Tugas Purna Jamnas 1991 Menjadi Perekat Tenun Kebangsaan

Bagi kebanyakan peserta Jambore Nasional 1991, keikutsertaan dalam kegiatan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 28 tahun lalu itu adalah pengalaman pertama bersentuhan dengan Indonesia.

Sebelum itu, Indonesia hanya diketahui lewat pelajaran di bangku sekolah.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Kehormatan Purna Jamnas 1991 Teguh Santosa ketika membuka Musyawarah Daerah Purna Jamnas 1991 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat siang (20/4).

“Bagi saya dan barangkali juga bagi kebanyakan kawan-kawan yang hadir di sini, 28 tahun lalu itu adalah pengalaman pertama bertemu Indonesia. Sebelum itu saya hanya mengetahui Indonesia dari buku pelajaran dan cerita guru dan pembina Pramuka,” ujar Teguh.

Jambore Nasional adalah pesta anggota Pramuka tingkat Penggalang yang digelar lima tahun sekali. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan anggota Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia.

Sejak 10 tahun lalu mantan peserta Jamnas 1991 membentuk organisasi yang diberi nama Purna Jamnas 1991. Musda Purna Jamnas DKI Jakarta diikuti oleh 40an peserta dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Juga hadir dalam Musda DKI Jakarta Purna Jamnas 1991 ini Ketua Umum Purna Jamnas 1991 Muhammad Yusuf.

“Sebelum berpartisipasi dalam Jamnas 1991, harus saya akui bahwa Indonesia saya ketahui dari buku pelajaran di sekolah. Kita mempelajari sejarah negeri-negeri Nusantara, dari Kutai, Sriwijaya, Singasari, Majapahit, Demak, dan seterusnya. Sungguh luar biasa biasa saat itu bisa ikut ke Cibubur,” cerita Teguh lagi.

Teguh menambahkan, kini dia semakin mengerti arti dari keikutsertaan dalam Gerakan Pramuka di masa lalu, khususnya Jamnas 1991. Teguh yang kini bekerja sebagai wartawan dan dosen, berharap organisasi Purna Jamnas 1991 bisa menjadi kelompok tengah yang mempertahankan tenun kebangsaan Indonesia di tengah berbagai ujian.

“Saya rasa itulah tugas terbesar kita sekarang di tengah ujian yang sedang dihadapi bangsa ini. Saya percaya semboyan Jamnas 1991, Bersatu, Bersaudara, Mandiri, akan tetap kita ingat bersama Dasa Dharma Pramuka,” demikian Teguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s