Dubes Umar Hadi Bocorkan Rencana Film Kedua, Tentang Kisah Cinta Indonesia Dan Korea

Film “Bali: Beats of Paradise” adalah film pertama yang “dibidani” Dutabesar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. Ide pembuatan film yang disutradarai Livi Zheng ini lahir saat Dubes Umar Hadi masih bertugas sebagai Konsul Jenderal di KJRI Los Angeles.

Di sanalah ia berkenalan dengan I Nyoman Wenten yang menjadi tokoh utama dalam film yang sempat masuk dalam babak penilaian Oscar 2019.

Film ini berkisah tentang perjuangan Nyoman Wenten dan istrinya, Naniek Wenten, memperkenalkan musik dan tarian Bali di sejumlah kampus di Amerika Serikat. Mereka sudah 40 tahun lamanya bermukim di AS.

“Saya sempat belajar tari Bali sama Pak Nyoman Wenten untuk mendapatkan feeling-nya,” ujar Dubes Umar Hadi dalam perbincangan dengan redaksi di sela Gala Premiere di Lotte World Tower di Seoul, Minggu petang (31/3).

Dubes Umar Hadi tidak sendirian menggarap film ini. Ia dibantu oleh sahabatnya, Julia Gouw, seorang mantan bankir yang memiliki perhatian pada isu perempuan. Julia juga lama tinggal di Los Angeles.

Sebelum menggelar Gala Premiere sudah dua kali film ini diputar di hadapan publik Korea Selatan. Pertama di Musium Nasional untuk kalangan terbatas. Kedua, trailer film ini juga sudah pernah diputar di Lotte World Tower.

Bukan tanpa alasan Umar menggelar Gala Premiere di Seoul. Rupanya ia sedang mempersiapkan film kedua.

Soal rencana pembuatan film ini disampaikan Dubes Umar Hadi dalam sesi tanya jawab usai pemutaran film “Bali: Beats of Paradise”.

Film kedua ini akan berkisah tentang dua kisah cinta antara warga Korea dan warga Indonesia. Kedua kisah cinta ini terjadi di dua era yang berbeda.

Pertama, kisah cinta antara seorang pemuda Korea dan wanita Indonesia di era perang kemerdekaan Indonesia. Lokasi kisah cinta ini di Garut, Jawa Barat.

Dalam perbincangan dengan redaksi, Dubes Umar mengatakan, kisah cinta ini adalah antara Yang Chilseong yang datang ke Indonesia sebagai tentara Jepang dengan seorang wanita Garut.

Yang Chilseong yang ketika tiba di Indonesia dengan nama Jepang Sichisei Yanagawa akhirnya memilih bergabung dengan laskar rakyat Indonesia. Ia masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Komaruddin.

Adapun kisah cinta kedua terjadi di tahun 2019 antara seorang pemuda Indonesia yang bekerja sebagai pencari ikan dengan seorang perwira wanita Coast Guard Korea Selatan. Kisah ini terjadi di Yosu, lokasi Akademi Coast Guard Korea Selatan.

Komandan Coast Guard Korsel, Komisioner Jenderal Cho Hyunbai juga hadir dalam Gala Primere “Bali: Beats of Paradise”.

Menurut Dubes Umar Hadi, dirinya dan pihak Coast Guard Korsel sudah melakukan pembicaraan awal. Pihak Coast Guard Korsel akan membantu mencarikan bintang film yang pas membawakan kisah di Yosu ini.

Lantas, bagaimana kedua kisah cinta ini akan bertemu?

“Tunggu tanggal mainnya,” jawab Dubes Umar Hadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s