Pertemuan Hawaii Dicurigai Jadi Tandingan Konferensi Bali

MAJOR Economies Meeting on Energy Security and Climate Change yang akan digelar di Hawaii hari Rabu (30/1) atau hari Kamis (31/1) waktu Indonesia besok disambut pesimis kalangan intelektual dan kelompok pecinta lingkungan.

Pertemuan ini dituding hanya akan menjadi ajang untuk melahirkan keputusan-keputusan yang menjustifikasi konsumsi energi negara-negara maju dalam tingkat yang sangat tinggi.

Pertemuan yang akan diikuti oleh 16 negara berkategori major economies ini pun tidak semata-mata kelanjutan dari Climate Change Conference yang digelar PBB di Bali, Indonesia, bulan Desember 2007 lalu.

Pertemuan di kompleks East West Center ini lebih merupakan tindak lanjut dari inisiatif Presiden George W Bush yang disampaikan bulan September 2007. Gubernur Hawaii Linda Lingle direncanakan akan membuka pertemuan itu.

Kelompok pecinta lingkungan Sierra Club Hawai’i Chapter, misalnya akan menyambut pertemuan ini dengan menggelar demonstrasi bertajuk the Blue Line Project. Para aktivis kelompok ini akan menarik garis biru sepanjang trotoar antara kawasan Mo’ili’ili hingga ke McCully. Garis biru ini menandai area Honolulu yang diperkirakan akan tenggelam di akhir abad ini begitu permukaan laut naik sekurang-kurangnya satu meter.

Bukan berarti lautan akan meluas hingga ke kawasan yang digarisi kapur biru, kata Charles “Chip” Fletcher, geologist yang ikut mendukung demonstrasi ini.

Tetapi paling tidak, menurut profesor geologi dari University of Hawaii ini seperti dikutip Honolulu Advertiser, sebagian Waikiki akan berada di bawah permukaan air, dan saluran air kotor di tengah kota, Ala Wai Canal, tak akan sanggup lagi menampung air. Saluran air untuk menampung curah air hujan yang tinggi juga akan kehilangan kemampuannya, dan itu mengakibatkan air akan menggenangi kota.

Ilmuwan mengatakan pemanasan global akan menaikkan permukaan air laut setinggi satu meter bila tidak ada upaya yang efektif untuk menghentikan efek greenhouses gases.

Masih kata Fletcher kenaikan air setinggi satu meter dalam seratus tahun akan menciptakan kerusakan yang parah dan mempercepat pelelehan gunungan es di Antarctica dan Greenland, serta memperparah kenaikan suhu atmosfir.

Sementara menurut Jeff Mikulina, direktur Sierra Club Hawai’i Chapter, Hawaii yang terletak di tengah Samudera Pasifik berada dalam ancaman besar bila pemanasan global tak dapat dihentikan.

Selain Blue Line Project, kelompok pecinta lingkungan juga akan menggelar demonstrasi di seberang gedung pertemuan, di kompleks East West Center. Sementara sejumlah aktivis lingkungan hidup di University of Hawaii akan menggelar semacam konferensi tandingan hari Rabu malam.

Carolyn Stephenson, salah seorang profesor ilmu politik di University of Hawaii curiga pertemuan Major Economies itu juga digelar untuk menafikkan keputusan-keputusan dalam pertemuan di Bali dan Protokol Kyoto yang sampai sekarang belum juga diratifikasi Amerika Serikat.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s