Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban

KEMENANGAN Fidel Castro, Ernesto Che Guevara, Camilo Cienfuegos, dan kawan-kawan, di penghujung 1958 dalam perjuangan menggulingkan rezim diktator Fulgencio Batista telah menempatkan Kuba sebagai episentrum dan simbol revolusi dunia di era Perang Dingin.

Revolusi Kuba mewabah dan menginspirasi gerakan serupa setelahnya di banyak negara di berbagai belahan dunia. Kata-kata “Kuba”, “Revolusi”, “Castro”, dan “Che Guevara” menjadi identik dan diucapkan dalam satu tarikan nafas yang sama.

Di luar tema revolusi, Kuba identik dengan cerutu, mobil tua, atau novelis legendaris Ernest Hemingway yang menghabiskan sekitar 30 tahun waktunya di Cuba dimana dia menghasilkan banyak novel kelas dunia, termasuk “The Old Man and the Sea”.

Tentu saja Kuba lebih dari itu. Apalagi belakangan ini, ketika dunia dilanda pandemi Covid-19. Dunia telah menyaksikan bagaimana Kuba menangani penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama juga memberikan bantuan yang tidak sedikit untuk banyak negara.

Continue reading “Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban”

Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

Putri proklamator Republik Indonesia Rachmawati Soekarnoputri memprakarsai pendirian Juche Study Group Indonesia (JSGI).

Selain untuk mempelajari Juche, ideologi negara Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, JSGI juga didirikan untuk membicarakan pikiran-pikiran kebangsaan dan kedaulatan yang relevan bagi bangsa-bangsa di dunia dalam menghadapi neokolonialisme dan neoimperialisme dengan segala manifestasinya.

Juche yang kerap diartikan sebagai ideologi kemandirian atau self reliance dikembangkan pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, di masa perlawanan bangsa Korea terhadap penjajahan Jepang.

Continue reading “Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia”

ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan

Asia Tenggara dan negara-negara anggota ASEAN memiliki arti penting bagi Republik Korea atau Korea Selatan. Hubungan Korea Selatan dengan kawasan ini dimulai pertama kali melalui ASEAN-ROK Partnership Dialogue yang diselenggarakan November 1989.

Kualitas hubungan itu meningkat dari tahun ke tahun dan semakin signifikan setelah dalam kunjungan ke Jakarta di bulan November 2017 Presiden Moon Jaein mengumumkan kebijakan baru yang diberi nama New Southern Policy (NSP).

Dengan kebijakan ini, Korea Selatan ingin meningkatkan kualitas hubungannya dengan India dan Asia Tenggara sehingga memiliki kualitas yang sama seperti hubungan Korea Selatan dengan mitra tradisional mereka yakni Republik Rakyat China, Jepang, Amerika Serikat, dan Federasi Rusia.

Continue reading “ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan”

Mengenang Ibunda

Mengenang Ibunda
Adalah mengenang kasih
Sepanjang jalan
Mengenang cinta
Yang seluas alam semesta
Tak terkira

Mengenang Ibunda
Bersama doa-doa
Memohon agar Tuhan Yang Kuasa
Mengasihinya,
Memberikan tempat terbaik
Untuknya
Dan kelak
Mempertemukan kembali
Aku dengannya
Di alam baqa

Selamat hari lahir, Mama.

Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?

Wilayah Sahara Maroko atau Sahara Barat kembali menjadi perhatian masyarakat internasional. Perhatian dunia tertuju ke wilayah itu setelah kelompok separatis Front Polisario melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Kerajaan Maroko yang telah berlangsung selama 29 tahun pada akhir pekan kemarin.

Konflik antara Maroko dan Polisario ini menjadi tema yang dibahas khusus dalam pertemuan rutin Dewan Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Maroko (DK-PRIMA) yang diselenggarakan Kamis malam (19/11).

Pertemuan dihadiri mantan Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja, dan Presiden DK-PRIMA Heppy Trenggono bersama sejumlah pengurus lain.

Sebagai narasumber adalah pengamat hubungan internasional Teguh Santosa yang pernah dua kali menjadi petisioner masalah Sahara Barat di Komisi IV di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada tahun 2011 dan 2012.

Continue reading “Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?”

Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah

The Capitol, 2009

SEBESAR apapun keinginnya untuk melawan, yang jelas berakhir sudah kekuasaan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Menurut sejumlah media, sampai tulisan ini diturunkan, penghitung suara di tiga negara bagian, North Carolina, Alaska, dan Georgia masih berlangsung.

Di North Carolina dan Alaska, Trump diperkirakan menang. Di North Carolina sudah 99 persen suara yang dihitung. Sementara di Alaska, baru 50 persen suara yang telah dihitung, dan sejauh ini Trump unggul dengan angka menyakinkan, 62 persen.

Sementara di Georgia, dimana sudah 99 persen suara dihitung, Biden memimpin tipis.

Continue reading “Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah”

Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa

DENGAN wilayah seluas 331 kilometer per segi yang memanjang dari utara ke selatan di lengkungan paling timur daratan Asia Tenggara, Viet Nam yang memiliki populasi sebanyak 96,2 juta jiwa kini menjadi salah satu tujuan utama investasi dunia.

Continue reading “Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa”

Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara

Isu keamanan Laut China Selatan yang dibicarakan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo dalam pertemuan dengan Menlu RI Retno LP Marsudi dan Presiden Joko Widodo harus dimanfaatkan untuk menuntaskan penggunaan nama Laut Natuna Utara sekitar Pulau Natuna.

Laut Natuna Utara digunakan Indonesia dalam peta baru NKRI tahun 2017. Disusun sejak era Menko Maritim Rizal Ramli, 2015-2016, sejauh ini tidak ada satu pun negara tetangga di ASEAN yang memprotes nama baru itu. Alasannya sederhana, nama Laut Natuna Utara diberikan Indonesia untuk perairan di sekitar Pulau Natuna yang sudah diakui negara-negara tetangga sebagai wilayah kedaulatan NKRI.

Continue reading “Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara”

JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen

Dideklarasikan pada tanggal 8 Februari 2020, dalam waktu singkat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Soliditas dan komitmen, serta pengalaman dan dedikasi, adalah sejumlah kata kunci yang memungkinkan hal itu terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa ketika secara resmi menyampaikan berkas pendaftaran JMSI ke Dewan Pers, Senin pagi (26/10).

Continue reading “JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen”

Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi

Pandemi Covid-19 menjadi semacam ujian bagi setiap negara yang terdampak dan pemerintahan yang berkuasa. Sepintas ada kesan, negara dengan sistem politik relatif tertutup lebih mampu menghadapi situasi krisis kesehatan yang diakibatkan penyebaran virus mematikan ini.

Pemerintahan di negara-negara tersebut dapat mengambil tindakan yang tepat dalam waktu cepat untuk meminimalisir jumlah korban.

Demikian dikatakan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, ketika berbicara dalam diskusi virtual Medan Urban Forum bertema “Pemulihan Demokrasi Indonesia” yang diselenggarakan Rabu malam (14/10) melalui ruang digital Zoom.

Continue reading “Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi”

Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati

Lapangan Merdeka di kota Medan, seperti halnya Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada) yang kini menjadi kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, digambarkan sebagai sidik jari kemerdekaan Republik Indonesia.

Perumpamaan itu disampaikan Miduk Hutabarat dari Koalisi Peduli Lapangan Merdeka ketika berbicara dalam diskusi Medan Urban Forum yang digelar khusus membahas tentang nasib titik nol kota Medan itu, Rabu malam (22/9).

Continue reading “Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati”

Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka

SETIDAKNYA sejak 12 ribu tahun sebelum Masehi negeri seluas 1,1 kilometer persegi di belahan utara Amerika Selatan ini telah didiami penduduk pribumi, dari bangsa Chibcha, Muisca, Quimbaya, Tairona, dan Inca yang berkembang di baratdaya Kolombia modern.

Continue reading “Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka”

Gara-gara “Bayang-bayang Intervensi”

Hasril Chaniago menjadi salah satu bintang di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa lalu (8/9).

Lahir di Nagari Koto Tangah, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tahun 1962, Hasril pernah bekerja di Harian Singgalang dan menjadi Pemimpin Redaksi di Hariang Minang.

Dari sekian hal yang disampaikannya dalam ILC yang membahas pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, ada satu yang memicu diskusi baru, yakni tentang hubungan kekerabatan anggota DPR RI dari PDIP Arteria Dahlan dengan Bachtaruddin, salah seorang pendiri PKI di Sumatera Barat.

Continue reading “Gara-gara “Bayang-bayang Intervensi””

19 Tahun 9/11

Pak Jaya Suprana memegang medali persahabatan kelas dua yang saya terima dari pemerintah Korea Utara di teras Hotel Yanggakdo di Pyongyang, Korea Utara, Agustus 2017.
Saya bersama Pak Dahlan Iskan berfoto di atas Tugu Juche di tepi Sungai Taedong di Pyongyang, Korea Utara, Oktober 2018.

Pak Jaya Suprana mengirimkan link tulisannya di Kompas untuk mengenang kepergian maestro pers nasional Jakob Oetama yang wafat dua hari lalu (9/9). Seperti biasa tulisan Pak Jaya tidak bertele-tele, dipadati perenungan dan pesan moral.

“Jelas bahwa jasa-jasa Pak Jakob terasa bukan hanya di bidang pers tetapi juga di bidang percetakan, penerbitan, retailer, manufacturing, perhotelan yang membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu kepala keluarga di Indonesia,” tulis pendiri Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) itu.

“Maka kita semua wajib menyampaikan ucapan terima kasih atas segenap mahakarsa dan mahakarya yang telah dipersembahkan oleh Pak Jakob kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia!” tutupnya di akhir tulisan.

Continue reading “19 Tahun 9/11”

Foto Lama

Sesuai PP 21/2020, status PSBB di DKI Jakarta diusulkan Pemprov DKI kepada Menkes RI, dan disetujui Menkes RI pd 7 April 2020. Status PSBB di DKI Jakarta tidak pernah dicabut atau dihentikan Menkes RI bahkan sampai hari ini.

Di tengah perjalanan, ada kebijakan baru pemerintah soal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yg sebelumnya sempat disebut New Normal yg intinya relaksasi thdp PSBB. Kebijakan AKB ini dinilai tidak lazim oleh sementara kalangan. Sebab, bagaimana mungkin PSBB dilonggarkan sementara tanda2 ke arah penurunan kasus infeksi belum terjadi.

Continue reading “Foto Lama”

Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya

Namanya Egan Arley Bernal Gomez. Biasa disapa Ergan Benal. Lahir di Bogota, ibukota Kolombia, 13 Januari 1997, Ergan Bernal adalah juara Tour de France tahun 2019 lalu sejauh 3.365 kilometer.

Egan Bernal pembalap dari Amerika Latin pertama yang memenangkan balap sepeda dunia tahunan yang mulai pada 1903 itu. Di saat bersamaan dia juga berhasil mencatatkan diri sebagai orang termuda yang memenangkannya. Ketika memenangkan Tour de France, Egan Bernal baru berusia 23 tahun.

Continue reading “Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya”

Dubes Turki Prof. Kılıç: Kami Tidak Mengubah Aya Sofya Menjadi Diskotik

RASANYA Prof. Dr. Mahmut Erol Kılıç adalah orang yang tepat untuk menjelaskan duduk persoalan ini: keputusan pemerintah Turki mengembalikan fungsi Aya Sofya sebagai masjid.

Continue reading “Dubes Turki Prof. Kılıç: Kami Tidak Mengubah Aya Sofya Menjadi Diskotik”

Kesederhanaan Sapardi Djoko Damono dan Ernest Hemingway

Lahir di Surakarta, 20 Maret 1940, pujangga Sapardi Djoko Damono yang dikenal dengan larik-larik sederhana sarat makna dalam karya-karyanya meninggal dunia di Jakarta, 19 Juli 2020.

Ada saya baca, terkait kesederhanaan karya-karyanya yang memukau dan memikat pembaca lintas era, alm. Sapardi mengatakan, kira-kira, dirinya tak pernah memaksakan makna. Kesederhanaan, atau apa yang dipandang orang sebagai kesederhanaan dalam larik-larik sajak yang ditulisnya, tidak pernah diniatkan sebagai sebuah kesederhanaan. Rasanya, Sapardi menulis mengikuti ayunan jiwa.

Harus diakui, tak banyak karya SDD yang saya baca. Sajak “Aku Ingin” tentu populer di era 1990an. Musikalisasinya dalam berbagai kegiatan keseniaan yang saya ikuti di Bandung kala itu mengiris-iris gendang telinga.

Continue reading “Kesederhanaan Sapardi Djoko Damono dan Ernest Hemingway”

Mereka Tak Peduli Berapa Banyak Rakyat Kami Yang Menderita

VIRUS corona baru yang untuk pertama kali diketahui menyebar dari Wuhan, Republik Rakyat China (RRC), pada Desember 2019 menghantam hampir semua negara di muka bumi. Saat wawancara ini dituliskan (Kamis, 9/7), Badan Kesehatan Dunia mencatat 11,8 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia. Sebanyak 544 ribu di antaranya berakhir dengan kematian.

Di Republik Bolivarian Venezuela, pandemik Covid-19 tiba di tengah persoalan lain yang sejak beberapa tahun belakangan ini dihadapi pemerintahan Nicolas Maduro: aksi kekerasan sepihak atau unilateral coercive measures yang dilakukan lawan-lawan negara itu.

Dutabesar Venezuela untuk Indonesia, Radames Jesus Gomez Azuaje dalam pertemuan dengan Republik Merdeka pada akhir bulan Juni lalu menceritakan berbagai upaya yang dilakukan negaranya dalam menangani pandemic Covid-19 dan di saat bersamaan menghadapi intervensi asing, termasuk invasi yang dilakukan kelompok tentara bayaran (mercenaries) pada awal Mei lalu.

Dubes Gomez menjelaskan secara umum strategi dan kebijakan yang diterapkan pemerintahan Maduro untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sampai awal Juni, Venezuela hanya memiliki sekitar 300 kasus Covid-19. Namun dalam waktu beberapa minggu setelah itu, jumlah kasus Covid-19 di Venezuela meningkat drastis hingga menyentuh angka 4.000 kasus.

Peningkatan jumlah kasus ini terjadi menyusul gelombang kepulangan warganegara Venezuela yang sempat melarikan diri ke sejumlah negara lain di Amerika Latin, terutama Kolombia, Brazil, Chili, dan Peru. Tidak sedikit di antara mereka yang kembali dari negara-negara tetangga tersebut terjangkit Covid-19.

Continue reading “Mereka Tak Peduli Berapa Banyak Rakyat Kami Yang Menderita”

Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum

Setelah berlangsung selama sembilan jam, sebanyak 21 Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) akhirnya secara aklamasi memilih Teguh Santosa menjadi Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar secara virtual, Senin (29/6).

CEO RMOL Network itu akan memimpin organisasi perusahaan media siber ini untuk periode 2020-2025.

Continue reading “Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum”

Lomba Baca Puisi JMSI Dicatat sebagai Rekor Dunia!

Menyambut Musyawarah Nasional (Munas) I, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar perlombaan pembacaan puisi yang diikuti wartawan. Peserta berasal dari media massa berbasis internet yang menjadi anggota JMSI di seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum JMSI, Mahmud Marhaba, mengatakan, lomba baca puisi ini bertambah spesial karena akan dicatat sebagai rekor dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Continue reading “Lomba Baca Puisi JMSI Dicatat sebagai Rekor Dunia!”

Melan Refra: Tidak Bermaksud Riya, Tapi Orang Perlu Tahu Sisi Positif John Kei

Suasana mendadak mencekam. Dari luar rumah terdengar suara rentetan tembakan. John Refra Kei buru-buru mengungsikan keluarganya dari ruang tamu ke dalam kamar. Mencoba mencari perlindungan dan menyelamatkan diri.

Malam itu, Minggu (26/6).

Maria Erviliana “Melan” Refra masih mengingat peristiwa mencekam itu.

Putri sulung John Kei itu ketakutan. Ia membayangkan “serangan balasan” dari pihak Agrapinus Rumatora yang biasa dipanggilnya Opa Nus.

Juga berasal dari Pulau Kei di Maluku Utara, Opa Nus dikenal dengan sebutan Nus Kei.

Minggu siang sudah terdengar kabar tentang penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei ke tempat tinggal Nus Kei di perumahan Green Lake City, Cengkareng, Jakarta Barat.

Continue reading “Melan Refra: Tidak Bermaksud Riya, Tapi Orang Perlu Tahu Sisi Positif John Kei”

Kesaksian Putri John Kei: Papa Telah Berubah, Sekarang Semua Diawali Doa

Setelah keluar dari LP Nusakambangan bulan Desember 2019 lalu John Refra Kei berubah. Ia kini menjadi lebih religius.

Pria kelahiran Pulau Kei, Provinsi Maluku, 10 September 1969, itu kini kerap memberikan pelayanan doa, antara lain bersama Pendeta Gilbert Lumoindong.

Pelayanan doa yang diberikan John Kei tidak berhenti di era pandemi. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ia menyapa jemaat secara virtual.

Continue reading “Kesaksian Putri John Kei: Papa Telah Berubah, Sekarang Semua Diawali Doa”

Provokasi Talbukja

PANMUNJOM, SOUTH KOREA – APRIL 27: North Korean Leader Kim Jong Un (L) and South Korean President Moon Jae-in (R) shake hands over the military demarcation line upon meeting for the Inter-Korean Summit on April 27, 2018 in Panmunjom, South Korea. Kim and Moon meet at the border today for the third-ever inter-Korean summit talks after the 1945 division of the peninsula, and first since 2007 between then President Roh Moo-hyun of South Korea and Leader Kim Jong-il of North Korea. (Photo by Korea Summit Press Pool/Getty Images)

Pemerintah Korea Selatan tdk boleh menutup mata dan membiarkan provokasi yang dilakukan talbukja, pembelot Korea Utara yg sekarang menetap di Korea Selatan.

Korea Selatan sbg negara yg menampung kelompok talbukja punya kewajiban moral dan politik utk menghentikan provokasi itu.

Provokasi talbukja ini menciptakan ketegangan baru di Semenanjung dlm bbrp hari terakhir. Membuat niat dan itikad Korea Selatan utk perdamaian jd patut dan pantas dipertanyakan.

Continue reading “Provokasi Talbukja”

Bung, di Sel Nomor 5 Itu…

Bung, di sel nomor 5 itu kau habiskan waktu utk merenungi kemerdekaan bangsamu. Kemerdekaan yang kau percaya akan menjadi jembatan emas yang mengantarkan bangsa ini pada kemakmuran, keadilan, penghormatan pada hukum, bangsa yang menatap masa depan dan merayakan kebersamaan.

Continue reading “Bung, di Sel Nomor 5 Itu…”

Salinan Surat Bung Hatta untuk Guntur Sukarnoputra mengenai Perjalanan Naskah Pancasila

Anakda Goentoer Sukarnoputra
Cempaka Putih Barat I/2
Jakarta Pusat

Pancasila

Dekat pada akhir bulan Mei 1945, dr. Radjiman, ketua Panitia Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia membuka sidang itu dengan mengemukakan pertanyaan kepada rapat, “Negara Indonesia Merdeka yang akan kita bangun itu, apa dasarnya?”

Kebanyakan anggota tidak mau menjawab pertanyaan itu, karena takut pertanyaan itu akan menimbulkan persoalan filosofi yang akan berpanjang-panjang. Mereka langsung membicarakan soal Undang2 Dasar.

Continue reading “Salinan Surat Bung Hatta untuk Guntur Sukarnoputra mengenai Perjalanan Naskah Pancasila”

Bersama Pak Mustajab di Makam Sunan Ampel di Surabaya, 2019

Sejauh ini yang saya jadikan rujukan utama mengenai Sunan Ampel adalah buku karya Slamet Mulyana, “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Berdirinya Kerajaan Islam Nusantara” yang pernah dibreidel pada 1968 dan diterbitkan kembali satu dekade yang lalu.

Disebutkan di dalamnya, dari naskah-naskah Klenteng Sam Po Kong di Semarang, bahwa Sunan Ampel yang juga dikenal sebagai Raden Rahmat memiliki nama asli Bong Swi Hoo.

Ia adalah guru dari Jin Bun atau Raden Patah yang merupakan anak dari Raja Majapahit terakhir Bhre Kertabumi atau Brawijaya dengan seorang putri Tiongkok dari Champa.

Continue reading “Bersama Pak Mustajab di Makam Sunan Ampel di Surabaya, 2019”

Mahkota Wartawan

Ilham Bintang, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat

SAYA termasuk orang yang senang meluapkan kegembiraan dan ikut  bahagia setiap kali ada sejawat wartawan menulis buku. Buku adalah mahkota wartawan, kata ungkapan klasik.

Continue reading “Mahkota Wartawan”

Setiap Terjadi Gejolak, Wartawan Bergolak

Dahlan Iskan

Ketua Umum Serikat Penerbit Surat Kabar

SETIAP terjadi gejolak, wartawan bergolak. Dalam hatinya. Ingin terjun ke pergolakan itu. Melaporkan dari tangan pertama. Apa yang terjadi di sana.

Itulah yang dialami Teguh Santosa. Wartawan Rakyat Merdeka. Yang masih muda. Yang darah wartawannya terus bergolak.

Tahun 2001 Teguh nekat ingin ke Afghanistan. Meliput perang di sana. Tapi lewat mana? Lewat Pakistan? Lalu ke Peshawar? Masuk perbatasan?

Di situlah gejolak paling brutal. Mungkin sulit juga lewat Pakistan. Saya baca novel-novel tentang Afghanistan. Termasuk kisah penyelundupan manusia di perbatasan Peshawar itu. Menegangkan. Mengharukan.

Continue reading “Setiap Terjadi Gejolak, Wartawan Bergolak”

Dari Kacamata Post-Truth

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (2014-2019)

PADA era yang disebut-sebut sebagai era post-truth saat ini, informasi menjadi senjata untuk menguasai. Pada era post-truth, informasi digelontorkan bertubi-tubi agar menjadi opini, tak peduli benar atau salah. Pada gilirannya, opini masyarakat atau seseorang terbentuk hanya oleh saking intensnya sebuah informasi terpapar, bukan oleh faktual atau tidaknya informasi tersebut.

Continue reading “Dari Kacamata Post-Truth”