Cordoba

Cathedral of Our Lady of the Assumption atau Mezquita-Catedral de Cordoba.

Sebelum menjadi katedral bagi umat Katolik, bangunan ini adalah masjid yang didirikan Abdurrahman Ad Dakhil dari Bani Ummayah di Damaskus, Suriah.

Tahun 750 ia melarikan diri dari kejaran tentara Bani Abbasyiah yang menaklukkan Bani Umayyah.

Setelah mengembara melalui Palestina, Mesir, dan Maroko, Abdurrahman Ad Dakhil dan pengikutnya tiba di Andalusia.

Ketika itu yang disebut Andalusia meliputi seluruh Semenanjung Iberia.

Saat komunitas Muslim masih sedikit, ia mendirikan masjid di samping gereja St. Vincent of Saragossa di tepi Sungai Guadalquivir. Ini adalah sungai terpanjang di Iberia yang mengalir dari Teluk Cadiz.

Setelah komunitas Muslim menjadi lebih besar, Abdurrahman Ad Dakhil membeli gereja St. Vincent lalu memperbesar bangunan masjid, dan membangun Cordoba sebagai pusat pemerintahan yang perlahan tapi pasti menyaingi pemerintahan Bani Abbasiyah di Baghdad.

Kekhalifahan Umayyah di Cordoba berakhir setelah sultan terakhir, Hisham III, dikudeta tahun 1031. Ia melarikan diri ke Balaguer di Katalonia, dan meninggal di sana tahun 1036.

Setelahnya, terjadi perang saudara antara penguasa-penguasa kecil di Andalusia.

Tahun 1236, di era Reconquista, Cordoba direbut Raja Ferdinand III dari Castile.

Masjid Cordoba pun diubah menjadi katedral. Sampai hari ini.

Untuk waktu yang cukup lama, walau difungsikan sebagai katedral, tidak banyak perubahan besar yang dilakukan atas bangunan itu.

Baru di abad ke-16, persisnya tahun 1523, bersamaan dengan gerakan Renaissance, Raja Charles V yang berkuasa di Castille dan Aragon menyetujui pembangunan Cathedral of Our Lady of the Assumption di bagian tengah (bekas) masjid.

Tapi, menurut catatan di Wikipedia yang mengutip Raymond Walter Apple dalam “Apple’s Europe, an Uncommon Guide” (1986), ketika meninjau hasil pembangunan katedral karya Hernan Ruiz itu, Raja Charles V tampak agak kecewa.

Katanya dalam catatan tersebut, “Anda telah menghancurkan sesuatu yang unik untuk membangun sesuatu yang biasa.”

Pada tahun 1984, UNESCO menetapkan Mezquita-Catedral de Cordoba sebagai Situs Peninggalan Dunia.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s