Namanya Johan Harmen Rudolf Kohler. Pangkat terakhir mayor jenderal. Tiba di Aceh tgl 8 April 1873, enam hari kemudian dia tewas ketika memimpin pasukannya mengepung Masjid Baiturrahman.
Jantungnya dirobek peluru laskar Aceh yg melindungi kesucian rumah Allah dan kemerdekaan bangsa Aceh. Mayatnya dibawa ke Singapura, lalu ke Batavia dan dimakamkan di Tanah Abang, di tempat yg kini dikenal sebagai Museum Taman Prasasti.
LIHATLAH foto ini. Dari kiri ke kanan: Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim, Mahathir Mohamad, dan Najib Razak.
Keempatnya masih merupakan politisi United Malays National Organisation (UMNO) yang didirikan Datuk Oon Jafar, Tunku Abdul Rahman dan kawan-kawan mereka pada 11 Mei 1946 sebagai alat perjuangan mencapai kemerdekaan Malaysia.
Foto ini diperkirakan diambil di tahun 1997, tak lama sebelum Mahathir Mohamad yang ketika itu Perdana Menteri memecat Anwar Ibrahim dari posisi Wakil Perdana Menteri.
Amu Darya, sebuah sungai di Asia Tengah, mengalir sepanjang 2.400 kilometer dari satu titik di Pegunungan Pamir di persimpangan Himalaya, Tian Shan, Karakoram, Kunlun, dan jajaran Hindu Kush, di ketinggian 6.000 meter dapl, menuju Danau Aral, menjadi pemisah sekaligus penghubung Afganistan dengan Tajikistan dan Uzbekistan.
Buku #DiTepiAmuDarya adalah rekaman perjalanan saya ketika meliput konflik di Afganistan tahun 2001. Keinginan menyeberangi Amu Darya tak terlaksana sampai rezim Taliban tumbang.
Pecinta ilmu kejiwaan atawa psikologi tentu sering membaca dan mendengar nama ini: Carl Gustav Jung. Lahir 26 Juli 1875, dan meninggal dunia 6 Juni 1961.
Patung raksasa pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, setinggi 22 meter di bukit Mansu atau Mansudae di tengah kota Pyongyang.
Di dalam gambar ini, patung Kim Jong Il di sebelah kirinya tidak terlihat. Foto saya ambil dari sisi Istana Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea. Monumen di Mansudae selesai dibangun pada 1972. Awalnya, hanya ada patung Kim Il Sung.
Monumen Pendirian Partai Pekerja Korea di salah satu sudut kota Pyongyang.
Tiga fitur utamanya adalah palu, kuas, dan arit, yang masing-masing melambangkan tiga elemen masyarakat penggerak revolusi Korea, pekerja, cendekiawan, dan petani.
Terletak di Jalan Munsu, Distrik Taedonggang, monumen ini selesai dibangun dan diresmikan pada 10 Oktober 1995, pada peringatan 50 tahun Partai Pekerja Korea, yang dilambangkan dengan ketinggian monumen 50 meter.
Pada bagian luar sabuk di monumen itu tertulis kalimat “Panjang umur pemimpin dan organisatoris kemenangan rakyat Korea, Partai Pekerja Korea!”
Sementara di bagian dalam sabuk terdapat mural yang menjelaskan tiga babak penting: akar sejarah partai, persatuan rakyat di bawah partai, dan visi masa depan partai yang progresif.
Foto saya ambil dalam kunjungan ke Pyongyang di bulan April 2012.
SELAMAT malam kawan semua. Ini pandangan saya terkait keberadaan dua pasal UU 40/1999 tentang Pers di dalam draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Pandangan ini saya sampaikan memanfaatkan peluang yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada siapapun untuk memberikan masukan atas draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Sejak awal saya menyadari bahwa Presiden Jokowi dalam periode kedua ini ingin memastikan investasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman. Investor untung, negara, dan rakyat juga ikut untung. Tidak ada yang buntung.
Secara umum ada beberapa persoalan di dalam negeri yang kerap diduga menjadi penyebab investasi tidak lancar, yang sering dianggap sebagai faktor yang membuat investor asing jadi ragu-ragu untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.
Di samping tentu saja ada beragam persoalan lain yang tidak terkait langsung dengan situasi dan kondisi di Indonesia, misalnya kepentingan geopolitik dan geostrategis tempat darimana investor berasal.
ENTAH siapa yang memulai cerita itu. Di tengah sebagian masyarakat ada semacam kepercayaan bahwa Kediri adalah kota yang harus dijauhi oleh penguasa negeri.
Konon katanya, tiga pemimpin Indonesia, Bung Karno, Pak Harto, dan Gus Dur, terjungkal tak lama setelah mengunjungi Kediri yang berada di Jawa Timur, sekitar 700 kilometer dari Jakarta.
Karena kepercayaan akan wingitnya Kediri itu pula, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung mewanti-wanti Presiden Joko Widodo agar tak mendatangi Kediri.
PENDIRI media on line berita politik Republik Merdeka On Line (RMOL), Teguh Santosa, mengundang saya. Ia mewanti- wanti jauh hari supaya hadir dalam acara deklarasi pembentukan wadah berhimpun media-media on line, atau media siber. Nama wadahnya : Jaringan Media Siber Indonesia.
Teguh Santosa wartawan muda. Selalu gelisah — syarat mutlak yang memang harus dimiliki oleh seorang wartawan. Yang lebih tertarik mencari dan meneliti sesuatu di balik sebuah peristiwa. Mengulik latar belakang sebuah fakta. Selalu bergelut dengan gagasan dan pemikiran baru.
“WARMEST congratulations @jokowi on your re-election as President of Indonesia. Indonesia is one of Australia’s most important strategic relationships. We look forward to further deepening ties between Australia and Indonesia across all of our shared interests.”
Gus Solah telah meninggalkan kita semua. Mendahului kita menemui Sang Pencipta.
Saya mengenal Gus Solah ketika kakaknya, Gus Dur, menjabat sebagai Presiden RI. Bagi saya beliau adalah narasumber yg baik utk memahami pikiran Gus Dur. Keduanya kerap berbeda pendapat, walau jarang sekali memperlihatkan perbedaan itu di depan orang banyak.
1 Februari 1979, pemimpin besar revolusi itu kembali ke tanah air yang ditinggalkannya sejak ia terusir lebih dari 15 tahun.
Pesawat Air France 4721 yang membawa Imam Khomeini dari Paris, Prancis, mendarat pagi hari. Dari Bandara Mehrabad di Tehran, Imam Khomeini mengunjungi pemakaman para syuhada, Behest-e Zahra.
HUBUNGAN diplomatik Indonesia dan Finlandia dimulai pada 6 September 1954. Sampai tahun 2019, kedua negara mencatat sejumlah kemajuan penting di berbagai bidang kerjasama.
BAGI masyarakat dunia hari ini, Sanna Mirella Marin adalah salah satu ikon baru. Wanita muda kelahiran Helsinki, 16 November 1985, itu dilantik sebagai Perdana Menteri ke-46 Finlandia pada tanggal 10 Desember 2019 lalu di saat baru berusia 34 tahun.
PERISTIWA itu terjadi pada 15 Januari 1974, hingga kini sering disingkat Malari. ia diperingati ratusan aktivis yang memadati gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).
Tokoh legendaris Malari, Hariman Siregar, tetap menjadi bintang.
Pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 1 Mei 1950 ini rasanya sudah pantas disebut sebagai Bapak Demonstran Indonesia. Seperti matahari, ia adalah epicentrum tata surya demonstran Indonesia hari ini. Sejak 46 tahun lalu. Sejak kemenangannya dalam pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ditorpedo kekuasaan melalui tangan Ali Murtopo.
Sejak ia turun ke jalan, sejak demonstrasi mahasiswa di Jakarta menolak ketergantungan ekonomi dan utang luar negeri pada Jepang berubah menjadi kerusuhan pada peristiwa Malari itu. Menewaskan sekian orang, membenturkan faksi-faksi yang ada di lingkaran kekuasaan.
Sampai akhir tahun 2019, Dewan Pers telah memverifikasi secara administrasi dan faktual 511 media massa di seluruh Indonesia.
Dari jumlah itu, sebanyak 250 adalah media massa cetak, lalu 211 media massa berbasis internet atau siber, 45 televisi, dan 5 radio.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun, di sela-sela pemberian sertifikat terverifikasi administrasi dan faktual untuk Kantor Berita Politik Republik Merdeka atau RMOL, di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis pagi (9/1).
Penyelesaian sengketa di Laut China Selatan dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna sulit dilakukan selagi pemerintahan Partai Komunis China (PKC) tidak mau mengubah watak dasar politik negeri tirai bambu itu.
Sedari awal, sejak mengklaim kembali perairan di Laut China Selatan, China sudah memperlihatkan sikap arogan dan tidak mau mengikuti aturan main dan hukum internasional yang berlaku.
Klaim sejarah yang selalu digunakan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk mendukung klaim mereka atas perairan yang dinamakan Laut China Selatan sangat tidak relevan.
Faktanya, Perang Dunia Kedua yang berakhir di tahun 1945 telah mengubah lanskap politik dunia. Gerakan kebangsaan dan negara-negara baru yang lahir pada era dekolonisisai mendapat tempat yang pantas dalam sistem internasional.
Pelanggaran Exclusive Economy Zone (EEZ) Indonesia oleh armada Coast Guard Republik Rakyat China (RRC) dan kapal pencari ikan negara itu hanya bisa dihentikan bila pemerintah serius memperjuangkan Laut Natuna Utara.
Selama perairan di wilayah Indonesia dari kawasan Pulau Natuna sampai Bangka Belitung masih menggunakan nama Laut China Selatan, selama itu pula China akan “besar kepala” karena merasa memilik “hak sejarah” atas perairan itu.
Sikap pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, memanggil Dubes China di Jakarta, Xiao Qian, untuk dimintai keterangan sudah tegas dan tepat.
Namun, langkah ini kelihatannya masih kurang efetif untuk menghentikan agresifitas China di Laut China Selatan di masa depan yang bisa mengancam integritas teritori dan kedaulatan Indonesia.
Indonesia bukan merupakan salah satu negara yang terlibat dalam sengketa perebutan batas wilayah di Laut China Selatan.
Sengketa di kawasan yang oleh China diklaim dengan menggunakan sembilan garis-putus atau dashed-line itu terjadi antara China dengan negara-negara ASEAN yang lain, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam dan Brunei Darussalam.
Saya berbisik kepada senior saya, Pak Marah Sakti Siregar, yang duduk di sebelah kiri.
Meja makanan di hadapan kami dipenuhi berbagai jenis makanan. Mulai dari kepala ikan manyung yg masuk keluarga ikan2 berkumis Ariidae, sayur daun labu dan kacang hijau khas dari Sulawesi Selatan, telur mata sapi dengan sambal yang juga khas, serta ayam goreng.
Tidak lama lagi masa hukuman musisi Ahmad Dhani akan berakhir. Menurut jadwal, pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972, ini keluar dari LP Cipinang pada hari Senin (30/12) pekan depan.
Hari Senin lalu (23/12), bersama aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma, saya berkunjung ke LP Cipinang membesuk Dhani.
Ini adalah kali kedua saya membesuknya di LP Cipinang.
Berada di Teluk Iberia, sejak berdiri di tahun 868 M Portugal yang kini dihuni sekitar 10,2 juta jiwa nyaris tidak mengalami perubahan batas wilayah.
Di masa lalu, Portugal adalah negeri para penjelajah. Vasco da Gama, Pedro Alvares Cabral, Ferdinand Magellan, Christopher Columbus, Diogo Cao, Diogo Silves, dan Bartolomeu Dias, adalah beberapa dari sekian banyak penjelajah Portugal yang langsung atau tidak langsung ikut menentukan peta dunia dan batas-batas negeri, serta mendorong kebangkitan gagasan kebangsaan di banyak tempat di muka bumi.
Ketika menerima kami di kantornya, Dutabesar Republik Portugal Rui Fernando Sucena Do Carmo tidak sungkan membagi cerita dari masa lalu, termasuk kompetisi di antara negara-negara Eropa dalam menemukan negeri-negeri baru yang kelak menjadi koloni mereka.
Misalnya tentang Perjanjian Tordesillas tahun 1494 antara Portugal dan Spanyol yang membuat, antara lain, hingga kini hanya Brazil di Amerika Latin yang menggunakan bahasa Portugis. Sementara selebihnya menggunakan bahasa Spanyol, kecuali tiga negara kecil yakni Suriname, Guyana Prancis dan Guyana Inggris.
Kabar duka itu datang kemarin pagi (Rabu, 11/12). Dari Havana, Kuba.
Achmad Soengkawa Soepardja meninggal dunia. Selasa (10/12) sekitar jam 06.00 waktu setempat.
Kabar kepergian pria kelahiran Jakarta, 2 Mei 1934 itu menghadap Illahi saya terima dari Staf KBRI Havana Dedi Supardi.
Saya dikirimi foto sebuah kuburan di Pemakaman Colon, Vedado. Di tempat itulah, tubuh Achmad Soepardja yang kerap disapa Aki oleh masyarakat Indonesia di Kuba, dibaringkan.
Sedang melakukan glasnost dan perestroika ala mereka. Keterbukaan dan restrukturisasi. Atau dalam bahasa Spanyol yang digunakan sebagai bahasa nasional di Kuba, transparencia dan reestructuración.
Glasnost dan perestroika dalam tulisan ini hanya istilah yang saya gunakan. Manakala membandingkan hal yang kurang lebih serupa dengan apa yang pernah dilakukan Uni Soviet di akhir 1980an.
Tentu, situasi tidak sama. Glasnost dan perestroika di Uni Soviet pada masa itu terjadi secara tiba-tiba. Seperti cahaya yang membuat silau bahkan menyakitkan mata. Alih-alih berfungsi sebagai penerang jalan, keduanya malah membuat kaki Soviet terantuk, dan terjatuh, bubar.
Internet telah ramai digunakan warga Kuba sejak 2015, menjelang perbaikan hubungan negara itu dengan Amerika Serikat.
Gambar kartu akreditasi ini tidak ditemukan #DiTepiAmuDarya. Saat buku yang berkisah ttg perjalanan saya ke perbatasan Afghanistan tahun 2001 itu dilayout, saya cari2 kartu ini. Tapi tak ketemu juga. Akhirnya ia tak bisa disertakan dalam hasil akhir.
Insya Allah dalam cetakan kedua mendatang kartu akreditasi ini akan disertakan.