Yani Apri alias Rian, Sonny, Herman Hendarman, Dedy Umar Hamdun, Noval Alkatiri, Ismail, Suyat, Petrus Bima Anugrah, Wiji Thukul, Ucok Munandar Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhyidin, dan Abdun Naser. Continue reading “Bila Nama Baik Presiden yang Hilang”
Inilah Cerita Lain yang Memungkinkan Boediono Dimakzulkan
Berbagai pihak mulai membicarakan pemakzulan Boediono dari kursi Wakil Presiden. Sementara kalangan menilai pembicaraan mengenai hal itu perlu dilakukan. Sementara lainnya menilai belum perlu. Continue reading “Inilah Cerita Lain yang Memungkinkan Boediono Dimakzulkan”
Inilah SMS Sri Mulyani untuk JK Versi Facebook dan BlackBerry
Mantan Ketua Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani juga dikritik karena menyampaikan laporan usai Rapat KSSK pada dinihari 21 November 2008 lewat pesan pendek atau SMS. Continue reading “Inilah SMS Sri Mulyani untuk JK Versi Facebook dan BlackBerry”
Tak Sekadar Imam Gazhali, Ibnu Sina dan Umar Khayam
Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Islam Iran terus berupaya meningkatkan hubungan baik kedua negara. Setelah menerbitkan perangko bersama pada pertengahan Desember 2009 lalu, Indonesia dan Iran akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara dengan menggelar berbagai kegiatan yang diharapkan dapat memperkuat hubungan government to government juga people to people. Continue reading “Tak Sekadar Imam Gazhali, Ibnu Sina dan Umar Khayam”
With Rachmawati Soekarnoputri
Pasang Iklan Yuk..
Marsilam Simanjuntak Tokoh Penting di Balik Kejatuhan Gus Dur
Marsilam Simanjuntak kini menjadi kontroversial menyusul kasus dana talangan Bank Century yang membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. Continue reading “Marsilam Simanjuntak Tokoh Penting di Balik Kejatuhan Gus Dur”
Gus Dur
Di Balik Kemenangan Hatta yang (Tidak) Mengejutkan
Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Batam berakhir sudah. Ditutup dengan pesta kembang api di Harbour Bay. Continue reading “Di Balik Kemenangan Hatta yang (Tidak) Mengejutkan”
Prestasi Gus Dur, Menyelamatkan Anak Emas Orde Baru
Sebagai kepala pemerintahan pertama di Era Reformasi, Abdurrahman Wahid mesti menyelesaikan begitu banyak persoalan yang ditinggalkan rezim Orde Baru.
Continue reading “Prestasi Gus Dur, Menyelamatkan Anak Emas Orde Baru”Prestasi Gus Dur, Tertutup Kabut Konflik Politik dengan Kawan yang Kemudian Menjadi Lawan
Abdurrahman Wahid diakui sebagai tokoh dengan gigih mempertahankan prinsip pluralisme Indonesia serta memperjuangkan perlindungan hak azasi masyarakat sipil dan hak kaum minoritas yang penting dilakukan untuk menjaga eksistensi NKRI. Continue reading “Prestasi Gus Dur, Tertutup Kabut Konflik Politik dengan Kawan yang Kemudian Menjadi Lawan”
Riwayat Kolor Presiden Gus Dur
EFISIEN, hemat, dan sederhana. Itulah tiga kata kunci yang selalu menjadi landasan Gus Dur dalam menjalani kehidupannya. Tiga kata itu pula yang jadi alasan kenapa Gus Dur kemudian memilih tinggal di Istana Merdeka setelah MPR menetapkannya sebagai Presiden RI ke-4.
Dengan Presiden tinggal di Istana, selain efisien dalam waktu, uang negara dalam jumlah milyaran rupiah memang bisa dihemat. Sebab ada atau tidak ada Presiden di dalamnya, Istana tetap harus dijaga dan dirawat. Sedangkan kalau Presiden tinggal di rumah sendiri, biaya untuk penjagaan dan perawatan rumahnya kurang lebih sama. Jadi dengan tinggal di Istana, selain menghemat biaya penjagaan dan perawatan, juga mengurangi biaya perjalanan pergi-pulang Presiden dari rumah dan Istana. Sebab meskipun di dalam kota, perjalanan Presiden butuh banyak biaya. Maklum, sepanjang jalan antara rumah dan Istana, ada ratusan personel TNI plus Polri yang berjaga-jaga. Continue reading “Riwayat Kolor Presiden Gus Dur”
Gus Dur Jadi Bintang Tamu, Glandes Jadi Materi Utama
Lantas apa yang dibicarakan dalam Majelis Denpasar yang digelar malam hari, 4 Desember 2009, di rumah dinas mantan Wakil Ketua DPR RI Soetardjo Soerjogoeritno, di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan? Continue reading “Gus Dur Jadi Bintang Tamu, Glandes Jadi Materi Utama”
Mbah Tardjo Lebih Teruk dari Gus Dur
Lampu ruang tamu di rumah itu sudah banyak yang dicopot. 4 Desember 2009 malam, pertemuan di rumah yang selama lima tahun ditempati mantan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Jalan Denpasar No. 3, Kuningan, Jakarta Selatan, itu pun digelar di tengah keremangan. Keremangan dalam arti yang sebenarnya. Continue reading “Mbah Tardjo Lebih Teruk dari Gus Dur”
Riwayat Kabinet Gus Dur yang Kurang dari Dua Tahun
Gus Dur memimpin Indonesia kurang dari dua tahun. Di masa yang cukup singkat itu, Gus Dur dan pemerintahannya telah melakukan banyak hal untuk Indonesia yang tengah melangkah memasuki era baru, baik di bidang politik, demokrasi dan HAM juga ekonomi.
Namun apa daya, pertarungan antara Gus Dur dan lawan-lawan politiknya lebih seru untuk disaksikan daripada menyimak prestasi-prestasi yang telah dicatatkan itu.
Continue reading “Riwayat Kabinet Gus Dur yang Kurang dari Dua Tahun”Pengakuan George Junus Aditjondro, Gus Dur Lebih Demokratis
Di dalam buku “Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga, Istana, Tangsi dan Partai Penguasa” yang ditulis dan diterbitkan George Junus Aditjondro tahun 2006 lalu ada bagian yang menyoroti nepotisme di era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Continue reading “Pengakuan George Junus Aditjondro, Gus Dur Lebih Demokratis”
Cerita di Balik Endorsement Gus Dur untuk Buku “Membongkar Gurita Cikeas”
“Bukankah SBY berkata akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi di negeri ini?” begitu endorsement yang diberikan Gus Dur untuk buku “Membongkar Gurita Cikeas” karya George Junus Aditjondro. Continue reading “Cerita di Balik Endorsement Gus Dur untuk Buku “Membongkar Gurita Cikeas””
Seperti Tandukan Zidane pada Dada Materazzi, George JA Lawan Ramadhan Pohan bukan Partai Utama
Pertandingan Final Piala Dunia 2006 antara Prancis dan Italia yang digelar di Berlin, Jerman, menyisakan satu cerita yang rasa-rasanya akan terus diingat oleh para penggila bola. Continue reading “Seperti Tandukan Zidane pada Dada Materazzi, George JA Lawan Ramadhan Pohan bukan Partai Utama”
Detik-detik Terakhir Gus Dur di Istana

Awal Agustus 2001, Abdurrahman Wahid akhirnya meninggalkan Istana. Selama sepekan dia bertahan tak ingin angkat kaki dari Istana, walau MPR telah melantik Megawati Soekarnoputri yang tadinya Wapres, menjadi Presiden menggantikan Gus Dur.
Continue reading “Detik-detik Terakhir Gus Dur di Istana”untuk gus dur (1940-2009)
Yang Penting Sebelum Mendukung Sri Mulyani
Kubu pendukung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono kerap menuding ada pihak lain yang mempolitisasi skandal bailout Bank Century yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun ini. Continue reading “Yang Penting Sebelum Mendukung Sri Mulyani”
Mega-Yudhyono: Latihan Perang
Bunga Untuk Sri Mulyani, Apakah Tidak Terlalu Pagi
Sekelompok pemilik account di laman Facebook hari ini (22/12) akan memberikan bunga untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Bunga yang diberikan bersamaan dengan Hari Ibu itu merupakan bentuk dukungan moril kelompok yang tergabung dalam grup “Kami Percaya Integritas Sri Mulyani Indrawati”. Dalam undangan yang tersebar di berbagai milis disebutkan bahwa pengiriman bunga ke kantor Sri Mulyani di Jalan Dr. Wahidin, Jakarta Pusat, akan dilakukan secara bergelombang dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Continue reading “Bunga Untuk Sri Mulyani, Apakah Tidak Terlalu Pagi”
Paling Ngotot, Hari Ini Boediono Diperiksa Pansus
Seperti yang telah dijadwalkan, hari ini (Selasa, 22/12) Wakil Presiden Boediono akan diperiksa oleh Pansus Centurygate berkaitan dengan skandal dana talangan Bank Century yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun.
Boediono dinilai sebagai satu dari dua pejabat yang paling bertanggung jawab di balik keputusan Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) memberikan status bank gagal yang berdampak sistemik untuk Bank Century dalam rapat KSSK yang digelar di Departemen Keuangan dinihari 21 November 2008. Saat keputusan itu diambil, Boediono adalah Gubernur Gubernur Bank Indonesia dan anggota KSSK. Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani karena jabatannya atau ex officiomenjabat sebagai Ketua KSSK. Continue reading “Paling Ngotot, Hari Ini Boediono Diperiksa Pansus”
Lukisan Pasar di Ruang Tamu Dr. Rizal Ramli
Aku Bukan Kambing Hitam
Centurygate, Kembali ke Laptop Aja

Perseteruan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan anggota Pansus Centurygate dari unsur Partai Golkar, Bambang Soesatyo, jangan sampai membuat keruh kolam.
Sejak awal, airnya bening. Persoalannya juga sudah dapat dilihat dengan lebih sederhana. Yang jelas dan tegas, ada indikasi tindak pidana di balik penggelontoran dana talangan untuk Bank Century yang akhirnya membengkak menjadi Rp 6,5 triliun. Indikasi ini semakin matang setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kemarin (14/12) mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bareskrim Mabes Polri untuk menyamakan persepsi mengenai kasus ini. Continue reading “Centurygate, Kembali ke Laptop Aja”
Si “Robert” Itu Ternyata Marsilam Simanjuntak
Ini adalah kelanjutan dari misteri Robert Tantular, pemegang saham pengendali Bank Century, yang hadir dalam Rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), dinihari 21 November 2008 di lantai tiga Gedung Djuanda I, Departemen Keuangan, Jakarta. Continue reading “Si “Robert” Itu Ternyata Marsilam Simanjuntak”
Misteri Robert Tantular yang Mendadak Muncul di Rapat Dinihari
Persoalan baru kini muncul: apakah Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani benar-benar sempat berkomunikasi pada dinihari tanggal 21 November 2008, sesaat sebelum KSSK memutuskan status “bank gagal berdampak sistemik” untuk Bank Century? Continue reading “Misteri Robert Tantular yang Mendadak Muncul di Rapat Dinihari”
Diungkap, Rahasia Mayat Hitler dan Eva Braun

Adolf Hitler kembali jadi buah bibir. Continue reading “Diungkap, Rahasia Mayat Hitler dan Eva Braun”













