Love and hate relations, cinta dan benci. Continue reading “Jalan Menurun Dua Serumpun”
Kisah Si Buah Reformasi

Tergesa-gesa, Ali Mochtar Ngabalin berdiri meninggalkan kursinya. Di ujung sana, Syarif Hasan mulai memasang kuda-kuda, menyiapkan tangkisan, dan, kalau mungkin serta bila terpaksa, melepas pukulan balasan. Continue reading “Kisah Si Buah Reformasi”
Lebaran di Hawaii, Seperti Baru Kemarin
Masa studi saya di University of Hawaii at Manoa (UHM) sudah berakhir, dan sejak akhir Mei lalu saya kembali beraktivitas di Indonesia. Namun seperti baru kemarin rasanya saya merayakan dua Hari Raya Idul Fitri di Honolulu, Hawaii, negara bagian ke-50 Amerika Serikat yang berada persis di tengah Samudera Pasifik. Continue reading “Lebaran di Hawaii, Seperti Baru Kemarin”
Komisi I Dibelah Tiga Namru-2

“Namru-2 adalah lembaga yang transparan, terbuka untuk umum dan semua pengunjung yang berminat. Kami mengharapkan kerjasama dengan Indonesia terus berlanjut,” ujar Kuasa Usaha Kedubes Amerika Serikat John A. Heffern.
Continue reading “Komisi I Dibelah Tiga Namru-2”Menjaga Tiga Bapak
Sakitnya Gus Dur

Selasa, 4 Agustus 2009. Hari itu Gus Dur merayakan ulang tahunnya yang ke-69. Tak ada pesta. Keluarga mantan presiden Indonesia ini hanya memotong tumpeng dan menggelar pengajian yang dihadiri seratusan anak yatim piatu. Berbagai doa dipanjatkan, terutama untuk kesehatan Gus Dur yang kini mulai sering sakit-sakitan.
Continue reading “Sakitnya Gus Dur”Di Malam Kematian Rendra

Beberapa menit lewat pukul 10 Kamis malam (6/8) sebuah pesan pendek masuk.
“Guh, Mas Willy wafat. Bang Yan baru dapat kabar dari Iwan.”
Pengirim pesan pendek itu adalah Yan Daryono, salah seorang sahabat WS Rendra yang memperkenalkan saya secara pribadi kepada si Burung Merak. Hari Senin yang akan datang (10 Agustus) Yan Daryono yang biasa saya panggil Bang Yan akan menggelar pameran lukisan di Jakarta Media Center – Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih. Saya dan kru Rakyat Merdeka Online menjadi organizer pameran itu.
Adapun Iwan yang dimaksud Bang Yan adalah Iwan Burnani, juga salah seorang sahabat dekat Rendra. Bukan itu saja, Mas Iwan juga adik ipar rendra. Ia menikah dengan Mbak Lili, adik dari istri Rendra, Ken Zuraidah yang biasa disapa Mbak Ida.
Sebelum mendengar kabar duka ini, saya dan Bang Yan meminta kesediaan Mas Iwan membacakan sajak-sajak Rendra dalam pembukaan pameran lukisan Bang Yan. Dua sajak yang akan dibacakan Mas Yan adalah “Seonggok Jagung di Kamar” dan “Membela Masa Depan”. Setelah peristiwa duka ini, kami berencana akan menambah jumlah puisi Rendra yang akan dibacakan dalam pembukaan pameran nanti.
Setelah pesan pendek dari Bang Yan tentang kematian Rendra maka lahirlah berita ini:
WS Rendra Wafat
Kamis, 06 Agustus 2009, 22:48:19 WIB
Laporan: Teguh Santosa
Jakarta, RMOL. Kabar duka kembali terdengar.
WS Rendra, si Burung Merak, meninggal dunia malam ini (Kamis, 6/8).
Sebelum meninggal dunia, Rendra yang salah satu karya monumentalnya adalah puisi berjudul “Seonggok Jagung di Kamar” menderita sejumlah penyakit.
Sekitar satu bulan lalu Rendra memulai pengobatan cuci darah karena ginjalnya mengalami gagal fungsi. Rendra sempat dirawat di RS Cinere, RS Jantung Harapan Kita, dan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Ia menghembuskan nafas terakhir di RS Mitra Keluarga Depok.
Kabar kematian Rendra diterima dari Iwan Burnani, sahabat Rendra di Bengkel Teater yang juga adik iparnya.
…dan seterusnya.
Menyusul berita itu, saya menurunkan dua tulisan kecil yang berkaitan dengan kondisi terakhir Rendra.
Setelah tulisan itu, saya menurunkan beberapa tulisan lain yang berkaitan dengan Rendra. Lalu bergerak menuju Bengkel Tater di Cipayung, Depok. Dari sana saya bergerak menuju rumah Clara Sinta alias Au, salah seorang anak Rendra, di perumahan Pesona Khayangan, Depok.
Seperti di Cipayung, di Pesona Khayangan ratusan orang telah berjubel, berkerumun di depan rumah Au. Puluhan, atau mungkin lebih dari seratus wartawan juga sudah siaga. Beberapa mobil kru televisi diparkir di depan rumah. Beberapa jurnalis teve melaporkan suasana duka di rumah Au. Teman-teman Rendra satu persatu mendapat giliran diwawancarai media.
Saya masuk ke ruang tengah dari pintu depan.
Sebuah dipan kayu diletakkan di tenga-tengah ruangan. Di atasnya terbaring jasad Rendra diselimuti kain batik. Wajahnya ditutup kain. Beberapa kerabat yang handai taulan yang hendak melihat wajah Rendra dipersilakan mengangkat kain putih tipis itu.
Beberapa orang lainnya mempersiapkan kain kafan untuk Rendra. Jumat dinihari itu juga, sekitar pukul 02.00, Rendra akan dimandikan dan dikafankan. Jenazahnya akan dibawa ke Bengkel Teater di Cipayung usai shalat Subuh dan dimakamkan usai shalat Jumat.
Kalau Sudah Begini Siapa yang Drakula
Bom yang meledak secara beruntun di Mega Kuningan, Jakarta Selatan Jumat pekan lalu (17/7) atau sembilan hari setelah Pilpres 2009 yang menewaskan sembilan orang, jelas mengagetkan kita semua. Continue reading “Kalau Sudah Begini Siapa yang Drakula”
Sering Dikaitkan dengan Bencana, SBY Punya Alasan Singgung Reaksi Pasca Pilpres 2009
Banyak pihak yang tercengang dan kaget mendengar Presiden SBY mengaitkan pengeboman di dua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan Jakarta dengan ketidakpuasan kelompok tertentu terhadap hasil pemilihan presiden yang baru lalu. Continue reading “Sering Dikaitkan dengan Bencana, SBY Punya Alasan Singgung Reaksi Pasca Pilpres 2009”
Kisah Lain Masjid Baiturrahim di Istana Merdeka
Saya sedang membuka-buka kembali tulisan lama di blog ini ketika menemukan cerita tentang Masjid Baiturrahim di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta. Continue reading “Kisah Lain Masjid Baiturrahim di Istana Merdeka”
Dipertimbangkan, Saran Agar Pilpres 2009 Ditunda
Komnas HAM berjanji akan segera menindaklanjuti laporan yang disampaikan berbagai kalangan mengenai ketidakjujuran persiapan pemilihan presiden. Continue reading “Dipertimbangkan, Saran Agar Pilpres 2009 Ditunda”
Neda dari Iran, Pahlawan Baru Amerika
Di Iran, Amerika Serikat punya pahlawan baru: Neda Agha-Soltan.
Continue reading “Neda dari Iran, Pahlawan Baru Amerika”Pilpres 2009 Satu Putaran: Antara Fakta dan Fiksi

Antara Teguh, Hawaii, Waikiki dan Bikini

SETELAH dua tahun “mondok” di University of Hawaii at Manoa (UHM) akhir Mei lalu Teguh Santosa kembali ke tanah air. Continue reading “Antara Teguh, Hawaii, Waikiki dan Bikini”
Tetsuo Harano yang Memotong Ko’olau

SEPASANG Tetsuo Harano memotong rangkaian pegunungan Ko’olau di tengah Pulau Oahu, Hawaii. Berada pada jalur Interstate H-3, kedua terowongan sepanjang 1,5 km ini menghubungkan Kaneohe dengan Interstate H-1 di Hālawa, dekat Pearl Harbor. Continue reading “Tetsuo Harano yang Memotong Ko’olau”
Blok Perubahan Tetap di Garis Perjuangan Melawan Neo-Liberal
MESKIPUN tidak berhasil mengusung Dr. Rizal Ramli menjadi kontestan pada pilpres 2009, secara politis Blok Perubahan akan tetap aktif secara politik menjadi garda intelektual dan pengawal demokrasi yang mengusung tema “Jalan Baru” yang anti-neoliberalisme. Continue reading “Blok Perubahan Tetap di Garis Perjuangan Melawan Neo-Liberal”
The Future of Muslim’s State: Di Antara Dua Ekstrem
Pendekar-pendekar Besi Nusantara





Pendekar-pendekar Besi Nusantara
[Diangkat dari Disertasi Stanley Ann Dunham, Peasant Blacksmithing in Indonesia: Surviving and Thriving Against all Odds, diterbikan Mizan, 2008]
Kata Pengantar oleh: Teguh Santosa
Mahasiswa University of Hawaii at Manoa (UHM),
Student Affiliate East West Center (EWC)
Interdisciplinary Symposium on Muslim Asia

Interdisciplinary Symposium on Muslim Asia
Tuesday, May 12, 2009
Campus Center Ballroom, the UH Manoa Continue reading “Interdisciplinary Symposium on Muslim Asia”
Iran Releases Journalist Convicted of Spying for U.S.
AN Iranian-American journalist who was sentenced to eight years of jail on charges of spying for Washington was released Monday after an appeal court reduced the sentence, her lawyer said.
Continue reading “Iran Releases Journalist Convicted of Spying for U.S.”Catatan Bahasa Amin Leiman: Dadi Kacang Ojok Lali Kulit-e, Torang Samua Basodara, Emas Asli Tidak Takut Api
MENURUT pandangan saya, penggunaan bahasa itu dipengaruhi oleh “lingkungan”. Continue reading “Catatan Bahasa Amin Leiman: Dadi Kacang Ojok Lali Kulit-e, Torang Samua Basodara, Emas Asli Tidak Takut Api”
Awas! Pembunuh di Sekitar Kita! Kita Ingat Mereka yang Diculik dan Dibunuh. Kita Tak Memaafkan. Kita Tak Melupakan.

2009 Spring Ho’opuka

DEAR Student Fellows, Continue reading “2009 Spring Ho’opuka”
E-mel dari Hawaii: Merubah Fikiran pada Sejarah
SERING kita melupakan sejarah yang sebenarnya menentukan kita pada saat ini atau pada masa depan.
Pada minggu lalu saya sempat membaca Asia Tenggara dalam Ming Shi Lu di sebuah laman sejarah di Internet yang terbuka kepada orang ramai: http://www.epress.nus.edu.sg/msl. Continue reading “E-mel dari Hawaii: Merubah Fikiran pada Sejarah”
Swine Influenza and You
What is swine flu?
Swine Influenza (swine flu) is a respiratory disease of pigs caused by type A influenza viruses that causes regular outbreaks in pigs. People do not normally get swine flu, but human infections can and do happen. Swine flu viruses have been reported to spread from person-to-person, but in the past, this transmission was limited and not sustained beyond three people. Continue reading “Swine Influenza and You”
Resisting Fundamentalism: Perspective from an Indonesia Journalist

IN 2005, Teguh Santosa re-published, in the online version of Rakyat Merdeka Daily, Danish newspaper Jyllands-Posten’s cartoons Continue reading “Resisting Fundamentalism: Perspective from an Indonesia Journalist”
Dari Farah, Timur dan Tafta
Abstract: Political Islam One Decade after the fall of Soeharto
THE fall of Soeharto in May 1998 fundamentally changed both the political structure and the political culture within Indonesia. Continue reading “Abstract: Political Islam One Decade after the fall of Soeharto”
E-mel dari Hawaii: Apabila Rakyat Sebuah Negara Terdesak
MINGGU lalu, beberapa orang kawan saya berteriak gembira.
Apa sudah terjadi?
Bukan keputusan peperiksaan cemerlang atau berita tambahan biasiswa yang mereka terima.
Seorang kawan terpekik: ‘Navy Seals GO’. Continue reading “E-mel dari Hawaii: Apabila Rakyat Sebuah Negara Terdesak”
Catatan Dinding di Hari Kartini

SEDIKIT bergeser dari hingar bingar usai Pemilu 2009. Continue reading “Catatan Dinding di Hari Kartini”



