Amerika Janji Tak Patahkan Peta Jalan Bali

PEMERINTAHAN George W Bush terus berusaha meyakinkan dunia internasional tentang komitmen mereka mengurangi pemanasan global.

Penasihat Bush, Ketua Dewan Kualitas Lingkungan Hidup Gedung Putih James Connaughton, mengatakan pihaknya sama sekali tidak ingin mementahkan hasil pertemuan dalam Climate Change Conference yang digelar PBB di Bali, Desember lalu.

Pertemuan negara-negara ekonomi besar (major economies) untuk membahas keamanan energi dan perubahan iklim global yang digelar di Honolulu, Hawaii, menurutnya justru dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan Bali Road Map atau Peta Jalan Bali.

Connaughton yang menjadi fasilitator dalam Major Economies Meeting on Energy Security and Climate Change juga berharap dari pertemuan ini akan terjalin sikap saling memahami di antara pemerintahan negara maju dan negara berkembang untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam mencegah pemanasan global dan penurunan kualitas lingkungan hidup.

Hal lain yang ingin dicapai pertemuan ini, katanya kepada wartawan usai menutup pertemuan di hari pertama Rabu malam (30/1) waktu Indonesia atau Kamis sore (31/1) waktu Indonesia, adalah menyatukan tujuan nasional masing-masing negara dengan rencana bersama di tingkat global.

“Kami berharap pertemuan ini juga membantu memecahkan persoalan teknis yang dihadapi negara berkembang. Kami fokus pada persoalan-persoalan yang paling menantang, yakni untuk membantu pemimpin-pemimpin mengurangi emisi di negara masing-masing. Kami berpikir melampaui Konferensi Bali, untuk mempercepat proses negosiasi,” urai Connaughton.

Setalah ke-16 negara yang diundang dalam pertemuan ini, plus PBB dan Uni Eropa, saling menukar pengalaman untuk membangun kesamaan pandangan, barulah dunia internasioanl, lanjut Connaughton, dapat memutuskan elemen penting apa yang harus dilakukan secara bersama-sama.

Perwakilan PBB, De Boer, dalam kesempatan terpisah mengatakan waktu yang dimiliki untuk menghentikan pemanasan global sungguh sangat terbatas.

“Penting bagi kita semua untuk mengingat bahwa komunitas yang paling berisiko menghadapi bahaya dari pemanasan global ini ada di negara-negara miskin. Padahal mereka sama sekali tidak punya kontribusi apapun terhadap pemanasan global yang sedang terjadi,” katanya.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s