PERTANYAAN yang hingga kini masih meliputi peristiwa Bom Bali 2002 adalah: bom siapakah yang menghancurkan Paddy’s Cafe dan Sari Club di Kuta Bali, dan menewaskan 202 orang pada tengah malam 12 Oktober 2002?
Halaman sampul buku yang diangkat dari disertasi Ann Dunham Soetoro.
AKHIRNYA disertasi Stanley Ann Dunham alias Ann Soetoro terbit juga. Tadi siang saya menerima soft copy covernya dari Mizan yang menerbitkan sebagian dari disertasi itu ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Pendekar-pendekar Besi Nusantara: Kajian Antropologis tentang Pandai Besi Tradisional di Indonesia“.
This is a combo pictures of convicted Bali bombers, from left to right, Ali Ghufron, Imam Samudra and Amrozi Nurhasyim who are currently on death row, taken during Eid al-Fitr prayer marking the end of the holy fasting month of Ramadan at Batu prison on Nusakambangan island, Indonesia, Wednesday, Oct. 1, 2008. The militants, who maintain their acts were meant to punish the U.S. and its Western allies for alleged atrocities in Afghanistan, have exhausted the appeals process and could be put to death within weeks. The Oct. 2002 attacks on the resort island killed 202 people, mostly foreign tourists. (AP Photo/Dita Alangkara)
TADI malam, seorang teman di Jakarta tak dapat terlelap dan memejamkan matanya barang sekejap. Hatinya sedang gundah gulana menyaksikan keadaan di tanahair yang semakin aneh dan membingungkan. Dalam obrolan yang difasilitasi facebook, teman itu menyampaikan keluhannya tentang beberapa hal mulai dari ancaman bom, sampai tingkah laku politisi yang semakin norak.
WAPRES Jusuf Kalla mengkritik beberapa pengkritik kebijakan pemerintah. Katanya, beberapa pengkritik itu pernah duduk dalam eksekutif dengan pangkat yang tinggi dan kekuasaan yang besar. Ketika itu tidak berbuat apa-apa, Continue reading “Aku Akan Tetap Mengkritik”
BEBERAPA teman bertanya kepada saya: mengapa ente lebih peduli pada pemilihan presiden Amerika Serikat, dan tidak memberikan perhatian pada proses pemilihan presiden Republik Indonesia tahun 2009? Continue reading “Mengapa Ente Lebih Peduli Obama, Bos?”
Mantan Deputi Direktur Federal Bureau Investigation (FBI) William Mark Felt, Sr.
Deep Throat. Itulah pseudonym atau julukan yang diberikan Redaktur Pelaksana Washington Post, Howard Simpson, untuk narasumber rahasia yang membocorkan informasi berharga kepada dua reporter koran itu, Bob Woodward and Carl Bernstein.
SEJAK Soeharto berkuasa, ekonom yang tergabung dalam Organisasi Tanpa Bentuk yang bernama “Berkeley Mafia” memegang kendali ekonomi Indonesia sampai sekarang, dengan jeda sebentar selama Kyai Haji Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden. Continue reading “Kwik Kian Gie Mengenang 50 Tahun Berkeley Mafia”
INI sambungan dari tulisan sebelumnya <klik disini> mengenai Tengku Hasan di Tiro yang memimpikan kemerdekaan Aceh dan seluruh Pulau Sumatera di bawah panji-panji yang diwarisi dari leluhurnya.
APA boleh buat, sampai hari ini, tiga minggu menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat, masih banyak orang Amerika yang menganggap Barack Obama adalah orang Islam, juga orang Arab.