Teguh, Wakil Rektor yang Daftar Jadi Cagub DKI dari Demokrat

Sosok Teguh Santosa mungkin nyaris tak dikenal. Meski tak populer, Teguh tetap ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Pada Jumat (8/4/2016), Teguh datang ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat untuk mendaftarkan diri sebagai bakal cagub DKI. Teguh yang mengaku masih aktif sebagai pengajar di London School, dan Wakil Rektor Universitas Bung Karno itu mengatakan, dirinya merasa terpanggil untuk mengatasi sejumlah masalah Ibu Kota.

“Saya seperti Anda juga, ya kita tidak tahan juga melihat persoalan tidak pernah selesai. Jadi mungkin inilah saatnya kita turut untuk membenahi apa yang selama ini kita lihat perlu dibenahi, tapi belum termulai juga,” kata Teguh, di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (8/4/2016) sore.  Continue reading “Teguh, Wakil Rektor yang Daftar Jadi Cagub DKI dari Demokrat”

UNCLOS Tidak Akui Wilayah Perikanan Tradisional, Xi Jinping Tidak Ingin Mencaplok Laut Indonesia

Republik Indonesia dan Republik Rakyat China sama-sama menandatangani hukum laut internasional United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) pada Desember 1982.

Di dalam Konvensi Hukum Laut Internasional itu sama sekali tidak ada istilah wilayah perikanan tradisional seperti yang dikatakan pemerintah RRC dalam insiden di perairan Natuna baru-baru ini. Continue reading “UNCLOS Tidak Akui Wilayah Perikanan Tradisional, Xi Jinping Tidak Ingin Mencaplok Laut Indonesia”

Sail Komodo untuk Cegah Perang di Laut China Selatan

Perairan Laut China Selatan merupakan salah satu kawasan rawan konflik di dunia. Di perairan ini, empat negara ASEAN yakni Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Filipina, serta Taiwan dan Republik Rakyat China terlibat dalam sengketa wilayah di Kepulauan Spratly dan Kepulauan Paracel.

China secara sepihak menarik garis batas yang dikenal dengan nine-dashed-lines yang memasuki wilayah peraian keempat negara ASEAN itu. Manuver China ini telah mencipatakan instabilitas di kawasan. Continue reading “Sail Komodo untuk Cegah Perang di Laut China Selatan”

Pendaratan Normandy Ala Sabar Gorky

Sabar Gorky-500x500

Pengantar untuk buku  “Sabar Gorky, Satu Kaki Daki Gunung Tertinggi” yang terbit 2014.

Saya khawatir tak menemukan rangkaian kata-kata yang tepat untuk mengantar pembaca menelusuri kisah di dalam buku ini. Kekaguman saya pada keberanian dan kebesaran hati Sabar Gorky sudah melampaui titik tertinggi, dan tak dapat digambarkan dengan kata-kata lagi.

Mendengarkan kisah tentang keberanian dan keteguhan hati para pejuang dan penakluk bisa membuat dada ini bergemuruh. Apalagi bila diberi kesempatan menyaksikan dari dekat bagaimana perjuangan dan penaklukan itu dilakukan. Continue reading “Pendaratan Normandy Ala Sabar Gorky”

Ban Ki-moon Membahayakan Perdamaian Dunia, Juga Bisa Mengancam Keutuhan Teritori Indonesia

IMG_5969

Pernyataan Sekjen PBB Ban Ki-moon terkait status Sahara Barat patut disesalkan dan dinilai tidak menghormati proses pembicaraan damai yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan sengketa itu di forum-forum PBB yang dipimpinnya.

Ketika berkunjung ke kamp Tindouf di Aljazair pekan lalu (Sabtu, 5/3), Ban Ki-moon menggunakan istilah pendudukan (occupation) Maroko di Sahara Barat, dan meminta agar digelar referendum di wilayah yang disengketakan itu. Continue reading “Ban Ki-moon Membahayakan Perdamaian Dunia, Juga Bisa Mengancam Keutuhan Teritori Indonesia”

Kisah Kuntoro Mangkusubroto Dipecat Rizal Ramli

Sampai kini Presiden Joko Widodo masih belum memutuskan apakah kilang gas di Blok Abadi Masela akan dibangun di tengah laut seperti yang diinginkan kelompok Menteri ESDM Sudirman Said atau di daratan seperti yang disampaikan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Namun dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan Jokowi, terlihat keinginannya agar kilang tersebut dibangun di darat karena lebih memberikan manfaat kepada masyarakat. Terakhir sikap Jokowi itu diperlihatkan saat berbicara di acara Kementerian ESDM, Senin (29/2). Continue reading “Kisah Kuntoro Mangkusubroto Dipecat Rizal Ramli”

Kuntoro Mangkusubroto, Salah Satu Masalah Lama dalam Peta Energi Indonesia

KUNTORO Mangkusubroto sudah lama menjadi masalah dalam tata kelola energi nasional. Kegagalan Indonesia mendominasi sektor energi di dalam negeri diyakini terjadi karena keberadaan dan praktik dari tokoh-tokoh seperti Kuntoro yang memiliki kesetiaan kepada kepentingan pihak lain atas nama pro pasar.

Awalnya tak banyak yang memahami hal ini sampai beberapa tahun lalu, November 2012, ekonom Lin Chei Wei merilis sebuah artikel yang mempertanyakan sepak terjang sejumlah tokoh nasional menggugat UU 22/2001 tentang Migas di Mahkamah Konstitusi. Continue reading “Kuntoro Mangkusubroto, Salah Satu Masalah Lama dalam Peta Energi Indonesia”

Ini Dokumen Konsultasi Kuntoro Cs untuk Inpex Masela

Beberapa hari belakangan ini masyarakat pemerhati energi, khususnya yang terkait dengan rencana pemerintah membangun kilang di Blok Abadi Masela, ramai membicarakan isu pengucuran uang bernilai besar dari Inpex Masela kepada firma konsultan Tridaya Advisory.

Belakangan diketahui bahwa konsultan yang mendampingi Inpex itu diperkuat oleh sejumlah tokoh termasuk di dalamnya Kuntoro Mangkusubroto yang saat ini adalah Komisaris Utama PT PLN Persero. Continue reading “Ini Dokumen Konsultasi Kuntoro Cs untuk Inpex Masela”

Tomy Winata: Kibarkan Merah Putih di Aconcagua

IMG-20160218-WA0029 5.03.12 PM

AGP dan Sabar Gorky

Pendaki gunung tunadaksa berkaki satu dari Indonesia, Sabar Gorky, kembali melanjutkan misi pendakian puncak-puncak gunung tertinggi di dunia. Kali ini bersama Tim Ekspedisi Indonesia Raya, Sabar Gorky, akan mendaki Gunung Aconcagua di Argentina, Amerika Latin.

Gunung setinggi 6.962 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu merupakan yang tertinggi di Amerika Latin yang juga merupakan gunung tertinggi kedua di dunia. Continue reading “Tomy Winata: Kibarkan Merah Putih di Aconcagua”

HPN 9 Februari Tidak Menafikkan Perjuangan Insan Pers di Era Kebangkitan Nasional

RMOL. Salah seorang pengurus harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa menilai gugatan yang dilayangkan sementara kalangan mengenai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap tanggal 9 Februari wajar.

“Secara pribadi saya menganggap wajar kalau masih ada hal demikian. Mungkin yang berpandangan seperti itu punya alasan sendiri,” kata Teguh kepada redaksi sesaat lalu (Rabu, 10/2).

Continue reading “HPN 9 Februari Tidak Menafikkan Perjuangan Insan Pers di Era Kebangkitan Nasional”

Bukan Tanpa Alasan HPN 2016 Dipusatkan di Lombok, NTB

20160217_103021

Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Atas izin-Nya juga kita bisa menyelenggarakan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bukan tanpa alasan bila Hari Pers Nasional kali ini dipusatkan di Lombok, NTB. Continue reading “Bukan Tanpa Alasan HPN 2016 Dipusatkan di Lombok, NTB”

Verba Volant, Scripta Manent…

KATA-kata yang disampaikan akan mudah menguap, dan lalu dilupakan banyak orang. Kecuali kata-kata yang dituliskan. Demikian kira-kira pepatah dalam bahasa Latin, yang sudah diketahui hampir setiap penulis.

Di belahan bumi lain, di tengah gurun dan di tengah masyarakat yang rata-rata tak bisa membaca dan menulis, Ali Bin Thalib memberi nasihat: ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Di antara generasi era di 7 abad Masedi itu, hanya kumpulan kata-kata, pidato dan surat menyurat Ali yang dibukukan. Bukunya dikenal dan diberi judul Puncak Kefasihan atau Nahj al-Balaghah. Continue reading “Verba Volant, Scripta Manent…”

Keindahan Lombok Kalahkan Hawaii, HPN 2016 Akan Meriah

20151204_114204

Keindahan alam Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat indah dan tidak berlebihan bila dikatakan mengalahkan keindahan Pulau Oahu di Hawaii.

Penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Mataram, Lombok, pada bulan Februari tahun depan diyakini akan semarak dan meriah. Continue reading “Keindahan Lombok Kalahkan Hawaii, HPN 2016 Akan Meriah”

Selamat Menyambut 2016, Indonesia

Selamat menyambut kehadiran tahun yang baru, 2016.

Tak salah rasanya kalau kita mundur sedikit ke belakang, ke bulan Maret 2007.

Anda perlu membaca dua berita ini: SBY: 2030 Indonesia Maju dan 2030 Indonesia Tenggelam

20151227_104223

 

20151227_104253

Masyarakat Ekonomi ASEAN Butuh Pers yang Positif dan Produktif

Komunitas pers ASEAN memainkan peranan yang tidak kecil dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pertukaran informasi yang positif dan konstruktif untuk mewujudkan cita-cita menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kekuatan ekonomi dan politik bersama sangat dibutuhkan.

Demikian antara lain disampaikan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa dalam keterangan yang diterima redaksi beberapa saat lalu.

‎Teguh Santosa baru saja memimpin delegasi wartawan Indonesia pada Sidang Umum ke-18 Konfederasi Jurnalis ASEAN (CAJ)  di Hanoi, Vietnam, Jumat dan Sabtu kemarin (26-27/11). Continue reading “Masyarakat Ekonomi ASEAN Butuh Pers yang Positif dan Produktif”

Konfederasi Jurnalis ASEAN: Akan Ada Media Khusus untuk Pertukaran Informasi

Komunitas pers ASEAN memainkan peranan yang tidak kecil dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Pertukaran informasi yang positif dan konstruktif agar cita-cita menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kekuatan ekonomi dan politik bersama sangat dibutuhkan. Continue reading “Konfederasi Jurnalis ASEAN: Akan Ada Media Khusus untuk Pertukaran Informasi”

Publik Berhak Tahu Rekaman Utuh #PapaMintaSaham

12249714_10153674173336668_5284447676007055108_n

Publik berhak mengetahui rekaman utuh pembicaraan antara  Ketua DPR Setya Novanto dengan petinggi Freeport Indonesia yang diduga Ma’roef Sjamsoeddin dan pengusaha yang diduga Muhammad Reza Chalid.

Transkrip pembicaraan itu, sebagian, telah diserahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kepada Majelis Kehormatan DPR RI dan menjadi bukti dari upaya pemerasan dan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto.

Di tengah masyarakat kasus ini ramai disebut sebagai skandal “#papamintasaham”. Continue reading “Publik Berhak Tahu Rekaman Utuh #PapaMintaSaham”

Horor Paris, Indonesia Tak Cukup Berduka

screen_shot_2015-11-14_at_11.08.39_am

Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya tengah menghadapi dua jenis fundamentalisme yang sangat berbahaya yang membuat perdamaian di muka bumi hilang digantikan kebencian dan peperangan.

Demikian disampaikan pengajar hubungan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (15/11).

Aktivis Forum Indonesia 2050 ini mengatakan, fundamentalisme jenis pertama bersifat kasat mata dan dengan mudah dapat dikenali. Sementara fundamentalisme jenis kedua hampir-hampir sulit dikenali, dan bahkan tak banyak yang menyadari kehadirannya.

“Jenis pertama adalah fundamentalisme sektarian, yang menggunakan identitas dan apa yang diyakini benar, sebagai slogan perjuangan dan perlawanan. Sering kali pula menggunakan tema kesukuan, agama, ras, dan yang paling kecil tema golongan,” ujar Teguh Santosa.

Penganut fundamentalisme jenis pertama ini, sambungnya, dengan mudah menciptakan identitas, menarik demarkasi antara “aku” dan “kamu”, “kita” dan “mereka”.

Adapun fundamentalisme jenis kedua yang tidak kasat mata adalah keyakinan bahwa pasar ada di atas segalanya, sebagai aktor tunggal yang menentukan mana yang baik untuk rakyat dan negara. Continue reading “Horor Paris, Indonesia Tak Cukup Berduka”

40 Tahun Green March, Integrasi yang Semakin Sempurna

massira_2_600

Pekan lalu rakyat Kerajaan Maroko merayakan sebuah peristiwa bersejarah yang amat penting dalam perjalanan negeri itu. 40 tahun silam, pada tanggal 6 November 1975 tak kurang dari 350 ribu rakyat Maroko melintasi garis batas kolonial dari Tarfaya menuju Sagui el Hamra.

Garis batas kolonial itu diciptakan Prancis dan Spanyol melalui Perjanian Fez pada 1912. Continue reading “40 Tahun Green March, Integrasi yang Semakin Sempurna”

Mengukur Pertemuan Dua China di Singapura

635824595734670849-AFP-546156948-77344432

Revolusi 1949 membelah China menjadi dua. Partai Komunis yang memenangkan pertarungan dan menguasai sebagian besar negeri China di daratan dan mendirikan Republik Rakyat China.

Sementara pengikut Partai Nasional yang dipimpin Chiang Kai-shek angkat kaki ke Taiwan dan melanjutkan eksistensi Repulik China yang didukung Amerika Serikat dan blok Barat.

Untuk waktu yang cukup lama kedua negeri tak menjalin komunikasi. Di bawah rezim komunis, China memilih menutup pintu. Continue reading “Mengukur Pertemuan Dua China di Singapura”

Presiden Jokowi Tidak akan Membungkam Kebebasan

backdrop-jkw-3 2

Presiden Joko Widodo diyakini tidak bermaksud akan membungkam kebebasan berbicara di Indonesia. Hal ini karena Jokowi menyadari bahwa dirinya pun adalah produk dari demokrasi yang semakin matang di negeri ini.

Di saat bersamaan, Jokowi juga menyadari bahwa tanpa kebebasan menyampaikan pendapat, demokrasi tidak akan pernah ada. Continue reading “Presiden Jokowi Tidak akan Membungkam Kebebasan”

Little Story on Indonesia and TPP

500x304xThe-TPP.png.pagespeed.ic.Xr3T8Vb4WV

Friend [10/29, 5:33 PM]: You free to lunch tomorrow. Didn’t get chance to hear your Korea utara stories.

Me [10/29, 5:57 PM]: Unfortunately I will be in Kemang Village for meeting at lunch, Sir…

Friend [10/29, 6:03 PM]: Ok when u have free moment. Pres J surprised all his officials on TPP. We touched on briefly. Jkt Post headline today quoting Djisman is right out of my thoughts. No 1 will need to front up to DPR with all the UUs changes to meet TPP requirements. Not easy. Who are advising him? He could have said we are still studying…why rush to commit? He will lose further credibility 👎

Me [10/29, 6:06 PM]: Yes Sir… Continue reading “Little Story on Indonesia and TPP”

The Handing Over Ceremony: The Star of Soekarno

Pictures above are from the Korean Central News Agency (KCNA), and the Embassy of the Republic of Indonesia in Pyongyang.