Bunga Untuk Sri Mulyani, Apakah Tidak Terlalu Pagi

Sekelompok pemilik account di laman Facebook hari ini (22/12) akan memberikan bunga untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Bunga yang diberikan bersamaan dengan Hari Ibu itu merupakan bentuk dukungan moril kelompok yang tergabung dalam grup “Kami Percaya Integritas Sri Mulyani Indrawati”. Dalam undangan yang tersebar di berbagai milis disebutkan bahwa pengiriman bunga ke kantor Sri Mulyani di Jalan Dr. Wahidin, Jakarta Pusat, akan dilakukan secara bergelombang dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

“Semoga teman-teman media mau meliput acara ini,” begitu tertulis di dalam undangan tersebut.

Gerakan kirim bunga untuk Sri Mulyani Indrawati adalah satu dari sekian cara yang diperlihatkan para pendukung Sri Mulyani, atau pihak-pihak yang mempercayai kredibilitas Sri Mulyani. Selain gerakan kirim bunga, gerakan lain yang sudah dilakukan oleh pegawai di lingkungan Departemen Keuangan adalah gerakan mengenakan gelang bertuliskan M, yang melambangkan simbol kata kerja aktif yang bernilai positif, seperti mendukung dan menyayangi.

Kredibilitas dan integritas Sri Mulyani memang sedang diuji dalam skandal dana talangan Bank Century yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun. Ketika keputusan itu diambil, dalam rapat dinihari 21 November 2008, Sri Mulyani adalah Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Dia adalah pejabat yang ditugaskan Presiden SBY yang saat itu berada di Washington DC, Amerika Serikat, untuk menyelesaikan silang sengkarut Bank Century yang sejak lahir, Desember 2004, memang kerap membuat ulah.

Rapat KSSK itu, menurut Sri Mulyani di depan peserta rapat, membahas dua hal yang sekilas tampak sama walaupun berbeda. Pertama adalah status bank gagal untuk Bank Century, dan kedua adalah dampak sistemik yang dilahirkan status itu. Ini adalah intisari dari rekomendasi Gubernur Bank Indonesia Boediono.

Persoalannya adalah bagaimana mungkin Sri Mulyani yang memiliki pengetahuan fundamental mengenai keadaan Bank Century mau menyepakati rekomendasi Boediono itu?

Bank Indonesia sendiri dalam kajiannya terhadap Bank Century memiliki catatan yang amat jelek berkaitan dengan performa bank itu. BI mengakui bahwa Bank Century tidak tidak memiliki fungsi yang sangat penting dalam industri perbankan. Dalam audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kita dapat mengetahui bahwa BI sejak awal telah memiliki informasi yang memadai mengenai derajat keparahan kondisi Bank Century ini.

Dana pihak ketiga (DPK) yang dimiliki Bank Century dibandingkan dengan DPK industri perbankan nasional hanya sebesar 0,68 persen. Sementara kredit Bank Century dibandingkan dengan kredit industri perbankan nasional pun tak kalah kecilnya, yakni 0,42 persen.

Mengenai hubungan antara Bank Century dengan nasabah ditemukan informasi bahwa mayoritas kredit diberikan untuk modal kerja (76,58 persen); sektor industri pengolahan (21,58 persen); perdagangan, restoran dan hotel (22,93 persen); dan jasa-jasa dunia usaha (28,47 persen). Namun bila kembali diperhatikan pangsa kredit Bank Century terhadap industri yang hanya 0,42 persen, maka dapat disimpulkan bahwa peranannya kecil sekali.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana diketahui bahwa sebagian besar dana yang ada di Bank Century dalam bentuk deposito (84,82 persen). Ini artinya, bank itu tidak cukup likuid.

BI juga menilai bahwa ukuran Bank Century kecil dan tidak signifikan terhadap industri. Aset yang dimiliki Bank Century dibandingkan aset yang di miliki industri perbankan nasional hanya sebesar 0,72 persen. BI juga menemukan fakta bahwa banyak bank sejenis di tanah air yang dapat menggantikan peranan dan fungsi Bank Century.

Adapun yang berkaitan dengan keterkaitan antara Bank Century dengan bank lain dalam industri perbankan, BI mengatakan relatif signifikan. Mengingat bahwa transaksi antar bank aktiva per total aset sebesar 24,28 persen, dan transaksi antar bank pasiva per total kewajiban sebesar 19,34 persen.

Anehnya, walau menilai Bank Century tidak signifikan, namun BI berkesimpulan bahwa ada tanda-tanda ketidakpastian yang tinggi di pasar keuangan dan sistem perbankan bila Bank Century ditutup.

Sri Mulyani dalam Rapat KSSK itu sempat mencium berbagai keanehan di atas.

Tetapi di akhir cerita, dia membubuhkan tanda tangan untuk menyepakati penggelontoran dana talangan yang sekarang menjadi skandal ini.

Jadi, apakah tidak terlalu pagi mengirimkan bunga untuk Sri Mulyani? Apakah tidak sebaiknya menunggu sampai Pansus Centurygate di DPR menyelesaikan tugas mereka? Atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan pekerjaan mereka membongkar bau busuk di balik skandal ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s