SEORANG teman saya, demonstran, menyebarkan puisi cinta yang ditulisnya di Hari Valentine. Adian Napitupulu, sang teman yang demonstran itu, berkata, “Karena Cinta adalah Cinta, maka berpihaklah pada yang luka…” Continue reading “Puisi Cinta Seorang Demonstran”
PHILIPS Jusario Vermonte baru saja selesai mengajar mata kuliah bahasa Indonesia. Pukul 14.50 saat itu, waktu Dekalb, Chicago. Philips masih punya waktu sepuluh menit untuk bertemu profesor bahasa Indonesia pukul 15.00 di kantor sang profesor di belakang Cole Hall. Continue reading “Tragedi NIU: Peneliti Indonesia, PJV, Selamat”
SETELAH menumbangkan dominasi Senator New York Hillary Clinton, kini Barack Obama menghadapi lawan baru: John McCain jago dari kubu gajah, Partai Republik.Continue reading “McCain: Obama Omong Doang!”
NADER KATI menyambut saya dengan pandangan curiga. Mulutnya terkunci rapat. Sikapnya baru mencair setelah teman yang membawa saya ke markas Hizbullah di tepi kota Damaskus, Syria, memperkenalkan diri saya.Continue reading “Imad Mughniyeh, Martir Ketiga dalam Keluarga”
KEMENANGAN beruntun yang diraih Barack Obama dalam sepekan terakhir memang mencengangkan. Bagaimana bisa Senator Illinois kelahiran Hawaii yang selama ini dianggap sebagai anak bawang Continue reading “Yang Tak Bisa Dilakukan Obama”
SEBUAH ledakan di kota Damaskus, Syria, Rabu siang waktu setempat (13/2), menewaskan salah seorang pemimpin Hizbullah. Imad Mughniyeh, tokoh Hizbullah yang selama bertahun-tahun dicari oleh Amerika dan Israel, tewas dalam serangan bom di sebuah pemukiman di pinggiran kota yang juga dikenal dengan nama Syam itu. Continue reading “Israel Bunuh Komandan Hizbullah”
BARACK Obama semakin memperpendek jarak antara dirinya dengan Hillary Clinton. Beberapa jam setelah “Pertarungan Potomac” dimulai, Barack Obama langsung menambah koleksi dukungan delegasi dari sebelumnya 1.121 menjadi 1.145.Continue reading “Dimulai “Pertarungan Potomac”, Obama Perpendek Jarak”
KEMENANGAN beruntun Barack Obama pada hari Sabtu dan Minggu kemarin (9/2 dan 10/2) semakin memperkuat posisinya. Kini Senator Illinois kelahiran Hawaii itu hanya tertinggal 27 delagasi dari saingan utamanya Senator New York Hillary Clinton.
KEMATIAN itu begitu jelas. Tak terbantahkan. Tubuh Mayor Alfredo Reinado terbujur kaku. Beberapa menit lalu nyawanya melayang. Sebuah peluru—mungkin dua—menembus batok kepalanya lewat mata sebelah kiri.
Presiden Soeharto bertemu Presiden Gerald Ford di Jakarta, 6 Desember 1975 didampingi Menlu Adam Malik dan Menlu Henry A. Kissinger.
KEPUTUSAN Portugis meninggalkan Timor Leste adalah hal ketiga yang disampaikan Soeharto saat bertemu Presiden Amerika Serikat Gerard Ford, di Camp David, Maryland, 5 Juli 1975.
DI resepsi pernikahan seorang teman, awal Januari lalu, saya bertemu Heru Lelono, pendiri Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) yang kini juga bertugas sebagai staf khusus Presiden SBY untuk urusan otonomi daerah.
Terakhir saya bertemu Heru di kantornya, di kawasan Kebayoran Baru, beberapa bulan sebelum saya meninggalkan Jakarta. Saat itu saya datang menitipkan surat untuk SBY dalam kapasitas SBY sebagai ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
SENATOR asal Arizona John McCain sudah dapat dipastikan akan menjadi calon presiden
Amerika Serikat dari kubu Partai Republik. Nah, siapakah jago Partai Demokrat yang dapat mengalahkan McCain? Hillary Rodham Clinton, atau Barack Obama?
SAMPUL Majalah Berita Mingguan Tempo edisi 50/XXXVI/04-10 Februari 2008 sedang jadi buah bibir. Ilustrasi “Perjamuan Terakhir Soeharto” memperlihatkan Soeharto dan anak-anaknya sedang duduk menghadapi meja panjang. Setting ruangan dan latar belakang ilustrasi itu mengingatkan orang pada lukisan “The Last Supper” karya Leonardo da Vinci.
Foto karya Edward T. Adams, memperlihatkan Nguyen Ngoc Loan, seorang jenderal Angkatan Darat Vietnam Selatan, mengeksekusi seorang tahanan Viet Cong, Nguyen Tat Dat, tanggal 1 Februari 1968, di sebuah jalan di kota Saigon, kini Ho Chi Minh.
KONSTELASI politik di kawasan Asia Tenggara adalah hal lain yang dibicarkan Presiden Soeharto dan Presiden Nixon dalam pertemuan di Gedung Putih, Mei 1970. Isu utama dari pembicaraan mereka ketika itu adalah mengenai kebangkitan kekuatan komunis di kawasan Indochina.
Amerika Serikat dan sekutunya menganggap pasukan Viet Cong dan Vietnam Utara sedang berusaha menyebarkan paham komunisme di Kamboja.
Soeharto mengapresiasi perananan Amerika Serikat dan pemerintahan yang mereka dirikan di Vietnam Selatan dalam membantu Kamboja.
Presiden Soeharto dan Presiden Nixon di Gedung Putih, Mei 1970.
PRESIDEN SOEHARTO mengeluhkah kondisi peralatan militer Indonesia yang buruk. Sementara di sisi lain, Rusia dan China seakan mengancam Indonesia di depan mata. Kapal selam Rusia secara aktif beroperasi di Samudera India, dan China baru saja mengembangan misil berjarak tembak 500 kilometer.
Nixon mendengarkan keluhan itu sebaik mungkin.
Hari masih pagi, awal Mei 1970. Hanya beberapa orang yang berada di ruang pertemuan di Gedung Putih, Washington DC. Nixon sang tuan rumah, Soeharto sang tamu, seorang penerjemah, dan tentu saja penasihat keamanan nasional pemerintahan Nixon, Henry Kissinger.
Presiden Soeharto disambut Presiden Nixon di Gedung Putih, Mei 1970
SELAIN kerja keras pemerintah dan rakyat, keberhasilan pembangunan di masa Orde Baru, menurut Soeharto, juga tidak terlepas dari bantuan negara-negara sahabat, khususnya Amerika Serikat.
Dalam pertemuan dengan Presiden Richard Nixon yang berlangsung Mei 1970 di White House itu, Soeharto menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Amerika Serikat yang walaupun sedang menghadapi berbagai masalah namun masih dapat mendongkrak bantuan untuk Indonesia.
THE Terminator, Arnold Schwarzenegger, punya selera yang berbeda dengan istrinya. Arnold yang Gubernur California itu mendukung John McCain, kandidat presiden terkuat dari kubu Partai Republik.Continue reading “Istri Arnold Schwarzenegger Selingkuh Politik”