Beberapa hari belakangan ini berita mengenai keinginan warga Timor Leste kembali bergabung dengan Indonesia ramai dibicarakan.
Disebutkan, keinginan itu dipicu pada kenyataan bahwa kini Timor Leste termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Menurut laporan United National Development Programme (UNDP) yang dikutip Kompas, Timor Leste berada di peringkat 152 dari 162 negara di dunia.
Sementara Heritage.org menempatkan Timor Leste pada posisi ke-171 dengan skor kebebasan ekonomi 45,9. Adapun laporan resmi Bank Dunia tahun 2020 menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Timor Leste paling lambat dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya.
Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela membebaskan sebanyak 110 tokoh oposisi dari berbagai tuduhan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam pemilihan Kongres Nasional yang akan diselenggarakan 6 Desember mendatang.
Mereka yang dibebaskan ini terlibat dalam kerusuhan di tengah protes yang terjadi sepanjang April hingga pertengahan Agustus 2017 lalu.
Sebagian dari mereka ditahan. Tidak sedikit yang bersembunyi di sejumlah kedutaan asing di Caracas.
Namanya Egan Arley Bernal Gomez. Biasa disapa Ergan Benal. Lahir di Bogota, ibukota Kolombia, 13 Januari 1997, Ergan Bernal adalah juara Tour de France tahun 2019 lalu sejauh 3.365 kilometer.
Egan Bernal pembalap dari Amerika Latin pertama yang memenangkan balap sepeda dunia tahunan yang mulai pada 1903 itu. Di saat bersamaan dia juga berhasil mencatatkan diri sebagai orang termuda yang memenangkannya. Ketika memenangkan Tour de France, Egan Bernal baru berusia 23 tahun.
RASANYA Prof. Dr. Mahmut Erol Kılıç adalah orang yang tepat untuk menjelaskan duduk persoalan ini: keputusan pemerintah Turki mengembalikan fungsi Aya Sofya sebagai masjid.
Lahir di Surakarta, 20 Maret 1940, pujangga Sapardi Djoko Damono yang dikenal dengan larik-larik sederhana sarat makna dalam karya-karyanya meninggal dunia di Jakarta, 19 Juli 2020.
Ada saya baca, terkait kesederhanaan karya-karyanya yang memukau dan memikat pembaca lintas era, alm. Sapardi mengatakan, kira-kira, dirinya tak pernah memaksakan makna. Kesederhanaan, atau apa yang dipandang orang sebagai kesederhanaan dalam larik-larik sajak yang ditulisnya, tidak pernah diniatkan sebagai sebuah kesederhanaan. Rasanya, Sapardi menulis mengikuti ayunan jiwa.
Harus diakui, tak banyak karya SDD yang saya baca. Sajak “Aku Ingin” tentu populer di era 1990an. Musikalisasinya dalam berbagai kegiatan keseniaan yang saya ikuti di Bandung kala itu mengiris-iris gendang telinga.
VIRUS corona baru yang untuk pertama kali diketahui menyebar dari Wuhan, Republik Rakyat China (RRC), pada Desember 2019 menghantam hampir semua negara di muka bumi. Saat wawancara ini dituliskan (Kamis, 9/7), Badan Kesehatan Dunia mencatat 11,8 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia. Sebanyak 544 ribu di antaranya berakhir dengan kematian.
Di Republik Bolivarian Venezuela, pandemik Covid-19 tiba di tengah persoalan lain yang sejak beberapa tahun belakangan ini dihadapi pemerintahan Nicolas Maduro: aksi kekerasan sepihak atau unilateral coercive measures yang dilakukan lawan-lawan negara itu.
Dutabesar Venezuela untuk Indonesia, Radames Jesus Gomez Azuaje dalam pertemuan dengan Republik Merdeka pada akhir bulan Juni lalu menceritakan berbagai upaya yang dilakukan negaranya dalam menangani pandemic Covid-19 dan di saat bersamaan menghadapi intervensi asing, termasuk invasi yang dilakukan kelompok tentara bayaran (mercenaries) pada awal Mei lalu.
Dubes Gomez menjelaskan secara umum strategi dan kebijakan yang diterapkan pemerintahan Maduro untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sampai awal Juni, Venezuela hanya memiliki sekitar 300 kasus Covid-19. Namun dalam waktu beberapa minggu setelah itu, jumlah kasus Covid-19 di Venezuela meningkat drastis hingga menyentuh angka 4.000 kasus.
Peningkatan jumlah kasus ini terjadi menyusul gelombang kepulangan warganegara Venezuela yang sempat melarikan diri ke sejumlah negara lain di Amerika Latin, terutama Kolombia, Brazil, Chili, dan Peru. Tidak sedikit di antara mereka yang kembali dari negara-negara tetangga tersebut terjangkit Covid-19.
Setelah berlangsung selama sembilan jam, sebanyak 21 Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) akhirnya secara aklamasi memilih Teguh Santosa menjadi Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar secara virtual, Senin (29/6).
CEO RMOL Network itu akan memimpin organisasi perusahaan media siber ini untuk periode 2020-2025.
Menyambut Musyawarah Nasional (Munas) I, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar perlombaan pembacaan puisi yang diikuti wartawan. Peserta berasal dari media massa berbasis internet yang menjadi anggota JMSI di seluruh Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum JMSI, Mahmud Marhaba, mengatakan, lomba baca puisi ini bertambah spesial karena akan dicatat sebagai rekor dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).
Suasana mendadak mencekam. Dari luar rumah terdengar suara rentetan tembakan. John Refra Kei buru-buru mengungsikan keluarganya dari ruang tamu ke dalam kamar. Mencoba mencari perlindungan dan menyelamatkan diri.
Malam itu, Minggu (26/6).
Maria Erviliana “Melan” Refra masih mengingat peristiwa mencekam itu.
Putri sulung John Kei itu ketakutan. Ia membayangkan “serangan balasan” dari pihak Agrapinus Rumatora yang biasa dipanggilnya Opa Nus.
Juga berasal dari Pulau Kei di Maluku Utara, Opa Nus dikenal dengan sebutan Nus Kei.
Minggu siang sudah terdengar kabar tentang penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei ke tempat tinggal Nus Kei di perumahan Green Lake City, Cengkareng, Jakarta Barat.
Setelah keluar dari LP Nusakambangan bulan Desember 2019 lalu John Refra Kei berubah. Ia kini menjadi lebih religius.
Pria kelahiran Pulau Kei, Provinsi Maluku, 10 September 1969, itu kini kerap memberikan pelayanan doa, antara lain bersama Pendeta Gilbert Lumoindong.
Pelayanan doa yang diberikan John Kei tidak berhenti di era pandemi. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ia menyapa jemaat secara virtual.
PANMUNJOM, SOUTH KOREA – APRIL 27: North Korean Leader Kim Jong Un (L) and South Korean President Moon Jae-in (R) shake hands over the military demarcation line upon meeting for the Inter-Korean Summit on April 27, 2018 in Panmunjom, South Korea. Kim and Moon meet at the border today for the third-ever inter-Korean summit talks after the 1945 division of the peninsula, and first since 2007 between then President Roh Moo-hyun of South Korea and Leader Kim Jong-il of North Korea. (Photo by Korea Summit Press Pool/Getty Images)
Pemerintah Korea Selatan tdk boleh menutup mata dan membiarkan provokasi yang dilakukan talbukja, pembelot Korea Utara yg sekarang menetap di Korea Selatan.
Korea Selatan sbg negara yg menampung kelompok talbukja punya kewajiban moral dan politik utk menghentikan provokasi itu.
Provokasi talbukja ini menciptakan ketegangan baru di Semenanjung dlm bbrp hari terakhir. Membuat niat dan itikad Korea Selatan utk perdamaian jd patut dan pantas dipertanyakan.
Bung, di sel nomor 5 itu kau habiskan waktu utk merenungi kemerdekaan bangsamu. Kemerdekaan yang kau percaya akan menjadi jembatan emas yang mengantarkan bangsa ini pada kemakmuran, keadilan, penghormatan pada hukum, bangsa yang menatap masa depan dan merayakan kebersamaan.
Anakda Goentoer Sukarnoputra Cempaka Putih Barat I/2 Jakarta Pusat
Pancasila
Dekat pada akhir bulan Mei 1945, dr. Radjiman, ketua Panitia Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia membuka sidang itu dengan mengemukakan pertanyaan kepada rapat, “Negara Indonesia Merdeka yang akan kita bangun itu, apa dasarnya?”
Kebanyakan anggota tidak mau menjawab pertanyaan itu, karena takut pertanyaan itu akan menimbulkan persoalan filosofi yang akan berpanjang-panjang. Mereka langsung membicarakan soal Undang2 Dasar.
Sejauh ini yang saya jadikan rujukan utama mengenai Sunan Ampel adalah buku karya Slamet Mulyana, “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Berdirinya Kerajaan Islam Nusantara” yang pernah dibreidel pada 1968 dan diterbitkan kembali satu dekade yang lalu.
Disebutkan di dalamnya, dari naskah-naskah Klenteng Sam Po Kong di Semarang, bahwa Sunan Ampel yang juga dikenal sebagai Raden Rahmat memiliki nama asli Bong Swi Hoo.
Ia adalah guru dari Jin Bun atau Raden Patah yang merupakan anak dari Raja Majapahit terakhir Bhre Kertabumi atau Brawijaya dengan seorang putri Tiongkok dari Champa.
SAYA termasuk orang yang senang meluapkan kegembiraan dan ikut bahagia setiap kali ada sejawat wartawan menulis buku. Buku adalah mahkota wartawan, kata ungkapan klasik.
SETIAP terjadi gejolak, wartawan bergolak. Dalam hatinya. Ingin terjun ke pergolakan itu. Melaporkan dari tangan pertama. Apa yang terjadi di sana.
Itulah yang dialami Teguh Santosa. Wartawan Rakyat Merdeka. Yang masih muda. Yang darah wartawannya terus bergolak.
Tahun 2001 Teguh nekat ingin ke Afghanistan. Meliput perang di sana. Tapi lewat mana? Lewat Pakistan? Lalu ke Peshawar? Masuk perbatasan?
Di situlah gejolak paling brutal. Mungkin sulit juga lewat Pakistan. Saya baca novel-novel tentang Afghanistan. Termasuk kisah penyelundupan manusia di perbatasan Peshawar itu. Menegangkan. Mengharukan.
Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (2014-2019)
PADA era yang disebut-sebut sebagai era post-truth saat ini, informasi menjadi senjata untuk menguasai. Pada era post-truth, informasi digelontorkan bertubi-tubi agar menjadi opini, tak peduli benar atau salah. Pada gilirannya, opini masyarakat atau seseorang terbentuk hanya oleh saking intensnya sebuah informasi terpapar, bukan oleh faktual atau tidaknya informasi tersebut.
Tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjadi imam dan khatib Shalat Idul Fitri. Mengharukan.
Jamaahnya hanya empat orang. Lumayan.
Setelah shalat Subuh saya membuka2 bbrp referensi materi khutbah, juga tentu saja bacaan2 doa dan yg juga penting kata2 sapaan kepada jamaah: maasiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Tapi tak bisa dipaksakan masuk ke kepala dalam waktu singkat. Akhirnya diputuskan utk mengalir saja.
Santa Clara, Ibukota Villa Clara, Kota Che Guevara. Sekitar 260 kilometer dari Havana ke arah tenggara. Didirikan tahun 1689.
Pertempuran Santa Clara di akhir Desember 1958 menjadi penentu kemenangan Revolusi Kuba. Adalah Che Guevara bersama pasukannya, di fase terakhir pertempuran berhasil melumpuhkan kereta baja berisi tentara cadangan dan peralatan tempur yg dikirim Fulgencio Batista utk memperkuat pasukannya yg sedang menghadapi pasukan Fidel Castro di Santiago de Cuba.
BERADA di ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut di pegunungan timur Peru, Machu Picchu diperkirakan dibangun di era Raja Pachacuti yang berkuasa di Inca dari tahun 1438 sampai 1472. Pada pertengahan abad ke-16 bersamaan dengan kedatangan bangsa Spanyol, komplek Machu Picchu ditinggalkan dan perlahan menjadi reruntuhan.
Sebenarnya topik ini sudah tidak (begitu) menarik utuk dibicarakan. Menurut saya.
Tapi masih ada teman yang bertanya, apakah benar yang tampil dalam peresmian pabrik pupuk di Sunchon pada May Day yang lalu adalah benar-benar Kim Jong Un.
Saya jawab: iya dong.
“Bagaimana dengan giginya yang tak sama?” tanya kawan ini.
Di Hari Buruh, 1 Mei 2020, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un meresmikan pabrik pupuk di Sunchon, Provinsi Pyongan Selatan.
Kemunculan Kim Jong Un ini mematahkan berbagai spekulasi dan fantasi mengenai kesehatan dan keselamatan jiwanya yang ramai dibicarakan dalam dua pekan terakhir.
Peristiwa Arab Spring sedikit banyak mengubah lanskap politik dan sistem ketatanegaraan di sejumlah negara Arab, baik di Timur Tengah maupun Afrika Afika.
Hingga kini “gelombang perubahan” itu pun masih menyisakan persoalan, seperti di Suriah dan Yaman.
Hal ihwal mengenai akhir dari Arab Spring yang bermula di tahun 2011 ini dibahas dalam diskusi daring yang diselenggarakan Pusat Kajian Tajdid Institute, Jumat sore (1/5).
Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni pengamat Timur Tengah dan Dunia Islam, Hasibullah Satrawi; Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa; dan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP Persis, Yusuf Burhanuddin. Diskusi dipandu oleh Prof. Atip Latipulhayat.
Selain mampu melewati Arab Spring tanpa gejolak politik yang berarti, Kerajaan Maroko juga berhasil mengembalikan posisi sebagai pemain utama di benua Afrika.
Sejak era Perang Dingin, khususnya pada pertengahan 1970an, Maroko diganggu kelompok separatis yang ingin memisahkan diri. Kelompok separatis ini ditampung di negara tetangga Aljazair, dan pada masa Perang Dingin mendapat dukungan dari blok Timur, dalam hal ini Uni Soviet, Aljazair, dan Libya.
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa, keberhasilan Maroko membuktikan diri sebagai negara yang menghormati prinsip-prinsip demokrasi membuat negara itu tampil lebih percaya diri dalam memperjuangkan keutuhan wilayah.
Gelombang perubahan di negara-negara Arab yang dikenal dengan istilah Arab Spring masih menyisakan sejumlah persoalan hingga saat ini.
Dari sekian banyak negara yang sempat dihumbalang Arab Spring, Kerajaan Maroko di Afrika Utara termasuk yang dapat melaluinya dengan baik.
Maroko tidak mengalami gejolak politik yang mengakibatkan kejatuhan rezim seperti yang terjadi di Tunisia, Libya dan Mesir, serta beberapa negara Arab di Timur Tengah.
Peristiwa Arab Spring sedikit banyak mengubah lanskap politik dan sistem ketatanegaraan di sejumlah negara Arab, baik di Timur Tengah maupun Afrika Afika.
Hingga kini “gelombang perubahan” itu pun masih menyisakan persoalan, seperti di Suriah dan Yaman.
Hal ihwal mengenai akhir dari Arab Spring yang bermula di tahun 2011 ini dibahas dalam diskusi daring yang diselenggarakan Pusat Kajian Tajdid Institute, Jumat sore (1/5).
Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni pengamat Timur Tengah dan Dunia Islam, Hasibullah Satrawi; Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa; dan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP Persis, Yusuf Burhanuddin. Diskusi dipandu oleh Prof. Atip Latipulhayat.
Dalam pandangannya, Teguh mengajak untuk melihat kembali proses perubahan yang telah terjadi di Uni Soviet dan Yugoslavia pada awal 1990an. Secara umum dapat dikatakan bahwa perubahan di Eropa Timur itu telah menemukan akhir, walaupun untuk beberapa kasus akhir dari perubahan itu menjadi awal bagi persoalan baru yang muncul.
Berkaca pada Uni Soviet, Teguh mengatakan ada dua kata kunci penting yang menjadi syarat perubahan, yakni glasnost atau keterbukaan dan perestroika atau restrukturisasi struktur politik dan ekonomi.
Dia juga mengatakan, perubahan di suatu negeri, seperti kata Bung Karno, terikat pada hukum natur dan kultur. Dengan demikian tidak ada resep yang bisa dianggap generik dan diberlakukan untuk semua kasus.
“Model yang generik saya kira tidak bisa digunakan. Kita jangan jadi seperti Samuel Huntington dan Francis Fukuyama yang mengidolakan satu model, kemudian memaksa model itu untuk diimplementasikan di negeri-negeri yang lain. Itu menghasilkan chaos,” ujar Teguh yang juga dosen hubungan internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.
Teguh berharap, perubahan lanskap politik di Arab Saudi terjadi secara alamiah. Dia tidak ingin melihat perubahan yang sangat drastis dan bisa mengubah secara total sistem politik negeri para pangeran itu.
Di sisi lain Teguh menilai natur dan kultur khas yang dimiliki Arab Saudi dan keluarga kerajaan akan mencegah perubahan lanskap politik secara drastis.
“Saya berharap ada sistem koreksi internal dari kalangan keluarga kerajaan mereka sehingga mereka bisa memperbaiki apa yang mereka rasa masih kurang,” ujar Teguh.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP Persis, Yusuf Burhanuddin, mengatakan sejauh ini yang ditampilkan dalam “reformasi” ala pangeran Muhammad bin Salman (MBS) masih bersifat simbolik. Misalnya memberikan kesempatan kepada wanita untuk mengendarai mobil dan berpergian tanpa pengawalan muhrim. Juga membuka tempat hiburan seperti kafe dan kasino.
Alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, ini juga menilai bahwa faktor keluarga kerajaan Arab Saudi sangat menentukan perubahan. Seperti Teguh, ia berharap perubahan di Arab Saudi tidak terjadi secara drastis.
Di tengah wabah mondial virus corona baru atau Covid-19, Republik Rakyat China (RRC) konsisten mengangkangi hukum internasional dan memancing ketegangan di wilayah perairan yang mereka klaim sebagai milik mereka.
Dalam beberapa hari belakangan ini, dunia menyaksikan konsentrasi armada China di perairan Laut China Selatan. Secara sepihak China juga memberikan nama untuk 25 pulau, beting, terumbu, serta 55 gunung dan punggung laut di perairan itu.
SAYA menerima pertanyaan mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.
Apakah benar seperti yang ramai diberitakan media massa dan diinformasikan di jejaring media sosial? Ada yang mengatakan kondisi kesehatan Kim Jong Un kritis. Ada yang mengatakan, ia sudah meninggal dunia.
Saya tentu tidak benar-benar tahu “faktanya”.
Tetapi dari upaya yang saya lakukan untuk “mendekati fakta”, saya menyimpulkan situasinya tidak seperti yang ramai dibicarakan itu.