News, Notes

Membaca Kudeta Bolivia, Teringat Misteri Potongan Tangan Che Guevara

KABAR mengejutkan terdengar dari Bolivia, sebuah negeri landlock di Amerika Latin. Minggu sore waktu setempat (10/11), belum 24 jam lalu, Juan Evo Morales Ayma yang sudah berkuasa selama 14 tahun lamanya mengumumkan pengunduran diri.

Pengunduran diri Evo Morales dilakukan di tengah kemelut politik menyusul ketidakpastian yang mengiringi pemilihan umum tanggal 20 Oktober lalu.

Kelompok konservatif borjuis menggunakan kekisruhan pemilihan umum untuk memojokkan pria kelahiran Ilsallavi pada 26 Oktober 1959 yang memimpin Partai Gerakan Sosialisme itu.

Continue reading
Standard
Cuba, News, Notes

Floridita dan Revolusi Kuba

HAVANA, atau Habana. Yang mana saja benar dan dibenarkan. Namun tak lengkap rasanya bila berkunjung ke ibukota Republik Kuba, ibukota revolusi dunia, itu tanpa mengunjungi bar Floridita.

Bar Floridita terletak di ujung Calle Obispo, di seberang Jalan Monserrate dari arah Museo Nacional de Bellas Artes de La Habana di Havana Vieja atau Havana Tua.

Di dinding kanan pintu masuk yang berada di salah satu sudut, Anda akan menemukan sebuah plakat yang dikeluarkan majalah Esquire tahun 1953, yang menyatakan Floridita adalah satu dari tujuh bar terbesar (greatest) di dunia.

Continue reading
Standard
Cuba, News, Notes

Kaki Basah Dan Kaki Kering, Jose Marti Dan Elian Gonzales

JOSE Marti dan Elian Gonzales hidup di masa yang berbeda. Mereka terpisah 140 tahun.

Lahir di Havana pada 1853 Jose Julian Marti Perez dikenal sebagai wartawan, penyair, filsuf, dan politisi. Ia kemudian menjadi simbol kebangkitan kebangsaan Kuba.

Jose Marti menggalang persatuan rakyat Kuba yang hidup terjajah selama ratusan tahun sejak penjelajah Spanyol Christopher Columbus dan kawan-kawannya menjejakkan kaki di Holguin pada 1492.

Continue reading
Standard
News, Notes

Gudang Tua Itu Sudah Menjadi Masjid

DARI luar, bangunan di Jalan Oficio, Havana Vieja atau Havana Tua, itu tampak seperti bangunan-bangunan lain di sekitarnya; komplek pertokoan yang memanjang dan sambung menyambung dari ujung ke ujung.

Masjid Abdullah, atau dalam bahasa Spanyol disebut Mezquita Abdallah, resmi digunakan sebagai masjid umum pada 17 Juni 2015, bulan Ramadhan 1436 H.

Masjid Abdullah menggantikan masjid jami sebelumnya, Casa de los Árabes atau Rumah Arab, yang dibangun seorang imigran Arab yang tinggal di Kuba di era 1940an. Lokasinya persis di seberang Masjid Abdullah, dan kini menjadi museum imigran Arab.

Continue reading
Standard
Cuba, News, Notes

Mobil Tua Che Guevara

TERTULIS di bagian depan, “Center de Estudios Che Guevara”. Dari luar gedung nomor 772 di Jalan 47, Vedado Baru, itu terlihat seperti dua kotak berukuran raksasa. Dindingnya terbuat dari batu alam dipadu kayu bersusun berwarna coklat tua.

Jalan 47, seperti jalan kecil lain di kawasan ini tampak sepi.

Seorang pria paruh baya mengenakan kaos biru terang menghentikan aktivitasnya menata taman. Ia menyambut kami.

Continue reading
Standard
Cuba, News, Notes

Tiba di Havana, Ibukota Revolusi Dunia

Setelah terbang sekitar 28 jam dari Jakarta menggunakan KLM, saya tiba di Havana, ibukota Kuba. Kamis petang, hari terakhir bulan Oktober. Langit belum gelap benar ketika saya meninggalkan Bandara Internasional Jose Marti menuju Hotel Nacional di pusat kota.

Kota yang dihuni lebih dari 2 juta jiwa ini sedang bersiap-siap memasuki usia 500 tahun.

Continue reading
Standard
News, Notes

Uniknya Hubungan Indonesia dan Portugal

SAYA bertemu Dubes Republik Portugal Rui Carmo di resepsi Kedubes Tunisia di Jakarta beberapa waktu lalu. Kami sama-sama berdiri di barisan belakang saat acara di mulai. Bertukar sapa dan satu dua cerita ringan. Bedanya, saya pulang lebih awal. Tak lama setelah Dubes Tunisia mengucapkan selamat datang dan menyampaikan sambutan.

Hari Senin kemarin, saya mengunjungi Dubes Carmo di kantornya, Kedubes Portugal di Jalan Indramayu 2A, Menteng, Jakarta.

Hubungan Indonesia dan Portugal pasca Perang Dunia Kedua mengalami dinamika yang menarik. Portugal mengakui kedaulatan Indonesia pada 28 Desember 1949, setelah Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. Pada 13 Mei 1950, Portugal membuka kantor legation di Jakarta. Dutabesar pertama Portugal tiba di Jakarta setahun kemudian. Lalu di tahun 1952 Kedutaan Portugal mulai beroperasi di gedung di Jalan Indramayu, Menterng ini.

Continue reading
Standard
News, Notes

Maradona Itu Argentina

Hari ini, 30 Oktober, Diego Armando Maradona berulang tahun. Yang ke-59.

Seorang penyiar radio mengumumkannya. Dia suka Maradona, suka bola karena Maradona. Dia juga menyebut soal gol tangan tuhan Maradona dalam pertandingan melawan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986. Saya kira sang penyiar segenerasi kita.

Continue reading
Standard
News, Notes

Mewujudkan Mimpi Emas Jokowi

PRESIDEN Joko Widodo membuka pidato pelantikannya dengan sebuah mimpi: Indonesia maju pada 2045.

Indikator kemajuan Indonesia yang dimimpikan itu, pertama pendapatan per kapita Rp 320 juta per tahun; kedua, PDB sebesar 7 triliun dolar AS; dan ketiga Indonesia masuk dalam kelompok G-5. Juga dimimpikan angka kemiskinan mendekati nol.Tak ada salahnya bermimpi. Banyak hal besar diawali dengan mimpi.

Indonesia maju pun sudah dimimpikan berkali-kali. Sejak jaman penjajahan, dan berbuah kemerdekaan. Pemerintahan SBY di tahun 2007 juga merumuskan mimpi kemajuan Indonesia. Tahun yang dijadikan patokan adalah 2030, 15 tahun lebih awal dari mimpi yang disampaikan Jokowi barusan.

Continue reading
Standard
News, Notes

Hubungan Jokowi-Prabowo Spesial, Biduk Lalu Kiambang Bertaut

Pemilihan Presiden bulan April 2019 lalu sesungguhnya bukan pertarungan pribadi antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Melainkan pertarungan gagasan untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Adapun Jokowi dan Prabowo memiliki hubungan yang sangat spesial. Prabowo bukan sosok asing bagi Jokowi. Prabowo yang mempromosikan Jokowi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.

“Di tahun pertama periode 2014-2019, Jokowi berkunjung ke kediaman Prabowo di Hambalang. Mereka naik kuda. Jokowi nyaman bersama Prabowo,” kata Pemimpin Umum RMOL Network, Teguh Santosa, dalam diskusi di CNN Indonesia, Sabtu (19/10).

Teguh menggambarkan hubungan Jokowi dan Prabowo itu dalam pepatah Melayu yang berbunyi: biduk lalu kiambang bertaut.

Continue reading
Standard
Interview, News, Notes

Fragmen Revolusi

Saya pernah bertanya pada Dubes Kuba di Jakarta, Nirsia Castro Guevara, ada apa dengan Che Guevara dan Fidel Castro? Mengapa Che meninggalkan Kuba? Apakah karena Castro tak dapat menerima kritik Che pada Uni Soviet yang menurutnya adalah emporium juga?

(Walau memiliki kata Castro dan Guevara di namanya, namun Dubes Nirsia Castro Guevara tidak memiliki hubungan darah dengan keduanya.)

***

Bisa Anda gambarkan hubungan antara Che Guevara dan Fidel Castro?

Setelah kemenangan revolusi kami, Che Guevara ditunjuk sebagai menteri perindustrian dan gubernur bank nasional. Dia juga mewakili negara kami di banyak forum internasional.

Tetapi di sisi lain, sebenarnya Che Guevara juga punya satu keinginan, yakni melanjutkan perjuangan melawan kolonialisme dan membebaskan negeri-negeri yang masih berada di bawah penjajahan asing. Dia ingin melanjutkan perjuangan membebasakan negeri-negeri itu. Dia merasa bahwa sudah menjadi tugas dan kewajibannya untuk membantu mereka.

Dia sempat menulis sebuah buku tentang perang gerilya. Di dalam buku itu dia menuliskan pengalaman melawan diktator Kuba dan berharap pengalaman itu dipelajari oleh sebanyak mungkin orang.

Ketika merasa saatnya sudah tepat untuk meninggalkan Kuba, Che Guevara pergi ke Kongo untuk membantu gerakan kemerdekaan di sana. Tetapi karena situasi di Afrika tidak mendukung, dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke Bolivia.

Dari Bolivia dia kembali sebentar ke Kuba. Kali ini dia mengajak kelompok kombatan yang ikut bersama dirinya pada masa revolusi Kuba. Bersama mereka, Che Guevara kembali ke Bolivia dan setelah itu kita tahu apa yang terjadi. Dia ditangkap tentara pemerintahan diktator Bolivia, dan dieksekusi pada 9 Oktober 1967.

Apakah ada pesan terakhir Che Guevara sebelum meninggalkan Kuba? Apa yang dikatakannya?

Hubungan Che Guevara dan Fidel Castro sangat tulus. Bila kita membuka dokumen sejarah, sebelum meninggalkan Kuba, Che Guevara menulis sebuah surat perpisahan untuk Fidel dan rakyat Kuba. Surat itu tidak rilis sampai kematiannya dipastikan.

Mengapa tidak segera dirilis dan diumumkan oleh Fidel Castro?

Menurut Fidel Castro, kalau surat itu diumumkan tak lama setelah Che Guevara meninggalkan Kuba, maka pihak lawan akan mengetahui bahwa Che Guevara tidak berada di Kuba melainkan sedang berada di tempat lain untuk melakukan perlawanan. Ini tentu akan berbahaya bagi keselamatan Che Guevara.

Jadi, Fidel Castro memutuskan menyimpan surat itu sampai kabar kematian Che Guevara terbukti. Fidel Castro membacakan surat itu dalam sebuah upacara untuk mengenang Che Guevara.

Di dalam surat itu Che mengatakan, kira-kira begini kalau diterjemahkan, “Saya memiliki tugas yang tidak bisa Anda lakukan. Saya ingin melanjutkan menyebarkan revolusi.”

Jadi bukan karena mereka memiliki perbedaan pandangan terkait hegemoni Uni Soviet?

Bukan karena itu. Mereka adalah dua sahabat yang kerap berdiskusi dan memiliki saling pengertian dan ketulusan dalam perjuangan.

Di Institut Che Guevara semua rekaman perjalanannya termasuk ke Indonesia dipamerkan oleh keluarga.

Apakah Che Guevara dianggap sebagai pahlawan nasional?

Ya, tentu saja. Bahkan hari-hari ini kami sedang memperingati kematian dirinya. Di Kuba murid-murid di sekolah diajarkan untuk mengikuti keteladanan Che Guevara.

***

Che Guevara ditangkap pasukan Bolivia dan dieksekusi di dalam ruang kelas di sebuah sekolah di La Higuera, 9 Oktober 1967. Sembilan peluru menghujam tubuhnya.

Mendengar kabar kematian Che, Fidel awalnya menolak untuk percaya.

Tentara Bolivia memotong kedua tangan Che dan mengirimkannya ke Argentina, lalu ke Kuba untuk mengkonfirmasi kematian Che.

Tubuh Che Guevara dimakamkan di sebuah tempat yang dirahasiakan. Di tahun 1995 seorang pensiunan tentara Bolivia membongkar misteri kuburan Che dan beberapa temannya.

Tahun 1997 kuburan itu dieskavasi, dan tulang belulang Che dibawa ke Kuba, ke tempat peristirahatan terakhirnya di Santa Clara.

Standard
News, Notes

Untuk Hentikan Gerakan Sosial Keadilan Harus Dihadirkan

GERAKAN sosial, seperti protes, demonstrasi, bahkan pemberontakan sekalipun, dipicu oleh ketidakadilan baik secara politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya, yang dirasakan sebagian warganegara.

Pihak yang berkuasa seringkali memandang kekecewaan pihak yang merasa diperlakukan tidak adil sebagai kemarahan atau kebencian. Karena memandang gerakan sosial sebagai kebencian, seringkali penguasa menghadapinya dengan coercive.

Continue reading
Standard
News, Notes

Anies Baswedan Gubernur Yang Menyenangkan

Di tengah kesibukan menjalankan tugas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyempatkan diri menemui siswa SD Laboratorium, Pondok Kopi, Jakarta Timur yang berkunjung ke kantornya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa pagi (15/10).

Kunjungan itu adalah bagian dari kegiatan pendidikan luar ruang. Mereka datang didampingi Kepala SD Ibu Isnarti MM dan sejumlah guru, juga Ketua Komite Sekolah Ibu Intansari Fitri dan sejumlah anggota Komite Sekolah. Plt. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaifullah, juga ikut hadir mendampingi.

Anies Baswedan gubernur yang menyenangkan. Anak-anak SD Laboratorium awalnya tampak tegang dan kaku sejak memasuki kompleks kantor Gubernur DKI Jakarta. Apalagi saat mereka dipersilakan duduk di deretan kursi berformasi tapal kuda di ruang rapat pimpinan di bagian dalam Pendopo.

Wajah mereka terlihat jadi jauh lebih rileks, saat Anies Baswedan muncul di hadapan mereka dengan senyum lebar. Anies menyapa anak-anak yang sudah rapi menunggunya.

Continue reading
Standard
News, Notes

Havana Onana

Saya tak menyangka kemarin sore akan mendengarkan sebuah kisah romansa dari sejarawan asal Brisbane, Australia, Greg Poulgrain.

Saya mengenal Greg beberapa tahun lalu. Dia menghubungi kami, menjajaki kemungkinan membuat film dokumenter dari salah satu buku yang ditulisnya, The Incubus of Intervention.

Buku itu berkisah tentang persaingan atau pertarungan kepentingan antara Presiden AS John F. Kennedy dan Direktur CIA Allen Dulles. Dari sekian pertarungan di antara keduanya ada yang melibatkan Indonesia dan Bung Karno. Kontestasi berakhir bersama dengan tewasnya JFK pada November 1963.

Kisah yang luar biasa; membicarakan kepentingan-kepentingan abadi aktor negara dan aktor non-negara superpower di negeri-negeri bekas jajahan yang baru memerdekakan diri di era dekolonisasi.

Continue reading
Standard
Ambassador Talks, Interview, News, Notes

Dubes Sudan Abdalla: Mengapa Berpisah Kalau Semua Hak Anda Dijamin

SELAIN Afrika, Sudan juga tengah memasuki era baru. Era baru yang lebih menantang dan menjanjikan.

Dalam wawancara dengan Majalah Republik Merdeka beberapa waktu lalu Dutabesar Republik Sudan Elsiddieg Abdulaziz Abdalla berbagi cerita tentang angin perubahan itu.

Setelah Presiden Omar Al Bashir yang mulai berkuasa pada 1985 berhasil ditumbangkan dari kekuasaannya pada April 2019, kelompok pendukung revolusi yang terdiri dari kelompok sipil dan kelompok militer sepakat membentuk pemerintahan transisi dan membagi rata kekuasaan di antara mereka. Pemerintahan transisi inilah yang ditugaskan untuk mempersiapkan pemilihan umum yang credible dalam waktu tiga tahun.

Continue reading
Standard
Ambassador Talks, Interview, News, Notes

Dutabesar Abdalla: Afrika (Kembali) Melihat Indonesia

INDONESIA kembali memainkan peranan penting dalam hubungan dengan negara-negara di benua Afrika. Di tahun 1955 silam, Presiden Sukarno mengundang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang baru merdeka di akhir Perang Dunia Kedua untuk berkumpul di Bandung. Dalam Konferensi Asia-Afrika itu dirumuskan satu dokumen politik yang diberi nama Dasa Sila Bandung, yang dalam prinsipnya mendoronga agar negara-negara yang baru merdeka di Asia dan Afrika mengembangkan kerjasama yang positif dan konstruktif dengan sesama mereka.

Kini, giliran Presiden Joko Widodo yang mengambil inisiatif merapatkan kembali hubungan Indonesia dengan benua Afrika. Di tahun 2018, Kementerian Luar Negeri menggelar Indonesia-Africa Forum (IAF). Di tahun 2019, pembicaraan ditingkatkan ke level yang lebih konkret dalam pertemuan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID).

Continue reading
Standard
Ambassador Talks, Around the World, News

Karena Mongolia Ingin Kembali Ke Tengah Panggung Dunia

“Kami ingin menempatkan kembali Mongolia di tengah panggung dunia.”

Itu yang dikatakan Gantuya Tuya, dalam peresmian Chinggis International News Agency (Chinggis INA), di Ulaanbaatar, Mongolia, pekan lalu (Sabtu (7/9). Dengan nada percaya diri dan optimistis.

Continue reading
Standard
News, Notes

Apa yang Terjadi di Papua Indonesia

Tadi malam saya memenuhi undangan Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadiri Forum Merdeka Barat. Yang dibahas adalah soal Papua.

Hadir sebagai pembicara Menkopolhukam Wiranto, tuan rumah Menkominfo Rudiantara, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kepala BSSN Hinsa Siburian.

Saya senang bertemu dengan beberapa teman yang sudah lama dan sangat lama tidak bersua. Juga bertemu teman2 baru.

Continue reading
Standard
News, Notes

Dunia Percaya Kemampuan Indonesia Jaga Perdamaian di Papua-Papua Barat

Kepercayaan dunia pada kemampuan masyarakat dan pemerintah Indonesia menjaga perdamaian di Papua sangat tinggi.

Kepercayaan itu didasarkan pada fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang memiliki peran besar dalam menjaga dan menegakkan perdamaian di banyak tempat di muka bumi.

“Kepercayaan masyarakat dunia pada kemampuan kita menyelesaikan persoalan di Papua dan Papua Barat sangat tinggi. Bagaimanapun juga Indonesia adalah role model yang dalam berbagai kesempatan berhasil membuktikan bahwa demokrasi adalah formulasi terbaik untuk menyelesaikan benturan kepentingan,” begitu antara lain pesan yang disampaikan dosen hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, yang diterima di Jakarta, Rabu (4/9).

Continue reading
Standard
News, Notes, Photos

Mencari Wajah Papua

Hadir sebagai pembicara Menkopolhukam Wiranto, tuan rumah Menkominfo Rudiantara, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kepala BSSN Hinsa Siburian.

Tadi malam saya memenuhi undangan Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadiri Forum Merdeka Barat. Yang dibahas adalah soal Papua.

Saya senang bertemu dengan beberapa teman yang sudah lama dan sangat lama tidak bersua. Juga bertemu teman2 baru.

Continue reading
Standard
News, North Korea, Notes, South Korea

Mengalah, di Balik Perdamaian Semenanjung Korea

Mengalah dan arti strategis mengalah.

Ini yang antara lain disampaikan Dino Patti Djalal dalam Round Table Discussion bertema “Advancing Peace on the Korean Peninsula: Recent Developments and Role of ASEAN” yang diselenggarakan di Hotel Sheraton Grand, di Gandaria, Jakarta, Rabu siang (21/8).

Continue reading
Standard
News, North Korea, Notes, South Korea

Membicarakan Masa Depan Perdamaian Korea Di Gandaria

Sejak tahun lalu masyarakat internasional menyaksikan dinamika baru yang tidak terbayangkan sebelumnya di Semenanjung Korea.

Eskalasi ketegangan yang begitu tinggi mengalami perubahan mendadak setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jaein bertemu di Panmunjom, di sisi Korea Selatan, pada akhir April 2018.

Continue reading
Standard
Ambassador Talks, News, Notes

Dubes Joseph R. Donovan Jr.: Indonesia Mencapai Milestone Baru Demokrasi

Sebelum ditugaskan di Jakarta, ia menduduki posisi Direktur Utama Bagian Washington di American Institute, Taiwan. Dubes Donovan juga pernah bekerja sebagai Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk pemimpin Kepala Staf Gabungan di Pentagon (2012-2014), Associate Professor di National Defense University di Washington, D.C. (2011-2012), dan Kepala Deputi Asisten Menteri Luar Negeri untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Departemen Luar Negeri AS (2009-2011).

Selain itu Dubes Donovan juga pernah menjabat sebagai Konsul Jenderal AS di Hong Kong (2008-2009), Wakil Duta Besar AS di Tokyo, Jepang (2005-2008), dan Direktur Bagian Tiongkok dan Mongolia, Deplu AS (2003-2005). Dalam kariernya sebagai pejabat dinas luar negeri, Dubes Donovan pernah ditempatkan di Taiwan, Tiongkok, Korea Selatan, dan Qatar.

Continue reading
Standard
News, Notes

Dunia Sudah Membagi Luar Angkasa, Kita Boro-Boro…

Negara sebesar Indonesia dengan wilayah udara yang begitu luas membutuhkan lembaga think tank kedirgantaraan yang dapat diandalkan.

Lembaga tersebut idealnya bekerja secara independen memberikan masukan kepada pengambil kebijakan agar tidak terjadi kekosongan kebijakan di tengah perkembangan dunia kedirgantaraan yang begitu pesat.

Continue reading
Standard
Morocco, News, Notes

20 Tahun Raja Maroko Naik Tahta, Ini Bukti Kedekatan Hubungan Dengan Indonesia

Ada yang tidak biasa dalam resepsi Perayaan ke-20 Tahun Hari Penobatan Muhammad VI sebagai Raja Maroko yang diselenggarakan di Hotel Four Season, Jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa malam (30/7).

Kegiatan itu dihadiri tiga menteri Indonesia, yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Juga hadir Wakil Menteri Luar Negeri Mohammad Fachir.

Continue reading
Standard
Morocco, News, Notes

Maroko, Setelah 20 Tahun Raja Muhammad VI Berkuasa

TAHUN ini Kerajaan Maroko merayakan 20 tahun kekuasaan Raja Muhammad VI. Ia dilantik pada 30 Juli 1999 menggantikan ayahnya, Hasan II, yang meninggal dunia.

Selama dua dekade terakhir, di bawah kepemimpinan Muhammad VI, dunia menyaksikan Maroko yang bergerak ke depan, menyandingkan stabilitas politik dan demokrasi dengan berbagai program pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat.

Continue reading
Standard
China, News, Notes, Russia, South Korea

Ketegangan Empat Negara di Atas Dokdo atau Takeshima

Insiden di udara Asia Timur yang terjadi kemarin (Selasa, 23/7)  tidak hanya melibatkan jet tempur Korea Selatan dan sebuah pesawat pengintai Rusia, tetapi juga melibatkan pesawat China dan Jepang.

Insiden terjadi di atas Pulau Dokdo atau Pulau Takeshima yang masih diperebutkan Korea Selatan dan Jepang.

Dokdo adalah nama yang diberikan Korea Selatan untuk dua pulau karang di Laut Timur. Sementara Takeshima dalah nama yang diberikan Jepang untuk kedua pulau karang itu. Jepang juga menamakan perairan itu sebagai Laut Jepang.

Bukan hanya Rusia yang memasuki wilayah udara di atas Dokdo atau Takeshima.

China juga mengirimkan dua pesawat pembom H-6, yang disebutkan melakukan manuver yang mengancam kedaulatan udara.

Selain Beriev A-50, Rusia juga mengirimkan dua buah Tupolev Tu-95 ke wilayah udara yang disengketakan Jepang dan Korea Selatan itu.

Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, dua pesawat H-6 China melakukan manuver menyusup ke wilayah udara Korea Selatan (KADIZ) sekitar pukul 6.44 pagi.

Dua Tu-95 yang merupakan bomber strategis kemudian bergabung dengan kedua H-6. Bersama-sama keempat pesawat itu memasuki KADIZ pada pukul 8.40 pagi, dan berputar-putar di wilayah itu selama setidaknya 24 menit.

Sebagai respon, Korea Selatan mengirimkan sebuah F-15F dan sebuah KF-16. Kedua pesawat melepaskan setidaknya 360 tembakan di depan pesawat Rusia.

Sebanyak 80 tembakan dilepaskan pada pelanggaran pertama, dan 280 tembakan dilepaskan pada pelanggaran kedua.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan, mereka juga melepaskan setidaknya 60 tembakan untuk memperingati Beriev A-50 yang tidak dipersenjatai.

Kementerian Pertahanan Rusia mengakui, bahwa negara Putin dan negara Jinping melakukan latihan militer bersama untuk pertama kali melibatkan pesawat-pesawat yang memiliki daya jelajah yang jauh.

Menurut kementerian Rusia, mengerahkan empat pesawat dalam latihan itu. Sebuah A-50, dua Tu-95 dan sebuah KJ-2000 yang seperti A-50 juga merupakan pesawat pengintai yang tidak dipersenjatai.

Kedua Tu-95 Rusia dan kedua H-6 China sedang melakukan patroli di atas Laut Jepang dan Laut China Timur. Sama sekali tidak ada keinginan untuk menyerang pihak ketiga, kata Komandan Armada Udara Jarak Jauh Rusia, Letjen Sergey Kobylash.

Letjen Kobylash membantah pihaknya menerima tembakan peringatan dari Korea Selatan. Apalagi sampai 360 kali. Kalau saja pesawat-pesawat tempur Korea Selatan melepaskan tembakan, Rusia pasti akan melakukan balasan yang sepadan.

Jepang juga tidak tinggal diam. Sebagai pihak yang juga berkepentingan atas wilayah laut dan udara yang sedang diributkan itu, negeri sakura mengirimkan pesawat-pesawat tempur untuk ikut menghalau kehadiran pesawat China, Rusia, dan Korea Selatan. []

Standard
News, Notes

Ini Wanita yang Ikut Menembus Batas Angkasa

TANGGAL 20 Juli 1969 dikenang sebagai hari dimana Amerika Serikat berhasil membuktikan supremasinya atas Uni Soviet di ruang angkasa.

Modul Eagle yang membawa Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di permukaan Bulan, sekitar pukul 20.00. Dinihari keesokan harinya Neil Armstrong keluar dari modul Eagle, disusul Buzz Aldrin sekitar 20 menit kemudian.

Continue reading
Standard
News, Notes

50 Tahun Setelah Neil Armstrong Mendarat di Bulan

Hari ini 50 tahun lalu, Eagle mendarat di permukaan Bulan. 20 Juli 1969. Pukul 20.17 UTC.

Continue reading
Standard
News, North Korea, Notes, South Korea

Donald Trump: Kami Saling Suka Sejak Hari Pertama

Selain bersejarah, pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un di perbatasan kedua Korea siang tadi (Minggu, 30/6) juga terbilang dramatik.

Undangan pertemuan disampaikan Trump mendadak, lewat akun Twitter, saat dirinya sedang berada di Osaka, Jepang, untuk mengikuti KTT G20, hari Sabtu pagi kemarin (29/6).

Continue reading
Standard