Maroko Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

1484641641

Kerajaan Maroko ingin memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan berharap organisai persahabatan masyarakat kedua negara ikut membantu mempromosikan upaya peningkatan kerja sama itu.

Demikian disampaikan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia Ouadia Benabdellah dalam pertemuan dengan Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa di Kedubes Maroko, Jalan Denpasar Raya, Jakarta, Senin (16/1).

Dubes Ouadia Benabdellah sudah tiga bulan berada di Jakarta, namun baru pekan lalu, Kamis (12/1) mendapat kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan anggota Parlemen Kasablanka-Afna ini menggantikan Dubes Muhammad Majdi. Continue reading “Maroko Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia”

Sekjen Persahabatan: Korut Tidak Seburuk yang Diberitakan Media

mayongdae3

Hubungan Korea Utara (Korut) dan Indonesia selama ini jarang atau bahkan tak pernah terekspos media. Tak banyak yang tahu bahwa ada Kedutaan Besar Korut berdiri di Jakarta.

“Hubungan dua negara sangat baik. Hubungan diplomatiknya baik. Ada kedubes Korut di Jakarta, bahkan kedubes Korut di Jakarta adalah yang kedua terbesar setelah kedubes mereka di Tiongkok,” ucap Teguh Santosa, Sekretaris Jenderal Persahabatan Indonesia-Korea, ketika ditemui di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (19/12/2016). Continue reading “Sekjen Persahabatan: Korut Tidak Seburuk yang Diberitakan Media”

PWI Kirim Utusan ke Korea Utara

20151012_004740
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengirim utusan ke Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (RDRK) atau Korea Utara, untuk membicarakan rencana kunjungan delegasi PWI ke negara itu tahun depan.
Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat, Teguh Santosa, dilaporkan baru mendarat di Beijing, Republik Rakyat China, Sabtu pagi (24/12) dan akan melanjutkan penerbangannya ke Pyongyang siang waktu setempat.

Continue reading “PWI Kirim Utusan ke Korea Utara”

Muslim Tiongkok Hadapi Tiga Musuh Utama

Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama yang hanya dapat diatasi dengan cara bahu membahu bersama umat agama lain di negeri komunis itu.

Di saat bersamaan ormas Islam juga berperan besar sebagai ujung tombak dalam mengembangkan sikap patriotisme di kalangan umat Muslim.

Masyarakat Muslim Tiongkok diajarkan bahwa mencintai agama sama dengan mencintai negara.

“Islam hanya bisa berkembang dengan baik bila negara stabil dan ekonomi tumbuh,” ujar Ketua Perhimpunan Masyarakat Muslim di Shanghai, Tiongkok, Imam Musa Jin, saat menerima delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di kantornya, Rabu siang (29/11/2016).

“Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama, yakni terorisme, ekstremisme dan separatisme. Ini masalah serius yang harus kami hadapi,” kata dia lagi.

Imam Musa Jin mengatakan dirinya sangat senang bisa bertemu dengan delegasi PWI yang dipimpin Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat, Teguh Santosa.

Dia mengatakan, pertemuan ini adalah kesempatan yang baik bagi dirinya untuk sosialisasikan kehidupan Muslim Tiongkok.

Continue reading “Muslim Tiongkok Hadapi Tiga Musuh Utama”

10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemlu China

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) membuat individu memiliki akses maksimal terhadap sumber-sumber informasi.

Bahkan memungkinkan setiap individu menjadi produsen informasi di ruang publik. Di saat bersamaan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab juga dapat dengan mudah mempabrikasi informasi bohong atau hoax dan menyebarkannya ke tengah masyarakat.

Continue reading “10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemlu China”

Di Tengah Auman yang Merobek Langit China

20161025_164242

AUMAN dua jet tempur Chengdu J-20 milik Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Republik Rakyat China (RRC) merobek-robek langit Zhuhai, kawasan di selatan Republik Rakyat China (RRC). Kedua J-20 meliuk-liuk di angkasa dengan indah.

Continue reading “Di Tengah Auman yang Merobek Langit China”

Ada Tiga Hal yang Paling Banyak di Pulau Jeju, Korea Selatan

Setelah melantunkan lagu rakyat Arirang, tour guide yang mendampingi kami selama berada di Pulau Jeju, Korea Selatan, Peter Park, memulai ceritanya pagi tadi tentang tiga hal yang paling banyak di pulau itu.

Saya ikut bersama delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sedang mengunjungi Korea Selatan atas undangan Asosiasi Jurnalis Korea (JAK). Delegasi PWI terdiri dari tiga orang pengurus PWI Pusat dan 10 ketua PWI dari 10 provinsi di Indonesia. Continue reading “Ada Tiga Hal yang Paling Banyak di Pulau Jeju, Korea Selatan”

Suatu Hari di Moskow, Bersama Pak Pardi dan Tuan Zakharov

Agustus 2011, lima tahun lalu, sambil menunggu Sabar Gorky turun dari Elbrus, saya sempat jalan-jalan keliling Moskow dengan dua senior, Pak Ahmad Supardi Adiwijaya dan Tuan Svet Zakharov. Keduanya kini telah tiada. Pak Pardi meninggal dunia setahun setelah kunjungan itu, dan Tuan Zakharov menyusul beberapa bulan lalu.

Keduanya adalah teman lama, sudah saling mengenal sejak Pak Pardi tinggal di Moskow antara 1962 hingga 1990. Pada tahun 1990 Pak Pardi berangkat ke Belanda dan menetap di negeri kincir angin sampai ajal menjemputnya. Continue reading “Suatu Hari di Moskow, Bersama Pak Pardi dan Tuan Zakharov”

Bergabung Dengan UA, Maroko Semakin Leluasa Membangun Afrika

IMG_5284 2

KEPUTUSAN Kerajaan Maroko bergabung dengan Uni Afrika dinilai tepat dan merupakan langkah positif untuk memperkuat peranan negara itu dalam proses pembangunan dan perdamaian di benua itu.

Selama ini walaupun merupakan satu-satunya negara Afrika yang bukan anggota Uni Afrika, Maroko memiliki kontribusi yang tidak kecil baik secara ekonomi maupun politik di benua itu. Continue reading “Bergabung Dengan UA, Maroko Semakin Leluasa Membangun Afrika”

Menyesali Revolusi

Namanya Kadhem Sharif Hussein. Di jalanan dia dikenal dengan julukan Al Yabani alias Si Jepang. Khadem Hussein adalah pecinta sepeda motor, atlet gulat dan angkat berat, serta sempat tercatat sebagai asisten pelatih tim gulat nasional Irak.

Continue reading “Menyesali Revolusi”

Omong Kosong Kabar Kim Jong Un Tewas

kim-jong-un-_151223220902-932

Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara di Jakarta angkat bicara mengenai kabar yang mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara, Kim Jong Un, tewas dalam sebuah serangan bunuh diri.

Informasi itu dilansir EastAsianTribune.Com, hari Jumat (17/6). Continue reading “Omong Kosong Kabar Kim Jong Un Tewas”

Demi Perdamaian di Korea, Six Party Talk Harus Dikocok Ulang

teguh-santosa-dengan-jurnalis-korea_20160418_194458

Peredaan ketegangan dan perdamaian di Semenanjung Korea sulit tercapai tanpa mengubah cara pandang terhadap konflik yang terjadi sejak pertengahan 1950an itu.

Pembicaraan mengenai isu nuklir Korea Utara yang sejauh ini dilakukan enam negara, karenanya dikenal sebagai Six Party Talk, juga sulit diandalkan selagi negara-negara yang terlibat dalam pembicaraan tersebut memiliki agenda lain yang menghalangi terciptanya perdamaian.

Salah satu yang harus dilakukan adalah mengocok ulang Six Party Talk dan memberikan kesempatan kepada negara-negara lain di luar Six Party Talk untuk terlibat dalam pembicaraan. Continue reading “Demi Perdamaian di Korea, Six Party Talk Harus Dikocok Ulang”

Ban Ki-moon Membahayakan Perdamaian Dunia, Juga Bisa Mengancam Keutuhan Teritori Indonesia

IMG_5969

Pernyataan Sekjen PBB Ban Ki-moon terkait status Sahara Barat patut disesalkan dan dinilai tidak menghormati proses pembicaraan damai yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan sengketa itu di forum-forum PBB yang dipimpinnya.

Ketika berkunjung ke kamp Tindouf di Aljazair pekan lalu (Sabtu, 5/3), Ban Ki-moon menggunakan istilah pendudukan (occupation) Maroko di Sahara Barat, dan meminta agar digelar referendum di wilayah yang disengketakan itu. Continue reading “Ban Ki-moon Membahayakan Perdamaian Dunia, Juga Bisa Mengancam Keutuhan Teritori Indonesia”

Horor Paris, Indonesia Tak Cukup Berduka

screen_shot_2015-11-14_at_11.08.39_am

Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya tengah menghadapi dua jenis fundamentalisme yang sangat berbahaya yang membuat perdamaian di muka bumi hilang digantikan kebencian dan peperangan.

Demikian disampaikan pengajar hubungan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (15/11).

Aktivis Forum Indonesia 2050 ini mengatakan, fundamentalisme jenis pertama bersifat kasat mata dan dengan mudah dapat dikenali. Sementara fundamentalisme jenis kedua hampir-hampir sulit dikenali, dan bahkan tak banyak yang menyadari kehadirannya.

“Jenis pertama adalah fundamentalisme sektarian, yang menggunakan identitas dan apa yang diyakini benar, sebagai slogan perjuangan dan perlawanan. Sering kali pula menggunakan tema kesukuan, agama, ras, dan yang paling kecil tema golongan,” ujar Teguh Santosa.

Penganut fundamentalisme jenis pertama ini, sambungnya, dengan mudah menciptakan identitas, menarik demarkasi antara “aku” dan “kamu”, “kita” dan “mereka”.

Adapun fundamentalisme jenis kedua yang tidak kasat mata adalah keyakinan bahwa pasar ada di atas segalanya, sebagai aktor tunggal yang menentukan mana yang baik untuk rakyat dan negara. Continue reading “Horor Paris, Indonesia Tak Cukup Berduka”

40 Tahun Green March, Integrasi yang Semakin Sempurna

massira_2_600

Pekan lalu rakyat Kerajaan Maroko merayakan sebuah peristiwa bersejarah yang amat penting dalam perjalanan negeri itu. 40 tahun silam, pada tanggal 6 November 1975 tak kurang dari 350 ribu rakyat Maroko melintasi garis batas kolonial dari Tarfaya menuju Sagui el Hamra.

Garis batas kolonial itu diciptakan Prancis dan Spanyol melalui Perjanian Fez pada 1912. Continue reading “40 Tahun Green March, Integrasi yang Semakin Sempurna”

Mengukur Pertemuan Dua China di Singapura

635824595734670849-AFP-546156948-77344432

Revolusi 1949 membelah China menjadi dua. Partai Komunis yang memenangkan pertarungan dan menguasai sebagian besar negeri China di daratan dan mendirikan Republik Rakyat China.

Sementara pengikut Partai Nasional yang dipimpin Chiang Kai-shek angkat kaki ke Taiwan dan melanjutkan eksistensi Repulik China yang didukung Amerika Serikat dan blok Barat.

Untuk waktu yang cukup lama kedua negeri tak menjalin komunikasi. Di bawah rezim komunis, China memilih menutup pintu. Continue reading “Mengukur Pertemuan Dua China di Singapura”

The Handing Over Ceremony: The Star of Soekarno

Pictures above are from the Korean Central News Agency (KCNA), and the Embassy of the Republic of Indonesia in Pyongyang.

Gyeongju Memamerkan Peran Korea di Jalur Sutra

sabon_-gyeongjusilkeurodeudaecugjeon_poseuteo_yeongmun1

11988697_10153534315686668_3157331668432245845_n

Membentang sepanjang kurang lebih 6.000 kilometer, menghubungkan Timur dan Barat sejak abad ke-2 Sebelum Masehi hingga pertengahan abad ke-15 Masehi, lintasan perdagangan ini dikenal sebagai Jalur Sutra.

Namanya merujuk pada komoditas utama yang dibawa para pedagangan China kala itu, sutra, melintasi batas benua. Sutra menjadi komoditas penting yang dapat ditukarkan dengan barang-barang lain yang tersedia di setiap kota dan negeri yang dilalui.

Continue reading “Gyeongju Memamerkan Peran Korea di Jalur Sutra”

Jurnalis Indonesia Bisa Bantu Satukan Korea

Untitled

Jurnalis Indonesia diharapkan membantu proses penyatuan secara damai Korea Selatan dan Korea Utara yang terpisah sejak 1945. Dibutuhkan pemberitaan yang positif dan faktual mengenai situasi di Semenanjung Korea agar unifikasi ataupun reunifikasi kedua Korea dapat terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Asosial Jurnalis Korea (AJK) Park Chong-ryul dalam jamuan makan malam menyambut delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Hotel Presiden, Seoul, Korea Selatan (Senin malam, 7/9). Continue reading “Jurnalis Indonesia Bisa Bantu Satukan Korea”