Duh, Lebaran di Hawaii

Harmony between the two religions [Moslem and Christian] is not only necessary for world peace; it is natural.

DI Hawaii, shalat Idul Fitri yang dilaksanakan Sabtu pagi (13/10) atau Minggu dinihari (14/10) kemarin dihadiri sekitar 1000 umat Islam dari berbagai negara. Shalat Idul Fitri digelar di padang rumput Magic Islands, kompleks pantai wisata Ala Moana, Honolulu. Tak jauh dari lokasi shalat beberapa pengunjung pantai berjemur di atas pasir putih sementara beberapa lainnya asyik bermain dengan ombak. Beberapa pengunjung pantai juga menyempatkan diri menonton shalat Idul Fitri, dan mendengarkan khutbah yang disampaikan sang khatib Dr. Muhammad Abdullah.

Ini adalah kali ketiga shalat Idul Fitri digelar di padang rumput Ala Moana. Sebelumnya, shalat Idul Fitri digelar di daerah Manoa, tak jauh dari satu-satunya masjid di Hawaii. Mengingat jumlah umat Islam di Hawaii, baik warga Hawaii maupun pendatang, kian tahun semakin bertambah, maka Asosiasi Umat Islam di Hawaii memindahkan lokasi shalat dari lapangan di Manoa yang tak begitu luas ke padang rumput Ala Moana.

Sejak pukul 08.30 ratusan umat Islam sudah mulai berdatangan di lokasi shalat. Beberapa mahasiswa Indonesia dan orang India ikut membantu pihak masjid merapikan tempat shalat; meletakkan karpet dan kain yang digunakan sebagai alas shalat, juga menata meja dan menyusun makanan ringan yang akan dihidangkan usai shalat. Pemuda-pemuda dari Asia Tengah membereskan sound system dan menata kursi-kursi di bagian belakang. Ada juga yang menyiapkan rumah permainan dari plastik untuk anak-anak yang mengikuti orangtua mereka ke lokasi shalat.

Seperti biasa, cuaca di Honolulu tampak cerah, langit begitu biru diwarnai sapuan awan putih tipis di sana-sini. Matahari bersinar nyalang, sementara angin bertiup sepoi-sepoi. Di sebelah barat, pesawat-pesawat penerbangan sipil yang baru take off atau baru akan landing di Bandara Honolulu tampak begitu jelas dan begitu dekat. Sementara di atas padang rumput Ala Moana, sebuah helikopter sesekali berputar.

Pukul 09.00 takbir mulai dikumandangankan bersahut-sahutan. Tak sesemarak takbiran di tanah air. Namun cukup untuk menarik perhatian pengunjung pantai dan taman wisata Magic Islands. Mereka yang sedang jogging berhenti di bawah pohon untuk mendengarkan lantunan takbir yang tentulah asing di kuping mereka. Sementara beberapa lainnya mengabadikan peristiwa ini dengan kamera mereka.

Usai shalat Dr Muhammad Abdullah, pendiri Griffith University Islamic Research Center di Australia yang sejak awal Ramadhan menjadi tuan guru di masjid Manoa, naik mimbar. Dalam khutbahnya dia mengingatkan bahwa Islam melarang kekerasaan dan aksi terorisme yang dilakukan oleh individu, kelompok atau negara.

“Nyawa manusia adalah suci. Dan Allah telah mengatakan barang siapa yang membunuh seorang manusia, ia seperti membunuh seluruh kemanusiaan, dan barang siapa yang menyelamatkan satu nyawa manusia, ia seperti menyelamatkan seluruh kemanusiaan,” kata pria kelahiran Palestina itu mengutip firman Allah.

Dia juga mengingatkan pentingnya mempererat tali persaudaraan dengan umat agama lain di muka bumi. Untuk mempertegas bagian ini Abdullah mengulas surat terbuka yang disampaikan tak kurang dari 138 intelektual Islam dari berbagai negara dan cabang keislaman—Sunni-Syiah, Salafi-Sufi, maupun liberal-konsrvatif—hari Kamis lalu (11/10).

Surat berjudul A Common Word Between Us and You itu diperuntukkan kepada para pemimpin umat Kristen, termasuk pimpinan umat Katholik, Paus Benedict XVI dan pemimpin spritual Anglican, Archbishop Canterbury Rowan Williams. Dalam surat itu, kaum intelektual Islam menyampaikan bahwa Islam dan Kristen pada hakikatnya memiliki persamaan prinsip yakni cinta pada Tuhan dan cinta pada sesama umat manusia. Tak kurang dari 15 halaman surat itu digunakan untuk memaparkan persamaan-persamaan prinsip kemanusiaan yang terkandung dalam Al Quran dan Injil.

“Sebagai orang Muslim, kami mengatakan kepada saudara kami umat Kristen bahwa kami tidak melawan mereka dan Islam tidak melawan mereka, sepanjang mereka tidak menggelar perang melawan Muslim, menyerang umat Islam dan memaksa mereka meninggalkan rumah mereka. Kehidupan umat manusia terancam bila kita gagal menciptakan perdamaian secara tulus,” bunyi salah satu paragraph dalam surat itu seperti dikutip Abdullah.

3 thoughts on “Duh, Lebaran di Hawaii

  1. Gara-gara bataknews, aku jadi tau blog ini. Kemaren waktu sholat, ternyata sempat bawa notebook ya Mas..hehe..soalnya nih artikel mengutip isi khutbahnya persis seperti yang disampaikan khatibnya.
    Wah, ternyata kisah hidup Mas seru juga ya. Mau dong dengar detailnya.

  2. @barry
    terimakasih sudah berkenan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini… tukar link ya… hehehe.

    @sri sw
    soal catat mencatat ini ada jurusnya mbak. usai shalat, saya tunggu kapan dr. muhammad abdullah lowong. begitu lowong, saya samperin, ajak ngobrol, saya kenalkan diri sebagai bla bla bla… lalu tanya apakah dia keberatan bila saya minta catatan khutbahnya. dia bilang oke, dan ngajak saya foto bareng. hehehe. mudah ya…

    sampai ketemu hari sabtu di halal bi halal. datang ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s