Mengapa Ente Lebih Peduli Obama, Bos?

BEBERAPA teman bertanya kepada saya: mengapa ente lebih peduli pada pemilihan presiden Amerika Serikat, dan tidak memberikan perhatian pada proses pemilihan presiden Republik Indonesia tahun 2009?

Well, jawaban saya: coba perhatikan, saya “ngurus” kedua-duanya kok.

Memang, jumlah tulisan mengenai pemilihan presiden AS di blog ini lebih banyak daripada jumlah tulisan mengenai pemilihan presiden RI. Itu agaknya yang memberi kesan saya lebih peduli pada pemilihan presiden AS.

Apa boleh buat, saya sedang berada di Hawaii, kampung halaman Barack Obama, capres dari Partai Demokrat yang sampai H-6 masih memimpin di sejumlah poling dan survei politik.

Berada di Hawaii di saat-saat yang menegangkan ini memberikan satu-dua keuntungan buat saya. Saya bisa mengerti bagaimana pemahaman Obama akan nilai-nilai keberagaman yang global dan universal dibangun. Dia menghabiskan 18 tahun pertama dalam hidupnya di dua tempat yang betul-betul merupakan melting pot, Honolulu dan Jakarta.

Jadi omongan Obama di atas panggung tentang penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang universal, menurut saya, lebih meyakinkan daripada omongan Hillary Clinton yang dikalahkannya dalam pemilihan di tingkat Partai Demokrat, ataupun John McCain yang kini dihadapinya di putaran final.

Keuntungan lain adalah, di Hawaii saya berkesempatan bertemu dengan orang-orang yang punya hubungan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan Obama dan keluarganya. Cerita yang saya dengar dari mereka cukup meyakinkan saya bahwa Obama adalah figur yang lebih tepat memimpin Amerika, dan mengubah performance negara itu sehingga lebih teduh dan toleran terhadap negara dan komunitas lain di luar AS, termasuk Indonesia.

Ini yang membuat saya kelihatannya lebih peduli dengan pemilihan AS, dan terutama Barack Obama.

Nah, mengapa dikit banget tulisan mengenai pemilihan presiden RI?

Kayaknya nggak dikit-dikit banget, tuh. Buka aja lagi posting di halaman-halaman lalu dan sebelumnya. Ada tentang Megawati yang tengah mencari “pacar” (istilah yang digunakannya sebagai pengganti kata “capres” saat Rakernas PDIP di Makassar bulan Mei lalu). Ada juga kritik saya terhadap tokoh yang gembar-gembor memasang iklan memperlihatkan keinginannya menjadi pemimpin, sementara dia dianggap tidak atau belum pernah memberikan kontribusi yang riil untuk bangsa dan negara. Hanya karena banyak uang, pasang iklan, lalu terkenal dan ingin jadi presiden? Malu ah sama sel kecil di LP Banceuy, tempat Bung Karno menghabiskan hari-harinya saat menulis Indonesa Menggugat, delapan dekade lalu.

Liburan musim panas lalu (ciee..) saya bertemu dengan banyak pihak. Dan dari pertemuan-pertemuan itu saya mendapat informasi menarik mengenai, katakanlah, konstelasi politik menuju pemilu 2009. Tetapi sulitnya, kebanyakan informasi itu bersifat off the record. Mau bilang apa. Terpaksalah saya tutup mulut, dan menahan jari jemari ini menuliskannya.

Hal lain yang membuat saya sedikit enggan mengurusi pemilihan presiden RI karena sampai sejauh ini politis dan partai politik kita masih sibuk ngurusi hal-hal yang sifatnya superficial, hanya di permukaan. Masing-masing pihak masih senang bermain dengan pernyataan ini dan itu, adu gertak.

Nah, saya kira, untuk sementara cukuplah membaca situs berita ini atau itu untuk mengetahui permainan adu gertak itu.

Begitu, Bos.

Ah, tadinya posting ini saya tulis justru untuk memperkenalkan tokoh-tokoh yang menurut saya layak dipertimbangkan dalam pemilihan presiden RI tahun depan. Tapi karena sudah kepanjangan, dicukupkan sampai di sini dulu.

Setelah ini, tulisan ini akan saya upload. Semoga bermanfaat.

Trus, kapan tulisan tentang tokoh-tokoh yang mau diendorse akan ditulis dan dipublikasikan?

Nantilah, kalau ada kesempatan lain. Tidak lama lagi. Sekarang saya harus berhenti untuk membaca buku The Power of Everyday Politics karya Ben Kerkvielt, salah seorang profesor di UHM.

Prof Ben akan datang dalam diskusi buku ini di kelas Politics of Region hari Jumat nanti.

Sabar dulu ya.

4 comments

  1. hidup obama
    oia bang, kalo untuk capres indo kira2 siapa yg bisa diharapkan
    kayaknya pilihan abang patut jadi pertimbangan utama
    soalnya pilihan abang pasti orang yg punya kepedulian tinggi pada kemanusiaan
    kan banyak banner penggugah di blog ini

  2. Sampai sejauh ini, tokoh-tokoh yang dijagokan jadi capres masih wajah-wajah lama. Janji yang ditawarkan pun belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi rakyat kita. Jadi, untuk sementara ini, apa menariknya membahas pemilu dalam negeri? Tau deh entar kalau suhu politik bertambah panas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s