Buntu Hillary Vs Obama di Michigan dan Florida

PARTAI Demokrat menghadapi persoalan baru: primary election di negara bagian Florida dan Michigan.

Dewan pimpinan pusat partai berlambang keledai itu tetap tidak mau mengakui hasil primary election Florida dan Michigan yang digelar pertengahan Januari lalu.

Pelaksanaan primary election dianggap tidak sah karena digelar lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan, yakni 5 Februari dalam laga Super Tuesday.

Senator New York Hillary Rodham Clinton memenangkan primary election “yang tidak sah” di dua negara bagian itu. Di Michigan, istri mantan presiden Bill Clinton ini memperoleh 55 persen suara, dan di Florida 50 persen suara.

Adapun Senator Illinois Barack Obama, saingan terkuat Hillary, memperoleh 44 persen suara di Michigan, dan 33 persen suara di Florida.

Lebih dari setengah pemilih di Michigan dan Florida adalah wanita.

Baik Hillary maupun Obama sama sekali menolak melakukan kampanye di kedua negara bagian itu, walau mereka tahu bahwa Michigan dan Florida adalah tambang kursi delegasi. Michigan memiliki 156 kursi delegasi, sementara Florida memiliki 210 kursi delegasi.

Bila hasil pemilihan di kedua negara bagian ini diakui, maka jarak antara Hillary dan Clinton akan semakin signifikan. Hillary akan memimpin jauh di depan, dan dengan demikian punya peluang yang jauh lebih besar untuk menjadi calon tunggal Partai Demokrat dalam pemilihan presiden Amerika bulan November.

Dan Gerstein, salah seorang penasihat politik Partai Demokrat, termasuk orang yang berpendapat bahwa hasil pemilihan di Michigan dan Lorida harus diakui.

“Melihat fakta bahwa kedua kandidat bertarung dengan begitu ketat, tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan kepada hampir dua juta pemilih di Florida bahwa suara mereka tidak dihitung,” ujar Senator Florida Bill Nelson secara terpisah.

Dewan pimpinan pusat Partai Demokrat bersedia menggelar primary election ulang di kedua negara bagian itu, namun tak mau mengeluarkan uang untuk membiayainya.

Primary election ulang di Michigan diperkirakan membutuhkan biaya setidaknya 10 juta dolar AS. Sementara untuk menggelar pertarungan ulang di Florida dibutuhkan minimal 20 juta dolar AS.

Ketua Komite Nasional Demokrat Howard Dean mengatakan pihaknya tidak akan membiayai pemilihan ulang itu. Dia juga menegaskan, Partai Demokrat di kedua negara bagian itu sudah seharusnya tidak diberi maaf atas pelanggaran yang mereka lakukan.

“Peraturan sudah ditetapkan satu setengah tahun lalu. Ketika Anda dalam sebuah pertandingan, Anda harus mengikuti peraturan,” kata Dean.

“Anda tidak bisa melanggar peraturan, dan kemudian berharap dimaafkan untuk pelanggaran itu,” sambungnya lagi. guh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s