Kepercayaan dunia pada kemampuan masyarakat dan pemerintah Indonesia menjaga perdamaian di Papua sangat tinggi.
Kepercayaan itu didasarkan pada fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang memiliki peran besar dalam menjaga dan menegakkan perdamaian di banyak tempat di muka bumi.
“Kepercayaan masyarakat dunia pada kemampuan kita menyelesaikan persoalan di Papua dan Papua Barat sangat tinggi. Bagaimanapun juga Indonesia adalah role model yang dalam berbagai kesempatan berhasil membuktikan bahwa demokrasi adalah formulasi terbaik untuk menyelesaikan benturan kepentingan,” begitu antara lain pesan yang disampaikan dosen hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, yang diterima di Jakarta, Rabu (4/9).
Tadi malam saya memenuhi undangan Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadiri Forum Merdeka Barat. Yang dibahas adalah soal Papua.
Hadir sebagai pembicara Menkopolhukam Wiranto, tuan rumah Menkominfo Rudiantara, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kepala BSSN Hinsa Siburian.
Saya senang bertemu dengan beberapa teman yang sudah lama dan sangat lama tidak bersua. Juga bertemu teman-teman baru.
Saat diberi kesempatan berbicara, saya menyampaikan hal-hal berikut ini:
Pengalaman menjadi petisioner di Komisi IV Politik Khusus dan Dekolonisasi PBB, 2011 dan 2012, tentang kasus Sahara Barat. Pengalaman berinteraksi dengan Komisi IV PBB memberi kesempatan pada saya untuk mempelajari kasus-kasus non-self governing territories. Juga saat kuliah di University of Hawaii at Manoa (UHM), salah satu mata kuliah yang saya ambil adalah Indigenous Politics atau Politik Pribumi. Selama tinggal di Hawaii, saya cukup berinteraksi dengan sahabat-sahabat dari Pasifik. Saya juga pernah diundang Kementerian Luar Negeri AS menjadi pemantau pemilu di Mikronesia.
Dari berbagai pengalaman itu saya tahu bahwa (a) tidak pernah ada Papua dalam daftar non-self governing territories pada Resolusi Majelis Umum PBB 1514 (1960), dan (b) upaya beberapa negara, terutama negara Pasifik, mengintervensi daftar itu untuk memasukkan Papua cukup serius.
Saya kira perlu ada pesan kunci yang konsisten bahwa apa yang terjadi dengan Papua dan saudara-saudara kita di Papua dan dari Papua bukan soal rasialisme atau rasisme.
Menurut hemat saya, rasialisme atau rasisme adalah ideologi dan tindakan yang disponsori negara, baik berupa kebijakan atau pembiaran. Contoh paling populer adalah apa yang dialami orang kulit hitam di AS pada beberapa dekade lalu. Misalnya, kulit hitam duduk di bagian belakang bis, ada restoran khusus untuk kulit hitam dan kulit putih, dan sebagainya.
Hal seperti itu tidak terjadi di Indonesia, terhadap saudara-saudara Papua.
Bila demikian, lantas apa yang terjadi di Papua?
Menurut saya apa yang terjadi di Papua sama seperti yang terjadi di banyak tempat di Indonesia: ketimpangan dan ketidakadilan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam, mismanajemen pemerintahan pusat dan daerah, korupsi yang lebih massif, dan sebagainya.
Saya rasa perlu memberi kesempatan kepada saudara-saudara dari Papua untuk menjadi jurubicara mengenai situasi yang terjadi di Papua. Ada beberapa nama yang saya sebutkan. Di luar nama-nama itu masih banyak lagi yang bisa menjadi jurubicara kita. Senior-senior dari Papua perlu diberi ruang.
Layar informasi mengenai Papua jangan didominasi wajah-wajah yang memunculkan keraguan di tengah masyarakat Indonesia, warga Papua, dan juga komunitas global..
Ini yang antara lain disampaikan Dino Patti Djalal dalam Round Table Discussion bertema “Advancing Peace on the Korean Peninsula: Recent Developments and Role of ASEAN” yang diselenggarakan di Hotel Sheraton Grand, di Gandaria, Jakarta, Rabu siang (21/8).
Sejak tahun lalu masyarakat internasional menyaksikan dinamika baru yang tidak terbayangkan sebelumnya di Semenanjung Korea.
Eskalasi ketegangan yang begitu tinggi mengalami perubahan mendadak setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jaein bertemu di Panmunjom, di sisi Korea Selatan, pada akhir April 2018.
Sebelum ditugaskan di Jakarta, ia menduduki posisi Direktur Utama Bagian Washington di American Institute, Taiwan. Dubes Donovan juga pernah bekerja sebagai Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk pemimpin Kepala Staf Gabungan di Pentagon (2012-2014), Associate Professor di National Defense University di Washington, D.C. (2011-2012), dan Kepala Deputi Asisten Menteri Luar Negeri untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Departemen Luar Negeri AS (2009-2011).
Negara sebesar Indonesia dengan wilayah udara yang begitu luas membutuhkan lembaga think tank kedirgantaraan yang dapat diandalkan.
Lembaga tersebut idealnya bekerja secara independen memberikan masukan kepada pengambil kebijakan agar tidak terjadi kekosongan kebijakan di tengah perkembangan dunia kedirgantaraan yang begitu pesat.
Ada yang tidak biasa dalam resepsi Perayaan ke-20 Tahun Hari Penobatan Muhammad VI sebagai Raja Maroko yang diselenggarakan di Hotel Four Season, Jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa malam (30/7).
Kegiatan itu dihadiri tiga menteri Indonesia, yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Juga hadir Wakil Menteri Luar Negeri Mohammad Fachir.
TAHUN ini Kerajaan Maroko merayakan 20 tahun kekuasaan Raja Muhammad VI. Ia dilantik pada 30 Juli 1999 menggantikan ayahnya, Hasan II, yang meninggal dunia.
Selama dua dekade terakhir, di bawah kepemimpinan Muhammad VI, dunia menyaksikan Maroko yang bergerak ke depan, menyandingkan stabilitas politik dan demokrasi dengan berbagai program pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat.
Insiden di udara Asia Timur yang terjadi kemarin (Selasa, 23/7) tidak hanya melibatkan jet tempur Korea Selatan dan sebuah pesawat pengintai Rusia, tetapi juga melibatkan pesawat China dan Jepang.
Insiden terjadi di atas Pulau Dokdo atau Pulau Takeshima yang masih diperebutkan Korea Selatan dan Jepang.
TANGGAL 20 Juli 1969 dikenang sebagai hari dimana Amerika Serikat berhasil membuktikan supremasinya atas Uni Soviet di ruang angkasa.
Modul Eagle yang membawa Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di permukaan Bulan, sekitar pukul 20.00. Dinihari keesokan harinya Neil Armstrong keluar dari modul Eagle, disusul Buzz Aldrin sekitar 20 menit kemudian.
Selain bersejarah, pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un di perbatasan kedua Korea siang tadi (Minggu, 30/6) juga terbilang dramatik.
Undangan pertemuan disampaikan Trump
mendadak, lewat akun Twitter, saat dirinya sedang berada di Osaka,
Jepang, untuk mengikuti KTT G20, hari Sabtu pagi kemarin (29/6).
Beberapa tahun lalu sulit membayangkan pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Republik Rakyat Korea atau Korea Utara dengan Presiden Amerika Serikat.
Tetapi hal itu sudah terjadi. Tiga
kali, yakni di Singapura bulan Juni 2018, di Vietnam bulan Februari 2019
dan yang barusan terjadi di Demilitarized Zone (DMZ), Minggu (30/6).
PELABUHAN Med di Tangier, Maroko, akan menjadi pelabuhan terbesar di kawasan Mediterania dan menghubungkan Maroko dengan 77 negara dan 186 pelabuhan.
Terletak sekitar 40 kilometer sebelah timur Tangier, pelabuhan di Selat Gilbraltar ini mulai digunakan pada 2007 lalu dengan kapasitas awal sebanyak 3,5 juta kontainer.
Hari Jumat lalu (28/6), Raja Muhammad mengutus putra mahkota Pangeran Moulay El Hassan untuk meresmukan proyek perluasan Pelabuhan Tangier Med yang terletak di Provinsi Fahs Anjra, Wilayah Tangier-Tetouan-Al Hoceima.
Kalangan aktivis kemanusiaan diajak untuk ikut mendesak rejim Polisario segera membebaskan sejumlah aktivis yang ditangkap karena menginginkan perubahan, demokratisasi dan kehidupan yang lebih baik di Kamp Tindouf.
Ajakan itu disampaikan Koordinator Solidaritas Indonesia untuk Sahara (Soli Sahara), Teguh Santosa, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (26/6).
“Penangkapan aktivis pro-demokrasi di Kamp Tindouf ini sangat memprihatinkan. Mereka memiliki hak untuk memperjuangkan dan menyuarakan perbaikan nasib mereka dan keluarga mereka yang selama empat dekade hidup di bawah kontrol rejim Polisario,” ujar Teguh.
Dalam sepekan terakhir aparat keamanan Polisario melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak yang dianggap menantang dan mengganggu kekuasaan mereka.
Diperlukan waktu 75 tahun bagi Letnan Dua James R. Lord untuk kembali ke kampung halamannya di Ohio. Untuk dimakamkan.
Letda Lord adalah seorang pilot pesawat tempur Amerika Serikat dalam Perang Dunia Kedua. Dalam sebuah pertempuran di sekitar Italia, 10 Agustus 1944, pesawat tempurnya tertembak musuh dan terjatuh lalu tenggelam di dekat Korsika, di Laut Mediterania.
SIAPAPUN tahu Qatar adalah salah satu pendukung utama war on terror yang dipimpin Amerika Serikat menyusul serangan terhadap Menara WTC di New York pada 11 September 2001. Qatar memberikan kesempatan kepada pasukan multinasional yang dipimpin AS untuk menggunakan wilayahnya sebagai pangkalan militer. Dukungan Qatar pada perang melawan teror berlangsung hingga kini.
DAWLAT Qatar atau Negara Qatar terletak pada wilayah geografis yang unik. Di tengah Teluk Parsi, di sebuah semenanjung di sisi timur jazirah Arab. Berbatasan langsung dengan Saudi Arabia di selatan. Dipisahkan oleh laut dengan Uni Emirat Arab di sebelah tenggara, dengan negara pulau Bahrain di baratdaya, dan dengan Iran di seberang timur.
Ada hikmah di balik fitnah yang dialami mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Mayjen (Purn) Soenarko. Tuduhan bahwa Soenarko merencanakan tindakan makar telah menjadi trigger yang membuat purnawirawan TNI AD kembali menjalin komunikasi satu dengan lain.
Tuduhan yang dialamatkan kepada Soenarko dinilai berlebihan dan tidak masuk akal, bahkan dapat dikatakan menjurus kepada fitnah.
Begitu dikatakan salah seorang mantan anak buah Soenarko, Kolonel Inf. (Purn) Sri Radjasa Chandra dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 31/5).
Laki-laki di ujung telepon sana yang membuat saya lega setelah sempat dilanda panik.
Katanya, seorang wanita tua mendatanginya beberapa saat lalu. Wanita itu minta bantuan untuk menghubungi nomor telepon saya yang ada di buku catatannya. Menjelang tengah malam di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Bulan Maret 2010.
Selamat berbuka puasa dan menjalankan ibadah shalat teraweh.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan sejumlah alamat website berbagai institusi Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara.
Semoga ada manfaatnya bagi kawan-kawan wartawan, mahasiswa dan peneliti isu Semenanjung Korea.
RMOL. Krisis multidimensi yang dialami bangsa Indonesia, termasuk yang terkait dengan ketegangan politik pasca pemilu dan pilpres 2019, berasal dari kesalahan besar yang dilakukan Megawati Soekarnoputri saat berkuasa antara tahun 2001 sampai 2004.
“Kesalahan terbesar Megawati adalah ketika ia mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur tahun 2001. Pengambilalihan kekuasaan ini menjadi preseden buruk yang merusak reformasi hingga kini,” ujar Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.
Rachmawati adalah adik kandung Mega. Keduanya adalah putri dari Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati. Selain Mega dan Rachma, anak-anak pasangan Bung Karno dan Ibu Fatmawati lainnya adalah Guntur, Sukma dan Guruh.
Pengambilalihan kekuasaan dari Presiden Abdurrahman Wahid pada bulan Juli 2001, menurut hemat Rachma, adalah babak pembuka bagi berbagai kesalahan berikutnya.
“Yang paling fatal setelah mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur adalah izin yang diberikan Megawati pada proses politik yang melanjutkan amandemen UUD 1945,” tambah Rachma.
Sejak reformasi UUD 1945 mengalami empat kali amandemen. Pertama dilakukan pada tanggal 14-21 Oktober 1999, lalu amandemen kedua dilakukan pada tanggal 7-18 Agustus 2000.
Amandemen ketiga dan keempat dilakukan di era Megawati, yakni pada tanggal 1-9 November 2001 dan pada tanggal 1-11 Agustus 2002. Menurut Rachma, ciri liberal kapitalistik semakin kuat dalam dua amandemen terakhir. Di era Mega juga mulai dilakukan penjualan BUMN, seperti PT Indosat.
“Bahkan Mega juga yang mengawali TNI dan Polri tidak bersikap netral. Ketika Gus Dur menunjuk Jenderal Chaerudin Ismail sebagai Kapolri baru, Mega melakukan pembangkangan dengan menunjuk Jenderal S. Bimantoro,” cerita Rachma.
“Justru insubordinasi Mega itu yang dapat disebut makar terlebih karena melibatkan kekuatan bersenjata,” demikian Rachma.
Kritik keras kerap disampaikan Rachma kepada kakaknya. Hubungan keduanya sejak lama diketahui kurang baik. Dalam beberapa kali debat capres-cawapres yang lalu, Mega dan Rachma bertemu di lokasi debat. Namun keduanya tidak pernah sekalipun saling sapa. []
Indonesia memiliki modal yang cukup untuk tumbuh menjadi bangsa dan negara terpandang di dunia. Founding fathers Indonesia merajut rasa kebangsaan di atas penderitaan hidup di bawah penjajahan bangsa asing, dan mendirikan negara untuk melindungi dan mensejahterahkan rakyat.
Setelah kemerdekaan diproklamasikan, rakyat Indonesia melanjutkan hidup sebagai satu bangsa yang sama. Perkawinan dan berbagai bentuk hubungan kekerabatan dan pertemanan membuat rajutan kebangsaan itu semakin kuat.
Bagi kebanyakan peserta Jambore Nasional 1991, keikutsertaan dalam kegiatan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 28 tahun lalu itu adalah pengalaman pertama bersentuhan dengan Indonesia.
Sebelum itu, Indonesia hanya diketahui lewat pelajaran di bangku sekolah.
Demikian dikatakan Ketua Dewan Kehormatan Purna Jamnas 1991 Teguh Santosa ketika membuka Musyawarah Daerah Purna Jamnas 1991 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat siang (20/4).
Tahun lalu saya bersama sekitar 150 orang dari berbagai negara dengan berbagai latar belakang profesi diundang Dewan Pemilu Venezuela (CNE) untuk memantau proses pemilu dan pilpres di negeri Bolivarian itu.
CNE adalah salah satu dari lima pilar sistem demokrasi Venezuela yang keberadaannya diatur dalam konstitusi. Empat pilar lainnya adalah Eksekutif, Legislatif, Yudikatif dan Mahkamah Konstitusi.
Saya sudah sering ke perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, Panmunjom. Baik dari sisi utara, maupun dari sisi selatan.
Kedua negara dipisahkan oleh sebuah kawasan yang kita kenal sebagai Zona Demiliterisasi atau DMZ. Kawasan ini terbentang di garis 38 derajat lintang utara dari barat ke timur, 2 kilometer ke utara dan 2 kilometer selatan.
Indonesia berpeluang menjadi alternative power dalam percaturan politik dunia. Modal yang dimiliki Indonesia cukup besar. Dunia pun masih mengingat legacy Bung Karno dan diplomat-diplomat senior Indonesia di masa lalu dalam mempromosikan dan mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika pasca Perang Dunia Kedua.
“Indonesia pernah menjadi pioneer dan front-liner kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Legacy ini masih diingat dunia,” ujar pengamat hubungan internasional Teguh Santosa dalam dialog di Radio Digital Bravos, di Jakarta.
Ambisi Republik Rakyat China (RRC) mendominasi perekonomian kawasan bahkan dunia dengan gagasan One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI) akhirnya menjadi persoalan tersendiri dalam kontestasi politik di banyak negara Asia, termasuk di Indonesia.
Pengamat politik Asia Timur yang juga wartawan CNN James Griffiths dalam kolomnya kemarin (Jumat, 5/4) menguraikan sejumlah fakta yang memperlihatkan betapa sikap “anti-RRC” tengah menjadi trend yang berkembang di banyak negara Asia.
Semua pihak yang tengah terlibat dalam kontestasi perebutan kekuasaan baik melalui pemilihan anggota legislatif maupun pemilihan presiden diajak untuk tidak menggunakan isu khilafah sebagai jualan demi mendapatkan dukungan.
Bagaimanapun juga, Pancasila yang merupakan ideologi negara telah berhasil menyatukan berbagai suku dan agama di negara ini.
Menjual dan mempermainkan isu “Pancasila versus khilafah” adalah eksperimen yang sangat berbahaya. Karena Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final di Indonesia, sementara khilafah adalah istilah generik yang merujuk pada sistem politik pemerintahan yang digunakan suatu negara.
Begitu antara lain disampaikan praktisi media dan juga pemerhati isu hubungan internasional Teguh Santosa ketika berbicara dalam diskusi Ngopi dari Sebrang Istana di Reso Ajang Ijing di Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis siang (4/4).