri, gugatan tersebut ditolak.

“Saya benar baru tahu hal ini. Jelas mengejutkan. Kalau memang putusannya memenangkan kasasi Soeharto, dengan segala hormat saya kepada MA, MA telah melakukan langkah mundur. Apa yang dituliskan TIME Asia sudah berdasar kaidah jurnalistik yang fair dan cover both sides (berimbang-red). Dunia pers Indonesia mengalami kemunduran kalau begini,” papar Todung, Senin pagi tadi.

Keterkejutan sama diyakininya akan dirasakan oleh kliennya, pengelola dan redaksi TIME Asia. Namun, Todung menambahkan singkat, ia baru akan berkomentar banyak jika sudah melihat berkas putusan tersebut.

Sebelumnya, gugatan Soeharto terhadap TIME Asia dikalahkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 6 Juni 2000. Majelis memutuskan menolak seluruh gugatan mantan Presiden Soeharto tersebut. Hakim menilai pemberitaan itu bukan penghinaan.

Pun, Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang diketuai Gde Soedharta dalam putusannya tanggal 16 Maret 2001, menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Soeharto bahkan dihukum membayar seluruh biaya perkara Rp 5,104 juta.

Gugatan Soeharto terhadap TIMEAsia ini untuk pertama kali disidangkan pada 12 April 2000 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Gugatan berihwal dari artikel bertajuk “Soeharto Inc. How Indonesia’s Longtime Boss Built a Family Fortune” pada terbitan edisi 24 Mei 1999. Artikel tersebut berisi tentang kekayaan mantan Presiden Soeharto.

Pemberitaan majalah ini menyebutkan tentang kekayaan Soeharto dengan putra-putrinya beserta asal perolehannya. Pemberitaan pada beberapa edisi berikutnya juga menyinggung hal sama. Pada 17 Mei 1999, TIME Asia bahkan memberitakan transfer dana US$ 9 miliar dari Swiss ke Austria yang diduga milik mantan Presiden Soeharto dan mengungkap harta kekayaan anak-anak Soeharto di luar negeri. Majalah ini menaksir kekayaaan keluarga Soeharto bernilai US$ 15 miliar dengan semua asetnya. Leo Wisnu Susapto/Rikando Somba/Sinar Harapan.

Serangan Marinir Amerika di Balaraja

Oleh: Rohmat Haryadi dan Anthony, [Nasional, Gatra Nomor 43, Kamis 6 September 2007]

SEORANG sersan marinir Amerika Serikat memimpin serangan ke sebuah pabrik garmen di Tangerang. Berita dikutip dari Gatra.

Dengan kawalan sedikitnya 75 “anak buah”

Continue reading “Serangan Marinir Amerika di Balaraja”

Kami Menentang Bush dengan Pita Oranye

DEMONSTRASI menentang pemerintah Bush hari Rabu lalu (9/5) tak seperti yang saya bayangkan. Tidak ada kerumunan massa seperti pada demontrasi yang biasa saya saksikan selama ini.

Ratusan mahasiswa Universitas Hawaii hari itu hanya wira-wiri dengan pita oranye di lengan mereka sebagai tanda menolak semua kebijakan pemerintahan Bush. Sebagian bergerombol di anak tangga Student Center menyaksikan para pemain musik yang sedang manggung. Sementara yang lainnya mendatangi “stand” kelompok pendukung demonstrasi.

Seperti ratusan mahasiswa itu, saya juga mengikatkan pita oranye di lengan kanan saya. Sepeda saya parkirkan tak jauh dari Student Center. Setelah puas berbicara dengan penjaga di masing-masing stand, dan membeli “Failed State” karya Noam Chomsky di stand Toko Buku Revolution, saya memilih bergabung dengan kelompok mahasiswa yang duduk di anak tangga menyaksikan seorang mahasiswa memainkan senar gitarnya di panggung. Bukan lagu revolusi yang dia lantunkan. Hanya lagu cinta yang biasa. Untuk orang awam seperti saya, musiknya oke juga. Continue reading “Kami Menentang Bush dengan Pita Oranye”

Letjen Erwin Sujono Menjabat Kepala Staf Umum TNI

Dikutip dari Kompas, 7 September 2007.

GERBONG mutasi di jajaran TNI kembali bergerak. Continue reading “Letjen Erwin Sujono Menjabat Kepala Staf Umum TNI”

Lagi, Nyatakah 9/11?

9/11Even I question the ‘truth’ about 9/11,

Robert Fisk, The Independent, 25 Agustus 2007

EACH time I lecture abroad on the Middle East, there is always someone in the audience – just one – whom I call the “raver”. Apologies here to all the men and women who come to my talks with bright and pertinent questions – often quite humbling ones for me as a journalist – and which show that they understand the Middle East tragedy a lot better than the journalists who report it. But the “raver” is real. He has turned up in corporeal form in Stockholm and in Oxford, in Sao Paulo and in Yerevan, in Cairo, in Los Angeles and, in female form, in Barcelona. No matter the country, there will always be a “raver”. Continue reading “Lagi, Nyatakah 9/11?”

Hasrat Nuklir Di Balik Operasi Buddha Tersenyum

SANKARAN Krishna tampil sebagai pembicara pada sesi ketiga untuk mata kuliah POLS 600 tentang metode ilmu politik, Selasa malam (4/9). Sejak seminggu sebelumnya kami disarankan membaca dua tulisan Krishna, yakni “The Bomb, Biography and the Indian Middle Class” yang dimuat di jurnal Economic and Political Weekly, 10 Juni 2006, dan “The Social Life of Bomb: India and the Ontology of an ‘Overpopulated’ Society”.

Continue reading “Hasrat Nuklir Di Balik Operasi Buddha Tersenyum”

SMS tentang Ratu Yang (Sangat) Menyebalkan

SUDAH beberapa bulan terakhir, sejak saya masih di Indonesia, Continue reading “SMS tentang Ratu Yang (Sangat) Menyebalkan”

Sehari Suntuk Mau Demo Menolak Bush!

ANDA yang anti-perang, anti-Bush dan kebetulan sedang tak punya kelas, silakan datang. Continue reading “Sehari Suntuk Mau Demo Menolak Bush!”

Karena Sudah Terlalu Penuh, Farah dan Timur Dipindahkan

SEPERTI film “Nagabonar” yang sudah punya sequel, Continue reading “Karena Sudah Terlalu Penuh, Farah dan Timur Dipindahkan”

Antara Aku, Islam-Barat, Sukarnoisme, dan Nasionalisme

BEBERAPA hari lalu aku mengirimkan sebuah e-mail kepada beberapa kawan. Continue reading “Antara Aku, Islam-Barat, Sukarnoisme, dan Nasionalisme”

Dari Paket Batik sampai Permias Hawaii

SETELAH menunggu sebulan, akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu dari Jakarta Continue reading “Dari Paket Batik sampai Permias Hawaii”

Blowback, Konsekuensi yang Tak Terbayangkan

a03_0RTRMNQW

Jepang akhirnya menyerah kalah tanpa syarat pada Sekutu. Perang Dunia Kedua sungguh telah memporakporandakan negara itu. Pengakuan kekalahan disampaikan Kaisar Hiroito pada 15 Agustus 1945, setelah dua kota penting Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, hancur lebur oleh bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat pada 6 dan 9 Agustus 1945. Continue reading “Blowback, Konsekuensi yang Tak Terbayangkan”

Aparat Pemerintah, Musuh Kebebasan Pers 2007

SEPANJANG Agustus 2006 hingga Agustus 2007 setidaknya tercatat 58 kasus kekerasan terhadap pers dan jurnalis. Continue reading “Aparat Pemerintah, Musuh Kebebasan Pers 2007”

Ketika Yahudi Menyatakan Perang

dailyex

Petikan dari koran tua ini saya muat dengan maksud untuk melengkapi Setali Yahudi dan Nazi yang dimuat di Rakyat Merdeka bulan Mei 2005, sepulang saya dari perjalanan ke Jerman. Dalam kunjungan ke Jerman itu saya sempat mendatangi dua bekas kamp konsentrasi Nazi di era Perang Dunia Kedua. Continue reading “Ketika Yahudi Menyatakan Perang”

Berburu Ratu Atut di Hawaii

GUBERNUR Banten, Ratu Atut Chosiyah, dikabarkan akan berangkat ke Hawaii untuk mengikuti sebuah seminar mengenai penanganan tsunami. Continue reading “Berburu Ratu Atut di Hawaii”

Memperkuat Penjajahan Jepang

PADA tanggal 20 Agustus 2007 nanti akan ditandatangani kesepakatan kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement/IJEPA) Continue reading “Memperkuat Penjajahan Jepang”

Pelecehan Seksual di Awal Semester

HARI pertama Fall 2007 di University of Hawaii diwarnai oleh berita perampokan dan pelecehan seksual Continue reading “Pelecehan Seksual di Awal Semester”

Hari Pertama Dibuka dengan POLS 610

INI adalah hari pertama saya mengikuti kuliah di Political Science Department di College of Social Science, University of Hawaii, Continue reading “Hari Pertama Dibuka dengan POLS 610”

Antara Saeful Badar, “Malaikat” dan Malaikat

MALAIKAT//Mentang-mentang punya sayap/Malaikat begitu nyinyir dan cerewet/Ia berlagak sebagai makhluk baik/Tapi juga galak dan usil/Ia meniup-niupkan wahyu/Dan maut/Ke saban penjuru//2007 Continue reading “Antara Saeful Badar, “Malaikat” dan Malaikat”

Silent Waters

DI akhir cerita Ayesha memilih bunuh diri.

Usai shalat shubuh, ia menggulung sajadah dan mukenanya. Sedetik kemudian layar menjadi gelap. Hitam. Hening. Pada adegan berikutnya, Ayesha telah berdiri di bibir sumur tua di sudut desa Charki, tanah kelahiran tempat ia dibesarkan sampai perang memaksa dirinya mengubah identitas.

Continue reading “Silent Waters”

Korban Agresi Militer Belanda Yang Dilupakan

PADA 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Continue reading “Korban Agresi Militer Belanda Yang Dilupakan”

Bankir Miskin Kuliahi SBY Cara Mengurangi Kemiskinan Tahun 2030

PERAIH Nobel Perdamaian yang dikenal sebagai ’Bankir Orang Miskin’ Muhammad Yunus kemarin menjadi dosen bagi Presiden SBY, Continue reading “Bankir Miskin Kuliahi SBY Cara Mengurangi Kemiskinan Tahun 2030”

Bakar Buku Tanpa PKI, Mengingatkan Hitler dan Nazi

PEMBAKARAN buku sejarah yang terjadi di beberapa kota di Indonesia sepanjang dua pekan terakhir ini mengingatkan pada peristiwa serupa di Jerman, ketika Nazi dan Hitler sedang berkuasa. Continue reading “Bakar Buku Tanpa PKI, Mengingatkan Hitler dan Nazi”

Ini Lembah Srigala, Bukan Film Rambo

FEBRUARI 2006 tentara Amerika yang sedang bertugas di Eropa, khususnya di negara-negara yang didiami banyak keturunan Turki, seperti Jerman, Perancis dan Inggris, disarankan untuk tidak menonton film “Kurtlar Vadisi Irak” alias “Lembah Srigala Irak”.

Continue reading “Ini Lembah Srigala, Bukan Film Rambo”

Baru Tahu, Kalau Aku Sempat Masuk Pusat Sejarah TNI

SEORANG teman kirim e-mail. Tulisnya, “Gua ketemu namamu di Pusat Sejarah TNI.” Continue reading “Baru Tahu, Kalau Aku Sempat Masuk Pusat Sejarah TNI”

Path to Another War

Stupid White Men.

IN the 2000 Presidential Election, many believe that George W. Bush stole the victory from Al Gore.

In his book Stupid White Men and Others’ Excuses Story from the State of Nations, a famous American filmmaker Michael Moore names Bush as The Thief in Chief.

“So who, then, is the man that now occupies 1600 Pennsylvania Avenue? I tell you who: He is George W. Bush, ‘President’ of the United States. The Thief in Chief,” wrote Moore who also directed a famous anti-war film Fahrenheit 9/11. Continue reading “Path to Another War”

All the President’s Men: Peninggalan Sarwo Edhi Wibowo

sby mau dilantik 2004

By John McBeth, a senior writer for The Straits Times News
August 2, 2007 Thursday
Pictures in this blog taken from Rakyat Merdeka collection.

THINGS have turned full circle for the family of the late Lieutenant-General Sarwo Edhie Wibowo. Continue reading “All the President’s Men: Peninggalan Sarwo Edhi Wibowo”