
The opportunity to repair relations between South Korea and North Korea has reopened after Moon Jae-in of the Democratic Party of Korea won the South Korean presidential election.
Continue reading “Korean Peninsula Reunification Opportunity Reopens”
Melintasi Batas Peradaban, Mencatat Perjalanan, Menawarkan Cara Pandang

The opportunity to repair relations between South Korea and North Korea has reopened after Moon Jae-in of the Democratic Party of Korea won the South Korean presidential election.
Continue reading “Korean Peninsula Reunification Opportunity Reopens”
AMBISI Republik Rakyat China (RRC) mengembangkan jalur sutra baru yang disebut One Belt One Road (OBOR) dinilai sebagai sebuah imajinasi yang dibangun di atas kepentingan diri sendiri. Karena itu, imajinasi ini cepat atau lambat akan kandas di tengah jalan. Continue reading “Bermasalah dengan Banyak Negara, Ambisi Obor China Sulit Terlaksana”
Sebanyak 20 pemuda Indonesia diundang pemerintah Taiwan atau Republik Tiongkok untuk mengikuti Perkemahan Pemuda Islam di Negeri Formosa itu yang akan berlangsung hingga 20 Mei mendatang. Continue reading “20 Pemuda Indonesia Ikut Perkemahan Islam Di Taiwan”
Pemerintah Republik China atau Taiwan ingin lebih bersahabat dengan Islam dan umat Muslim. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa semakin hari semakin banyak umat Muslim yang berkunjung dan menetap di Taiwan. Continue reading “Pemerintah Taiwan Ingin Lebih Bersahabat dengan Islam”

Sanksi apapun yang diberikan Dewan Keamanan PBB kepada Korea Utara tidak akan pernah berhasil menekan negeri Kom Jong Un itu. Faktanya, Korea Utara berhasil menjadi salah satu negara nuklir (nuclear power) walaupun dijatuhkan sanksi dan diasingkan dari pergaulan internasional lebih dari setengah abad lamanya. Continue reading “Sanksi PBB untuk Korut dan Peluang Kembali ke Abad Kegelapan”

Karena jadwal yang begitu padat, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo tidak bisa hadir dalam peluncuran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang diselenggarakan di Pusat Studi Kelirumologi, Mall of Indonesia, Kelapa Gading, kemarin (Senin, 17/4). Continue reading “Ketua Dewan Pers Sambut Baik Kelahiran SMSI”

Seruan Dewan Pers agar pemimpin redaksi atau penangung jawab media massa, termasuk yang berbasis online atau siber, telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kategori utama disambut baik Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Sebagai organisasi perusahaan media siber, SMSI didirikan untuk membantu perusahaan-perusahaan media siber di tanah air mencapai level profesional dan bermartabat. Continue reading “Perusahaan Media Siber yang Sehat dan Profesional adalah Modal Dasar untuk Mewujudkan Indonesia yang Demokratis dan Sejahtera”

Continue reading “Serikat Media Siber Indonesia Diperkuat Tokoh Nasional Non-Pers”

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap ruang publik di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Individu tidak lagi menjadi audiens yang pasif. Dengan akses luas ke dunia maya, setiap individu juga bisa menjadi produsen informasi.
Lanskap baru ini mempermudah pertukaran informasi, termasuk kabar bohong atau hoax. Indonesia yang memiliki 250 juta penduduk dan diperkirakan 135 juta di antaranya memiliki koneksi ke dunia siber, menghadapi dilema. Continue reading “Serikat Media Siber Indonesia Diperkenalkan Di Korea Selatan”

Ketegangan di Semenanjung Korea dan Asia Timur memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melucuti Korea Utara dengan atau tanpa melibatkan Republik Rakyat China.
Untuk menekan Korea Utara, Amerika Serikat dan Korea Selatan tengah menempatkan sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di wilayah perbatasan. Manuver ini diprotes China yang melihat kehadiran sistem persenjataan THAAD sebagai ancaman bagi mereka. Continue reading “Pemerhati Astim: Kegagalan Tangani Ketegangan di Semenanjung Korea akan Berdampak Luas”


Politisi memaksimalkan penampilan mereka di media massa. Sementara pegawai negeri (public servant) sebaliknya, memilih bersembunyi.
“Politisi sering tampil di media massa karena ingin mendapatkan simpati rakyat. Sementara kami untuk apa sering-sering muncul di berita. Tidak ada yang akan memilih kami,” kata Cho Taiyoung. Continue reading “Diplomasi “Benci Tapi Rindu” Dubes Cho”

Membicarakan Yan Daryono adalah membicarakan gagasan demi gagasan yang mengalir tak sudah-sudah.
Membicarakan Yan Daryono adalah membicarakan harapan yang mengangkasa dan dipertemukan dengan kenyataan yang menjadi samudera.
Continue reading “Membicarakan Yan Daryono”
HUBUNGAN Repulik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara dengan Malaysia memburuk setelah peristiwa kematian seorang pria warganegara Korea Utara di Bandara International Kuala Lumpur pertengahan Februari lalu.
Continue reading “Dubes Korut: Malaysia Lebih Percaya Informasi Pihak Ketiga”
Masyarakat pers Indonesia dan China atau Tiongkok mesti berperan di garda terdepan dalam meningkatkan dan memperkuat hubungan baik kedua negara. Perusahaan pers yang profesional dan wartawan yang kompeten di Indonesia dan Tiongkok merupakan jembatan yang baik untuk mempertemukan berbagai kepentingan kedua negara yang menguntungkan rakyat Indonesia dan China. Continue reading “Wartawan Indonesia dan China Kembangkan Kerjasama”


Kerajaan Maroko ingin memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan berharap organisai persahabatan masyarakat kedua negara ikut membantu mempromosikan upaya peningkatan kerja sama itu.
Demikian disampaikan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia Ouadia Benabdellah dalam pertemuan dengan Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa di Kedubes Maroko, Jalan Denpasar Raya, Jakarta, Senin (16/1).
Dubes Ouadia Benabdellah sudah tiga bulan berada di Jakarta, namun baru pekan lalu, Kamis (12/1) mendapat kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan anggota Parlemen Kasablanka-Afna ini menggantikan Dubes Muhammad Majdi. Continue reading “Maroko Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia”

Adapun yang akan dilakukan oleh Rachmawati Soekarnoputri pada tanggal 2 Desember 2016 lalu sama sekali tidak terkait dengan upaya perebutan kekuasaan atau penggulingan pemerintahan yang sah. Rachmawati hanya ingin menyampaikan aspirasi kembali ke UUD 1945 yang asli ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Namun rencana Rachmawati menyampaikan aspirasi ke MPR RI pada tanggal 2 Desember 2016 tidak terjadi, karena di pagi hari itu Rachmawati ditangkap atas tuduhan melakukan tindakan makar dan permufakatan jahat.
Penjelasan Rachmawati mengenai pengertian makar yang dipahaminya disampaikan ketika putri Bung Karno itu kembali diperiksa polisi di kediamannya, Jalan Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Menurut polisi, pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan tambahan.
Kali ini Rachma diperiksa selama tujuh jam dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Kepada Rachma polisi mengajukan 21 pertanyaan yang sebagian besar bernada pengulangan atas pertanyaan yang sudah diajukan pada pemeriksaan sebelumnya (20/12/2016).
“Dalam pemeriksaan, Ibu Rachma mengatakan bahwa makar adalah tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata untuk menggulingkan pemerintah dalam hal ini presiden, dan yang menjadi sasaran adalah Istana Negara yang dalam pasal 4 konstitusi kita disebutkan sebagai pusat pemerintahan,” ujar jurubicara Rachma, Teguh Santosa, dalam keterangan Rabu pagi (4/1). Continue reading “Diperiksa Lagi, Rachmawati Jelaskan Definisi Makar”

Hubungan Korea Utara (Korut) dan Indonesia selama ini jarang atau bahkan tak pernah terekspos media. Tak banyak yang tahu bahwa ada Kedutaan Besar Korut berdiri di Jakarta.
“Hubungan dua negara sangat baik. Hubungan diplomatiknya baik. Ada kedubes Korut di Jakarta, bahkan kedubes Korut di Jakarta adalah yang kedua terbesar setelah kedubes mereka di Tiongkok,” ucap Teguh Santosa, Sekretaris Jenderal Persahabatan Indonesia-Korea, ketika ditemui di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (19/12/2016). Continue reading “Sekjen Persahabatan: Korut Tidak Seburuk yang Diberitakan Media”



Potret Indonesia belakangan ini di mata kalangan pengamat dan media asing cukup buram. Menurut mereka, Indonesia sedang menghadapi bahaya intoleransi. Dan yang tidak toleran itu adalah kelompok mayoritas Muslim.
Demonstrasi raksasa yang terjadi pada tanggal 4 November (411) dan 2 Desember (212) mereka nilai sebagai gerakan Islam fundamentalis dan garis keras yang menginginkan Islam menjadi dasar negara.
Media asing mengabaikan fakta bahwa kedua demontrasi raksasa itu adalah respon terhadap ketidakadilan dalam proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penista agama.
Continue reading “Ahok, 411, 212, dan Kesalahan Membaca Indonesia Hari Ini”
Selasa, 15 Desember 2015
Rachmawati Soekarnoputri (RSP) dan beberapa tokoh di dalam Gerakan Selamatkan NKRI, di antaranya Djoko Santoso, Prijanto, Syamsu Djalal, Lily Wahid dan Hatta Taliwang, menemui Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Gedung MPR RI. Dalam pertemuan, RSP menyampaikan aspirasi kembali ke naskah asli UUD 1945 dan wanti-wanti agar tidak melakukan amandemen kelima karena dikhawatirkan akan semakin memperlemah fungsi negara.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pihaknya memiliki kepedulian yang sama. Zulkifli juga senang apabila massa menduduki gedung MPR RI untuk menyampaikan aspirasi kembali ke naskah asli UUD 1945. Zulkifli Hasan menyerukan agar hal itu diperjuangkan bersama.
Continue reading “Kronologi Tuduhan Makar Rachmawati Soekarnoputri”























































Teguh Santosa, juru bicara Rachmawati Soekarnoputri menilai, tuduhan aparat kepolisian terkait makar pada kliennya tidak tepat.
Apalagi, menurutnya dugaan makar itu terkait seringnya Rachmawati melakukan pertemuan dengan para aktivis.
Continue reading “Juru Bicara: Rachmawati Perjuangkan UUD 1945 ke Naskah Awal, Aneh Kalau Dibilang Makar”
Setelah ditangkap dan dibawa ke Mako Brimob atas tuduhan makar, Rachmawati Soekarnoputri tidak ditahan. Putri Proklamator itu meninggalkan Mako Brimob sekitar pukul 22.00 WIB. Dengan alasan kesehatan, Rachmawati menolak menjawab materi pemeriksaan dari penyidik. Continue reading “Alasan Kesehatan, Rachmawati Tidak Ditahan”

Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama yang hanya dapat diatasi dengan cara bahu membahu bersama umat agama lain di negeri komunis itu.
Di saat bersamaan ormas Islam juga berperan besar sebagai ujung tombak dalam mengembangkan sikap patriotisme di kalangan umat Muslim.
Masyarakat Muslim Tiongkok diajarkan bahwa mencintai agama sama dengan mencintai negara.
“Islam hanya bisa berkembang dengan baik bila negara stabil dan ekonomi tumbuh,” ujar Ketua Perhimpunan Masyarakat Muslim di Shanghai, Tiongkok, Imam Musa Jin, saat menerima delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di kantornya, Rabu siang (29/11/2016).
“Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama, yakni terorisme, ekstremisme dan separatisme. Ini masalah serius yang harus kami hadapi,” kata dia lagi.
Imam Musa Jin mengatakan dirinya sangat senang bisa bertemu dengan delegasi PWI yang dipimpin Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat, Teguh Santosa.
Dia mengatakan, pertemuan ini adalah kesempatan yang baik bagi dirinya untuk sosialisasikan kehidupan Muslim Tiongkok.
Continue reading “Muslim Tiongkok Hadapi Tiga Musuh Utama”



Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) membuat individu memiliki akses maksimal terhadap sumber-sumber informasi.
Bahkan memungkinkan setiap individu menjadi produsen informasi di ruang publik. Di saat bersamaan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab juga dapat dengan mudah mempabrikasi informasi bohong atau hoax dan menyebarkannya ke tengah masyarakat.
Continue reading “10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemlu China”Di tengah kabar kabur makar yang sedang bertiup sepoi2 di tengah2 kita, kemarin saya bersama sejarawan Greg Poulgrain berkunjung ke Museum Jend. AH Nasution di JalannTeuku Umar, tak jauh di seberang rumah Mbak Mega, persis di sebelah kanan Kedutaan Irak.
Hujan rintik2 ketika kami tiba di depan Museum. Pintu gerbangnya tertutup. Saya sempat ragu untuk masuk. Mungkin tutup.
Tapi kata Greg, bendera di halaman berkibar. Barangkali buka. Maka saya bertahan di depan gerbang.
Dan benar saja, tak lama seorang pria muda berlari2 kecil menerobos rintik hujan dan mempersilakan kami masuk. Continue reading “Di Tengah Kabar Kabur Makar, Saya Berkunjung ke Museum Jend. AH Nasution”