Dalam Kesendirian di Belakang Masjid Umayyad

Dalam kesendirian.

Seorang lelaki tua duduk menikmati sinar mentari senja di Damaskus Tua. Bayangan tubuhnya dan batang pohon di sebelahnya tercetak indah di tembok.

Tembok di belakang lelaki itu adalah dinding Masjid Ummayad yang pernah menjadi istana Yazid bin Muawiyah, cucu Abu Sofyan.

Di basement atau rubanah ada tempat yg sakral bagi kaum Syiah. Konon salah satu dindingnya pernah dijadikan tempat untuk menyimpan kepala cucu Nabi Muhammad, Husain, yang dibantai pasukan Yazid di Karbala tahun 680.

Menurut salah satu kisah, setelah disimpan di bawah istana Yazid bin Muawiyah, kepala Husain dikembalikan ke Karbala. Tetapi ada kisah-kisah lain yang mengatakan kepala Husain dikirimkan ke tempat lain seperti Kairo di Mesir.

Sebelum Islam masuk ke Damaskus tahun 634 M, yang disebut sebagai istana dan masjid itu adalah sebuah basilika untuk Yohannes Pembabtis yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai Nabi Yahya. Makam Nabi Yahya masih terawat dgn baik di bagian dalam masjid.

Dan sebelum Damaskus dikuasai umat Kristen, basilika itu adalah kuil bangsa Romawi untuk menyembah Dewa Jupiter.

Banyak catatan yang mengatakan bahwa masjid yang sebelumnya adalah gereja dan yang sebelumnya adalah kuil untuk menyembah dewa-dewa memang telah menjadi tempat manusia menyembah tuhannya sejak jaman besi.

Damaskus sendiri kerap disebut sebagai kota tertua di dunia yang didiami manusia terus menerus sejak abad ke-7 Sebelum Masehi.

Foto lelaki tua yang sedang menikmati sinar mentari senja di belakang Masjid Umayyad itu saya abadikan di tahun 2003 lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s