Keindahan Lombok Kalahkan Hawaii, HPN 2016 Akan Meriah

20151204_114204

Keindahan alam Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat indah dan tidak berlebihan bila dikatakan mengalahkan keindahan Pulau Oahu di Hawaii.

Penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Mataram, Lombok, pada bulan Februari tahun depan diyakini akan semarak dan meriah. Continue reading “Keindahan Lombok Kalahkan Hawaii, HPN 2016 Akan Meriah”

Selamat Menyambut 2016, Indonesia

Selamat menyambut kehadiran tahun yang baru, 2016.

Tak salah rasanya kalau kita mundur sedikit ke belakang, ke bulan Maret 2007.

Anda perlu membaca dua berita ini: SBY: 2030 Indonesia Maju dan 2030 Indonesia Tenggelam

20151227_104223

 

20151227_104253

Masyarakat Ekonomi ASEAN Butuh Pers yang Positif dan Produktif

Komunitas pers ASEAN memainkan peranan yang tidak kecil dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pertukaran informasi yang positif dan konstruktif untuk mewujudkan cita-cita menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kekuatan ekonomi dan politik bersama sangat dibutuhkan.

Demikian antara lain disampaikan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa dalam keterangan yang diterima redaksi beberapa saat lalu.

‎Teguh Santosa baru saja memimpin delegasi wartawan Indonesia pada Sidang Umum ke-18 Konfederasi Jurnalis ASEAN (CAJ)  di Hanoi, Vietnam, Jumat dan Sabtu kemarin (26-27/11). Continue reading “Masyarakat Ekonomi ASEAN Butuh Pers yang Positif dan Produktif”

Konfederasi Jurnalis ASEAN: Akan Ada Media Khusus untuk Pertukaran Informasi

Komunitas pers ASEAN memainkan peranan yang tidak kecil dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Pertukaran informasi yang positif dan konstruktif agar cita-cita menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kekuatan ekonomi dan politik bersama sangat dibutuhkan. Continue reading “Konfederasi Jurnalis ASEAN: Akan Ada Media Khusus untuk Pertukaran Informasi”

Publik Berhak Tahu Rekaman Utuh #PapaMintaSaham

12249714_10153674173336668_5284447676007055108_n

Publik berhak mengetahui rekaman utuh pembicaraan antara  Ketua DPR Setya Novanto dengan petinggi Freeport Indonesia yang diduga Ma’roef Sjamsoeddin dan pengusaha yang diduga Muhammad Reza Chalid.

Transkrip pembicaraan itu, sebagian, telah diserahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kepada Majelis Kehormatan DPR RI dan menjadi bukti dari upaya pemerasan dan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto.

Di tengah masyarakat kasus ini ramai disebut sebagai skandal “#papamintasaham”. Continue reading “Publik Berhak Tahu Rekaman Utuh #PapaMintaSaham”

Horor Paris, Indonesia Tak Cukup Berduka

screen_shot_2015-11-14_at_11.08.39_am

Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya tengah menghadapi dua jenis fundamentalisme yang sangat berbahaya yang membuat perdamaian di muka bumi hilang digantikan kebencian dan peperangan.

Demikian disampaikan pengajar hubungan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (15/11).

Aktivis Forum Indonesia 2050 ini mengatakan, fundamentalisme jenis pertama bersifat kasat mata dan dengan mudah dapat dikenali. Sementara fundamentalisme jenis kedua hampir-hampir sulit dikenali, dan bahkan tak banyak yang menyadari kehadirannya.

“Jenis pertama adalah fundamentalisme sektarian, yang menggunakan identitas dan apa yang diyakini benar, sebagai slogan perjuangan dan perlawanan. Sering kali pula menggunakan tema kesukuan, agama, ras, dan yang paling kecil tema golongan,” ujar Teguh Santosa.

Penganut fundamentalisme jenis pertama ini, sambungnya, dengan mudah menciptakan identitas, menarik demarkasi antara “aku” dan “kamu”, “kita” dan “mereka”.

Adapun fundamentalisme jenis kedua yang tidak kasat mata adalah keyakinan bahwa pasar ada di atas segalanya, sebagai aktor tunggal yang menentukan mana yang baik untuk rakyat dan negara. Continue reading “Horor Paris, Indonesia Tak Cukup Berduka”

40 Tahun Green March, Integrasi yang Semakin Sempurna

massira_2_600

Pekan lalu rakyat Kerajaan Maroko merayakan sebuah peristiwa bersejarah yang amat penting dalam perjalanan negeri itu. 40 tahun silam, pada tanggal 6 November 1975 tak kurang dari 350 ribu rakyat Maroko melintasi garis batas kolonial dari Tarfaya menuju Sagui el Hamra.

Garis batas kolonial itu diciptakan Prancis dan Spanyol melalui Perjanian Fez pada 1912. Continue reading “40 Tahun Green March, Integrasi yang Semakin Sempurna”

Mengukur Pertemuan Dua China di Singapura

635824595734670849-AFP-546156948-77344432

Revolusi 1949 membelah China menjadi dua. Partai Komunis yang memenangkan pertarungan dan menguasai sebagian besar negeri China di daratan dan mendirikan Republik Rakyat China.

Sementara pengikut Partai Nasional yang dipimpin Chiang Kai-shek angkat kaki ke Taiwan dan melanjutkan eksistensi Repulik China yang didukung Amerika Serikat dan blok Barat.

Untuk waktu yang cukup lama kedua negeri tak menjalin komunikasi. Di bawah rezim komunis, China memilih menutup pintu. Continue reading “Mengukur Pertemuan Dua China di Singapura”

Little Story on Indonesia and TPP

500x304xThe-TPP.png.pagespeed.ic.Xr3T8Vb4WV

Friend [10/29, 5:33 PM]: You free to lunch tomorrow. Didn’t get chance to hear your Korea utara stories.

Me [10/29, 5:57 PM]: Unfortunately I will be in Kemang Village for meeting at lunch, Sir…

Friend [10/29, 6:03 PM]: Ok when u have free moment. Pres J surprised all his officials on TPP. We touched on briefly. Jkt Post headline today quoting Djisman is right out of my thoughts. No 1 will need to front up to DPR with all the UUs changes to meet TPP requirements. Not easy. Who are advising him? He could have said we are still studying…why rush to commit? He will lose further credibility 👎

Me [10/29, 6:06 PM]: Yes Sir… Continue reading “Little Story on Indonesia and TPP”

The Handing Over Ceremony: The Star of Soekarno

Pictures above are from the Korean Central News Agency (KCNA), and the Embassy of the Republic of Indonesia in Pyongyang.

Kepretan Rizal Ramli Bisa Jadi Tinggal Mimpi karena Ketidakmampuan Tim Ekonomi

Masyarakat luas kembali berharap pada pemerintahan Joko Widodo setelah bulan Agustus lalu sang Presiden memasukkan tiga nama baru ke dalam Kabinet Kerja sebagai Menteri Kordinator. Ketiganya adalah Luhut Binsar Panjaitan, Rizal Ramli dan Darmin Nasution.

Dari ketiga tokoh ini penampilan Rizal Ramli yang paling banyak disoroti publik. Keberanian Rizal Ramli ngepret itu mengembalikan kepercayaan pada pemerintahan Jokowi yang tadinya hampir pupus. Continue reading “Kepretan Rizal Ramli Bisa Jadi Tinggal Mimpi karena Ketidakmampuan Tim Ekonomi”

Sedikit tentang Laut Nusantara dan Revolusi Kelautan

Laut Indonesia, menurut Perdana Menteri Juanda, bukanlah pemisah pulau yang satu dengan pulau lainnya di wilayah Republik Indonesia. Sebaliknya, ia adalah faktor yang menghubungkan dan karenanya juga mempersatukan pulau-pulau di negara ini.

Continue reading “Sedikit tentang Laut Nusantara dan Revolusi Kelautan”

Gyeongju Memamerkan Peran Korea di Jalur Sutra

sabon_-gyeongjusilkeurodeudaecugjeon_poseuteo_yeongmun1

11988697_10153534315686668_3157331668432245845_n

Membentang sepanjang kurang lebih 6.000 kilometer, menghubungkan Timur dan Barat sejak abad ke-2 Sebelum Masehi hingga pertengahan abad ke-15 Masehi, lintasan perdagangan ini dikenal sebagai Jalur Sutra.

Namanya merujuk pada komoditas utama yang dibawa para pedagangan China kala itu, sutra, melintasi batas benua. Sutra menjadi komoditas penting yang dapat ditukarkan dengan barang-barang lain yang tersedia di setiap kota dan negeri yang dilalui.

Continue reading “Gyeongju Memamerkan Peran Korea di Jalur Sutra”

Jurnalis Indonesia Bisa Bantu Satukan Korea

Untitled

Jurnalis Indonesia diharapkan membantu proses penyatuan secara damai Korea Selatan dan Korea Utara yang terpisah sejak 1945. Dibutuhkan pemberitaan yang positif dan faktual mengenai situasi di Semenanjung Korea agar unifikasi ataupun reunifikasi kedua Korea dapat terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Asosial Jurnalis Korea (AJK) Park Chong-ryul dalam jamuan makan malam menyambut delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Hotel Presiden, Seoul, Korea Selatan (Senin malam, 7/9). Continue reading “Jurnalis Indonesia Bisa Bantu Satukan Korea”

Inilah Foto-foto dari Bandara Pyongyang yang Baru – Pictures from the New Pyongyang Airport

Pyongyang punya bandara baru. Diresmikan pada 1 Juli 2015 oleh Kim Jong Un. Terasa benar perbedaan bandara baru itu dari bandara sebelumnya.

Saya fotokan beberapa sudut untuk kawan semua.

IMG_3487

IMG_3488

IMG_3490 Continue reading “Inilah Foto-foto dari Bandara Pyongyang yang Baru – Pictures from the New Pyongyang Airport”

Ada Udang di Balik Anggrek

ANGGREK menjadi tools politik luar negeri Singapura dalam berhubungan dengan negara tetangga mereka, Indonesia.

Hari Rabu lalu Singapura memikat hati Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan menggunakan anggrek. Sebuah anggrek yang disebutkan varietas baru dari persilangan dua jenis Dendrobium, D. christabella dan D. haldis morterud, dinamai D. iriana jokowi.

Iriana bangga dan bahagia dengan penghormatan itu. Continue reading “Ada Udang di Balik Anggrek”

Melepas YM Ri Jong Ryul

korut

Ri Jong Ryul hampir menyelesaikan masa tugasnya di Jakarta. Kamis (30/7), Dutabesar Republik Rakyat Demokratik Korea itu mengunjungi kediaman Rachmawati Soekarnoputri untuk berpamitan sebelum meninggalkan Jakarta pertengahan Agustus 2015.

Dubes Ri berbeda bila dibandingkan dengan dubes-dubes Korea Utara sebelumnya, yang saya tahu sepanjang pengalaman saya berinteraksi dengan Korea Utara sejak 2001.

Dubes-dubes Korut sebelumnya cenderung kaku dan tertutup. Bisa dipahami sikap mereka merupakan ekspresi umum kebijakan luar negeri Korea Utara di era Kim Jong Il. Sementara Dubes Ri relatif terbuka dan luwes. Mungkin ini juga dipengaruhi oleh  gaya kepemimpinan Kim Jong Un yang berbeda dari ayahnya.

Dubes Ri bisa diyakinkan bahwa menjalin hubungan dengan pihak media (di Indonesia) adalah cara terbaik menjawab pertanyaan banyak kalangan, khususnya media, terhadap “misteri” Korea Utara.

Maka, dalam berbagai kesempatan dengan pihak Kedutaan Korut, saya selalu mengundang kawan-kawan media dan pihak-pihak lain di luar Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, termasuk mahasiswa-mahasiswa saya.

Saya percaya bahwa komunikasi cara paling pas untuk membangun pengetahuan, pengertian dan pemahaman. Continue reading “Melepas YM Ri Jong Ryul”

A Short Story from Gamcheon Village

IMG_0963_2

I am going to tell you a story; about you, me and us.

IMG_0964_2

It is about how we change our and others life with justice and humanity, talent and patience .

Continue reading “A Short Story from Gamcheon Village”

Mendefinisikan Penumpang Gelap yang Dimaksud Megawati

@teguhtimur: Saya melihat sinar terang di ujung sana. Mbak Mega benar, ada penumpang gelap penelikung yg siap merebut dan ambil alih kekusaan. ‪#‎megawati‬

@teguhtimur: Mereka menyusup dgn cara yg biasa, yg mereka lakukan sejak lama, sejak Indonesia baru merdeka. #megawati Continue reading “Mendefinisikan Penumpang Gelap yang Dimaksud Megawati”

Relaunching: President Soekarno and President Kim Il Sung

IMG_9786 Continue reading “Relaunching: President Soekarno and President Kim Il Sung”

Reshuffle Sebulan Sebelum Bulan Puasa

@teguhtimur: Saya menyarankan Presiden Joko Widodo segera mengocok ulang kabinetnya. Dalam waktu dekat.

@teguhtimur: Setidaknya, kocok ulang atau reshuffle kabinet dilakukan sebelum bulan puasa Ramadhan tahun ini. Lbh baik bila satu bulan sebelum puasa. Continue reading “Reshuffle Sebulan Sebelum Bulan Puasa”

Kim Jong Un Tidak akan ke Bandung

@teguhtimur: Aloha. Kamis lalu sy ke Bandung. Bbrp teman jurnalis msh mengira Kim Jong Un akan datang ke Bandung utk pringatan 60 tahun KAA. ‪#‎korut‬

@teguhtimur: Saat bertemu sy mereka bertanya apakah benar KimJongUn akn datang. Kebetulan sy ke Bandung dgn dua kawan #Korut yg baru datang dr Pyongyang. Continue reading “Kim Jong Un Tidak akan ke Bandung”

Terkadang Saya Bertanya Dalam Hati

Di dalam sel sempit di Penjara Banceuy ini Bung Karno menyusun tesis antikolonial Indonesia Menggugat yang terkenal itu yang dibacakannya sebagai pledooi dalam persidangan di Laandrad, 1930.

Terkadang saya bertanya dalam hati, perlukah kita dijajah lagi agar kembali bersatu?

Tapi sisi lain hati ini berkata hati2, seperti dikatakan si Bung di dalam pledooi itu: penjajahan bukan sifat eksklusif yang dimiliki bangsa2 tertentu. Penjajahan bisa dilakukan oleh siapa saja apapun warna kulitnya.

11130302_10153130767606668_7815030091607585266_n