Inilah SMS tentang Joget India Briptu Norman dan Video Porno Arifinto yang Dikirimkan kepada Ketua KPK

Sebuah pesan pendek dikirimkan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqaddas, akhir pekan lalu. Si pengirim adalah Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI), Sasmito Hadinagara, yang oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH. Salahuddin Wahid, dalam sebuah artikel beberapa waktu lalu diperkenalkan sebagai pencetus SasmitoLeaks.

Di dalam pesan pendek itu, Sasmito menyampaikan kegelisahannya pada dua kasus yang belakangan ini marak dan menyita perhatian publik. Pertama adalah joget India anggota Brimob Gorontalo Briptu Norman Kamaru yang kini jadi ikon baru di dunia entertainmen. Kedua adalah aksi nekat kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto nonton video porno di tengah rapat paripurna DPR.

“Mas, piye urusan isu Briptu joget iseng di pos jaga dan anggota DPR PKS apes satu menit buka BB porno aja kok dadakan jadi dipakai untuk buat rakyat kita tambah parah kena amnesia publik untuk lupa peristiwa-peristiwa besar yang melilit negara kita,” tulis Sasmito membuka pesannya.

Yang dimaksud Sasmito dengan peristiwa besar adalah sejumlah skandal hukum-keuangan yang melibatkan pejabat pengambil kebijakan di berbagai lembaga.

Megaskandal danatalangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun yang melibatkan mantan Menteri Keuangan yang kini bekerja untuk Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, mantan Gubernur BI yang kini Wakil Boediono Presiden dan mantan Dirjen Pajak yang kini Gubernur BI Darmin Nasution, menjadi skandal pertama yang disebutkan Sasmito dalam SMS yang dia kirim itu.

Disusul skandal penghapusan kewajiban pajak Bank Mandiri senilai Rp 2,5 triliun yang melibatkan Menteri Keuangan ketika kasus itu terjadi, Boediono, dan Dirjen Pajak di masa itu Hadi Purnomo yang kini adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lalu, skandal pajak pengusaha Paulus Tumewu yang walaupun kasusnya telah P-21 namun dihentikan di tengah jalan setelah Sri Mulyani, atas “undangan” Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad yang kini Menteri Kelautan dan Perikanan, mengintervensi. Begitu juga dengan restitusi pajak fiktif antara tahun 2007 hingga 2010.

Terakhir adalah bantuan yang diberikan pemerintah Amerika Serikat senilai Rp 15 triliun untuk pemerintah Indonesia pada tahun 2002 yang disimpan di Bank CIC. Pada Desember 2004, Bank CIC bersama Bank Danpac dan Bank Pikko digabungkan menjadi Bank Century.

“Ini benar-benar memprihatinkan,” tulisnya lagi. Sasmito juga mengatakan, mengapa hal-hal yang memprihatinkan ini terjadi di saat Indonesia dipimpin SBY yang pernah berjanji akan menegakkan prinsip-prinsip good and clean governance.

“Ayo KPK harus pro aktif Pak Ketua,” dorong Sasmito.

Sejauh ini belum diperoleh informasi lebih lanjut apakah Busyro Muqaddas menjawab SMS Sasmito ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s