Dubes Al Hamar: Bagi Qatar, Indonesia Negara Yang Penting

DAWLAT Qatar atau Negara Qatar terletak pada wilayah geografis yang unik. Di tengah Teluk Parsi, di sebuah semenanjung di sisi timur jazirah Arab. Berbatasan langsung dengan Saudi Arabia di selatan. Dipisahkan oleh laut dengan Uni Emirat Arab di sebelah tenggara, dengan negara pulau Bahrain di baratdaya, dan dengan Iran di seberang timur.

Continue reading “Dubes Al Hamar: Bagi Qatar, Indonesia Negara Yang Penting”

Sri Radjasa Chandra: Fitnah Terhadap Mayjen (Purn) Soenarko Jadi Trigger Satukan Purnawirawan TNI AD

Ada hikmah di balik fitnah yang dialami mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Mayjen (Purn) Soenarko. Tuduhan bahwa Soenarko merencanakan tindakan makar telah menjadi trigger yang membuat purnawirawan TNI AD kembali menjalin komunikasi satu dengan lain.

Tuduhan yang dialamatkan kepada Soenarko dinilai berlebihan dan tidak masuk akal, bahkan dapat dikatakan menjurus kepada fitnah.

Begitu dikatakan salah seorang mantan anak buah Soenarko, Kolonel Inf. (Purn) Sri Radjasa Chandra dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 31/5).

Continue reading “Sri Radjasa Chandra: Fitnah Terhadap Mayjen (Purn) Soenarko Jadi Trigger Satukan Purnawirawan TNI AD”

Dalam Kesendirian di Belakang Masjid Umayyad

Dalam kesendirian.

Seorang lelaki tua duduk menikmati sinar mentari senja di Damaskus Tua. Bayangan tubuhnya dan batang pohon di sebelahnya tercetak indah di tembok.

Continue reading “Dalam Kesendirian di Belakang Masjid Umayyad”

Menjemput Alice di Cengkareng

Saya lega.

Laki-laki di ujung telepon sana yang membuat saya lega setelah sempat dilanda panik.

Katanya, seorang wanita tua mendatanginya beberapa saat lalu. Wanita itu minta bantuan untuk menghubungi nomor telepon saya yang ada di buku catatannya. Menjelang tengah malam di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Bulan Maret 2010.

Continue reading “Menjemput Alice di Cengkareng”

List of North Korea’s Websites

Selamat berbuka puasa dan menjalankan ibadah shalat teraweh.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan sejumlah alamat website berbagai institusi Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara.

Semoga ada manfaatnya bagi kawan-kawan wartawan, mahasiswa dan peneliti isu Semenanjung Korea.

광야 (Portal Homepage for all kinds of DPR Korea homepages)
http://www.dprkportal.kp

류경 (Pictures and Medias about DPR Korea)
http://www.mediaryugyong.com.kp

Continue reading “List of North Korea’s Websites”

Kesalahan Terbesar Mega Ketika Mengambil Kekuasaan Dari Gus Dur

RMOL. Krisis multidimensi yang dialami bangsa Indonesia, termasuk yang terkait dengan ketegangan politik pasca pemilu dan pilpres 2019, berasal dari kesalahan besar yang dilakukan Megawati Soekarnoputri saat berkuasa antara tahun 2001 sampai 2004.

“Kesalahan terbesar Megawati adalah ketika ia mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur tahun 2001. Pengambilalihan kekuasaan ini menjadi preseden buruk yang merusak reformasi hingga kini,” ujar Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.

Rachmawati adalah adik kandung Mega. Keduanya adalah putri dari Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati. Selain Mega dan Rachma, anak-anak pasangan Bung Karno dan Ibu Fatmawati lainnya adalah Guntur, Sukma dan Guruh.

Pengambilalihan kekuasaan dari Presiden Abdurrahman Wahid pada bulan Juli 2001, menurut hemat Rachma, adalah babak pembuka bagi berbagai kesalahan berikutnya.

“Yang paling fatal setelah mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur adalah izin yang diberikan Megawati pada proses politik yang melanjutkan amandemen UUD 1945,” tambah Rachma.

Sejak reformasi UUD 1945 mengalami empat kali amandemen. Pertama dilakukan pada tanggal 14-21 Oktober 1999, lalu amandemen kedua dilakukan pada tanggal 7-18 Agustus 2000.

Amandemen ketiga dan keempat dilakukan di era Megawati, yakni pada tanggal 1-9 November 2001 dan pada tanggal 1-11 Agustus 2002. Menurut Rachma, ciri liberal kapitalistik semakin kuat dalam dua amandemen terakhir. Di era Mega juga mulai dilakukan penjualan BUMN, seperti PT Indosat.

“Bahkan Mega juga yang mengawali TNI dan Polri tidak bersikap netral. Ketika Gus Dur menunjuk Jenderal Chaerudin Ismail sebagai Kapolri baru, Mega melakukan pembangkangan dengan menunjuk Jenderal S. Bimantoro,” cerita Rachma.

“Justru insubordinasi Mega itu yang dapat disebut makar terlebih karena melibatkan kekuatan bersenjata,” demikian Rachma.

Kritik keras kerap disampaikan Rachma kepada kakaknya. Hubungan keduanya sejak lama diketahui kurang baik. Dalam beberapa kali debat capres-cawapres yang lalu, Mega dan Rachma bertemu di lokasi debat. Namun keduanya tidak pernah sekalipun saling sapa. [] 

Indonesia Punya Modal untuk Jadi Bangsa Besar, Tapi Harus Terus Waspada pada Ancaman dari Luar

Indonesia memiliki modal yang cukup untuk tumbuh menjadi bangsa dan negara terpandang di dunia. Founding fathers Indonesia merajut rasa kebangsaan di atas penderitaan hidup di bawah penjajahan bangsa asing, dan mendirikan negara untuk melindungi dan mensejahterahkan rakyat.

Setelah kemerdekaan diproklamasikan, rakyat Indonesia melanjutkan hidup sebagai satu bangsa yang sama. Perkawinan dan berbagai bentuk hubungan kekerabatan dan pertemanan membuat rajutan kebangsaan itu semakin kuat.

Continue reading “Indonesia Punya Modal untuk Jadi Bangsa Besar, Tapi Harus Terus Waspada pada Ancaman dari Luar”

Tugas Purna Jamnas 1991 Menjadi Perekat Tenun Kebangsaan

Bagi kebanyakan peserta Jambore Nasional 1991, keikutsertaan dalam kegiatan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 28 tahun lalu itu adalah pengalaman pertama bersentuhan dengan Indonesia.

Sebelum itu, Indonesia hanya diketahui lewat pelajaran di bangku sekolah.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Kehormatan Purna Jamnas 1991 Teguh Santosa ketika membuka Musyawarah Daerah Purna Jamnas 1991 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat siang (20/4).

Continue reading “Tugas Purna Jamnas 1991 Menjadi Perekat Tenun Kebangsaan”

Venezuela

Tahun lalu saya bersama sekitar 150 orang dari berbagai negara dengan berbagai latar belakang profesi diundang Dewan Pemilu Venezuela (CNE) untuk memantau proses pemilu dan pilpres di negeri Bolivarian itu.

CNE adalah salah satu dari lima pilar sistem demokrasi Venezuela yang keberadaannya diatur dalam konstitusi. Empat pilar lainnya adalah Eksekutif, Legislatif, Yudikatif dan Mahkamah Konstitusi.

Continue reading “Venezuela”

Wisata Perdamaian

Saya sudah sering ke perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, Panmunjom. Baik dari sisi utara, maupun dari sisi selatan.

Kedua negara dipisahkan oleh sebuah kawasan yang kita kenal sebagai Zona Demiliterisasi atau DMZ. Kawasan ini terbentang di garis 38 derajat lintang utara dari barat ke timur, 2 kilometer ke utara dan 2 kilometer selatan.

Continue reading “Wisata Perdamaian”

Indonesia Bisa Menjadi Alternative Power, Ini Syaratnya

Indonesia berpeluang menjadi alternative power dalam percaturan politik dunia. Modal yang dimiliki Indonesia cukup besar. Dunia pun masih mengingat legacy Bung Karno dan diplomat-diplomat senior Indonesia di masa lalu dalam mempromosikan dan mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika pasca Perang Dunia Kedua.

“Indonesia pernah menjadi pioneer dan front-liner kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Legacy ini masih diingat dunia,” ujar pengamat hubungan internasional Teguh Santosa dalam dialog di Radio Digital Bravos, di Jakarta.

Continue reading “Indonesia Bisa Menjadi Alternative Power, Ini Syaratnya”

Akhirnya, China Juga Jadi Masalah Dalam Pilpres Di Indonesia

Ambisi Republik Rakyat China (RRC) mendominasi perekonomian kawasan bahkan dunia dengan gagasan One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI) akhirnya menjadi persoalan tersendiri dalam kontestasi politik di banyak negara Asia, termasuk di Indonesia.

Pengamat politik Asia Timur yang juga wartawan CNN James Griffiths dalam kolomnya kemarin (Jumat, 5/4) menguraikan sejumlah fakta yang memperlihatkan betapa sikap “anti-RRC” tengah menjadi trend yang berkembang di banyak negara Asia.

Continue reading “Akhirnya, China Juga Jadi Masalah Dalam Pilpres Di Indonesia”

Menjual dan Mempermainkan Isu Pancasila Versus Khilafah adalah Eksperimen yang Berbahaya

Semua pihak yang tengah terlibat dalam kontestasi perebutan kekuasaan baik melalui pemilihan anggota legislatif maupun pemilihan presiden diajak untuk tidak menggunakan isu khilafah sebagai jualan demi mendapatkan dukungan.

Bagaimanapun juga, Pancasila yang merupakan ideologi negara telah berhasil menyatukan berbagai suku dan agama di negara ini.

Menjual dan mempermainkan isu “Pancasila versus khilafah” adalah eksperimen yang sangat berbahaya. Karena Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final di Indonesia, sementara khilafah adalah istilah generik yang merujuk pada sistem politik pemerintahan yang digunakan suatu negara.

Begitu antara lain disampaikan praktisi media dan juga pemerhati isu hubungan internasional Teguh Santosa ketika berbicara dalam diskusi Ngopi dari Sebrang Istana di Reso Ajang Ijing di Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis siang (4/4).

Continue reading “Menjual dan Mempermainkan Isu Pancasila Versus Khilafah adalah Eksperimen yang Berbahaya”

Dubes Tunisia: Faktanya, Persaingan Dagang Mempengaruhi Seluruh Dunia

GELOMBANG demonstrasi di Tunisia semakin menjadi oleh sebuah peristiwa di Sidi Bouzid, sekitar 300 kilometer sebelah selatan Tunis, pada 17 Desember 2010. Seorang penjual buah, Mohamed Bouazizi (26), membakar diri di depan kantor polisi sebagai tanda protes atas tindakan aparat menyita gerobak buahnya.

Continue reading “Dubes Tunisia: Faktanya, Persaingan Dagang Mempengaruhi Seluruh Dunia”

Dubes Dridi: Indonesia Dukung Transisi Demokrasi Tunisia

TERLETAK di Afrika Utara, diapit Aljazair, Libya dan Laut Mediterania, Republik Tunisia memiliki hubungan istimewa dengan Republik Indonesia.

Pemimpin gerakan kemerdekaan Tunisia, Habib Bourguiba, berkunjung ke Jakarta dan bertemu Bung Karno pada tahun 1951. Sejak itu, Indonesia secara aktif memberikan dukungan untuk kemerdekaan Tunisia. Puncak dari upaya diplomatik Tunisia untuk meraih kemerdekaan adalah lobi yang dilakukan di arena Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955. Setahun kemudian, Prancis angkat kaki dari negeri itu.

Continue reading “Dubes Dridi: Indonesia Dukung Transisi Demokrasi Tunisia”

Dubes Umar Hadi Bocorkan Rencana Film Kedua, Tentang Kisah Cinta Indonesia Dan Korea

Film “Bali: Beats of Paradise” adalah film pertama yang “dibidani” Dutabesar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. Ide pembuatan film yang disutradarai Livi Zheng ini lahir saat Dubes Umar Hadi masih bertugas sebagai Konsul Jenderal di KJRI Los Angeles.

Di sanalah ia berkenalan dengan I Nyoman Wenten yang menjadi tokoh utama dalam film yang sempat masuk dalam babak penilaian Oscar 2019.

Continue reading “Dubes Umar Hadi Bocorkan Rencana Film Kedua, Tentang Kisah Cinta Indonesia Dan Korea”

Gala Premiere “Bali: Beats of Paradise” di Lotte World Tower

Sempat menjadi salah satu film yang dinominasikan dalam Oscar 2019, film “Bali: Beats of Paradise” secara resmi diluncurkan di Seoul, Korea Selatan, Minggu, (31/3).

Gala Premiere film berdurasi 55 menit ini diselenggarakan KBRI Seoul di Lotte World Tower, dihadiri sang sutradara Livi Zheng dan kedua produser yang ikut membidani kelahiran film ini, Dutabesar Umar Hadi dan philanthropist Julia Gouw.

Dalam sambutannya, Dubes Umar Hadi mengatakan banyak yang bertanya mengapa dirinya ikut membidani kelahiran film ini.

Continue reading “Gala Premiere “Bali: Beats of Paradise” di Lotte World Tower”

Wartawan Harus Mau Lepaskan Kacamata Tempur Untuk Bantu Perdamaian Korea

Perdamaian dan reunifikasi Semenanjung Korea adalah tugas konstitusional yang diemban Republik Korea atau Korea Selatan, juga Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara.

Masyarakat pers internasional diimbau untuk ikut mengawal agenda tersebut dengan antara lain menanggalkan lensa kombatif dalam melihat situasi konflik di Semenanjung Korea.

Continue reading “Wartawan Harus Mau Lepaskan Kacamata Tempur Untuk Bantu Perdamaian Korea”

Covering the Korean Peninsula’s Peace Agenda

Before I get in to the main part of my speech, regarding to the Korean Peninsula issue, I would like to share some of my basic principles in working as a journalist.

The main reason why I would like to work as a journalist is because I cannot, or it is hard for me to, believe in any story that I read, watch or listen. It is not because I simply don’t believe the source, the person, and the media company.

Continue reading “Covering the Korean Peninsula’s Peace Agenda”

Pesan Dari Pyongyang: Saling Menghormati Dan Saling Percaya Kunci Menghilangkan Permusuhan

SETELAH lebih dari dua pekan penyelenggaraan KTT Amerika Serikat dan Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara di Hanoi, Vietnam, pihak Pyongyang kembali mengirimkan pernyataan.

Pernyataan yang diterima redaksi itu memberikan penegasan bahwa Korea Utara memberikan penilaian yang sangat tinggi atas pertemuan kedua Kim Jong Un dan Donald Trump yang tidak menghasilkan kesepakatan bersama.

Continue reading “Pesan Dari Pyongyang: Saling Menghormati Dan Saling Percaya Kunci Menghilangkan Permusuhan”

Selebrasi Penyambutan Siti Aisyah Berlebihan, Seolah-olah Indonesia Menang Perang

SELEBRASI yang dilakukan pemerintah Indonesia menyambut kepulangan Siti Aisyah ke tanah air dianggap terlalu berlebihan, dan bisa mengganggu hubungan baik dengan Malaysia.

Selebrasi itu bisa memberi kesan bahwa sistem hukum Malaysia bisa diintervensi oleh lobi-lobi politik.

Continue reading “Selebrasi Penyambutan Siti Aisyah Berlebihan, Seolah-olah Indonesia Menang Perang”

Kasus Yang Menimpa Siti Aisyah Sudah Aneh Sejak Awal

KITA patut bersyukur dan menyambut gembira pembebasan Siti Aisyah dari segala tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya terkait kematian warganegara Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dua tahun lalu.

Bagaimanapun, kasus kematian WN Korea Utara itu sudah aneh sejak awal.

Continue reading “Kasus Yang Menimpa Siti Aisyah Sudah Aneh Sejak Awal”

Dubes Jepang: Tidak Ada Hubungan Bertetangga Yang Bebas Dari Masalah

UNIPOLARISME pasca Perang Dingin tak berumur panjang. Hanya dalam waktu kurang lebih satu dekade berbagai kekuatan ekonomi dan politik baru bermunculan. Di Asia Timur, China yang untuk waktu cukup lama memilih menutup diri di balik tirai bambu secara mengagetkan muncul ke permukaan.

Tidak hanya meningkatkan anggaran militer berkali lipat, China juga mengumumkan ambisi menjadi lokomotif Jalur Sutra baru yang dikenal dengan nama One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI). Seperti China, Jepang juga tidak mau kalah.

Continue reading “Dubes Jepang: Tidak Ada Hubungan Bertetangga Yang Bebas Dari Masalah”

Dubes Jepang: Kompetisi Selalu Bagus

PADA bulan Oktober 2015 pemerintah Indonesia memberikan proyek kereta api cepat (High Speed Railways/HSR) Jakarta-Bandung kepada Republik Rakyat China (RRC) yang belakangan juga tampak semakin agresif mendekati Indonesia.

Keputusan ini mengecewakan pemerintah Jepang yang merasa telah terlibat cukup jauh. Untuk mengobati kekecewaan Jepang itu, Presiden Joko Widodo mengutus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ketika itu, Sofyan Djalil, bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Continue reading “Dubes Jepang: Kompetisi Selalu Bagus”

Dubes Jepang: Bila Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen, Indonesia Nomor 4 Terkuat Di Dunia

NIHON atau Nippon. Negeri matahari terbit. Kemenangan dalam perang melawan Kekaisaran Rusia di Manchuria dan Semenanjung Korea pada 1904-1905 melambungkan reputasi Kekaisaran Jepang sebagai saudara tua Asia. Kemenangan ini menyempurnakan supremasi Jepang di kawasan Asia Timur sejak merebut Formosa dari China dalam perang 1895.

Continue reading “Dubes Jepang: Bila Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen, Indonesia Nomor 4 Terkuat Di Dunia”

Nguyen Dan Lain-lain

ETCETERA Nguyen. Itu nama yang tertulis di tanda pengenal “DPRK-US Summit Hanoi” yang tergantung di lehernya.

Tanda pengenal itu dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Vietnam untuk awak media yang bertugas mengikuti pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un.

Continue reading “Nguyen Dan Lain-lain”

Menebak Pesan Lain Di Balik Pertemuan Hanoi

JAMUAN makan malam pembuka pertemuan tingkat tinggi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un di Sofitel Legend Metropole Hotel, Hanoi, baru saja berakhir.

Sebelum berpisah, keduanya sepakat untuk melanjutkan pembicaraan hal-hal yang lebih teknis hari Kamis besok (28/2).

Continue reading “Menebak Pesan Lain Di Balik Pertemuan Hanoi”

Bertemu Di Hanoi, How Low Can You Go

IBARAT pertandingan catur, kedua pemain telah tiba di tempat pertandingan, duduk menghadapi papan catur dan tengah bersiap-siap memainkan bidak demi bidak.

Kedua pemain catur itu adalah pemimpin tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, Kim Jong Un, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Continue reading “Bertemu Di Hanoi, How Low Can You Go”

Di Balik Target Kunjungan 20 Juta Wisatawan ke Malaka

NEGERI Malaka terus berbenah. Tak mau terlena puas. Kota pelabuhan yang memiliki arti begitu penting dalam sejarah Nusantara ini di tahun 2019 memasang target kunjungan wisata sebanyak 20 juta wisatawan. Dari angka itu diharapkan 30 persen di antaranya adalah wisatawan mancanegara.

Continue reading “Di Balik Target Kunjungan 20 Juta Wisatawan ke Malaka”