Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/11) malam, menanggapi berbagai kritik yang mengatakan ia hanya diam dan tidak membawa perubahan. Continue reading “Tiga Tahun Presiden Mengaku Kurang Tidur”
Pertumbuhan Ekonomi Tidak Mencapai Target
Lapangan Kerja Semakin Sempit
Kompas – Pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan mencapai level 6,2 persen. Ini lebih rendah ketimbang target pemerintah dalam APBN Perubahan 2007 sebesar 6,3 persen. Akibatnya, lapangan kerja baru yang tercipta hanya menyerap 2 juta tenaga kerja. Padahal, jumlah angkatan kerja baru 2,1 juta orang. Continue reading “Pertumbuhan Ekonomi Tidak Mencapai Target”
Misteri 10 November, Rosihan Anwar dan Soemarsono
Oleh Harsutejo
Soemarsono Menjawab Pertempuran Surabaya November
Dalam hubungan dengan pertempuran bulan November 1945 di Surabaya yang kemudian melahirkan Hari Pahlawan 10 November, wartawan senior Rosihan Anwar (RA) pada pokoknya menulis beberapa hal berikut di Pikiran Rakyat (PR) 22 Nov 2006.
Continue reading “Misteri 10 November, Rosihan Anwar dan Soemarsono”Diresmikan, Rumah Sakit Pertama Pasca Tsunami di Aceh
Rumah Sakit Umum Meuraxa yang hancur akibat gempa dan tsunami pada 26 Desember tiga tahun silam, telah dibangun kembali di Desa Mibo, Kecamatan Banda Raya, dengan biaya Rp72 miliar yang bersumber dari Pemerintah Austria, Hongaria, dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias. Continue reading “Diresmikan, Rumah Sakit Pertama Pasca Tsunami di Aceh”
Intelijen Asing Incar Pelajar Indonesia (Untuk Dijadikan Mata-mata)
myRMnews – Intelijen asing dicurigai mengincar pelajar-pelajar Indonesia yang studi di luar negeri untuk dididik dan dilatih menjadi agen mereka. Kecurigaan itu disampaikan Kepala Staf TNI AD Djoko Santoso saat memberikan pengarahan kepada siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, kemarin. Continue reading “Intelijen Asing Incar Pelajar Indonesia (Untuk Dijadikan Mata-mata)”
Banyak Tulisan yang Memanipulasi Sejarah G30S
Suara Karya – Sejarah mengenai Gerakan 30 September 1965 banyak dikaburkan bahkan dimanipulasi baik oleh sejumlah bekas anggota maupun simpatisan PKI. Hal itu dilakukan melalui tulisan dalam berbagai buku yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir. Continue reading “Banyak Tulisan yang Memanipulasi Sejarah G30S”
Jumat Depan Aksi Menentang Perang di Iran (Orange Alert!)
The Bush regime staged a coup to get in office, is rampaging across the Middle East, changing laws to further its global agenda, intimidating the world by openly torturing people, gay-bashing and denying women’s rights, moving closer to a theocracy, suppressing science and critical thinking and now threatening to bomb Iran.
The world can’t afford 15 more months of Bush Cheney! If you don’t act when it counts, it doesn’t matter.
What can you do? Continue reading “Jumat Depan Aksi Menentang Perang di Iran (Orange Alert!)”
Resolusi Jihad dalam Peristiwa 10 November
Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma keagamaan. Nasionalisme yang semula dipahami sebagai wilayah di luar agama ternyata bagian dari kewajiban syar’i yang harus diperjuangkan. Continue reading “Resolusi Jihad dalam Peristiwa 10 November”
Adelin Lis, Hikayat Raja Kayu dari Sumatera Utara
Kompas – Adelin Lis sebelumnya bukanlah sosok terkenal di Indonesia. Saat kasus pembalakan liar yang diduga melibatkan PT Keang Nam Development Indonesia, tempat Adelin menjabat sebagai direktur keuangan, mulai disidik Polda Sumatera Utara awal 2006, belum banyak yang mengenal sepak terjangnya. Tentu saja, kecuali sebagian warga Sumut.
Namanya mulai mencuat saat Adelin yang dinyatakan buron oleh Polda Sumut ditangkap di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, China, 7 September 2006. Ia saat itu hendak memperpanjang paspornya. Naas bagi Adelin, namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pascapenangkapan di China, Adelin menjadi buah bibir. Apalagi pemerintah tengah giat-giatnya berkampanye soal pemberantasan pembalakan liar (illegal logging). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun berkomentar soal sanksi tegas bagi pelaku pembalakan liar pascapenangkapan Adelin.
Continue reading “Adelin Lis, Hikayat Raja Kayu dari Sumatera Utara”Pemekaran Komando Laut Harus Berlanjut
Kompas – Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto menyatakan, kebijakan pemekaran komando wilayah laut, dari dua yang ada sekarang menjadi tiga, harus tetap berlanjut dan diteruskan oleh KSAL penerusnya. Kebijakan pemekaran komando wilayah laut itu bukan ambisi pribadi. Continue reading “Pemekaran Komando Laut Harus Berlanjut”
Dibahas Mekanisme Penyerahan Aset Pasca Tsunami
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias memulai tahapan formal pembahasan mekanisme penyerahan aset hasil proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. Belum jelas apakah aset akan langsung diserahkan dari BRR ke Pemerintah Aceh atau harus lewat Departemen Keuangan. Continue reading “Dibahas Mekanisme Penyerahan Aset Pasca Tsunami”
Mantan Pacar yang Mau Menculik Mantan Kekasih Dicari Polisi (Akhirnya Menyerahkan Diri)
Peringatan ini disampaikan pihak keamanan kampus University of Hawaii at Manoa (UHM). Bagi Anda yang melihat pelaku diharap bersedia melaporkan kepada polisi. Continue reading “Mantan Pacar yang Mau Menculik Mantan Kekasih Dicari Polisi (Akhirnya Menyerahkan Diri)”
Sepuluh Kriteria Aliran Sesat Versi MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) curiga intelijen asing dan eks Negara Islam Indonesia (NII) ikut bermain di balik fenomena aliran sesat yang marak belakangan ini di tanah air dengan tujuan memecah belah bangsa. Continue reading “Sepuluh Kriteria Aliran Sesat Versi MUI”
Lagi, Dibakar Karena Tanpa PKI
Pembakaran buku-buku sejarah yang tidak mencantumkan Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang peristiwa G30S kembali terjadi. Kali ini di Sleman. Tak kurang dari 8.993 buku sejarah yang mengacu kurikulum 2004 itu dimusnahkan Kejaksaan Negeri Sleman, Yogyakarta. Continue reading “Lagi, Dibakar Karena Tanpa PKI”
Tentang Islam yang Jadi Beraneka Rupa
Kelompok Ahmadiyah, sebagaimana diributkan belakangan ini, adalah salah satu dari ratusan kelompok dan aliran yang ada dalam Islam. Nama Ahmadiyah sendiri dinisbatkan kepada pendiri mazhab ini, yakni Mirza Ghulam Ahmad, yang lahir di Qadiyyan, India, pada tahun 1281 H. Continue reading “Tentang Islam yang Jadi Beraneka Rupa”
Hujan 24 Jam, Banjir Ancam Honolulu
Hujan nyaris tanpa henti juga mengguyur Honolulu dan sekitarnya sejak Sabtu malam hingga Minggu malam waktu setempat, atau Minggu siang hingga Senin siang WIB (5/10). Dikhawatirkan banjir kembali terjadi seperti tiga tahun lalu.
Saat berita ini diturunkan awan hitam masih bergantung rendah di langit ibukota Hawai itu. Angin bertiup kencang, hujan tetap mengguyur dan sesekali guntur terdengar menggelegar. Continue reading “Hujan 24 Jam, Banjir Ancam Honolulu”
Detik-detik Menjelang Kematian Bung Karno

PENASARAN ingin mengetahui kondisi Bung Karno selama berada dalam tahanan Orde Baru? Bagaimana keadaan Bung Karno menjelang ajal menjemput nyawa? Continue reading “Detik-detik Menjelang Kematian Bung Karno”
Lobi Belanda agar Minta Maaf pada Korban Perang Indonesia
SEJAUH ini, masih ada yang mengganjal hubungan Indonesia dan Belanda. Penjajahan yang dilakukan Negeri Tulip kepada Indonesia di masa lalu, masih menyisakan banyak tanda tanya dan ganjalan. Ini dikarenakan hingga detik ini Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 secara de facto saja, tapi tidak secara de jure. Continue reading “Lobi Belanda agar Minta Maaf pada Korban Perang Indonesia”
The End of A Rainbow from My Window
At the end of a rainbow
You’ll find a pot of gold
At the end of a story
You’ll find it’s all been told
But our love has a treasure
Our heart’s can’t always spend
And it has a story without any end
Tidak seperti di Jakarta, pelangi muncul setiap kali di Honolulu. Seperti siang tadi. Sudah sering kali saya menyaksikan ujung pelangi dari jendela kamar saya di lantai delapan Hale Manoa ini. Continue reading “The End of A Rainbow from My Window”
Indonesia Membutuhkan “Jalan yang Baru”
Kompas – Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Indonesia membutuhkan jalan baru yang berlandaskan kebhinnekaan, pluralisme, dan keragaman budaya. Itu karena jalan yang selama ini digunakan justru memicu kemerosotan dan kemiskinan struktural serta memperkokoh neokolonialisme. Continue reading “Indonesia Membutuhkan “Jalan yang Baru””
Berita Rakyat Merdeka Online yang Dipersoalkan Djoko Susilo
MENYAMBUNG posting sebelumnya, berikut adalah lima berita myRMnews.com yang dipersoalkan oleh anggota Komisi I DPR RI Djoko Susilo. Continue reading “Berita Rakyat Merdeka Online yang Dipersoalkan Djoko Susilo”
Rakyat Merdeka Online Dilaporkan Ke Polisi
IndoPos, Rabu, 31 Okt 2007
Dituduh Calo, Lapor Polisi
JAKARTA – Pemberitaan soal dugaan calo anggaran dalam pengadaan alutsista yang menyudutkan dua nama anggota komisi I berbuntut panjang. Djoko Susilo, salah seorang anggota komisi I yang merasa dicemarkan namanya akibat pemberitaan tersebut, akhirnya melaporkan pemberitaan dari sebuah situs pemberitaan online ke Polda Metro Jaya. Selain itu, dia juga mengadukan kasusnya ke Dewan Pers. Continue reading “Rakyat Merdeka Online Dilaporkan Ke Polisi”
Ikrar Kaum Muda Indonesia
INDONESIA lahir dari rahim perjuangan melawan ketidakadilan. Kalimat pertama Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan, “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Dari zaman ke zaman kaum muda menyumbang tenaga, pikiran dan jiwa mereka untuk menegakkan cita-cita ini: bebas dari segala bentuk penjajahan, oleh asing pun bangsa sendiri. Continue reading “Ikrar Kaum Muda Indonesia”
Tentang Agama, yang oleh Sebagian Orang Disebut Candu
SAYA tak bermaksud menggurui. Tapi kalau ada waktu, mungkin ada baiknya membaca buku Ali Syariati, yang judulnya dalam bahasa Indonesia: Agama versus “Agama”.
Saya juga tak bermaksud mengurui. Tetapi setahu saya, semantik memang seringkali menjebak kita. Sampai pada satu titik, beragama dan tidak-beragama sama saja artinya. Ber-Tuhan dan tidak-ber-Tuhan juga sama saja artinya. Continue reading “Tentang Agama, yang oleh Sebagian Orang Disebut Candu”
Laki-laki Tak Dikenal Ancam Tembak 30 Mahasiswa UHM
BERIKUT adalah alert yang dikirim oleh Kepala Keamanan University of Hawaii at Manoa, Neal Sakamoto yang dirilis Kamis siang waktu Hawaii atau Jumat pagi waktu Indonesia: Continue reading “Laki-laki Tak Dikenal Ancam Tembak 30 Mahasiswa UHM”
Lebaran Pertama di Hawaii
Pernah ada suatu masa, ketika kita merasa sendirian di negeri orang, atau di tengah pengasingan yang sepi menyampaikan ucapan Mohon Maaf Lahir dan Bathin untuk teman yang jauh. Selamat Lebaran, Selamat Idul Fitri 1428 Hijriah. Semoga tidak kurang satu apapun.

BARU kali ini saya merayakan Lebaran jauh dari keluarga. Sepi sendirian di kamar saya yang sempit, ditemani buku-buku yang bergeletakan dimana-mana; di atas meja, di atas lantai, di atas kasur. Kebanyakan mengenai nasionalisme, Islam dan Indonesia. Juga Sukarno. Printout beberapa hasil riset politik juga menumpuk di atas meja. Continue reading “Lebaran Pertama di Hawaii”
Duh, Lebaran di Hawaii
Harmony between the two religions [Moslem and Christian] is not only necessary for world peace; it is natural.
DI Hawaii, shalat Idul Fitri yang dilaksanakan Sabtu pagi (13/10) atau Minggu dinihari (14/10) kemarin dihadiri sekitar 1000 umat Islam dari berbagai negara. Shalat Idul Fitri digelar di padang rumput Magic Islands, kompleks pantai wisata Ala Moana, Honolulu. Tak jauh dari lokasi shalat beberapa pengunjung pantai berjemur di atas pasir putih sementara beberapa lainnya asyik bermain dengan ombak. Beberapa pengunjung pantai juga menyempatkan diri menonton shalat Idul Fitri, dan mendengarkan khutbah yang disampaikan sang khatib Dr. Muhammad Abdullah. Continue reading “Duh, Lebaran di Hawaii”
Menjelang Hari Raya…
KITA semua tentu punya cerita tentang Ibu kita masing-masing. Izinkan aku, di tengah malam ini, di sela-sela mengerjakan tugas yang akan dikumpul besok pagi bercerita tentang sosok itu: Dahlia Ketaren. Wanita yang melahirkanku, membesarkanku dan mengajarkan kepadaku apa yang harus aku lakukan dan apa yang harus tidak aku lakukan.
Bagiku, semoga ini tidak salah, ia-lah penjelmaan Tuhan di atas muka bumi ini.
Pertengahan tahun 2001, Ibuku diserang tekanan darah tinggi hingga mencapai 285. Aku yang baru beberapa bulan bekerja di kantorku memutuskan untuk pulang dan menemani Ibuku di rumah sakit Adam Malik. Dari Polonia, tempat pertama yang kutuju adalah rumah sakit.
Dia yang sedang terbaring, berbinar-binarnya matanya melihat kehadiranku. Tangannya menggapaiku, mulutnya hendak berkata “Anakku”, tapi suaranya tak terdengar jelas. Tekanan darah tinggi telah membuatnya tak bisa menggerakkan sebagian besar anggota tubuhnya, termasuk mulutnya untuk bicara. Saat itu juga aku putuskan akan tinggal di rumah sakit sampai ia kembali pulang ke rumah dalam keadaan sehat, atau sesehat mungkin.
Satu bulan lebih aku di Medan, dan selama masa itu hanya sekali aku bermalam di rumah kami. Selebihnya, seperti yang aku janjikan, aku menghabiskan waktuku di rumah sakit bersama Ibuku. Setiap pagi, aku memapahnya ke luar ruangan, menjemurnya di bawah sinar matahari. Membantu Ibuku menggerakkan kaki dan tangannya, membantunya melangkah dan menggenggam. Menyuapinya. Memberi semangat kepadanya, menjelaskan sebisaku bahwa penyakitnya dapat disembuhkan. Membelikan buah-buahan yang dia suka. Pernah suatu malam, aku berputar-putar kota Medan untuk mencari duku Palembang yang dimintanya. Aku pulang dengan tangan kosong, karena saat itu memang sedang tak musim duku Palembang. Untunglah, Ibuku tak kecewa.
Suatu hari, hapeku berbunyi. Seorang senior dari kantorku di seberang sana memberi tahu bahwa mereka sedang rapat untuk membahas kinerja anak-anak baru. Dan katanya, namaku ada dalam daftar yang akan dipecat karena sudah dua minggu tak hadir di kantor. Kepada senior ini aku katakan, “Bang, terima kasih. Aku tak bisa ke Jakarta sekarang. Ibuku hanya satu. Soal pekerjaan, insya Allah, ada banyak.” Sampai sekarang, mereka, kantorku itu, tak juga memecatku.
Aku tetap memilih tinggal di Medan menemani Ibuku. Keadaannya semakin baik. Tekanan darahnya turun, walau tak bisa normal. Seingatku, sekitar 180. Dan yang paling menggembirakan, Ibuku kembali bisa berjalan, kembali bisa berbicara seperti semula. Walau dari luar tampaknya tak ada fungsi motorik yang terganggu, tetapi ternyata di dalam sana ginjalnya rusak berat hingga tak berfungsi sama sekali. Dan ia harus cuci darah dua kali setiap minggu.
Tiap kali cuci darah sungguh membuat hatiku tak menentu. Bayangkan, aku harus menyaksikan Ibuku ditusuk-tusuk, pada pangkal paha dan lengannya, dengan jarum yang besarnya minta ampun. Itu belum seberapa. Aku harus menyaksikan darahnya dipompa keluar dan dipompa masuk. Setiap kali cuci darah, Ibuku harus tinggal di dalam ruangan yang dingin itu selama 4 jam. Sampai sekarang mesin pencuci darah itu masih melekat di pelupuk mataku, sementara bunyi mesinnya masih terngiang di telingaku.
Di minggu keempat, Ibuku sudah boleh meninggalkan rumah sakit. Tetapi, ia tetap harus melanjutkan cuci darah, dua kali dalam seminggu.
Bulan Mei 2002, aku kembali pulang. Kali ini Ibuku masuk ruang ICU RS Pirngadi Medan. Seperti setahun sebelumnya, dari Polonia tempat pertama yang kutuju adalah rumah sakit. Di depan rumah sakit, Ayahku telah menunggu. “Lemah, Guh. Keadaan Mama lemah.”
Di ruang ICU, aku melihatnya terbaring. Ia memang melemah. Ya Tuhan, tubuhnya membengkak, wajahnya menguning. Nafasnya satu dua. Secara medis, Ibuku koma. Aku hanya bisa membisikkan doa-doa yang aku tahu. Aku tak cukup yakin, apakah Ibuku bisa mendengar suaraku. Di saat aku kehilangan harapan, tangannya menggenggam tanganku. Cukup erat. Hanya sebentar.
Keesokan harinya, Ibuku meninggal dunia. Aku ada di sana ketika ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Tubuh yang tadinya bengkak kembali normal. Wajahnya kembali kuning langsat.
Selama Ayahku dan kakakku mengurus berbagai hal di luar sana, aku menemani jenazah Ibuku. Mengucapkan janji-janji yang aku harap bisa aku tepati. Membaca Quran kecil yang selalu kubawa kemana-mana (kini tertinggal di Jakarta) untuknya. Berbicara dengannya seolah ia masih bisa mendengarkan suaraku.
Ibuku dimakamkan sehari kemudian. Luar biasa banyak yang datang melihat jenazahnya disemayamkan di rumah kami dan juga yang mengantarnya ke liang kubur. Sepanjang jalan dari rumah kami ke kuburan, di atas ambulans, mulutku hanya bisa berkata “Allahu Akbar”.
Di malam ini, izinkan aku mengenang Ibuku. Izinkan aku mengajak kita semua mengenang Ibu kita. Doakan ia yang sudah berada di alam sana. Sayangi ia yang masih ada bersama kita.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H.
Dubes RI: Mainkan Total Diplomasi
PEKAN ini untuk kali pertama sejak bertugas sebagai Duta Besar di Amerika Serikat, Duta Besar Republik Indonesia Sudjanan Parnohadingrat mengunjungi Honolulu, dan bertatap muka dengan masyarakat Indonesia di Hawaii. Dalam pertamuan dengan masyarakat Indonesia yang dilaksanakan di Tokai University, Kapiolani Boulevard, Honolulu, 7 Oktober 2007, Dubes Parnohadiningrat menegaskan kini adalah saatnya seluruh komponen bangsa Indonesia memainkan jurus total diplomasi. Continue reading “Dubes RI: Mainkan Total Diplomasi”
Ya Ganyang Malaysia, Ya Ganyang Indonesia
SULIT BENAR. Tadinya saya sudah “berjanji” dalam hati tidak akan mengirim posting apapun di milis manapun. Janji ini terutama setelah saya membaca (lagi) tulisan Kang Jalal yang saya hormati, yang diposting oleh Bu Ida beberapa waktu lalu. Terima kasih Bu Ida.
Tetapi beberapa hari lalu dan kemarin, terkirim jugalah dua cerita dari masa silam, yang tak ada hubungannya sama sekali dengan konteks apapun saat ini (kecuali kalau mau disambung-sambungkan).
Biasanya, dan mestinya, dalam etika permilisan ditulis kata “OOT:” atawa out of topic sebagai pembuka subject e-mail atau posting. Sehingga pembaca, anggota milis, dapat mengerti sifat dari e-mail itu, dan tak perlu repot membukanya kalau memang merasa sedang tak membutuhkan sesuatu yang OOT. Continue reading “Ya Ganyang Malaysia, Ya Ganyang Indonesia”


