Mengenang Kudeta Gagal Sang Wakil Presiden

“Sekarang Anda lelah. Begitu berat beban yang Anda tanggung. Istirahatlah. Biarkan kami yang akan bekerja.”

Demikian pesan yang pernah disampaikan Wakil Presiden Uni Soviet, Gennady Yanayev, kepada Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbacev, 20 tahun lalu. Continue reading “Mengenang Kudeta Gagal Sang Wakil Presiden”

Cinta Zacharov pada Indonesia yang Tak Luntur

Bersama Svet Zhakarov di halaman belakang KBRI Moskow saat perayaan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Namanya Svet Zacharov. Laki-laki warganegara Republik Federasi Rusia yang nenek moyangnya dari Turki ini sudah lebih empat daswarsa merasa dirinya bagian dari Indonesia. Bahasa Indonesia mengalir lancar dari mulutnya dan begitu enak didengar telinga. Taat asas juga puitis di saat bersamaan.

Sebuah pin burung  garuda berlatar belakang bendera merah putih terpasang rapi di jas krem yang dikenakannya saat menghadiri resepsi HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman belakang KBRI di Moskow, Rusia (Rabu, 17/8). Sesekali ia bertepuk tangan memberikan semangat pada penari yang membawakan tarian Bali. Sambil membidikkan kamera, ia tertawa menyaksikan mimik lucu anak-anak SIM (Sekolah Indonesia di Moskow) yang membawakan tarian Saman dari Aceh.

Continue reading “Cinta Zacharov pada Indonesia yang Tak Luntur”

Mereka Menguasai Indonesia Tanpa Menembakkan Sebutir Peluru Pun

Malaysia, Singapura dan Republik Rakyat China menerapkan model pembangunan khas mereka yang kemudian dikenal sebagai model pembangunan Asia Timur.

Model pembangunan ini terbukti membawa ketiga negara itu menjadi negara maju dan terpandang di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur dalam beberapa dekade terakhir. Continue reading “Mereka Menguasai Indonesia Tanpa Menembakkan Sebutir Peluru Pun”

“We Love Our King. We Want Our Rights…”

Kelompok lelaki yang terlihat lelah itu belum menghentikan aksi duduk di depan gedung Parlemen di Jalan Muhammad V, di Rabat, ibukota Maroko. Continue reading ““We Love Our King. We Want Our Rights…””

Inilah Dua Kelompok yang Tak Bisa Menerima Konstitusi Baru

Bagi kalangan politisi dan pengamat politik Maroko, hasil referendum amandemen konstitusi yang digelar Jumat lalu (1/7) tak begitu mengejutkan.

Rencana amandemen konstitusi itu diinisiasi Raja Muhammad VI pada bulan Maret lalu. Kalangan politisi, anggota parlemen, birokrasi, tokoh agama, kelompok profesi, serikat buruh, kalangan akademisi hingga media massa sepakat dengan raja muda berusia 47 tahun itu. Continue reading “Inilah Dua Kelompok yang Tak Bisa Menerima Konstitusi Baru”

Resmi, Negeri Muhammad VI Kantongi Konstitusi Baru

Setelah berlangsung selama sebelas jam di bawah terik matahari musim panas, referendum amandemen konstitusi Maroko akhirnya ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat (Jumat, 1/7). Sebesar 70 persen dari sekitar 13 juta warga negara yang memilik hak suara berpartisipasi dalam referendum ini. Continue reading “Resmi, Negeri Muhammad VI Kantongi Konstitusi Baru”

Survei: 80 Persen Rakyat Mendukung Konstitusi Baru

Mayoritas rakyat Maroko dipastikan mendukung draf konstitusi baru kerajaan itu. Kemarin menjelang petang (Kamis, 30/6). Rabat mendadak berubah. Ribuan orang mendatangi gedung parlemen di Jalan Muhammad V secara bergelombang dan berkelompok.

Berbagai orasi dan spanduk yang digelar di depan gedung Parlemen memperlihatkan satu suara yang sama: katakan iya untuk konstitusi baru. Continue reading “Survei: 80 Persen Rakyat Mendukung Konstitusi Baru”

Tentang Raja Jempolan yang Berani Mengurangi Kekuasaan

Rabat, ibukota Maroko, masih seperti yang saya kunjungi setahun lalu. Kota indah di ujung barat Afrika Utara yang dibatasi Samudera Atlantik itu dipenuhi berbagai bangunan peninggalan masa Phoenician, Romawi, Dinasti Idrisid dan dinasti-dinasti setelahnya yang membangun Maroko, hingga masa kolonial Prancis di awal abad 20. Continue reading “Tentang Raja Jempolan yang Berani Mengurangi Kekuasaan”

Amandemen Konstitusi yang Disambut Gembira

Bila tak ada aral melintang pada 1 Juli nanti referendum akan digelar dengan satu pertanyaan tunggal: apakah Anda mendukung atau tidak amandemen konstitusi Kerajaan Maroko.

Umumnya pengamat politik Timur Tengah dan Afrika Utara memperkirakan amandemen konstitusi yang diinisiasi oleh Raja Muhammad VI pada Maret lalu akan diterima rakyat Maroko. Draf konstitusi baru itu disusun oleh sebuah komite khusus yang terdiri dari para ahli serta melibatkan semua lapisan masyarakat lintas partai politik, kelompok kepentingan, suku dan agama. Continue reading “Amandemen Konstitusi yang Disambut Gembira”

Partai Politik Baru Didirikan, Dominasi Polisario Terancam

Dominasi Polisario yang selama lebih dari tiga dekade mengklaim sebagai satu-satunya representasi politik para pengungsi Sahrawi di Kamp Tindouf, Aljazair, terancam. Continue reading “Partai Politik Baru Didirikan, Dominasi Polisario Terancam”

Hillary Clinton: Maroko Berada pada Jalan yang Benar

Wajah Maroko di satu sisi dan wajah negara-negara Arab di utara benua Afrika lainnya di sisi lain semakin kontras. Di saat para pemimpin di Aljazair, Tunisia, Libya dan Mesir dihumbalang angin revolusi, Raja Maroko malah mendapat berbagai pujian dari dalam dan luar negeri karena kemampuannya memperkokoh pondasi demokrasi di kerajaan berusia ratusan tahun itu. Continue reading “Hillary Clinton: Maroko Berada pada Jalan yang Benar”

Kolumbia dan Chili Tak Mau Akui SADR

Dukungan dunia internasional terhadap Republik Demokratik Arab Sahrawi (SADR) melemah. SADR didirikan kelompok separatis Polisario setelah pada pertengahan 1970an Spanyol angkat kaki meninggalkan Sahara, yang dicaploknya di awal abad ke-20. Seperti Polisario, SADR juga berkedudukan di kamp pengungsi Tindouf, di wilayah Aljazair. Continue reading “Kolumbia dan Chili Tak Mau Akui SADR”

Waspadai Terorisme dan Penyelundupan Narkoba, Lehtinen Cs Dukung Otonomi Khusus

Di tengah gelombang revolusi yang melanda negara-negara lain di kawasan Afrika Utara, Kerajaan Maroko justru mengalami penguatan institusi demokrasi dan pemerintahan. Kepercayaan terhadap kemampuan negara berusia 12 abad ini dalam mengelola pembangunan di kawasan Afrika Barat pun semakin meningkat. Continue reading “Waspadai Terorisme dan Penyelundupan Narkoba, Lehtinen Cs Dukung Otonomi Khusus”

Dipastikan, Polisario Ambil Bagian dalam Revolusi Libya

Kelompok separatis Polisario dipastikan ambil bagian dalam revolusi di Libya. Anggota Polisario dilibatkan pemerintahan Moammar Khaddafi untuk menghadapi kelompok penentang pemerintahannya. Continue reading “Dipastikan, Polisario Ambil Bagian dalam Revolusi Libya”

Mari Alkatiri: Berterimakasilah pada Fretilin


“Assalamualaikum, Your Excellency,” saya menjabat tangannya.

“Waalaikum salam,” ia, sang pemimpin Frente Revolucionária do Timor-Leste Independente alias Fretilin, tersenyum lebar menyambut uluran tangan saya.

Continue reading “Mari Alkatiri: Berterimakasilah pada Fretilin”

Khaddafi Gunakan Tentara Bayaran Polisario?

Kubu oposisi di Libya mengecam rezim Moammad Khaddafi karena menggunakan tentara bayaran dari negara-negara di kawasan sub-Sahara untuk menghadapi gerakan perlawanan rakyat Libya terhadap rezim yang telah berkuasa lebih dari 40 tahun itu. Selain dari Nigeria dan Chad, tentara bayaran itu juga direkrut dari kalangan Polisario, kelompok separatis yang bermarkas di Kamp Tindouf, Aljazair. Continue reading “Khaddafi Gunakan Tentara Bayaran Polisario?”

Kemlu AS Akui Reformasi a la Muhammad VI

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat baru-baru ini mengakui peranan Raja Muhammad VI dari Maroko dalam membangun pondasi yang kuat bagi sistem demokrasi di negara itu. Continue reading “Kemlu AS Akui Reformasi a la Muhammad VI”

Menyelamatkan Revolusi yang Mengubah Timur Tengah

Gelombang revolusi yang masih berlangsung di Timur Tengah di satu sisi adalah musim semi yang bolehlah kita percaya akan melahirkan tatanan politik baru di kawasan itu. Timur Tengah akan berubah secara drastis dan tidak akan seperti Timur Tengah yang kita kenal sebelumnya. Continue reading “Menyelamatkan Revolusi yang Mengubah Timur Tengah”

Sahabat Maroko Ajak Keluar dari Pola Konvensional yang Merugikan

Kerajaan Maroko dan Indonesia selama ini memiliki hubungan yang begitu baik. Maroko bukan kosakata yang sama sekali asing di telinga Indonesia. Begitu juga sebaliknya. Continue reading “Sahabat Maroko Ajak Keluar dari Pola Konvensional yang Merugikan”

Mengapa Maroko Jadi Kasus yang Berbeda

Seperti di banyak negara di kawasan Timur Tengah, gelombang demonstrasi juga singgah di Kerajaan Maroko. Tak kurang dari 30 ribu orang berkumpul di kota-kota Maroko, hari Minggu lalu (20/2). Di kawasan timurlaut massa sempat membakar sebuah bank. Menteri Dalam Negeri Maroko, Taieb Cherqaoui, mengkonfirmasi lima orang tewas dalam kejadian itu. Kerusuhan dan aksi penjarahan toko-toko juga sempat terjadi di beberapa kota lain seperti Tangier, Tetouan, Larache, Al Hoceima, Sefrou, Marrakech dan Guelmim. Continue reading “Mengapa Maroko Jadi Kasus yang Berbeda”

The Hill Memuji Stabilitas Politik Maroko

Berbeda dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, Maroko yang terletak di ujung barat kawasan utara Afrika telah lebih dahulu “mengadopsi” prinsip demokrasi dalam kehidupan politik nasional. Itulah sebabnya, di negara yang dipimpin Raja Muhammad VI gelombang ketidakpuasan rakyat seperti yang terjadi di Tunisia, Aljazair, Mesir, Jordan, dan Yaman, tidak terjadi.

Harian yang terbit di kalangan Kongres Amerika Serikat, The Hill, memuji pendekatan demokratis yang diambil Maroko sejak era 1990an.

“Satu-satunya negara yang paling stabil di kawasan ini adalah Maroko, sesungguhnya karena reformasi demokrasi telah dimulai jauh lebih lama di negara ini,” begitu penilaian penulis The Hill, Andreas Geiger.

Ia juga mengingatkan, bahwa instabilitas di kawasan itu dapat menguntungkan kelompok teroris yang bisa saja berimigrasi. Kelompok Al Qaeda, sebutnya, menemukan ladang yang begitu luas dan subur. Selain itu, kawasan itu juga dapat menjadi pangkalan untuk melebarkan sayap hingga ke Eropa.

Untuk mencegah hal itu, Amerika Serikat dan Eropa, sarannya, harus menjalin kerjasama yang lebih erat lagi dengan negara-negara yang memiliki tingkat stabilitas politik yang tinggi di Timur Tengah.

Menimbang Angin Revolusi di Utara Afrika

Dari kiri ke kanan: Zine El Abidine Ben Ali, Mohammed VI, Abdelaziz Bouteflika, Hosni Mubarak, dan Moamar Kadafi.

DRAMA politik di utara Afrika dalam tiga pekan terakhir ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Penggulingan rezim diktator Zine El Abidine Ben Ali di Tunisia, perlawanan rakyat terhadap pemerintahan junta militer di Aljazair dan perlawan rakyat terhadap pemerintahan Husni Mubarak di Mesir adalah konsekuensi logis dari model pemerintahan yang gemar membohongi rakyat dan menebar janji-janji berkedok demokrasi dan pembangunan.

Continue reading “Menimbang Angin Revolusi di Utara Afrika”

Mustapha Menjadi Sekutu Baru dalam Perang Melawan Teror

Dunia Barat menemukan sekutu baru dalam perang melawan teror yang digelar sejak peristiwa 9/11. Sekutu baru itu adalah orang-orang seperti mantan Kepala Polisi Polisario Mustapha Salma Ould Sidi yang membelot dari kelompoknya. Continue reading “Mustapha Menjadi Sekutu Baru dalam Perang Melawan Teror”

Situasi Yang Mirip Hari Terakhir di Jerman Timur

Sikap kelompok elit Polisario mengingatkan pada kondisi Jerman Timur sebelum Tembok Berlin runtuh tahun 1989 lalu.

Kala itu, hanya kelompok elit Jerman Timur yang tidak menonton tayangan televisi Jerman Barat. Mereka juga tidak berkomunikasi dengan keluarga mereka yang berada di Jerman Barat yang lebih maju dan makmur. Continue reading “Situasi Yang Mirip Hari Terakhir di Jerman Timur”

Bila Dibiarkan Konflik Sahara Ciptakan Instabilitas

Toleransi beragama di Maroko dan ancaman kekerasan kelompok fundamentalis di negara itu kembali jadi bahan pembicaraan di Amerika Serikat. Continue reading “Bila Dibiarkan Konflik Sahara Ciptakan Instabilitas”

Yves Lacoste: Sudah Saatnya Negara Mediterania Bersatu Hadapi Teroris

Sahel, kawasan seluas 6.000 kilometer persegi di Gurun Sahara dari pantai Samudera Atlantik di barat Afrika hingga Lembah Nil di timur Afrika, telah menjadi salah satu markas kelompok teroris global, yang memiliki rentang operasi hingga ke Amerika Latin. Selain mengganggu keamanan negara-negara di kawasan itu, kelompok ini juga memanfaatkan kawasan Sahel yang sepi sebagai salah satu jalur perdagangan narkoba. Continue reading “Yves Lacoste: Sudah Saatnya Negara Mediterania Bersatu Hadapi Teroris”

Mustapha Tak Diperlakukan Manusiawi

Mustapha Salma Ould Sidi Mouloud menolak permintaan Polisario, agar ia mengubah pernyataannya tentang proposal damai yang diajukan Kerajaan Maroko untuk menyelesaikan konflik panjang di Sahara.

Mustapha Salma Ould Sidi Mouloud adalah mantan kepala polisi Polisario yang bulan Agustus lalu, setelah mengunjungi ayahnya di Laayoune, Maroko, mengatakan, bahwa otonomi khusus adalah jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan konflik Sahara. Pernyataannya ini tentu saja membuat teman-temannya tersinggung dan marah.

Mustapha pun ditangkap, ketika berada dalam perjalanan dari Mauritania menuju kamp Tindouf, Aljazair untuk bertemu dengan anak dan istrinya. Mustapha sempat dijebloskan ke tahanan sebelum akhirnya melarikan diri.

“Saya menolak untuk mengubah pandangan saya dan menarik pernyataan saya. Saya juga menolak untuk berkolaborasi dengan pasukan keamanan (Polisario), agar mereka membebaskan saya,” ujarnya kepada Med Radio. Saat ini Mustapha berada Nouakchott.

Dia juga mengatakan, selama berada di dalam tahan ia mendapat perlakuan tidak manusiawi. Dia juga ditolak masuk ke Tindouf untuk bertemu keluarganya. Ia telah menyampaikan permintaan kepada UNHCR, agar dirinya dipertemukan dengan keluarganya.

Mustapha bukan satu-satunya petinggi Polisario, yang mengubah pandangan dalam menyikapi konflik antara Maroko dan Polisario. Telah begitu banyak pendiri dan tokoh Polisario yang kembali ke pangkuan Maroko. Sepanjang tahun 2010 lebih dari seribu pengungsi meninggalkan Tindouf.

Hubungan Al Qaeda dan Polisario Semakin Mengkhawatirkan

Relasi antara kelompok Al Qaeda di kawasan Afrika utara yang dikenal dengan AQIM dan kelompok separatis Polisario yang berada di kamp pengungsi Tindouf di Aljazair menjadi salah satu topik yang diperbincangkan di sela-sela pembicaraan damai antara pemerintah Maroko dan Polisario yang difasilitasi PBB, baru-baru ini. Continue reading “Hubungan Al Qaeda dan Polisario Semakin Mengkhawatirkan”

Aljazair Larang AI Investigasi Kasus Mustapha

Amnesti Internasional berkeinginan menginvestigasi berbagai kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh kelompok separatis Polisario.

Kasus khusus yang ingin diinvestigasi Amnesti Internasional adalah kasus penangkapan mantan Kepala Polisi Polisario Mustapha Salma, yang ditangkap oleh milisi Polisario saat dalam perjalanan dari Mauritania ke kamp Polisario di Aljazair. Continue reading “Aljazair Larang AI Investigasi Kasus Mustapha”