Lebaran Pertama di Hawaii

Pernah ada suatu masa, ketika kita merasa sendirian di negeri orang, atau di tengah pengasingan yang sepi menyampaikan ucapan Mohon Maaf Lahir dan Bathin untuk teman yang jauh. Selamat Lebaran, Selamat Idul Fitri 1428 Hijriah. Semoga tidak kurang satu apapun.

BARU kali ini saya merayakan Lebaran jauh dari keluarga. Sepi sendirian di kamar saya yang sempit, ditemani buku-buku yang bergeletakan dimana-mana; di atas meja, di atas lantai, di atas kasur. Kebanyakan mengenai nasionalisme, Islam dan Indonesia. Juga Sukarno. Printout beberapa hasil riset politik juga menumpuk di atas meja.

Untuk menampilkan nuansa Lebaran secukupnya, saya mengikuti perkembangan di tanah air lewat MetroTV yang di-relay JumpTV.com. Atau mendengarkan takbiran dari Youtube.com, juga lagu-lagu yang dilantunkan penyanyi legendaris dari Mesir dan Bintang dari Timur Umm Kulthum atau di Indonesia dikenal dengan Umi Kalsum. Pun lagu-lagu Sang Tetangga Bulan dari Lebanon, Nouhad Haddad alias Fairuz. Yang terakhir ini baru saya kenal akhir 2005 lalu ketika saya berkunjung ke negeri di tepi Laut Mediterranean itu. Bahibak Ya Libnan adalah lagu Fairuz yang paling saya suka.

Sebelum mengurung diri di dalam kamar, saya bertemu dengan beberapa kawan Indonesia di lounge lantai enam. Beberapa dari kami sepakat untuk menghentikan puasa di hari Jumat dan yang lainnya memilih berhenti puasa di hari Sabtu. Kesepakatan berikutnya adalah mengikuti shalat Idul Fitri di Ala Moana pada Sabtu pagi, dan makan siang, lagi-lagi di lounge lantai enam, seusai shalat.

Pertemuan malam itu kami isi dengan bercerita tentang pengalaman-pengalaman kami pada Lebaran sebelumnya. Semua bercerita dengan penuh semangat. Beberapa memberikan pengakuan yang mengharukan sekaligus menggelikan, yang karena satu dan lain hal tak bisa saya sampaikan disini. Beberapa bercerita tentang kerinduan akan keluarga, anak dan orang tua, juga istri atau suami. Adapun saya, tak banyak bercerita. Saya hanya mengatakan bahwa Lebaran atau Hari Raya (istilah yang dulu saya gunakan di Medan) yang saya alami adalah Lebaran yang biasa-biasa saja; Lebaran orang kebanyakan. Malam itu saya memang sedang tak bersemangat bercerita, dan lebih memilih mendengarkan cerita yang disampaikan kawan-kawan sambil menyantap penganan yang disediakan mulai dari es krim sampai black forest. Yummy…

Tentu saya tak melupakan Lebaran-lebaran saya terdahulu. Ketika masih kuliah di Bandung saya selalu menyempatkan diri pulang ke Medan bila Lebaran tiba. Dengan berbagai cara. Beberapa kali, seringkali bahkan, saya pulang ke Medan menumpang truk dari Jakarta. Membelah pulau Sumatera dari selatan ke arah utara, melintasi kota-kota kecil, dusun dan hutan di pulau panjang itu. Menjadi kenek, membantu Bang Supir. Waktu tempuh untuk model perjalanan seperti ini bervariasi. Terkadang lima hari, pernah juga hanya dua hari karena truk yang saya tumpangi mengangkut tabloid mingguan. Bang Supir berpacu mengejar tayang.

Inilah perjalanan super ekonomi. Tak mengeluarkan banyak uang. Cukup tiga atau empat bungkus rokok untuk Bang Supir, ditambah kerelaan menemaninya ngobrol sepanjang malam, sementara si kenek betulan atau si kenek asli tertidur. Sungguh saya merindukan saat-saat itu. Sahur di atas truk yang sedang melaju, atau berhenti di warung “rogoh-rogoh” entah di tengah hutan mana. Makan mie instant bau minyak tanah. Berbuka sekenanya dengan minum air mineral, dan baru makan malam menjelang waktu sahur. Menjadi penengah di kala supir dan kenek berkelahi. Ikut membongkar ban yang bocor. Atau meminjam dongkrak dari supir truk yang lain. Edan, ada supir nekat jalan jauh tanpa membawa dongkrak…

Kata Bang Supir ketika itu, kalau dia yang pinjam dongkrak pasti gagal. Sebab mukanya sudah kadung kriminal. Tetapi kalau saya yang berkacamata dan intelek, kata dia, meminjam dongkrak, pastilah si supir yang punya dongkrak percaya untuk meminjamkan. Benar juga. Hehehe…

Setelah bekerja di Jakarta, sebelum menikah, saya pun selalu pulang ke Medan bila Lebaran tiba. Kali ini karena sudah punya uang, saya bisa naik kapal laut. Tetapi hanya dua kali. Pertama naik kapal Pelni, dan kedua (yang terakhir) naik kapal Mandiri. Di atas kapal, saya selalu bertemu dengan sesama alumni SMA Negeri 1 Medan yang masing-masing sudah punya kehidupan yang baru.

Setelah menikah, saya baru satu kali pulang ke Medan saat Lebaran. Itupun setelah lewat 1 Syawal. Di tahun  2005 itu saya ke Medan bersama istri dan anak pertama kami, Farah, serta dua adik saya.

Kembali ke Lebaran tahun ini di kamar saya yang sempit. Hal lain yang membuat hati ini agak terhibur adalah hujan SMS ucapan Lebaran dari kawan-kawan di Indonesia. Ada yang isinya berpantun-pantun, seperti yang dikirimkan Dahri Uhum Nasution, tokoh pers Medan, yang dulu waktu saya masih kecil sering saya lihat wajahnya di layar TVRI.

Habis puasa datang Lebaran/Jabat tangan bersalaman/Hati senyum dalam genggaman/Salah kami mohon maafkan/Selamat Idul Fitri 1428 H.

Pantun lain saya terima dari Mulia Siregar, senior saya di Rakyat Merdeka.

Cantik sungguh kain pelikat/Dipakai orang pergi ke pekan/Idul Fitri 1428 H sudahlah dekat/Salah dan khilaf mohon Teguh maafkan.

Seorang teman, aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hartono, juga mengirimkan pantun.

Ikan sepat, ikan sapu-sapu/Kedua ikan saling berlaga/Lebaran Jumat atau Sabtu/Silaturahmi harus terjaga/Ikan hiu ikan teri/Buah kurma banyak disuka/Agar jiwa menjadi fitri/Pintu maaf mohon dibuka.

Senior lain di Rakyat Merdeka, Arief Gunawan, mengirimkan SMS yang menyejukkan sekaligus mengharukan, yang telah saya kutip sebagai pembuka tulisan ini.

Pernah ada suatu masa, ketika kita merasa sendirian di negeri orang, atau di tengah pengasingan yang sepi menyampaikan ucapan Mohon Maaf Lahir dan Bathin untuk teman yang jauh. Selamat Lebaran, Selamat Idul Fitri 1428 Hijriah. Semoga tidak kurang satu apapun.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir juga mengirimkan pantun.

Jika tenaga telah tumpah, harta telah dibagi, pikiran telah tercurah. Kini saatnya kita saling memaafkan. Idul Fitri adalah saatnya berbagi. Mari mensucikan hati, pikiran dan tindakan, agar masa depan bangsa lebih mandiri dan bermartabat. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

Oh ya, Presiden PKS Tifatul Sembiring juga mengirimkan pantun dalam SMS-nya.

Kain sutera penghias kenduri/Direntang melinkar sajian makanan/Kalau ada salah dan khilaf diri/Beta mohon dimaafkan/Taqabballahu mina waminkum, 1428 H.

Sementara Sumitha Tobing alias Kak Ita Tobing, dalam SMS-nya berkata:

Minal Aidin wal Faidzin. Taqabballahu mina waminkum taqabballahu ya karim. Kullu amin waantum bikhair.

Anggota Komisi XI DPR dari PKS, Zulkieflimansyah, ketika membalas SMS saya bertanya, “Kapan balik ke Indonesia, bos?”

Dua teman kuliah saya, jurnalis handal di media mereka masing-masing juga mengirimkan kan SMS. Yophiandi dari Tempo menyapa, “Selamat Lebaran, Guh. Gimana Lebaran di sana?” Sementara Dandhy Dwi Jawa Laksono dari RCTI berkata singkat, “Selamat Lebaran, ya kawan.”

Dari Siantar, Rolyn M Purba, teman satu pasukan di Paskibraka Sumut 1992 juga mengirimkan SMS.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga sehat dan sukses selalu. Salam dan doa buat keluarga di rumah.

Anggota Komisi XI DPR dari PAN, Didik J Rachbini mendorong saya dalam SMS-nya, “Selamat berjuang dan sukses selalu.”

SMS pantun juga saya terima dari kawan jurnalis di Aceh, Ivo dan Nasir Musa.

Anak Melayu bijak bahasa/Bersama-sama dayung sepeda/Andai bersua kita tak bisa/Biarlah SMS menyambung kata/ Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin/Semoga Bang Teguh dan keluarga selalu sehat sejahtera.

Berikut adalah SMS berisi ucapan Lebaran yang dikirimkan oleh kawan-kawan lain, dan karenanya saya mengucapkan beribu terima kasih. Saya dan keluarga  juga memohon maaf atas segala salah dan khilaf yang mungkin kami lakukan di masa lalu…

Kata Nabi, orang yang pailit adalah orang yang datang dengan segudang pahala ibadah pada hari akhirat. Tetapi ia banyak berbuat salah dan dosa pada manusia. Pahala ibadahnya akan dikuras habis untuk menutupi disanya pada manusia. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. Taufik “Menara”

Insya Allah sebentar lagi kemenangan akan kita raih. Mudah-mudahan kemenangan ini diridhoi Allah SWT, dan kita dibersihkan dari segala dosa. Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri, selamat menikmati kemenangan dan mohon maaf lahir dan bathin.

Anggara, Ade Ulfah, dan ASA mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan bathin.

Sungguh besar kuasa Allah atas segala berkat yang dilimpahkanNYA. Pada hari yang indah ini izinkanlah kami menyampaikan: Selamat IDUL FITRI 1 SYAWAL 1428 H. Semoga bahagia dan sukses. Mohon maaf jika ada kekurangan dari kami. Ludin Panjaitan dan fam.

Kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. Ridwan Boim dan keluarga

Andai semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya. Dan jika seluruh umur adalah dosa, maka taqwa dan tobatlah obatnya. Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhan-lah pemutihnya, Tiada kata semulia zikir, tiada niat sebaik ibadah. Tiada ucapan seindah maaf dan memaafkan. Dengan SMS ini Kiki ucapkan selamat Idul Fitri 1428 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Taqabballah minna waminkum. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Wassalam. Tarmidi S

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Dari Pepen dan keluarga

Makan kacang ijo pake urap. Minal Aidin Wal Faizin. Irvan dan keluarga

Assalamualaikum… Taqabballhu minna wa’minkum. Selamat Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf atas segala kekhilafan kami. Salam hormat. Harry Rusli dan keluarga (www.aviyasa.com)

Kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Terima kasih. Fuad Bawazier dan keluarga

Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Charlie Samosir

Alhamdulillah. Akhirnya kita menang. Selamat Idul Fitri. Maaf lahir dan bathin. Sudarto, Ita dan Fathir

Ketika waktu diberikan, kita terlena mengabaikan. Ketika umur dipanjangkan, kita lupa memaafkan. Ketika kesempatan datang, kita hanya diam melepaskan. Ya Rabb, semoga Ramadhan tahun depan masih menjelang umur kami yang tidak panjang. Taqabballahu mina waminkum. Selamat Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Abdi Mustaqiem alias Bodi dan keluarga

Bila seluruh umur adalah bagian dosa, maka taqwa dan taubat lah obatnya. Bila semua harta adalah racun, maka zakat dan qurban lah penawarnya. Taqabballahu mina waiminkum. Taqabballlah ya karim. Selamat Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Widyastuti-Idham dan keluarga

Sesungguhnya kesombongan dan keadilan milik Allah semata. Hancurkan rasa angkuh dan congkak sebab kita hanya makhluk tak berdaya. Sambut fitrah dengan hati bersih dan mulia. Minal Aidin wal Faidzin, maafkan lahir dan bathin. Salam, Syahrial Nasution dan keluarga

Maaf bila di hari yang fitri ini apabila kita tidak bisa berjabat tangan. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat hari Idul Fitri 1428 H. Febrianto, istri dan jabang bayi

Selalu ada ucap yang tidak santun. Selalu ada tindak yang tidak bijak. Selalu ada hati yang tidak suci. Hanya kata maaf yang tulus dapat menghapus semua khilaf diri. Fachizal dan keluarga mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin.

Sembah sujud mohon maaf lahir dan bathin. Selamt Idul Fitri. M Akhiruddin dan keluarga

Allahumma taqabbalhu shiyama wa shiyamakum, wa jamiil muslimina wa muslimat. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Wahyu dan Iyah

Satu senyum sanggup sejukkan jiwa. Satu kata sanggup ubahkan hati dan saru maaf kupinta andai khilaf pernah kubuat. Taqabballahu mina wa minkum. Mohon maaf lahir dan bathin. Rico Marbun

Asswrwb Yth. Bapak Teguh Santosa dan keluarga. Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 Hijriah. Mohon maaf lahir dan bathin. Wass. Bonang dan keluarga

Selamat Idul Fitri 1428 H. Minal aidin walfaidzin. Adit Wahyudianto dan keluarga (GM Rakyat Merdeka Online/www.myrmnews.com)

Allahu Akbar 3x
Takbir menggema
Mari sucikan jiwa
Dengan saling memaafkan
Maafin saya 3x kalau ada kata yang salah, kalau ada utang tolong diingatkan. Selamat Lebaran 1428 H. Drg. Denny MARS

Asswrwb. Mengucapkan selamat IDul Fitri 1 Syawal 1428 H. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Wass. Ondos dan keluarga

Gema takbir kemenangan terdengar bertalu-talu di seantero negeri. Kiranya mohon dibukakan pintu hati untuk memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan selama ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Maaf lahir dan bathin. Jansen Ginting Munthe

Wulan sekeluarga di Bandung mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

Saya dan keluarga mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin. Mohon maaf lair dan bathin. Wassalam. Inya Bay

Cemas yang pergi, ketegangan yang pamit permisi, ketentraman hinggap dalam hati. Adalah berkat pada Illahi. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. Fica

Taqabballahu mina waminkum. Minal Aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Supri dan keluarga

Kami sekeluarga juga mohon maaf lahir dan bathin. Agar hati tetap terjaga kebersihannya maupun keikhlasannya. Marilah kita saling maaf-memaafkan. Salam. Ibrahim G Zakir

Mengucapkan selamat Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. M. AS Hikam dan keluarga

Subhanallah. Saya juga mohon dimaafkan atas segala kesalahan. Maria Hanief

Selamat Lebaran! Jeffrie Geovanie dan keluarga

Semoga kuasa Illahi senantiasa menjaga, membersihkan, dan mengampuni kita dari khilaf dan dosa yang lalu. Dan merahmati rezeki, kesehatan dan kemampuan kita untuk beramal dan beribadah. Amin. Noorca dan Rayni Massardie

Lalu, ku banyak dosa dan khilaf. Sekarang, kumintakan maaf. Esok, tingkatkan jalinan silaturahmi sampai membumi. Fitri Mubarok and Peace. Iwan Purwantono

Taqabballahu mina waminku. Taqabballahu ya karim. Kami sekeluarga menghaturkan selamat Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Drajad H Wibowo

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Semoga Tuhan Yang Maha Penyayang mengampuni dan memberikan rahmatNya kepada kita semua. Rizal Ramli

Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. H. Arofah Muhammad beserta keluarga

Mas Teguh yang baik, saya harap Idul Fitri di negeri orang membawa damai dan bahagia. Mohon maaf atas segala kesalahan. Binny Buchori

Terima kasih Mas Teguh. Saya dan keluarga juga mohon maaf lahir dan bathin. Selamat belajar semoga sukses selalu. Benny Soemarno dan Rachmawati Soekarnoputri

Meminta maaf tak membuat kita hina. Memberi maaf jangan membuat kita bangga. Saling memafkan membuat kita mulia. Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin. Diday-Pos Metro

Taqabballahu mina waminkum shiyamana washiyamakum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Riswandi Sinuraya dan keluarga

Dari tengah Jawa saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Ratna Susilowati

Maturnuwun. Mohon dimaafkan khilaf kami sekeluarga selama ini. Semoga Allah selalu bersama kita semua. Salam. Heru Lelono dan keluarga

Dari Tanah Haram Makkah. Dalam simpuh Ismed Hasan Putro mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf bila ada khilaf dan salah. Seraya berdoa semoga setitik ibadah selama bulan Ramadhan dan puasa Syawal 6 kita akan diterima Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Asep Gampang dan keluarga

Allahuakbar 3x. Walillahilham. Andai jemari tak sempat berjabat. Jika raga tak bisa bersua. Bila ada kata membekas luka. Semoga pintu maafmu untukku masih terbuka. Selamat Idul Fitri 1428 H. H Bisman

Iidun said—ajmal tahani wa azkat tabrikaat lanaa wa lakum. Mohon maaf lahir dan bathin. Zulkifli Hasan dan keluarga

Lama tidak halo-haloan. Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Keep in touch… Putra Nababan

Selamat Lebaran juga. Mohon maaf lahir dan bathin. Tulisannya aku tunggu ya… Rifmi

Semakin belakangan ngirim, semakin dibaca SMS-nya. Jadi memang kita sengaja ngirimnya sekarang. Minal Aidin wal Faidzin. 1428 H. Warm regards. Banyu Biru Djarot

Keterlambatan bukanlah penghalang, daripada tidak sama sekali, untuk tetap mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin. Taqabballahu mina waminkum. Ario Nugraha

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon dibukakan pintu maaf lahir dan bathin. M. Najib dan keluarga

Dalam kesempatan yang sangat baik ini, kami sekeluarga mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan. Minal aidin wal faidzin. Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1428 H. Ekosaputro

Seiring bunyi bedug dan takbir, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf atas segala khilaf. Ada open house atau waktu untuk silaturahmi? Didoy dan keluarga

Mohon Bapak/Ibu membukakan pintu maaf untuk segala khilaf yang pernah kami perbuat. Minal Aidin Wal Faidzin. Wassalam. M Qodari dan keluarga

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s