Antara Dovish dan Hawkish

Greg Poulgrain berkunjung ke kediaman pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, di Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Selasa kemarin (3/8).

Greg adalah Indonesianis dari Australia, penulis The Incubus of Intervention dan The Genesis of Konfrontasi.

Berikut kutipan dari surat Greg yang dikirimnya beberapa hari sebelum pertemuan.

For 25 years I have been lecturing in Australian universities on Indonesian History. Most library books still depict Soekarno in a way that is not historically correct. for example, my recent book “Genesis on Konfrontasi” shows Soekarno did not start confrontation with Malaysia; in fact in 1963, he and Pres. Kennedy tried to stop the conflict, but other forces prevailed (as I showed in “The Incubus of Intervention”).

Bulan puasa lalu, saya mendapatkan satu kopi The Incubus of Intervention dari Bang Fritzie Ellikers. Buku ini diterbitkan di Malaysia tahun 2015, dan telah membaca beberapa bagian darinya, terutama yang berkaitan dengan strategi Kennedy di Asia Tenggara, yang pada akhirnya dimentahkan oleh Direktur CIA Allen Dulles.

Beberapa peristiwa penting yang terjadi di tanah air pada masa itu dapat disimpulkan, merupakan buah dari pertarungan kepentingan di pusat kekuasaan AS, dan merefleksikan perbedaan pandangan di kalangan pengambil kebijakan negara itu dalam episode Perang Dingin yang lebih besar. Biasa disebut sebagai pertarungan antara dovish dan hawkish.

Sementara di dalam negeri, Bung Karno menghadapi pertarungan domestik yang tak kalah pelik, terutama antara seteru lama PKI dan militer.

Ada semacam end game yang disepakati Kennedy dan Bung Karno, tetapi skenario ini menguap begitu saja. Kunjungan Kennedy ke Indonesia yang direncanakan sekitar April atau Mei 1964 tak menjadi kenyataan.

Rencana kunjungan itu diumumkan pada tanggal 20 November 1963.

Dua hari kemudian, Kennedy ditembak mati.

Dalam pertemuan kemarin, Mbak Rachma menerima kopi asli kedua buku yang ditulis Greg dan sudah ditandatangani sang penulis.

Mbak Rachma juga memberikan dua buku yang ditulisnya, President Soekarno and President Kim Il Sung dan Revolusi Belum Selesai, kepada Greg dan juga ditandatangani.

Adapun saya, kepada Greg mengaku bahwa The Incubus of Intervention yang saya miliki adalah hasil foto copy, dan minta dia memaklumi karena sulit menemukan buku aslinya di Indonesia.

Greg awalnya kaget dan lalu tertawa setelah dia membandingkan kedua buku itu.
Lalu katanya, dia juga tidak punya. Dan dia minta saya fotokopikan satu untuk dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s