Foto karya Edward T. Adams, memperlihatkan Nguyen Ngoc Loan, seorang jenderal Angkatan Darat Vietnam Selatan, mengeksekusi seorang tahanan Viet Cong, Nguyen Tat Dat, tanggal 1 Februari 1968, di sebuah jalan di kota Saigon, kini Ho Chi Minh.
KONSTELASI politik di kawasan Asia Tenggara adalah hal lain yang dibicarkan Presiden Soeharto dan Presiden Nixon dalam pertemuan di Gedung Putih, Mei 1970. Isu utama dari pembicaraan mereka ketika itu adalah mengenai kebangkitan kekuatan komunis di kawasan Indochina.
Amerika Serikat dan sekutunya menganggap pasukan Viet Cong dan Vietnam Utara sedang berusaha menyebarkan paham komunisme di Kamboja.
Soeharto mengapresiasi perananan Amerika Serikat dan pemerintahan yang mereka dirikan di Vietnam Selatan dalam membantu Kamboja.
Presiden Soeharto dan Presiden Nixon di Gedung Putih, Mei 1970.
PRESIDEN SOEHARTO mengeluhkah kondisi peralatan militer Indonesia yang buruk. Sementara di sisi lain, Rusia dan China seakan mengancam Indonesia di depan mata. Kapal selam Rusia secara aktif beroperasi di Samudera India, dan China baru saja mengembangan misil berjarak tembak 500 kilometer.
Nixon mendengarkan keluhan itu sebaik mungkin.
Hari masih pagi, awal Mei 1970. Hanya beberapa orang yang berada di ruang pertemuan di Gedung Putih, Washington DC. Nixon sang tuan rumah, Soeharto sang tamu, seorang penerjemah, dan tentu saja penasihat keamanan nasional pemerintahan Nixon, Henry Kissinger.
Presiden Soeharto disambut Presiden Nixon di Gedung Putih, Mei 1970
SELAIN kerja keras pemerintah dan rakyat, keberhasilan pembangunan di masa Orde Baru, menurut Soeharto, juga tidak terlepas dari bantuan negara-negara sahabat, khususnya Amerika Serikat.
Dalam pertemuan dengan Presiden Richard Nixon yang berlangsung Mei 1970 di White House itu, Soeharto menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Amerika Serikat yang walaupun sedang menghadapi berbagai masalah namun masih dapat mendongkrak bantuan untuk Indonesia.
THE Terminator, Arnold Schwarzenegger, punya selera yang berbeda dengan istrinya. Arnold yang Gubernur California itu mendukung John McCain, kandidat presiden terkuat dari kubu Partai Republik.Continue reading “Istri Arnold Schwarzenegger Selingkuh Politik”
“Agar bisa mempertahankan posisi sebagai negara non-blok, Anda harus cukup kuat,” kata Nixon, sang presiden Amerika Serikat.
Hari itu 26 Mei 1970. Hari masih pagi. Nixon menerima kunjungan Soeharto, presiden Indonesia, di Gedung Putih, Washington. Itu adalah kunjungan balasan sang pemimpin Orde Baru setelah setahun sebelumnya Nixon lebih dahulu menginjakkan kaki di Jakarta.
Henry A. Kissinger, penasihat keamanan nasional di pemerintahan Nixon juga hadir dalam pertemuan itu.
SEHARI setelah kematian Soeharto, lembaga non-pemerintah Amerika Serikat membuka beberapa dokumen politik yang berkaitan dengan penguasa Orde Baru itu.
Kumpulan dokumen yang selama puluhan tahun ini ditutup-tutupi diberi judul “Suharto: A Declassified Documentary Obit” dan dirilis dalam National Security Archive Electronic Briefing Book No. 242.
Dari kiri ke kanan: Basuki Rachmat, M. Yusuf, dan Amir Machmud
MELIHAT Istana Bogor juga dikepung pasukan “liar” pendukung Soeharto, Achadi memilih melanjutkan perjalanan ke markas Resimen Pelopor di Mega Mendung, Puncak Bogor.
“DIPERKIRAKAN bahwa 500 juta hingga 1 milyar kantong plastik dikonsumsi di seluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti hampir mencapai 1 juta kantong plastik per menit.” Continue reading “Dukung Anti Plastic Bag Campaign!”
Presiden Sukarno mengumumkan susunan Kabinet Ampera pada tanggal 25 Juli 1966. . Dalam Kabinet itu, Kepala Negara Presiden Sukarno didampingi Letjen Soeharto sebagai Ketua Presidium dan Kepala Pemerintahan. Setelah kekuasaan Sukarno dilucuti pada Sidang Istimewa MPRS Maret 1967, Soeharto menduduki jabatan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan.
RENCANA Sukarno menggelar sidang Komando Operasi Tertinggi (KOTI) tanggal 14 Maret 1966 gagal total. Seperti beberapa hari sebelumnya, tanggal 11 Maret 1966, Istana Merdeka kembali dikepung oleh pasukan pendukung Soeharto dari Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang sekarang dikenal dengan nama Kopassus.
HARI ini, Soeharto telah dikuburkan di liang lahat, namun itu bukan berarti menguburkan kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang menjadi tanggungjawabnya selama Soeharto memerintah negeri ini selama 32 tahun. Opini yang berlebihan dan mobilisasi puja-puji terhadap Soeharto tidak membuat kami, keluarga Wiji Thukul (korban penghilangan paksa 1997-1998), berubah sikap.
TINDAKAN Soeharto memanfaatkan Surat Perintah 11 Maret 1966 menyakiti perasaan Bung Karno. Sejumlah petinggi militer yang masih setia pada Sukarno ketika itu pun merasa geram. Mereka meminta agar Sukarno bertindak tegas, memukul Soeharto dan pasukannya.
Panglima ABRI Jenderal Wiranto mencopot Letjen Prabowo Subianto dari jabatan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, Mei 1998.
KABAR tentang Prabowo Subianto, mantan komandan jenderal Kopassus, mantan Pangkostrad, dan juga mantan menantu Soeharto, ingin maju dalam pemilihan presiden 2009 jelas bukan barang baru.
Kekalahan dalam konvensi Partai Golkar menjelang pilpres 2004 tampaknya tak mengubur mati keinginan Prabowo yang lulus dari Akabri tahun 1974 untuk jadi orang nomor satu di republik ini.
MUHAMMAD Achadi, salah seorang menteri di era Bung Karno, menyarankan agar para pimpinan di MPR, DPR dan DPD segera menghentikan kontroversi mengenai Soeharto: apakah melanjutkan atau menghentikan proses peradilan pemimpin Orde Baru itu. Terlalu lama membiarkan kontroversi mengenai Soeharto merebak dapat memecah belah rakyat, dan seterusnya dapat dimannfaatkan pihak lain untuk menghancurkan bangsa dan negara.
“Suharto Sehat”, begitulah judul unik sebuah buku yang diterbitkan oleh Galangpress, Yogyakarta, 2006, 296 halaman. Buku itu merupakan kumpulan tulisan sejarawan dan penulis yang sudah kita kenal: Asvi Warman Adam, Baskara T Wardaya, George Junus Aditjondro, Hersri Setiawan, Islah Gusmian, dan Mudhofir Abdullah yang dijelururi benang merah “Suharto sehat wal afiat dengan seluruh pelanggaran HAM, penjarahan kekayaan rakyat Indonesia dan segala macam kejahatan rezimnya yang dilakukan selama 32 tahun,” bahkan dalam berbagai aspeknya masih berlanjut sampai kini tanpa tersentuh hukum. Continue reading “Soeharto Sehat dan Pancasila Orba Versi Tapol”
BARUSAN saya terima pesan pendek dari Mega. Katanya dia dilarang ke Istana Merdeka.
Sebabnya, antara lain, karena dia dicap sebagai orang Jenderal (purn) Wiranto, mantan menteri pertahanan dan panglima TNI yang kini mendirikan sekaligus menjadi ketua umum Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura.
CAROLYN Stephenson berdiri di muka pintu ruang kerjanya, Saunders 604. “What can I do for you?” kalimat pertama meluncur dari mulut Carolyn begitu pintu ruang kerjanya terbuka sempurna. Saya tak segera merespon pertanyaan itu, masih kaget dengan view yang terpampang di belakangnya Continue reading “Belajar Konflik di Hawaii”
OGRE, a man-eating giant, and Dry-Rot Regime are slang names given by Anderson to acknowledge New Order regime under Soeharto (1967-1998). Continue reading “Raksasa dari Rezim Keropos”
Jenderal Besar (Purn) Suharto, Bapak Pembangunan, Sang Supersemar, Presiden Republik Indonesia (1968-1998) adalah juga Ketua Dewan Pembina Golkar di sepanjang tiga dekade kekuasaannya. Continue reading “Jenderal Besar (Purn) Soeharto Masih Sakti”
Seperti di summer tahun lalu, tadi pagi begitu melihat pasporku petugas imigrasi di check in counter Bandara Honolulu menggeleng-gelengkan kepala. “It’s a problem,” katanya pelan. Continue reading “Ke Hawaii Lagi, Dan Masih Dicurigai”