Lahir di Jakarta, 3 Januari 1941, Soe Hok Djin yang lebih dikenal dengan nama Arief Budiman, meninggal dunia hari ini, 23 April 2020, setelah menjalani perawatan lebih dari satu minggu di Rumah Sakit Ken Saras, Kabupaten Semarang.
Arief Budiman menderita sakit cukup lama, di antaranya parkinson. Kesehatannya mulai menurun sejak ia pensiun dari Universitas Melbourne, Australia, tahun 2008. Beberapa tahun kemudian, bersama sang istri Leila Ch. Budiman, ia kembali ke Salatiga.
Saya minta bantuan seorang teman di Pyongyang untuk memotretkan situasi di ibukota Korea Utara itu.
Jumat kemarin saya terima lima foto yang diambil teman ini pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Foto-foto tersebut memperlihatkan Pyongyang dalam situasi yang seperti biasa. Jalanan yang relatif sepi, kendaraan yang lalu lalang, dan beberapa warga yang berjalan kaki.
Beberapa hari lalu sempat beredar kabar yang mengatakan situasi di Korea Utara dan khususnya Pyongyang tidak terkendali diamuk virus corona dari Wuhan.
Sebelum meminta bantuan teman ini, saya menerima beberapa link berita mengenai situasi Pyongyang akhir-akhir ini. Ada yang mengatakan mayat-mayat bergelimpangan di tengah kota tidak terurus, juga ratusan tentara Korea Utara terinfeksi. Kabar yang paling seru mengatakan Kim Jong Un telah melarikan diri.
Kabar gembira itu kini menuai perdebatan. Antara lain, apakah yang dikembalikan itu adalah benar-benar keris Pangeran Diponegoro yang digondol Belanda?
Kening awam berkernyit. Tertekuk-tekuk. Kini ada dua keris yang dibicarakan. Keris Naga Siluman dan Keris Nagasasra. Belum tertutup kemungkinan, nama-nama keris yang dikatakan sakti mandraguna lainnya akan segera bermunculan. Milik pangeran ini dan pangeran itu.
DUBES Republik Armenia, Dziunik Aghajanian, mulai bertugas di Jakarta bulan Juni 2018. Selain untuk Indonesia, wanita kelahiran Yerevan, 10 Oktober 1966, ini juga merangkap sebagai Dubes Armenia untuk Malaysia dan ASEAN.
Namanya Johan Harmen Rudolf Kohler. Pangkat terakhir mayor jenderal. Tiba di Aceh tgl 8 April 1873, enam hari kemudian dia tewas ketika memimpin pasukannya mengepung Masjid Baiturrahman.
Jantungnya dirobek peluru laskar Aceh yg melindungi kesucian rumah Allah dan kemerdekaan bangsa Aceh. Mayatnya dibawa ke Singapura, lalu ke Batavia dan dimakamkan di Tanah Abang, di tempat yg kini dikenal sebagai Museum Taman Prasasti.
LIHATLAH foto ini. Dari kiri ke kanan: Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim, Mahathir Mohamad, dan Najib Razak.
Keempatnya masih merupakan politisi United Malays National Organisation (UMNO) yang didirikan Datuk Oon Jafar, Tunku Abdul Rahman dan kawan-kawan mereka pada 11 Mei 1946 sebagai alat perjuangan mencapai kemerdekaan Malaysia.
Foto ini diperkirakan diambil di tahun 1997, tak lama sebelum Mahathir Mohamad yang ketika itu Perdana Menteri memecat Anwar Ibrahim dari posisi Wakil Perdana Menteri.
Amu Darya, sebuah sungai di Asia Tengah, mengalir sepanjang 2.400 kilometer dari satu titik di Pegunungan Pamir di persimpangan Himalaya, Tian Shan, Karakoram, Kunlun, dan jajaran Hindu Kush, di ketinggian 6.000 meter dapl, menuju Danau Aral, menjadi pemisah sekaligus penghubung Afganistan dengan Tajikistan dan Uzbekistan.
Buku #DiTepiAmuDarya adalah rekaman perjalanan saya ketika meliput konflik di Afganistan tahun 2001. Keinginan menyeberangi Amu Darya tak terlaksana sampai rezim Taliban tumbang.
Pecinta ilmu kejiwaan atawa psikologi tentu sering membaca dan mendengar nama ini: Carl Gustav Jung. Lahir 26 Juli 1875, dan meninggal dunia 6 Juni 1961.
Patung raksasa pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, setinggi 22 meter di bukit Mansu atau Mansudae di tengah kota Pyongyang.
Di dalam gambar ini, patung Kim Jong Il di sebelah kirinya tidak terlihat. Foto saya ambil dari sisi Istana Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea. Monumen di Mansudae selesai dibangun pada 1972. Awalnya, hanya ada patung Kim Il Sung.
Monumen Pendirian Partai Pekerja Korea di salah satu sudut kota Pyongyang.
Tiga fitur utamanya adalah palu, kuas, dan arit, yang masing-masing melambangkan tiga elemen masyarakat penggerak revolusi Korea, pekerja, cendekiawan, dan petani.
Terletak di Jalan Munsu, Distrik Taedonggang, monumen ini selesai dibangun dan diresmikan pada 10 Oktober 1995, pada peringatan 50 tahun Partai Pekerja Korea, yang dilambangkan dengan ketinggian monumen 50 meter.
Pada bagian luar sabuk di monumen itu tertulis kalimat “Panjang umur pemimpin dan organisatoris kemenangan rakyat Korea, Partai Pekerja Korea!”
Sementara di bagian dalam sabuk terdapat mural yang menjelaskan tiga babak penting: akar sejarah partai, persatuan rakyat di bawah partai, dan visi masa depan partai yang progresif.
Foto saya ambil dalam kunjungan ke Pyongyang di bulan April 2012.
SELAMAT malam kawan semua. Ini pandangan saya terkait keberadaan dua pasal UU 40/1999 tentang Pers di dalam draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Pandangan ini saya sampaikan memanfaatkan peluang yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada siapapun untuk memberikan masukan atas draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Sejak awal saya menyadari bahwa Presiden Jokowi dalam periode kedua ini ingin memastikan investasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman. Investor untung, negara, dan rakyat juga ikut untung. Tidak ada yang buntung.
Secara umum ada beberapa persoalan di dalam negeri yang kerap diduga menjadi penyebab investasi tidak lancar, yang sering dianggap sebagai faktor yang membuat investor asing jadi ragu-ragu untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.
Di samping tentu saja ada beragam persoalan lain yang tidak terkait langsung dengan situasi dan kondisi di Indonesia, misalnya kepentingan geopolitik dan geostrategis tempat darimana investor berasal.
ENTAH siapa yang memulai cerita itu. Di tengah sebagian masyarakat ada semacam kepercayaan bahwa Kediri adalah kota yang harus dijauhi oleh penguasa negeri.
Konon katanya, tiga pemimpin Indonesia, Bung Karno, Pak Harto, dan Gus Dur, terjungkal tak lama setelah mengunjungi Kediri yang berada di Jawa Timur, sekitar 700 kilometer dari Jakarta.
Karena kepercayaan akan wingitnya Kediri itu pula, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung mewanti-wanti Presiden Joko Widodo agar tak mendatangi Kediri.
PENDIRI media on line berita politik Republik Merdeka On Line (RMOL), Teguh Santosa, mengundang saya. Ia mewanti- wanti jauh hari supaya hadir dalam acara deklarasi pembentukan wadah berhimpun media-media on line, atau media siber. Nama wadahnya : Jaringan Media Siber Indonesia.
Teguh Santosa wartawan muda. Selalu gelisah — syarat mutlak yang memang harus dimiliki oleh seorang wartawan. Yang lebih tertarik mencari dan meneliti sesuatu di balik sebuah peristiwa. Mengulik latar belakang sebuah fakta. Selalu bergelut dengan gagasan dan pemikiran baru.
“WARMEST congratulations @jokowi on your re-election as President of Indonesia. Indonesia is one of Australia’s most important strategic relationships. We look forward to further deepening ties between Australia and Indonesia across all of our shared interests.”
Gus Solah telah meninggalkan kita semua. Mendahului kita menemui Sang Pencipta.
Saya mengenal Gus Solah ketika kakaknya, Gus Dur, menjabat sebagai Presiden RI. Bagi saya beliau adalah narasumber yg baik utk memahami pikiran Gus Dur. Keduanya kerap berbeda pendapat, walau jarang sekali memperlihatkan perbedaan itu di depan orang banyak.
1 Februari 1979, pemimpin besar revolusi itu kembali ke tanah air yang ditinggalkannya sejak ia terusir lebih dari 15 tahun.
Pesawat Air France 4721 yang membawa Imam Khomeini dari Paris, Prancis, mendarat pagi hari. Dari Bandara Mehrabad di Tehran, Imam Khomeini mengunjungi pemakaman para syuhada, Behest-e Zahra.
HUBUNGAN diplomatik Indonesia dan Finlandia dimulai pada 6 September 1954. Sampai tahun 2019, kedua negara mencatat sejumlah kemajuan penting di berbagai bidang kerjasama.
BAGI masyarakat dunia hari ini, Sanna Mirella Marin adalah salah satu ikon baru. Wanita muda kelahiran Helsinki, 16 November 1985, itu dilantik sebagai Perdana Menteri ke-46 Finlandia pada tanggal 10 Desember 2019 lalu di saat baru berusia 34 tahun.
PERISTIWA itu terjadi pada 15 Januari 1974, hingga kini sering disingkat Malari. ia diperingati ratusan aktivis yang memadati gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).
Tokoh legendaris Malari, Hariman Siregar, tetap menjadi bintang.
Pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 1 Mei 1950 ini rasanya sudah pantas disebut sebagai Bapak Demonstran Indonesia. Seperti matahari, ia adalah epicentrum tata surya demonstran Indonesia hari ini. Sejak 46 tahun lalu. Sejak kemenangannya dalam pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ditorpedo kekuasaan melalui tangan Ali Murtopo.
Sejak ia turun ke jalan, sejak demonstrasi mahasiswa di Jakarta menolak ketergantungan ekonomi dan utang luar negeri pada Jepang berubah menjadi kerusuhan pada peristiwa Malari itu. Menewaskan sekian orang, membenturkan faksi-faksi yang ada di lingkaran kekuasaan.
Sampai akhir tahun 2019, Dewan Pers telah memverifikasi secara administrasi dan faktual 511 media massa di seluruh Indonesia.
Dari jumlah itu, sebanyak 250 adalah media massa cetak, lalu 211 media massa berbasis internet atau siber, 45 televisi, dan 5 radio.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun, di sela-sela pemberian sertifikat terverifikasi administrasi dan faktual untuk Kantor Berita Politik Republik Merdeka atau RMOL, di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis pagi (9/1).
Penyelesaian sengketa di Laut China Selatan dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna sulit dilakukan selagi pemerintahan Partai Komunis China (PKC) tidak mau mengubah watak dasar politik negeri tirai bambu itu.
Sedari awal, sejak mengklaim kembali perairan di Laut China Selatan, China sudah memperlihatkan sikap arogan dan tidak mau mengikuti aturan main dan hukum internasional yang berlaku.
Klaim sejarah yang selalu digunakan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk mendukung klaim mereka atas perairan yang dinamakan Laut China Selatan sangat tidak relevan.
Faktanya, Perang Dunia Kedua yang berakhir di tahun 1945 telah mengubah lanskap politik dunia. Gerakan kebangsaan dan negara-negara baru yang lahir pada era dekolonisisai mendapat tempat yang pantas dalam sistem internasional.
Pelanggaran Exclusive Economy Zone (EEZ) Indonesia oleh armada Coast Guard Republik Rakyat China (RRC) dan kapal pencari ikan negara itu hanya bisa dihentikan bila pemerintah serius memperjuangkan Laut Natuna Utara.
Selama perairan di wilayah Indonesia dari kawasan Pulau Natuna sampai Bangka Belitung masih menggunakan nama Laut China Selatan, selama itu pula China akan “besar kepala” karena merasa memilik “hak sejarah” atas perairan itu.
Sikap pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, memanggil Dubes China di Jakarta, Xiao Qian, untuk dimintai keterangan sudah tegas dan tepat.
Namun, langkah ini kelihatannya masih kurang efetif untuk menghentikan agresifitas China di Laut China Selatan di masa depan yang bisa mengancam integritas teritori dan kedaulatan Indonesia.
Indonesia bukan merupakan salah satu negara yang terlibat dalam sengketa perebutan batas wilayah di Laut China Selatan.
Sengketa di kawasan yang oleh China diklaim dengan menggunakan sembilan garis-putus atau dashed-line itu terjadi antara China dengan negara-negara ASEAN yang lain, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam dan Brunei Darussalam.
Saya berbisik kepada senior saya, Pak Marah Sakti Siregar, yang duduk di sebelah kiri.
Meja makanan di hadapan kami dipenuhi berbagai jenis makanan. Mulai dari kepala ikan manyung yg masuk keluarga ikan2 berkumis Ariidae, sayur daun labu dan kacang hijau khas dari Sulawesi Selatan, telur mata sapi dengan sambal yang juga khas, serta ayam goreng.