Rizal Ramli Kirim Pesan dari Bali

Rizal Ramli kagak ade matinye.

Itu mungkin perumpamaan yang dapat digunakan untuk menggambarkan keteguhan sikap calon presiden alternatif yang telah mengantongi dukungan dari sejumlah partai politik ini.

Ancaman penahanan yang telah disampaikan Mabes Polri tidak membuat nyali mantan menteri koordinator ekonomi dan menteri keuangan di era Abdurrahman Wahid ini ciut.

Rizal yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan yang terjadi setelah aksi menolak kenaikan harga BBM bulan Juni 2008 lalu terus mengkritik pemerintahan SBY. Kali ini, kritik itu disampaikannya di Bali, dan informasinya disebarkan lewat jaringan dunia maya.

Kunjungan ke Bali dilakukan Rizal Ramli dalam rangka membentuk Banjar Bhuana Sari yang juga disebut Banjar Perubahan serta Pengawal Perubahan. Organisasi ini merupakan motor pendukung Rizal Ramli di Bali.

Awalnya Rizal Ramli berbicara mengenai pluralisme masyarakat Pulau Dewata. Kata dia, pluralisme Bali adalah contoh bagi daerah-daerah lain, dan sudah semestinya tetap dijaga sebagai bagian dari adat istiadat bangsa.

“Untuk menjaga pluralisme yang ada di masyarakat, tidak cukup dengan perdamaian dan sikap saling menghargai, tapi juga harus ditopang oleh kekuatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Saya berharap, pembentukan Banjar Perubahan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” ujarnya.

Sekitar 500 anggota masyarakat, juga pemuka-pemuka adat dan kampung, hadir dalam peresmian Banjar Bhuana Sari dan pelantikan Pengawal Perubahan yang dilakukan di Desa Tegal Kertha Denpasar di Bali, Rabu malam (11/2).

Menurut Rizal Ramli, kekuatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat memiliki peran yang sangat strategis, yakni sebagai tulang punggung perekonomian bangsa.

Dia berharap, para pemuda yang ada di desa dapat tampil sebagai pengawal perubahan agar Indonesia di masa depan dapat menjadi bangsa yang memiliki daya saing dan berkompetisi dengan negara-negara maju.

“Kita harus ingat, Bung Karno pernah berkata, berikan saya sepuluh pemuda, saya mampu mengubah dunia. Jadi, apa yang diucapkan Bung Karno sesungguhnya memiliki arti bahwa perubahan bangsa ini sepenuhnya berada di tangan generasi muda,” tegas dia.

Salah satu kegagalan reformasi, masih kata Rizal, karena tidak dikawal. Akhirnya, perubahan yang terjadi tidak berjalan seperti yang diharapkan rakyat.

Dia juga mengatakan, saat ini dirinya tengah membangun Blok Perubahan untuk menghadapi Blok Status Quo, yang menurutnya menjadi penyebab kegagalan reformasi.

“Blok Perubahan ini akan menjadi lokomotif untuk membawa dan mengusung perubahan bangsa agar rakyat tahu betapa pentingnya perubahan itu,” tegas dia.

Dia juga sedang melakukan konsolidasi dan menjajaki kekuatan mana saja yang akan dirangkul. Yang jelas, tujuannya supaya batas antara kedua blok itu jelas.

“Sekarang ini, rakyat semakin cerdas untuk memilih calon pemimpin yang benar-benar membawa perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik, bukan memilih pemimpin status quo yang hanya ingin memperpanjang kekuasaan atau ingin kembali berkuasa,” ujar Rizal.

Rizal Ramli adalah salah satu kandidat capres yang akan maju di Pilpres 2009. Saat ini, dia sudah mendapat dukungan tiga parpol yakni, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Bintang Reformasi (PBR), dan Partai Nasional Banteng Kemedekaan (PNBK).

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s