Wartawan Indonesia dan China Kembangkan Kerjasama

1487080894

Masyarakat pers Indonesia dan China atau Tiongkok mesti berperan di garda terdepan dalam meningkatkan dan memperkuat hubungan baik kedua negara. Perusahaan pers yang profesional dan wartawan yang kompeten di Indonesia dan Tiongkok merupakan jembatan yang baik untuk mempertemukan berbagai kepentingan kedua negara yang menguntungkan rakyat Indonesia dan China. Continue reading “Wartawan Indonesia dan China Kembangkan Kerjasama”

Maroko Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

1484641641

Kerajaan Maroko ingin memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan berharap organisai persahabatan masyarakat kedua negara ikut membantu mempromosikan upaya peningkatan kerja sama itu.

Demikian disampaikan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia Ouadia Benabdellah dalam pertemuan dengan Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa di Kedubes Maroko, Jalan Denpasar Raya, Jakarta, Senin (16/1).

Dubes Ouadia Benabdellah sudah tiga bulan berada di Jakarta, namun baru pekan lalu, Kamis (12/1) mendapat kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan anggota Parlemen Kasablanka-Afna ini menggantikan Dubes Muhammad Majdi. Continue reading “Maroko Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia”

Diperiksa Lagi, Rachmawati Jelaskan Definisi Makar

2016-10-ipc-mt-paektu-26
Makar adalah upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah dan merebut kekuasaan dengan menggunakan kekerasan. Karena itu, objek makar adalah pemerintah.

Adapun yang akan dilakukan oleh Rachmawati Soekarnoputri pada tanggal 2 Desember 2016 lalu sama sekali tidak terkait dengan upaya perebutan kekuasaan atau penggulingan pemerintahan yang sah. Rachmawati hanya ingin menyampaikan aspirasi kembali ke UUD 1945 yang asli ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Namun rencana Rachmawati menyampaikan aspirasi ke MPR RI pada tanggal 2 Desember 2016 tidak terjadi, karena di pagi hari itu Rachmawati ditangkap atas tuduhan melakukan tindakan makar dan permufakatan jahat.

Penjelasan Rachmawati mengenai pengertian makar yang dipahaminya disampaikan ketika putri Bung Karno itu kembali diperiksa polisi di kediamannya, Jalan Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Menurut polisi, pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan tambahan.

Kali ini Rachma diperiksa selama tujuh jam dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Kepada Rachma polisi mengajukan 21 pertanyaan yang sebagian besar bernada pengulangan atas pertanyaan yang sudah diajukan pada pemeriksaan sebelumnya (20/12/2016).

“Dalam pemeriksaan, Ibu Rachma mengatakan bahwa makar adalah tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata untuk menggulingkan pemerintah dalam hal ini presiden, dan yang menjadi sasaran adalah Istana Negara yang dalam pasal 4 konstitusi kita disebutkan sebagai pusat pemerintahan,” ujar jurubicara Rachma, Teguh Santosa, dalam keterangan Rabu pagi (4/1). Continue reading “Diperiksa Lagi, Rachmawati Jelaskan Definisi Makar”

Sekjen Persahabatan: Korut Tidak Seburuk yang Diberitakan Media

mayongdae3

Hubungan Korea Utara (Korut) dan Indonesia selama ini jarang atau bahkan tak pernah terekspos media. Tak banyak yang tahu bahwa ada Kedutaan Besar Korut berdiri di Jakarta.

“Hubungan dua negara sangat baik. Hubungan diplomatiknya baik. Ada kedubes Korut di Jakarta, bahkan kedubes Korut di Jakarta adalah yang kedua terbesar setelah kedubes mereka di Tiongkok,” ucap Teguh Santosa, Sekretaris Jenderal Persahabatan Indonesia-Korea, ketika ditemui di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (19/12/2016). Continue reading “Sekjen Persahabatan: Korut Tidak Seburuk yang Diberitakan Media”

PWI Kirim Utusan ke Korea Utara

20151012_004740
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengirim utusan ke Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (RDRK) atau Korea Utara, untuk membicarakan rencana kunjungan delegasi PWI ke negara itu tahun depan.
Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat, Teguh Santosa, dilaporkan baru mendarat di Beijing, Republik Rakyat China, Sabtu pagi (24/12) dan akan melanjutkan penerbangannya ke Pyongyang siang waktu setempat.

Continue reading “PWI Kirim Utusan ke Korea Utara”

Ahok, 411, 212, dan Kesalahan Membaca Indonesia Hari Ini

Bersama Rachmawati Soekarnoputri dan Rizal Ramli, 7 Desember 2016.

Potret Indonesia belakangan ini di mata kalangan pengamat dan media asing cukup buram. Menurut mereka, Indonesia sedang menghadapi bahaya intoleransi. Dan yang tidak toleran itu adalah kelompok mayoritas Muslim.

Demonstrasi raksasa yang terjadi pada tanggal 4 November (411) dan 2 Desember (212) mereka nilai sebagai gerakan Islam fundamentalis dan garis keras yang menginginkan Islam menjadi dasar negara.

Media asing mengabaikan fakta bahwa kedua demontrasi raksasa itu adalah respon terhadap ketidakadilan dalam proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penista agama.

Continue reading “Ahok, 411, 212, dan Kesalahan Membaca Indonesia Hari Ini”

Kronologi Tuduhan Makar Rachmawati Soekarnoputri

img-20161207-wa0062

Selasa, 15 Desember 2015
Rachmawati Soekarnoputri (RSP) dan beberapa tokoh di dalam Gerakan Selamatkan NKRI, di antaranya Djoko Santoso, Prijanto, Syamsu Djalal, Lily Wahid dan Hatta Taliwang, menemui Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Gedung MPR RI. Dalam pertemuan, RSP menyampaikan aspirasi kembali ke naskah asli UUD 1945 dan wanti-wanti agar tidak melakukan amandemen kelima karena dikhawatirkan akan semakin memperlemah fungsi negara.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pihaknya memiliki kepedulian yang sama. Zulkifli juga senang apabila massa menduduki gedung MPR RI untuk menyampaikan aspirasi kembali ke naskah asli UUD 1945. Zulkifli Hasan menyerukan agar hal itu diperjuangkan bersama.

Continue reading “Kronologi Tuduhan Makar Rachmawati Soekarnoputri”

Juru Bicara: Rachmawati Perjuangkan UUD 1945 ke Naskah Awal, Aneh Kalau Dibilang Makar

20161202_112645

Teguh Santosa, juru bicara Rachmawati Soekarnoputri menilai, tuduhan aparat kepolisian terkait makar pada kliennya tidak tepat.

Apalagi, menurutnya dugaan makar itu terkait seringnya Rachmawati melakukan pertemuan dengan para aktivis.

Continue reading “Juru Bicara: Rachmawati Perjuangkan UUD 1945 ke Naskah Awal, Aneh Kalau Dibilang Makar”

Alasan Kesehatan, Rachmawati Tidak Ditahan

20161202_140541

Setelah ditangkap dan dibawa ke Mako Brimob atas tuduhan makar, Rachmawati Soekarnoputri tidak ditahan. Putri Proklamator itu meninggalkan Mako Brimob sekitar pukul 22.00 WIB. Dengan alasan kesehatan, Rachmawati menolak menjawab materi pemeriksaan dari penyidik. Continue reading “Alasan Kesehatan, Rachmawati Tidak Ditahan”

Muslim Tiongkok Hadapi Tiga Musuh Utama

Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama yang hanya dapat diatasi dengan cara bahu membahu bersama umat agama lain di negeri komunis itu.

Di saat bersamaan ormas Islam juga berperan besar sebagai ujung tombak dalam mengembangkan sikap patriotisme di kalangan umat Muslim.

Masyarakat Muslim Tiongkok diajarkan bahwa mencintai agama sama dengan mencintai negara.

“Islam hanya bisa berkembang dengan baik bila negara stabil dan ekonomi tumbuh,” ujar Ketua Perhimpunan Masyarakat Muslim di Shanghai, Tiongkok, Imam Musa Jin, saat menerima delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di kantornya, Rabu siang (29/11/2016).

“Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama, yakni terorisme, ekstremisme dan separatisme. Ini masalah serius yang harus kami hadapi,” kata dia lagi.

Imam Musa Jin mengatakan dirinya sangat senang bisa bertemu dengan delegasi PWI yang dipimpin Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat, Teguh Santosa.

Dia mengatakan, pertemuan ini adalah kesempatan yang baik bagi dirinya untuk sosialisasikan kehidupan Muslim Tiongkok.

Continue reading “Muslim Tiongkok Hadapi Tiga Musuh Utama”

10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemlu China

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) membuat individu memiliki akses maksimal terhadap sumber-sumber informasi.

Bahkan memungkinkan setiap individu menjadi produsen informasi di ruang publik. Di saat bersamaan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab juga dapat dengan mudah mempabrikasi informasi bohong atau hoax dan menyebarkannya ke tengah masyarakat.

Continue reading “10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemlu China”

Di Tengah Kabar Kabur Makar, Saya Berkunjung ke Museum Jend. AH Nasution

Di tengah kabar kabur makar yang sedang bertiup sepoi2 di tengah2 kita, kemarin saya bersama sejarawan Greg Poulgrain berkunjung ke Museum Jend. AH Nasution di JalannTeuku Umar, tak jauh di seberang rumah Mbak Mega, persis di sebelah kanan Kedutaan Irak.

 

Hujan rintik2 ketika kami tiba di depan Museum. Pintu gerbangnya tertutup. Saya sempat ragu untuk masuk. Mungkin tutup.

Tapi kata Greg, bendera di halaman berkibar. Barangkali buka. Maka saya bertahan di depan gerbang.

Dan benar saja, tak lama seorang pria muda berlari2 kecil menerobos rintik hujan dan mempersilakan kami masuk. Continue reading “Di Tengah Kabar Kabur Makar, Saya Berkunjung ke Museum Jend. AH Nasution”

Catatan Mendung yang Tak Berarti Hujan

SAYA diundang menjadi moderator dalam rilis hasil survei KedaiKopi hari Minggu lalu (30/10).

Dari survei yang dilakukan antara tanggal 19 hingga 24 Oktober, diperoleh informasi tentang elektabilitas ketiga pasangan.

Pasangan nomor 1 elektabilitasnya 21 persen, nomor 2 sebesar 27 persen dan nomor 3 sebesar 24 persen. Continue reading “Catatan Mendung yang Tak Berarti Hujan”

Ada Tiga Hal yang Paling Banyak di Pulau Jeju, Korea Selatan

Setelah melantunkan lagu rakyat Arirang, tour guide yang mendampingi kami selama berada di Pulau Jeju, Korea Selatan, Peter Park, memulai ceritanya pagi tadi tentang tiga hal yang paling banyak di pulau itu.

Saya ikut bersama delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sedang mengunjungi Korea Selatan atas undangan Asosiasi Jurnalis Korea (JAK). Delegasi PWI terdiri dari tiga orang pengurus PWI Pusat dan 10 ketua PWI dari 10 provinsi di Indonesia. Continue reading “Ada Tiga Hal yang Paling Banyak di Pulau Jeju, Korea Selatan”

Inilah Kisah-kisah di Balik Ciuman Paling Populer di Dunia

vj-day-kiss-alfred-eisenstaedt

Foto seorang pelaut tengah mencium seorang perawat di Times Square New York ini barangkali adalah foto adegan ciuman paling populer di dunia setelah Perang Dunia Kedua.

Karya fotografer Life, Alfred Eisenstaedt, yang diambil pada tanggal 14 Agustus 1945 menjadi salah satu icon Perang Dunia Kedua. Continue reading “Inilah Kisah-kisah di Balik Ciuman Paling Populer di Dunia”

Inilah Patung Tuhan yang Ada di Blitar

Anda yang pernah berkunjung ke Blitar, Jawa Timur, barangkali pernah singgah di kompleks Candi Penataran di Kecamatan Nglegok.

Continue reading “Inilah Patung Tuhan yang Ada di Blitar”

Antara Dovish dan Hawkish

Greg Poulgrain berkunjung ke kediaman pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, di Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Selasa kemarin (3/8).

Greg adalah Indonesianis dari Australia, penulis “The Incubus of Intervention” dan “The Genesis of Konfrontasi“.

Continue reading “Antara Dovish dan Hawkish”

Suatu Hari di Moskow, Bersama Pak Pardi dan Tuan Zakharov

Agustus 2011, lima tahun lalu, sambil menunggu Sabar Gorky turun dari Elbrus, saya sempat jalan-jalan keliling Moskow dengan dua senior, Pak Ahmad Supardi Adiwijaya dan Tuan Svet Zakharov. Keduanya kini telah tiada. Pak Pardi meninggal dunia setahun setelah kunjungan itu, dan Tuan Zakharov menyusul beberapa bulan lalu.

Keduanya adalah teman lama, sudah saling mengenal sejak Pak Pardi tinggal di Moskow antara 1962 hingga 1990. Pada tahun 1990 Pak Pardi berangkat ke Belanda dan menetap di negeri kincir angin sampai ajal menjemputnya. Continue reading “Suatu Hari di Moskow, Bersama Pak Pardi dan Tuan Zakharov”

Melaka Kota Warisan Dunia, Bagaimana dengan Jakarta

20160719_193854 copy

MELAKA merupakan salah satu kota bersejarah di kawasan Asia Tenggara. Di masa lalu, ia adalah titik yang menghubungkan kawasan ini dengan dunia luar, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika dan Eropa lewat jalur pelayaran. Karena posisi strategisnya ini pula Melaka diincar bangsa-bangsa Eropa dan akhirnya jatuh ke tangan Portugis pada 1511.

Setahun setelah itu, Portugis menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dari Maluku, dan untuk selanjutnya sepanjang abad ke-16, Portugis menguasai negeri-negeri di Kepulauan Nusantara. Continue reading “Melaka Kota Warisan Dunia, Bagaimana dengan Jakarta”

Bergabung Dengan UA, Maroko Semakin Leluasa Membangun Afrika

IMG_5284 2

KEPUTUSAN Kerajaan Maroko bergabung dengan Uni Afrika dinilai tepat dan merupakan langkah positif untuk memperkuat peranan negara itu dalam proses pembangunan dan perdamaian di benua itu.

Selama ini walaupun merupakan satu-satunya negara Afrika yang bukan anggota Uni Afrika, Maroko memiliki kontribusi yang tidak kecil baik secara ekonomi maupun politik di benua itu. Continue reading “Bergabung Dengan UA, Maroko Semakin Leluasa Membangun Afrika”