UU Pers Tidak Perlu Masuk Omnibus Law

SELAMAT malam kawan semua. Ini pandangan saya terkait keberadaan dua pasal UU 40/1999 tentang Pers di dalam draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pandangan ini saya sampaikan memanfaatkan peluang yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada siapapun untuk memberikan masukan atas draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sejak awal saya menyadari bahwa Presiden Jokowi dalam periode kedua ini ingin memastikan investasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman. Investor untung, negara, dan rakyat juga ikut untung. Tidak ada yang buntung.

Secara umum ada beberapa persoalan di dalam negeri  yang kerap diduga menjadi penyebab investasi tidak lancar, yang sering dianggap sebagai faktor yang membuat investor asing jadi ragu-ragu untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.

Di samping tentu saja ada beragam persoalan lain yang tidak terkait langsung dengan situasi dan kondisi di Indonesia, misalnya kepentingan geopolitik dan geostrategis tempat darimana  investor berasal.

Continue reading “UU Pers Tidak Perlu Masuk Omnibus Law”

Wingitnya Kediri, Dari Jayabaya Sampai Jokowi

Arc de Triomphe Dari Kediri/Dolanae.com

ENTAH siapa yang memulai cerita itu. Di tengah sebagian masyarakat ada semacam kepercayaan bahwa Kediri adalah kota yang harus dijauhi oleh penguasa negeri.

Konon katanya, tiga pemimpin Indonesia, Bung Karno, Pak Harto, dan Gus Dur, terjungkal tak lama setelah mengunjungi Kediri yang berada di Jawa Timur, sekitar 700 kilometer dari Jakarta.

Karena kepercayaan akan wingitnya Kediri itu pula, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung mewanti-wanti Presiden Joko Widodo agar tak mendatangi Kediri.

Continue reading “Wingitnya Kediri, Dari Jayabaya Sampai Jokowi”

Pesan Kepada Kawan

Catatan Ilham Bintang, Wartawan Senior

PENDIRI media on line berita politik Republik Merdeka On Line (RMOL), Teguh Santosa, mengundang saya. Ia mewanti- wanti jauh hari supaya hadir dalam acara deklarasi pembentukan wadah berhimpun media-media on line, atau media siber. Nama wadahnya : Jaringan Media Siber Indonesia.

Teguh Santosa wartawan muda. Selalu gelisah — syarat mutlak yang memang harus dimiliki oleh seorang wartawan. Yang lebih tertarik mencari dan meneliti sesuatu di balik sebuah peristiwa. Mengulik latar belakang sebuah fakta. Selalu bergelut dengan gagasan dan pemikiran baru.

Continue reading “Pesan Kepada Kawan”

Australia adalah Pendukung Terkuat Indonesia…

WARMEST congratulations @jokowi on your re-election as President of Indonesia. Indonesia is one of Australia’s most important strategic relationships. We look forward to further deepening ties between Australia and Indonesia across all of our shared interests.”

Continue reading “Australia adalah Pendukung Terkuat Indonesia…”

Gus Solah

Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Gus Solah telah meninggalkan kita semua. Mendahului kita menemui Sang Pencipta.

Saya mengenal Gus Solah ketika kakaknya, Gus Dur, menjabat sebagai Presiden RI. Bagi saya beliau adalah narasumber yg baik utk memahami pikiran Gus Dur. Keduanya kerap berbeda pendapat, walau jarang sekali memperlihatkan perbedaan itu di depan orang banyak.

Continue reading “Gus Solah”

Revolusi Fajar

1 Februari 1979, pemimpin besar revolusi itu kembali ke tanah air yang ditinggalkannya sejak ia terusir lebih dari 15 tahun.

Pesawat Air France 4721 yang membawa Imam Khomeini dari Paris, Prancis, mendarat pagi hari. Dari Bandara Mehrabad di Tehran, Imam Khomeini mengunjungi pemakaman para syuhada, Behest-e Zahra.

Continue reading “Revolusi Fajar”

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Cukup Menjanjikan

HUBUNGAN diplomatik Indonesia dan Finlandia dimulai pada 6 September 1954. Sampai tahun 2019, kedua negara mencatat sejumlah kemajuan penting di berbagai bidang kerjasama.

Continue reading “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Cukup Menjanjikan”

Anda Tidak Bisa Menyamakan Islam dengan Terorisme

BAGI masyarakat dunia hari ini, Sanna Mirella Marin adalah salah satu ikon baru. Wanita muda kelahiran Helsinki, 16 November 1985, itu dilantik sebagai Perdana Menteri ke-46 Finlandia pada tanggal 10 Desember 2019 lalu di saat baru berusia 34 tahun.

Continue reading “Anda Tidak Bisa Menyamakan Islam dengan Terorisme”

46 Tahun Malari, Hariman Siregar Tetap Menjadi Bintang, Kadrun Bin Taha Mencari Negara

PERISTIWA itu terjadi pada 15 Januari 1974, hingga kini sering disingkat Malari. ia diperingati ratusan aktivis yang memadati gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).

Tokoh legendaris Malari, Hariman Siregar, tetap menjadi bintang.

Pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 1 Mei 1950 ini rasanya sudah pantas disebut sebagai Bapak Demonstran Indonesia. Seperti matahari, ia adalah epicentrum tata surya demonstran Indonesia hari ini. Sejak 46 tahun lalu. Sejak kemenangannya dalam pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ditorpedo kekuasaan melalui tangan Ali Murtopo.

Sejak ia turun ke jalan, sejak demonstrasi mahasiswa di Jakarta menolak ketergantungan ekonomi dan utang luar negeri pada Jepang berubah menjadi kerusuhan pada peristiwa Malari itu. Menewaskan sekian orang, membenturkan faksi-faksi yang ada di lingkaran kekuasaan. 

Continue reading “46 Tahun Malari, Hariman Siregar Tetap Menjadi Bintang, Kadrun Bin Taha Mencari Negara”

Dewan Pers: Sudah 511 Media Massa Yang Terverifikasi Faktual

Sampai akhir tahun 2019, Dewan Pers telah memverifikasi secara administrasi dan faktual 511 media massa di seluruh Indonesia.

Dari jumlah itu, sebanyak 250 adalah media massa cetak, lalu 211 media massa berbasis internet atau siber, 45 televisi, dan 5 radio.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun, di sela-sela pemberian sertifikat terverifikasi administrasi dan faktual untuk Kantor Berita Politik Republik Merdeka atau RMOL, di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis pagi (9/1).

Continue reading “Dewan Pers: Sudah 511 Media Massa Yang Terverifikasi Faktual”

Pelanggaran ZEE Indonesia dan Watak Anti Dialog Komunis China

Penyelesaian sengketa di Laut China Selatan dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna sulit dilakukan selagi pemerintahan Partai Komunis China (PKC) tidak mau mengubah watak dasar politik negeri tirai bambu itu.

Sedari awal, sejak mengklaim kembali perairan di Laut China Selatan, China sudah memperlihatkan sikap arogan dan tidak mau mengikuti aturan main dan hukum internasional yang berlaku.

Continue reading “Pelanggaran ZEE Indonesia dan Watak Anti Dialog Komunis China”

Ini Bukan Zaman Kublai Khan

Kublai Khan as the first Yuan emperor, Shizu. Yuan dynasty (1271–1368). Album leaf, ink and color on silk. National Palace Museum, Taipei, 000324-00003. Photograph © National Palace Museum, Taipei.

Klaim sejarah yang selalu digunakan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk mendukung klaim mereka atas perairan yang dinamakan Laut China Selatan sangat tidak relevan.

Faktanya, Perang Dunia Kedua yang berakhir di tahun 1945 telah mengubah lanskap politik dunia. Gerakan kebangsaan dan negara-negara baru yang lahir pada era dekolonisisai mendapat tempat yang pantas dalam sistem internasional.

Continue reading “Ini Bukan Zaman Kublai Khan”

Menuntaskan Perjuangan Laut Natuna Utara

Pelanggaran Exclusive Economy Zone (EEZ) Indonesia oleh armada Coast Guard Republik Rakyat China (RRC) dan kapal pencari ikan negara itu hanya bisa dihentikan bila pemerintah serius memperjuangkan Laut Natuna Utara.

Selama perairan di wilayah Indonesia dari kawasan Pulau Natuna sampai Bangka Belitung masih menggunakan nama Laut China Selatan, selama itu pula China akan “besar kepala” karena merasa memilik “hak sejarah” atas perairan itu.

Sikap pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, memanggil Dubes China di Jakarta, Xiao Qian, untuk dimintai keterangan sudah tegas dan tepat.

Namun, langkah ini kelihatannya masih kurang efetif untuk menghentikan agresifitas China di Laut China Selatan di masa depan yang bisa mengancam integritas teritori dan kedaulatan Indonesia.

Indonesia bukan merupakan salah satu negara yang terlibat dalam sengketa perebutan batas wilayah di Laut China Selatan.

Sengketa di kawasan yang oleh China diklaim dengan menggunakan sembilan garis-putus atau dashed-line itu terjadi antara China dengan negara-negara ASEAN yang lain, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam dan Brunei Darussalam.

Continue reading “Menuntaskan Perjuangan Laut Natuna Utara”

Sambil Makan Gule Kepala Ikan Manyung

Saya berbisik kepada senior saya, Pak Marah Sakti Siregar, yang duduk di sebelah kiri.

Meja makanan di hadapan kami dipenuhi berbagai jenis makanan. Mulai dari kepala ikan manyung yg masuk keluarga ikan2 berkumis Ariidae, sayur daun labu dan kacang hijau khas dari Sulawesi Selatan, telur mata sapi dengan sambal yang juga khas, serta ayam goreng.

Continue reading “Sambil Makan Gule Kepala Ikan Manyung”

Keluar Dari Penjara, Ahmad Dhani Terbitkan Buku Sejarah Nasional Indonesia

Tidak lama lagi masa hukuman musisi Ahmad Dhani akan berakhir. Menurut jadwal, pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972, ini keluar dari LP Cipinang pada hari Senin (30/12) pekan depan.

Hari Senin lalu (23/12), bersama aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma, saya berkunjung ke LP Cipinang membesuk Dhani.

Ini adalah kali kedua saya membesuknya di LP Cipinang.

Continue reading “Keluar Dari Penjara, Ahmad Dhani Terbitkan Buku Sejarah Nasional Indonesia”

Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda

Berada di Teluk Iberia, sejak berdiri di tahun 868 M Portugal yang kini dihuni sekitar 10,2 juta jiwa nyaris tidak mengalami perubahan batas wilayah.

Di masa lalu, Portugal adalah negeri para penjelajah. Vasco da Gama, Pedro Alvares Cabral, Ferdinand Magellan, Christopher Columbus, Diogo Cao, Diogo Silves, dan Bartolomeu Dias, adalah beberapa dari sekian banyak penjelajah Portugal yang langsung atau tidak langsung ikut menentukan peta dunia dan batas-batas negeri, serta mendorong kebangkitan gagasan kebangsaan di banyak tempat di muka bumi.

Ketika menerima kami di kantornya, Dutabesar Republik Portugal Rui Fernando Sucena Do Carmo tidak sungkan membagi cerita dari masa lalu, termasuk kompetisi di antara negara-negara Eropa dalam menemukan negeri-negeri baru yang kelak menjadi koloni mereka. 

Misalnya tentang Perjanjian Tordesillas tahun 1494 antara Portugal dan Spanyol yang membuat, antara lain, hingga kini hanya Brazil di Amerika Latin yang menggunakan bahasa Portugis. Sementara selebihnya menggunakan bahasa Spanyol, kecuali tiga negara kecil yakni Suriname, Guyana Prancis dan Guyana Inggris.

Continue reading “Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda”

Foto Bertiga

Saya sudah mau pulang. Sudah meninggalkan tenda utama di halaman Kedubes Amerika Serikat yang warnanya merah, putih, dan biru.

Di tempat ini barusan Dubes AS Joseph R. Donovan Jr. memberikan sambutan.

“Semoga hubungan baik Amerika Serikat dan Indonesia akan berlangsung untuk 70 tahun berikutnya, dan selanjutnya,” kata dia mengajak toast tamu semua.

Sambil berjalan ke arah pintu keluar saya melihat-lihat pemandangan taman yang asri. Sudah lama tidak berkunjung ke Kedubes AS.

Terakhir tahun 2012 saat mengurus visa untuk keperluan perjalanan demi memenuhi undangan dari Komite 4 PBB di New York.

Kini sudah banyak berubah. Saya simpulkan saja: Gedung Kedubes AS semakin kokoh dan megah.

Continue reading “Foto Bertiga”

Kabar Duka Dari Kuba

Kabar duka itu datang kemarin pagi (Rabu, 11/12). Dari Havana, Kuba.

Achmad Soengkawa Soepardja meninggal dunia. Selasa (10/12) sekitar jam 06.00 waktu setempat.

Kabar kepergian pria kelahiran Jakarta, 2 Mei 1934 itu menghadap Illahi saya terima dari Staf KBRI Havana Dedi Supardi.

Saya dikirimi foto sebuah kuburan di Pemakaman Colon, Vedado. Di tempat itulah, tubuh Achmad Soepardja yang kerap disapa Aki oleh masyarakat Indonesia di Kuba, dibaringkan.

Continue reading “Kabar Duka Dari Kuba”

Patung Fidel Castro

BEGITULAH adanya. Tak ada patung Fidel Castro di seantero Kuba.

Continue reading “Patung Fidel Castro”

Glasnost Dan Perestroika Ala Kuba

KUBA sedang berbenah.

Sedang melakukan glasnost dan perestroika ala mereka. Keterbukaan dan restrukturisasi. Atau dalam bahasa Spanyol yang digunakan sebagai bahasa nasional di Kuba, transparencia dan reestructuración.

Glasnost dan perestroika dalam tulisan ini hanya istilah yang saya gunakan. Manakala membandingkan hal yang kurang lebih serupa dengan apa yang pernah dilakukan Uni Soviet di akhir 1980an.

Tentu, situasi tidak sama. Glasnost dan perestroika di Uni Soviet pada masa itu terjadi secara tiba-tiba. Seperti cahaya yang membuat silau bahkan menyakitkan mata. Alih-alih berfungsi sebagai penerang jalan, keduanya malah membuat kaki Soviet terantuk, dan terjatuh, bubar.

Internet telah ramai digunakan warga Kuba sejak 2015, menjelang perbaikan hubungan negara itu dengan Amerika Serikat.

Continue reading “Glasnost Dan Perestroika Ala Kuba”

Akreditasi: A Short Story

Gambar kartu akreditasi ini tidak ditemukan #DiTepiAmuDarya. Saat buku yang berkisah ttg perjalanan saya ke perbatasan Afghanistan tahun 2001 itu dilayout, saya cari2 kartu ini. Tapi tak ketemu juga. Akhirnya ia tak bisa disertakan dalam hasil akhir.

Insya Allah dalam cetakan kedua mendatang kartu akreditasi ini akan disertakan.

Continue reading “Akreditasi: A Short Story”

Prof. Bahtiar Effendy Meninggal Dunia, Inilah Karya-karya Yang Ditinggalkannya

SONY DSC

Kepergian Prof. Bahtiar Effendy meninggalkan duka yang begitu dalam bagi seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, tempat ia mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Bahtiar Effendy adalah Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta. Ia ikut mendirikan dan menjadi Dekan pertama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun 2009 hingga 2013.

Continue reading “Prof. Bahtiar Effendy Meninggal Dunia, Inilah Karya-karya Yang Ditinggalkannya”

Opera Mongolia Menghentak Jakarta

MONGOLIA menghentak Jakarta. Sabtu malam (16/11), di Studio 1, Cinema XXI, Epicentrum Walk, Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

Empat penyanyi opera dari negeri Jenghis Khan yang menghentak Jakarta itu adalah Enkhobold Ankhbayar, Davaasuren Otgonjargal, Delgersuuri Duinhor, dan Namnansuren Naranbaatar.

Keempatnya merupakan penyanyi nasional yang memiliki reputasi dunia. Salah seorang di antaranya, Enkhobold Ankhbayar, juga merupakan Utusan Kebudayaan Mongolia.

Pada bagian pertama, lagu yang mereka nyanyikan dengan suara baritone dan tenor juga mezzo-soprano dan soprano adalah karya-karya klasik, seperti Oh My Dear Papa karya maestro Giacomo Puccini, Toreador Song karya komposer George Bizet, juga La Donna E Mobile karya komposer Giuseppe Verdi yang diciptakan untuk Opera Rigoletto tahun 1851.

Selain itu juga ada lagu I’m Mongolian dan Mongolian Steppe, serta Phantom of the Opera.

Continue reading “Opera Mongolia Menghentak Jakarta”

Reunifikasi Korea Tidak Bisa Terjadi Dalam Satu Malam

KOREA Selatan dan Korea Utara sedang bekerja keras mewujudkan tugas konstitusional yang diemban masing-masing Korea, yakni menyatukan kembali tali persaudaraan yang putus akibat perang di awal 1950an.

Continue reading “Reunifikasi Korea Tidak Bisa Terjadi Dalam Satu Malam”

Bagi Kami Visi dan Misi Jokowi Cukup Jelas

REPUBLIK Indonesia dan Republik Korea atau Korea Selatan memulai hubungan diplomatik pada 17 September 1973. Setelah dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Moon Jae-in di bulan November 2019, kedua kepala negara sepakat meningkatkan hubungan menjadi special strategic partnership, kini kedua negara tengah menyiapkan draft Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Continue reading “Bagi Kami Visi dan Misi Jokowi Cukup Jelas”

Membaca Kudeta Bolivia, Teringat Misteri Potongan Tangan Che Guevara

KABAR mengejutkan terdengar dari Bolivia, sebuah negeri landlock di Amerika Latin. Minggu sore waktu setempat (10/11), belum 24 jam lalu, Juan Evo Morales Ayma yang sudah berkuasa selama 14 tahun lamanya mengumumkan pengunduran diri.

Pengunduran diri Evo Morales dilakukan di tengah kemelut politik menyusul ketidakpastian yang mengiringi pemilihan umum tanggal 20 Oktober lalu.

Kelompok konservatif borjuis menggunakan kekisruhan pemilihan umum untuk memojokkan pria kelahiran Ilsallavi pada 26 Oktober 1959 yang memimpin Partai Gerakan Sosialisme itu.

Continue reading “Membaca Kudeta Bolivia, Teringat Misteri Potongan Tangan Che Guevara”

Floridita dan Revolusi Kuba

HAVANA, atau Habana. Yang mana saja benar dan dibenarkan. Namun tak lengkap rasanya bila berkunjung ke ibukota Republik Kuba, ibukota revolusi dunia, itu tanpa mengunjungi bar Floridita.

Bar Floridita terletak di ujung Calle Obispo, di seberang Jalan Monserrate dari arah Museo Nacional de Bellas Artes de La Habana di Havana Vieja atau Havana Tua.

Di dinding kanan pintu masuk yang berada di salah satu sudut, Anda akan menemukan sebuah plakat yang dikeluarkan majalah Esquire tahun 1953, yang menyatakan Floridita adalah satu dari tujuh bar terbesar (greatest) di dunia.

Continue reading “Floridita dan Revolusi Kuba”

Kaki Basah Dan Kaki Kering, Jose Marti Dan Elian Gonzales

JOSE Marti dan Elian Gonzales hidup di masa yang berbeda. Mereka terpisah 140 tahun.

Lahir di Havana pada 1853 Jose Julian Marti Perez dikenal sebagai wartawan, penyair, filsuf, dan politisi. Ia kemudian menjadi simbol kebangkitan kebangsaan Kuba.

Jose Marti menggalang persatuan rakyat Kuba yang hidup terjajah selama ratusan tahun sejak penjelajah Spanyol Christopher Columbus dan kawan-kawannya menjejakkan kaki di Holguin pada 1492.

Continue reading “Kaki Basah Dan Kaki Kering, Jose Marti Dan Elian Gonzales”