Andi Arief Inisiasi Tim Peneliti Bencana Katastropik Sejak Zaman Purba

Selama delapan bulan lebih sebuah tim secara khusus meneliti bencana alam katastropik yang pernah terjadi di kepulauan Nusantara sejak zaman purba hingga abad modern.

Bencana katastropik yang dimaksud adalah bencana yang begitu dahsyat yang dapat memusnahkan peradaban atau sebagian peradaban manusia.

Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Minggu, 24/4), mengatakan bahwa tim yang diinisiasi oleh kantornya dan melibatkan sejumlah pakar dan ahli gempa juga meneliti gempa bumi yang melahirkan gelombang tsunami yang menghancurkan sebagian kawasan utara Aceh pada Desember 2004 lalu.

Melihat betapa dahsyat gelombang tsunami itu dan kehancuran yang ditimbulkannya, tsunami Aceh 2004 dapat dikategorikan ke dalam bencana katastropik. Lebih dari 200 ribu orang tewas dan hilang dalam bencana tersebut. Belum lagi, kawasan pantai di pesisir utara Aceh mengalami deformasi.

Selain itu, jejak tsunami Aceh 2004 dapat ditelusuri hingga ke masa lalu.

“Apa yang terjadi di Aceh tahun 2004 adalah megatsunami yang menghancurkan sebagian peradaban di Aceh. Itu bukan yang pertama. Di Aceh ada Desa Le Beuna yang artinya ombak besar bergulung-gulung. Ini membuktikan bahwa sebuah gelombang tsunami yang begitu besar pernah terjadi di Aceh sebelum 2004,” ujar Andi.

Tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sambung Andi, juga telah menemukan bangunan kuno di laut Aceh yang setelah dieskavasi geolog memberikan bukti bahwa sekitar 1.400 tahun lalu terjadi megatsunami di kawasan itu.

Warga Pulau Simeuleu mengenal smong atau tsunami pada 1907. Itu sebabnya, hanya sedikit korban yang jatuh dalam tsunami 2004. Sementara masyarakat Jogjakarta dikejutkan gempa tahun 2006 yang merusak dan menimbulkan korban. Padahal pada 1835 gempa yang lebih besar pernah terjadi di kawasan itu.

“Ini menunjukkan betapa lemahnya memori masyarakat kita terhadap bencana. Padahal gempa, atau gunung berapi bisa dipastikan akan mengalami pengulangan,” demikian Andi.

Inilah SMS tentang Joget India Briptu Norman dan Video Porno Arifinto yang Dikirimkan kepada Ketua KPK

Sebuah pesan pendek dikirimkan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqaddas, akhir pekan lalu. Si pengirim adalah Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI), Sasmito Hadinagara, yang oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH. Salahuddin Wahid, dalam sebuah artikel beberapa waktu lalu diperkenalkan sebagai pencetus SasmitoLeaks. Continue reading “Inilah SMS tentang Joget India Briptu Norman dan Video Porno Arifinto yang Dikirimkan kepada Ketua KPK”

Prof. Dr. Boediono dan Inong Malinda Dee yang Serupa Tapi Tak Sama

Tak banyak yang mengaitkan kedua individu ini, Prof. Dr. Boediono dan Inong Malinda Dee, manakala berbicara tentang praktik kejahatan perbankan.

Keduanya terlihat jauh berbeda, bagaikan bumi dan langit saja. Yang pertama adalah pejabat di sejumlah institusi perekonomian negara. Mulai dari Bank Indonesia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Menteri Keuangan, ke Bank Indonesia lagi, lalu kini menjadi Wakil Presiden. Sementara yang kedua adalah pegawai bank asing terpandang di negeri ini, Citibank, yang mendadak menjadi pusat pemberitaan setelah ketahuan mencuci Rp17 miliar uang nasabah.

Continue reading “Prof. Dr. Boediono dan Inong Malinda Dee yang Serupa Tapi Tak Sama”

Rizal Ramli, Din Syamsuddin dan Surya Paloh Bergabung di Bawah Panji Universitas Bung Karno

Sejumlah tokoh nasional antara lain, ekonom senior DR. Rizal Ramli, Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Ketua Umum Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh, bersatu di bawah panji Universitas Bung Karno (UBK).

Hari ini (Rabu, 13/4), di Aula Ir. Sukarno Universitas Bung Karno, Jalan Kimia, Jakarta Pusat, ketiga tokoh itu bersama sejumlah tokoh lain akan diperkenalkan sebagai pengurus Dewan Penyantun UBK periode 2011-2015. Susunan Dewan Penyantun itu akan diperkenalkan Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Sukarno (YPS), Rachmawati Soekarnoputri. Ketua Umum YPS Benny Soemarno dan Rektor UBK Radi A. Gany juga akan ikut hadir dalam launching tersebut. Continue reading “Rizal Ramli, Din Syamsuddin dan Surya Paloh Bergabung di Bawah Panji Universitas Bung Karno”

Q&A on Yudhoyono’s WikiLeaks

Berikut adalah tanya-jawab mengenai pemberitaan mengenai isi kawat diplomatik Kedubes AS yang dibocorkan WikiLeaks, dituliskan Philip Dorling dan dimuat The Age dan Sydney Morning Herald. Continue reading “Q&A on Yudhoyono’s WikiLeaks”

Format Baru Koalisi: Dari PKS Yang Ditendang Secara Halus Sampai Posisi Hatta Rajasa Yang Semakin Penting

Format baru koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono yang bila tidak ada aral melintang akan berakhir di tahun 2014 mulai ramai dibicarakan.

Pembicaraan mengenai format baru koalisi merupakan kelanjutan dari wacana kocok ulang Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) beberapa waktu lalu yang batal dilakukan walau Presiden SBY telah memperlihatkan sinyal kuat akan mengubah komposisi kabinet. Wacana kocok ulang menguat menyusul pembangkangan dua partai anggota koalisi, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kedua partai ini tetap ngotot mengajukan usul penggunaan hak angket di DPR untuk mengusut dan membongkar praktik mafia perpajakan nasional. Continue reading “Format Baru Koalisi: Dari PKS Yang Ditendang Secara Halus Sampai Posisi Hatta Rajasa Yang Semakin Penting”

“Yudhoyono Corruption” Sementara Unggul Di Google

Setelah dua koran milik Australia, The Age dan Sydney Morning Herald menurunkan artikel yang ditulis Philip Dorling awal Maret lalu, pemberitaan yang mengritik pemerintahan SBY di media massa asing seakan menjadi hal yang biasa. Continue reading ““Yudhoyono Corruption” Sementara Unggul Di Google”

Berita Tentang Wajah Buruk Indonesia Di Media Asing Sudah Jadi Hal Yang Biasa

Di komunitas internasional pembicaraan mengenai situasi Indonesia yang semakin buruk dalam beberapa tahun terakhir di bawah pemerintahan SBY bukan barang baru lagi. Ini menggoyahkan segala catatan indah mengenai prestasi Indonesia yang dipandang sebagai salah satu contoh dan model negara yang relatif mampu mempertahankan stabilitas politik dan ekonomi di saat bersamaan. Continue reading “Berita Tentang Wajah Buruk Indonesia Di Media Asing Sudah Jadi Hal Yang Biasa”

Surya Paloh: Dulu Saya Mendukung Kawan Yang Satu Itu Karena Paling Pandai, Doktor Dan Jenderal

Dalam pemilihan presiden tujuh tahun lalu, Surya Paloh tampil sebagai salah seorang pendukung fanatik Susilo Bambang Yudhoyono.

Dukungan untuk SBY itu, kata Surya Paloh yang kini memimpin Nasional Demokrat ketika berbicara di depan Dewan Penyelamat Negara (Depan) yang mengunjungi kemarin (Selasa, 5/4), diberikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Continue reading “Surya Paloh: Dulu Saya Mendukung Kawan Yang Satu Itu Karena Paling Pandai, Doktor Dan Jenderal”

Tokoh Oposisi: Angin Perubahan Indonesia Tak Perlu Kudeta

Indonesia memang membutuhkan perubahan mendasar untuk dapat keluar dari keadaan yang tak menguntungkan mayoritas rakyat. Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di bawah pemerintahan SBY, pengangguran dan penduduk miskin bertambah banyak. Gap antara kelompok the haves dan the have-nots juga semakin lebar menganga. Continue reading “Tokoh Oposisi: Angin Perubahan Indonesia Tak Perlu Kudeta”

Purnawirawan Jenderal: Reformasi 1998 Dibajak Kelompok Lain

Tidak salah bila semakin banyak orang yangbelakangan ini mengkhawatirkan Indonesia bergerak ke arah negara gagal.

Karena setidaknya, menurut Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Letjen (purn) Kiki Syahnakri, Indonesia telah mengantongi sembilan dari 12 kriteria negara gagal yang dirumuskan Fund for Peace, sebuah lembaga think thank di Amerika Serikat. Dalam Indeks Negara Gagal 2010 yang dikeluarkan lembaga itu, Indonesia berada di posisi ke 61 dengan skor 83,1. Continue reading “Purnawirawan Jenderal: Reformasi 1998 Dibajak Kelompok Lain”

Mirip Zaman Gorbachev, Indonesia Lahirkan Demokrasi Kriminal

Situasi yang dialami Indonesia dewasa ini sangat mirip dengan situasi yang terjadi di Uni Soviet di bawah pemerintahan Mikhail Gorbachev beberapa saat sebelum Perang Dingin berakhir. Continue reading “Mirip Zaman Gorbachev, Indonesia Lahirkan Demokrasi Kriminal”

Wall Street Journal: Indonesia Gatal Selama Tujuh Tahun

Indonesia kembali jadi bahan pembicaraan di luar negeri. Kali ini menyusul artikel berjudul “Indonesia’s Seven-Year Itch” yang dimuat Wall Street Journal edisi Asia yang terbit hari ini (Rabu, 30/3). Continue reading “Wall Street Journal: Indonesia Gatal Selama Tujuh Tahun”

Rizal Ramli: Mempertahankan Yudhoyono adalah Perbuatan Kolektif yang Tidak Bertanggung Jawab

Berbagai persoalan yang sedang sedang terjadi memperlihatkan betapa bibit disintegrasi telah menyebar luas di Indonesia, dan pada gilirannya akan membawa negara ini menjadi salah satu negara gagal di dunia. Continue reading “Rizal Ramli: Mempertahankan Yudhoyono adalah Perbuatan Kolektif yang Tidak Bertanggung Jawab”

Restitusi Wilmar Group, Kasus Lain yang Mempertegas Nilai Penting SasmitoLeaks

Kasus lain yang dalam setahun terakhir “dibocorkan” Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinegoro adalah dugaan kuat kasus restitusi pajak bernilai puluhan triliun rupiah yang diperoleh Wilmar Group. Menurut Sasmito praktik faktur pajak fiktif ini adalah buah kolusi tidak bermoral yang melibatkan wajib pajak kakap dan aparat pajak untuk “merampok uang negara” lewat berbagai kebijakan legal restitusi atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak. Continue reading “Restitusi Wilmar Group, Kasus Lain yang Mempertegas Nilai Penting SasmitoLeaks”

Inilah Duduk Perkara Criminal Policy yang Dibocorkan Sasmito dan Diulas Gus Solah

Informasi mengenai potensi kerugian negara hingga mencapai Rp 2,2 triliun yang diakibatkan criminal policy Menteri Keuangan Boediono di balik penghapusan kewajiban pajak Bank Mandiri telah berulang kali disampaikan Sasmito Hadinegoro. Continue reading “Inilah Duduk Perkara Criminal Policy yang Dibocorkan Sasmito dan Diulas Gus Solah”

Setelah WikiLeaks, Kini Muncul SasmitoLeaks yang Juga Menggemparkan

Bila dunia Barat punya WikiLeaks, Indonesia punya SasmitoLeaks. Keduanya sama-sama menggemparkan!

Dipimpin aktivis internet Australia, Julian Assange, dan diluncurkan tahun 2006 lalu, WikiLeaks merupakan sebuah organisasi non-profit yang mempublikasikan dokumen rahasia yang diperoleh dari sumber-sumber anonimus. Continue reading “Setelah WikiLeaks, Kini Muncul SasmitoLeaks yang Juga Menggemparkan”

Indonesia’s Seven-Year Itch

Kelley Currie | Wall Street Journal | March 30, 2011

This was supposed to be Susilo Bambang Yudhoyono’s year. The Indonesian president can claim credit for both robust economic growth and his country’s higher profile on the international stage. U.S. President Barack Obama’s visit was a success, and Jakarta is now chair of the Association of Southeast Asian Nations for the next year and a member of the G-20. Continue reading “Indonesia’s Seven-Year Itch”

Indonesia’s tainted democracy calls for changes

Rizal Ramli, Jakarta Post| Tue, 03/29/2011 9:18 PM | Opinion

Recent revelations from WikiLeaks documents, stating that President Susilo Bambang Yudhoyono and his family were involved in corruption are, frankly, not a big surprise.

After all, Indonesian politics is notoriously dirty. Continue reading “Indonesia’s tainted democracy calls for changes”

Pengakuan Jenderal Purnawirawan: Indonesia Kini Lebih Liberal dari Amerika Serikat

Selama SBY dan Boediono berkuasa, sistem ekonomi yang dikembangkan Indonesia begitu liberal. Bahkan, lebih liberal dari Amerika Serikat. Continue reading “Pengakuan Jenderal Purnawirawan: Indonesia Kini Lebih Liberal dari Amerika Serikat”

Kiki Syahnakri: Dewan Revolusi Islam Terlalu Mengada-ada

Susunan Dewan Revolusi Islam (DRI) yang dilansir stasiun televisi Al Jazeera yang bermarkas di Qatar terlalu mengada-ada. Karenanya, isu tentang DRI tersebut tidak perlu dianggap serius. Continue reading “Kiki Syahnakri: Dewan Revolusi Islam Terlalu Mengada-ada”

Tunggu Kami di Timor Leste, Kawan

Dua wartawan Tempo Semanal Cristovao da Costa dan Domingos da Costa telah kembali ke tanah air mereka, Timor Leste, pagi tadi (Selasa, 15/3). Kedua anak muda enerjik yang mudah senyum itu berada di Jakarta satu bulan lamanya.

Keduanya datang dengan misi khusus: mematangkan kemampuan penulisan berita di dalam bahasa Indonesia. Juga kemampuan mengelola media massa berbasis online. Continue reading “Tunggu Kami di Timor Leste, Kawan”

Peneliti Konflik: Jangan Terburu-buru Pojokkan Kelompok Tertentu di Balik Bom Buku

Berbagai pihak diminta untuk sementara waktu menahan diri dan tidak mengeluarkan prediksi yang aneh lagi berlebihan mengenai teror bom buku yang terjadi di Jakarta dalam pekan ini. Apalagi sampai menuding bahwa teror bom buku itu adalah perbuatan kelompok-kelompok tertentu yang selama ini dianggap masyarakat memiliki reputasi notorius. Continue reading “Peneliti Konflik: Jangan Terburu-buru Pojokkan Kelompok Tertentu di Balik Bom Buku”

Riwayat Centurygate yang Dibocorkan WikiLeaks Jauh dari Sempurna

Megaskandal dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun juga disinggung Philip Dorling, dalam tulisannya yang dimuat dua koran negeri kanguru, The Age dan Sydney Morning Herald. Wartawan investigatif Australia ini memperoleh bocoran kawat diplomatik Kedubes Amerika Serikat dari WikiLeaks. Continue reading “Riwayat Centurygate yang Dibocorkan WikiLeaks Jauh dari Sempurna”