Yang Tertunda

Barusan membaca berita Bashar Al Assad akan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden Suriah. Untuk kali ketiga.

Continue reading “Yang Tertunda”

Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda

Boramae dalam bahasa Korea. Elang Muda dalam bahasa Indonesia. Ini nama jet tempur pertama buatan Korea Selatan yang diluncurkan hari ini, Jumat (9/4), di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.

Nama lengkapnya KF-21 Boramae.

Continue reading “Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda”

Chief EG Mengundurkan Diri

Saya sedih.

Tanggal 19 Maret lalu, seorang sahabat, Prof. Effendi Gazali mengajak saya bertemu. Dia hendak mengkonsultasikan atau setidaknya membicarakan satu persoalan yang sedang dihadapinya. Dan menurutnya, saya dapat memberikan saran.

Kami sudah lama berkenalan. Saat saya sedang studi di Hawaii, Chief EG juga pernah ke Honolulu.

Saya ajak ia bertemu Prof. Emeritus Alice Dewey, pembimbing tesis dan disertasi Ann Dunham-Soetoro, ibunda Presiden Obama. Kepada Chief EG, Prof. Dewey memperlihatkan tiga bundle disertasi yang ditulis ibunda Obama tentang pandai besi di Jogjakarta.

Continue reading “Chief EG Mengundurkan Diri”

A Letter on Juche

Juche, which is often interpreted as an ideology of independence or self-reliance, was developed by the founder of the DPRK, Kim Il Sung, in the era of the Korean nation’s struggle against Japanese colonialism.

Continue reading “A Letter on Juche”

Di Makam Raden Wijaya(?)

Saya sudah mengawali dengan kisah Arca Joko Dolog di Taman Apsari, Surabaya, beberapa hari lalu. Arca dari batu andesit hitam ini adalah gambaran Kertanegara, raja terakhir Singasari, sebagai Dhyani Buddha.

Informasi itu diperoleh pada prasasti di bagian dudukan arca. Juga disebutkan bahwa arca dipahat tahun 1289 oleh pematung Nada.

Masih ada perbedaan pandangan mengenai asal usul sang arca. Ada yang mengatakan patung setinggi 1,6 meter itu berasal dari Candi Jawi di Prigen, Pasuruan, yang sama-sama terbuat dari batu andesit.

Ada juga yang mengatakan, patung manusia berkepala plontos dengan sikap duduk bhumisparsa mudra itu berasal dari Trowulan yang dipercaya sebagai ibukota Majapahit pada masa keemasannya.

Kekuasaan Kertanegara berakhir di tahun 1892 oleh kudeta yang dilakukan Jayakatwang, Bupati Gelang Gelang (kira-kira di sekitar Madiun sekarang).

Continue reading “Di Makam Raden Wijaya(?)”

Khutbah Korona

Jumat pekan lalu shalat Jumat di Masjid Baiturrahim Uler Lheue, Banda Aceh. Ini masjid bersejah di Serambi Mekah. Dibangun di abad ke-17. Saat Masjid Baiturrahman dibakar Belanda tahun 1873, shalat Jumat dipindahkan ke masjid ini. Sejak itu, namanya berubah menjadi Masjid Baiturrahim.

Disebutkan, bentuknya yg sekarang ini secara umum hasil renovasi di tahun 1922.

Ketika gempa dan tsunami di bulan Desember 2004, masjid ini termasuk yang selamat. Tidak mengalami kerusakan struktur, walau disapu gelombang tsunami yang merengsek masuk ke tengah kota.

Dalam khutbah Jumat pekan lalu, khatib menyampaikan berbagai pesan terkait penyebaran virus corona baru atau Covid-19. Imbauan dari berbagai lembaga diuraikan sang khatib sebagai peringatan kepada masyarakat Aceh.

Beberapa ayat Al Quran dan hadist dibacakan, untuk mengingatkan bahwa pada akhirnya segala apa yg terjadi di muka bumi sudah direncanakan Sang Maha Perencana. Tugas manusia adalah menjaga keselamatan diri dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri dan lingkungan.

Mereka-reka Joko Dolog Dan Kejatuhan Kertanagara

Sudah lama patung itu berada di sana. Di salah satu pojok di Taman Apsari, Surabaya. Hanya sepelemparan batu dari kantor Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur dan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

Continue reading “Mereka-reka Joko Dolog Dan Kejatuhan Kertanagara”

JMSI Berharap Wartawan di Lapangan Jadi Penerima Vaksin Covid-19

Kalangan media berharap pemerintah bersedia menempatkan insan media, terutama wartawa yang bertugas di garis depan, di dalam kelompok penerima vaksin Covid-19 tahap satu atau tahap dua yang diberikan antara bulan Januari sampai April 2021.

Dalam menjalankan tugas dan kewajiban di lapangan, seperti yang diatur UU 40/1999 tentang Pers, wartawan memiliki kemungkinan terpapar SARS Cov-2 atau virus corona baru yang menyebabkan Covid-19.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, ketika berbicara di Kantor JMSI di Jalan Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur, Selasa siang (19/1).

Continue reading “JMSI Berharap Wartawan di Lapangan Jadi Penerima Vaksin Covid-19”

Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea

PEMBICARAAN damai di Semenanjung Korea akan menghadapi dinamika baru tak lama lagi. Joe Biden memperlihatkan tanda-tanda akan mengambil kebijakan yang berbeda dari pendahulunya, Donald Trump.

Di masa kampanye yang lalu, Biden menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un sebagai “thug” atau penjahat, dan mengatakan, hanya bersedia bertemu dan melanjutkan pembicaraan damai dengan Korea Utara bila Korea Utara sepakat untuk melakukan denuklirisasi.

Apa yang disampaikan Joe Biden ini mengabaikan kenyataan bahwa pendahulunya, Donald Trump, telah mencatat sejumlah pencapaian yang manis untuk perbaikan hubungan negara itu dengan Korea Utara.

Joe Biden akan terlihat tidak bijaksana bila mengembalikan hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara ke titik sebelum pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura bulan Juni 2018. Bagaimanapun setelah pertemuan itu, Korea Utara memperlihatkan sikap koperatif dengan melucuti fasilitas nuklir mereka.

Continue reading “Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea”

Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia

Menlu RI Retno Marsudi (kanan) dan Menlu China Wang Yi.

Sikap tegas yang diperlihatkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, ketika menerima Menteri Luar Negeri RRC, Wang Yi, di Pejambon, Rabu sore (13/1), patut diapresiasi.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno Marsudi mengingatkan kembali arti penting menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan Laut China Selatan dengan menghormati hukum internasional United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.

Sikap tegas Menlu Retno Marsudi memang perlu disampaikan langsung di hadapan Menlu China dengan harapan China mengkoreksi agresifitas yang mereka perlihatkan beberapa tahun belakangan ini.

Continue reading “Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia”

On Comrade Kim Jong Un’s Report

Dear friends,

Warm greetings from Pyongyang!

Comrade Kim Jong Un, Chairman of the State Affairs Commission of DPRK, made a report on the work of the 7th Central Committee of the Workers’s Party of Korea from Jan. 5 to Jan. 7 at the 8th Congress of the Workers’ Party of Korea, an important political event in the development of Workers’ Party of Korea and Korean revolution.

Comrade Kim Jong Un, in the report, put forward new line of struggle and strategical and tactical policies for a new leap forward in the construction of Korean style-socialism and important tasks to be implemented for the cause of national liberation and external  relations.

Continue reading “On Comrade Kim Jong Un’s Report”

Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS

SEPERTI semua negara di muka bumi, di tahun yang baru berlalu Iran dihantam dan terdampak oleh gelombang pandemi Covid-19. Sejumlah pejabat tinggi Iran terinfeksi virus SARS Cov-2 dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Continue reading “Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS”

A Letter from Pyongyang on Christmas

Dear Mr. Teguh Santosa,

I hope this email finds you good in health.

The unexpectedly worldwide Covid-19 stopped us from having face-to-face meetings, but neverthless this further deepened feelings towards and trust in you. Especially, the October international E-seminar in commemoration of the 75th anniversary of the WPK’s founding was held on the plateform of the website of Indonesia-Korea Friendship and Cultural Exchange: www.kawankorea.com. This reminded us of the initiative and position taken by the Indonesian friends and your society in putting the support and solidarity with the Korean people on the global basis. I am really proud of having you as my friend and working with IKFCE.

Continue reading “A Letter from Pyongyang on Christmas”

Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban

KEMENANGAN Fidel Castro, Ernesto Che Guevara, Camilo Cienfuegos, dan kawan-kawan, di penghujung 1958 dalam perjuangan menggulingkan rezim diktator Fulgencio Batista telah menempatkan Kuba sebagai episentrum dan simbol revolusi dunia di era Perang Dingin.

Revolusi Kuba mewabah dan menginspirasi gerakan serupa setelahnya di banyak negara di berbagai belahan dunia. Kata-kata “Kuba”, “Revolusi”, “Castro”, dan “Che Guevara” menjadi identik dan diucapkan dalam satu tarikan nafas yang sama.

Di luar tema revolusi, Kuba identik dengan cerutu, mobil tua, atau novelis legendaris Ernest Hemingway yang menghabiskan sekitar 30 tahun waktunya di Cuba dimana dia menghasilkan banyak novel kelas dunia, termasuk “The Old Man and the Sea”.

Tentu saja Kuba lebih dari itu. Apalagi belakangan ini, ketika dunia dilanda pandemi Covid-19. Dunia telah menyaksikan bagaimana Kuba menangani penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama juga memberikan bantuan yang tidak sedikit untuk banyak negara.

Continue reading “Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban”

Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

Putri proklamator Republik Indonesia Rachmawati Soekarnoputri memprakarsai pendirian Juche Study Group Indonesia (JSGI).

Selain untuk mempelajari Juche, ideologi negara Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, JSGI juga didirikan untuk membicarakan pikiran-pikiran kebangsaan dan kedaulatan yang relevan bagi bangsa-bangsa di dunia dalam menghadapi neokolonialisme dan neoimperialisme dengan segala manifestasinya.

Juche yang kerap diartikan sebagai ideologi kemandirian atau self reliance dikembangkan pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, di masa perlawanan bangsa Korea terhadap penjajahan Jepang.

Continue reading “Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia”

ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan

Asia Tenggara dan negara-negara anggota ASEAN memiliki arti penting bagi Republik Korea atau Korea Selatan. Hubungan Korea Selatan dengan kawasan ini dimulai pertama kali melalui ASEAN-ROK Partnership Dialogue yang diselenggarakan November 1989.

Kualitas hubungan itu meningkat dari tahun ke tahun dan semakin signifikan setelah dalam kunjungan ke Jakarta di bulan November 2017 Presiden Moon Jaein mengumumkan kebijakan baru yang diberi nama New Southern Policy (NSP).

Dengan kebijakan ini, Korea Selatan ingin meningkatkan kualitas hubungannya dengan India dan Asia Tenggara sehingga memiliki kualitas yang sama seperti hubungan Korea Selatan dengan mitra tradisional mereka yakni Republik Rakyat China, Jepang, Amerika Serikat, dan Federasi Rusia.

Continue reading “ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan”

Mengenang Ibunda

Mengenang Ibunda
Adalah mengenang kasih
Sepanjang jalan
Mengenang cinta
Yang seluas alam semesta
Tak terkira

Mengenang Ibunda
Bersama doa-doa
Memohon agar Tuhan Yang Kuasa
Mengasihinya,
Memberikan tempat terbaik
Untuknya
Dan kelak
Mempertemukan kembali
Aku dengannya
Di alam baqa

Selamat hari lahir, Mama.

Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?

Wilayah Sahara Maroko atau Sahara Barat kembali menjadi perhatian masyarakat internasional. Perhatian dunia tertuju ke wilayah itu setelah kelompok separatis Front Polisario melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Kerajaan Maroko yang telah berlangsung selama 29 tahun pada akhir pekan kemarin.

Konflik antara Maroko dan Polisario ini menjadi tema yang dibahas khusus dalam pertemuan rutin Dewan Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Maroko (DK-PRIMA) yang diselenggarakan Kamis malam (19/11).

Pertemuan dihadiri mantan Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja, dan Presiden DK-PRIMA Heppy Trenggono bersama sejumlah pengurus lain.

Sebagai narasumber adalah pengamat hubungan internasional Teguh Santosa yang pernah dua kali menjadi petisioner masalah Sahara Barat di Komisi IV di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada tahun 2011 dan 2012.

Continue reading “Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?”

Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah

The Capitol, 2009

SEBESAR apapun keinginnya untuk melawan, yang jelas berakhir sudah kekuasaan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Menurut sejumlah media, sampai tulisan ini diturunkan, penghitung suara di tiga negara bagian, North Carolina, Alaska, dan Georgia masih berlangsung.

Di North Carolina dan Alaska, Trump diperkirakan menang. Di North Carolina sudah 99 persen suara yang dihitung. Sementara di Alaska, baru 50 persen suara yang telah dihitung, dan sejauh ini Trump unggul dengan angka menyakinkan, 62 persen.

Sementara di Georgia, dimana sudah 99 persen suara dihitung, Biden memimpin tipis.

Continue reading “Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah”

Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa

DENGAN wilayah seluas 331 kilometer per segi yang memanjang dari utara ke selatan di lengkungan paling timur daratan Asia Tenggara, Viet Nam yang memiliki populasi sebanyak 96,2 juta jiwa kini menjadi salah satu tujuan utama investasi dunia.

Continue reading “Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa”

Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara

Isu keamanan Laut China Selatan yang dibicarakan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo dalam pertemuan dengan Menlu RI Retno LP Marsudi dan Presiden Joko Widodo harus dimanfaatkan untuk menuntaskan penggunaan nama Laut Natuna Utara sekitar Pulau Natuna.

Laut Natuna Utara digunakan Indonesia dalam peta baru NKRI tahun 2017. Disusun sejak era Menko Maritim Rizal Ramli, 2015-2016, sejauh ini tidak ada satu pun negara tetangga di ASEAN yang memprotes nama baru itu. Alasannya sederhana, nama Laut Natuna Utara diberikan Indonesia untuk perairan di sekitar Pulau Natuna yang sudah diakui negara-negara tetangga sebagai wilayah kedaulatan NKRI.

Continue reading “Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara”

Kepada Che Malam Ini

Aku ke St. Clara
Tapi tak kutemukan
Kau di sana

Hanya guratan merah
Di dinding yg tak bertepi

Ah, apa pula arti revolusi
Yg tak bisa ditangisi
Disesali
Sedang duka dan nestapa
Masih makanan sehari-hari kita

Juga kekuasaan
Dan seribu satu
Laku
Palsu

Kitab2 revolusi
Sudah usang
Hanya tinggal bayang2
Juga
Palsu

Lalu di balik tembok itu
Di bawah patung
Raksasamu
Aku bergumam
Lirih pada angin yg berlalu

: Rasa itu masih di sini
Aku menolak mimpi
Melawan ilusi

JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen

Dideklarasikan pada tanggal 8 Februari 2020, dalam waktu singkat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Soliditas dan komitmen, serta pengalaman dan dedikasi, adalah sejumlah kata kunci yang memungkinkan hal itu terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa ketika secara resmi menyampaikan berkas pendaftaran JMSI ke Dewan Pers, Senin pagi (26/10).

Continue reading “JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen”

Mengenang Ondos

Ondoslah yang menarik tangan saya, di saat saya sedang mengagumi bagian tengah Aya Sofya.

Ia mengajak saya ke salah satu sudut, tidak jauh dari tempat saya berdiri.

“Kau harus lihat ini,” katanya berjalan cepat di depan saya.

Di pojok itu dia menengadahkan kepala.

Saya ikuti Ondos, juga menengadahkan kepala.

Continue reading “Mengenang Ondos”

Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi

Pandemi Covid-19 menjadi semacam ujian bagi setiap negara yang terdampak dan pemerintahan yang berkuasa. Sepintas ada kesan, negara dengan sistem politik relatif tertutup lebih mampu menghadapi situasi krisis kesehatan yang diakibatkan penyebaran virus mematikan ini.

Pemerintahan di negara-negara tersebut dapat mengambil tindakan yang tepat dalam waktu cepat untuk meminimalisir jumlah korban.

Demikian dikatakan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, ketika berbicara dalam diskusi virtual Medan Urban Forum bertema “Pemulihan Demokrasi Indonesia” yang diselenggarakan Rabu malam (14/10) melalui ruang digital Zoom.

Continue reading “Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi”

Bila Pecah Perang Antara Dua China, Indonesia Pilih Apa?

Seorang teman yang bekerja untuk kantor berita Republik Rakyat China (RRC) mengajukan lima pertanyaan mengenai ketegangan yang sedang atau kembali terjadi antara RRC yang dikuasai Partai Komunis China (PKC) dan dipimpin Xi Jinping dengan Taiwan yang dikuasai Partai Progresif Demokrat dan dipimpin Tsai Ingwen. Juga ditanyakan bagaimana Indonesia melhat ketegangan itu, serta adakah kemungkinan Indonesia melibatkan diri atau terpaksa terlibat di dalamnya.

Continue reading “Bila Pecah Perang Antara Dua China, Indonesia Pilih Apa?”

Soekarnoism is to Kill Soekarno

Rachmawati Soekarnoputri mengenakan kain selendang yang saya bawakan dari Uzbekistan. Foto diambil di kediaman Jalan Cilandak V, Jakarta Selatan, Desember 2001.

Catatan Rachmawati Soekarnoputri (Kompas, 6 Juni 2001)

MENJELANG akhir April 2001, lewat surat yang saya terima di Cilandak, harian Kompas meminta saya menulis mengenai anak-anak Soekarno, Bung Karno. Saya memilih mengetengahkan pandangan dan harapan saya mengenai saudara-saudara saya, bukan deskripsi profil mereka. Untuk itu saya lebih banyak membeberkan cita-cita dan usaha saya melawan desoekarnoisasi dan melanjutkan ajaran Bung Karno.

Tahun 1987, suatu hari, saya dipanggil Direktorat Jenderal Sosial Politik Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Saya diminta mengklarifikasi dasar Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) yang saya dirikan. Mereka bertanya, GPM menggunakan ajaran Bung Karno yang mana? Yang disodorkan pada saya ada tujuh tafsir ajaran Bung Karno. Semuanya saya tolak. Saya tidak mengikuti tafsir orang.

Saya lebih berpijak pada pemikiran orisinal Bung Karno. Kepada pejabat Depdagri itu saya katakan, “Kalau bapak mau bertanya mana ajaran Bung Karno yang betul, saya akan berikan buku tulisan Bung Karno.” Yang orisinal itu yang diucapkan dan ditulis Bung Karno, jadi bukan yang ditafsirkan orang-orang.

Continue reading “Soekarnoism is to Kill Soekarno”

Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati

Lapangan Merdeka di kota Medan, seperti halnya Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada) yang kini menjadi kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, digambarkan sebagai sidik jari kemerdekaan Republik Indonesia.

Perumpamaan itu disampaikan Miduk Hutabarat dari Koalisi Peduli Lapangan Merdeka ketika berbicara dalam diskusi Medan Urban Forum yang digelar khusus membahas tentang nasib titik nol kota Medan itu, Rabu malam (22/9).

Continue reading “Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati”

Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka

SETIDAKNYA sejak 12 ribu tahun sebelum Masehi negeri seluas 1,1 kilometer persegi di belahan utara Amerika Selatan ini telah didiami penduduk pribumi, dari bangsa Chibcha, Muisca, Quimbaya, Tairona, dan Inca yang berkembang di baratdaya Kolombia modern.

Continue reading “Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka”