Golkar Kalah Beruntun, Jangan Salahkan JK

KEKALAHAN beruntun yang dialami Partai Golkar dalam pemilihan gubernur di sejumlah daerah, bukan sebagai kegagalan Jusuf Kalla memimpin Golkar. Continue reading “Golkar Kalah Beruntun, Jangan Salahkan JK”

Kondisi Prof. Liem Membaik

KONDISI kesehatan dokter yang mengotopsi mayat enam jenderal korban peristiwa September 1965, dr Liem sudah lebih baik. Continue reading “Kondisi Prof. Liem Membaik”

Dokter 6 Jenderal Peristiwa 65 Dirawat di St Caroulus

SALAH seorang dokter forensik yang menyelidiki mayat enam orang jenderal dan seorang perwira tahun 1965, Prof Dr Arif Budianto saat ini tengah terbaring sakit di RS St. Caroulus, Salemba, Jakarta. Continue reading “Dokter 6 Jenderal Peristiwa 65 Dirawat di St Caroulus”

2012 Indonesia Bisa Surplus Energi

BBM naik tinggi, susu tak terbeli, orang pintar cabut subsidi.” Begitu tulis Iwan Fals dalam lagunya, Galang Rambu Anarki, beberapa tahun lalu. Continue reading “2012 Indonesia Bisa Surplus Energi”

Rizal Ramli Kumpulkan Tokoh Nasional

SEJUMLAH tokoh nasional seperti Amien Rais, Rizal Ramli, Wiranto, Rymizard Ryacudu, Drajad Wibowo, Dita Indah Sari, Hendri Saparini, Rieke Dyah Pitaloka dan Adhie Massardi berkumpul di Gedung Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (18/6). Continue reading “Rizal Ramli Kumpulkan Tokoh Nasional”

Minta Tambah, Jaksa Urip Garuk-garuk

BEBERAPA saat setelah Kejaksaan Agung mengumumkan penghentian penyelidikan kasus BLBI, 27 Februari 2008, Artalyta Suryani alias Ayin menghubungi Jaksa Urip Tri Gunawan. Continue reading “Minta Tambah, Jaksa Urip Garuk-garuk”

Ayin: Kan Mesti Ngamanin Bos Kita Semua

JAKSA Urip Tri Gunawan tertangkap tanggal 2 Maret 2008. Basah, bersama barang bukti senilai Rp 6,1 miliar. Continue reading “Ayin: Kan Mesti Ngamanin Bos Kita Semua”

Ambisi Prabowo Kibarkan Gerindra

SEJUMLAH muka baru yang siap bertarung di Pemilu 2009 semakin percaya diri dengan dukungan partai politiknya masing-masing.

Prabowo Subianto misalnya, kian mantap dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), partai politik yang sengaja didirikan untuk test of water (uji coba) dalam pemilihan presiden nanti.

Dikutip dari Inilah.com.

Penampilan mantan Dankopassus ini di berbagai iklan media massa, baik di layar televisi maupun di media cetak, kian menyadarkan publik akan tekad kuatnya untuk menjadi pemimpin masa depan republik ini. Ini karena kabar tentang keinginan mantan menantu Pak Harto untuk maju dalam Pemilu 2009 bukanlah hal baru.

Prabowo nampaknya memang sudah mantap dengan Gerindra, parpol yang secara historis dan ideologis lebih mengkristal dalam jiwa dan haribaannya. Namun, beberapa pengamat dan ahli tetap mengingatkan Prabowo bahwa Golkar, tempat ia masih jadi fungsionarisnya, masih akan berkibar dalam Pemilu 2009.

“Ini realitas politik yang tak dapat dipungkiri,” kata Umar S Bakry, Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN).

Gerindra atau Partai Gerakan Indonesia Raya adalah sebuah partai yang ingin meneruskan filosofi perjuangan Partai Persatuan Indonesia Raya yang didirikan 10 Desember 1948. Partai ini bercita-cita mengangkat martabat kehidupan segenap rakyat Indonesia di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam persepsi Prabowo dan para politikus Gerindra, kesejahteraan yang otentik hanya bisa tercipta bila bangsa yang pluralistik ini dapat hidup dalam kedamaian dan keharmonisan dan mampu mengembangkan akar-akar budaya sebagai sumber cipta, rasa, dan karsa.

Selain itu juga mampu membangun sebuah sistem pendidikan Nusantara sebagai mata rantai pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni bangsa; serta secara arif memanfaatkan sumber daya alam lestari.

Sebagaimana dicatat oleh Teguh Santosa, mahasiswa pascasarjana di Universitas Hawaii, AS, kekalahan dalam konvensi Partai Golkar menjelang Pilpres 2004 tampaknya tak mengubur mati keinginan Prabowo yang lulus dari Akabri pada 1974 untuk jadi orang nomor satu di republik ini.

Dalam hal ini, Gerindra bertekad menempatkan para kader terbaiknya di parlemen untuk mendukung pencalonan Prabowo kelak. Dan Gerindra bertekad tidak mengutip biaya serupiah pun bagi kadernya yang maju sebagai calon legislatif dalam Pemilu 2009.

“Kemandirian politik dimulai dari sini,di mana kami tak mengutip biaya bagi calon anggota legislatif Gerindra,’’ kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada pers.

Langkah itu menjadi keputusan partai. Dengan cara itu diharapkan partai bisa benar-benar menempatkan kader terbaiknya pada daftar caleg. “Jangan sampai kader terbaik ini tidak bisa maju hanya gara-gara tidak memiliki dana,” kata Muzani.

Sebagai test of water, Gerindra bisa menjadi barometer popularitas dan dukungan publik kepada Prabowo. Ini mirip langkah yang dilakukan SBY dengan Partai Demokrat, sebuah partai kecil yang kemudian menjulang karena popularitas SBY yang menopangnya pada Pemilu 2004.

Akankah Prabowo mampu mengulangi sukses SBY itu? Sejarahlah yang akan menentukan.

Membongkar “Sumpah Pocong” Habib Rizieq

APAKAH Habib Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), menantang Gus Dur melakukan sumpah pocong untuk membuktikan siapa yang benar diantara mereka: Habib Rizieq yang meminta agar Ahmadiyah dibubarkan, atau Gus Dur yang membela Ahmadiyah. Continue reading “Membongkar “Sumpah Pocong” Habib Rizieq”

Ini Dia Rekaman Pembicaraan Mafia Kasus dengan Jampidsus

“SUDAHbaca Rakyat Merdeka?” tanya Kemas Yahya.

”Ah, Rakyat Merdeka, nggak usah dibaca,” jawab Artalyta Suryani alias Ayin. Continue reading “Ini Dia Rekaman Pembicaraan Mafia Kasus dengan Jampidsus”

Tak Jauh dari Gedung Putih, Hillary Resmi Kibarkan Bendera Putih

DI depan Museum Nasional, tak jauh dari Gedung Putih yang diidam-idamkannya, Hillary Rodham Clinton memutuskan untuk berhenti. Continue reading “Tak Jauh dari Gedung Putih, Hillary Resmi Kibarkan Bendera Putih”

Maroko Berniat Nyontek Demokrasi Indonesia

PEMERINTAH h Kerajaan Maroko sangat antusias menjalin kerjasama dengan Indonesia. Continue reading “Maroko Berniat Nyontek Demokrasi Indonesia”

Jadi Capres, Kivlan Siap Akhiri Krisis Energi

BEKAS Kepala Staf Kostrad Myjen (pur) Kivlan Zein punya resep rahasia untuk menjawab krisis energi yang melanda dunia termasuk Indonesia. Continue reading “Jadi Capres, Kivlan Siap Akhiri Krisis Energi”

Kivlan Zein Deklarasikan Diri Jadi Capres 2009

SETELAH Sutiyoso dan Wiranto, Kivlan Zein menjadi pensiunan jenderal ketiga yang mendeklarasikan ikut dalam Pilpres 2009. Continue reading “Kivlan Zein Deklarasikan Diri Jadi Capres 2009”

Koran Tempo Ngaku Salah

PEMIMPIN Redaksi Koran Tempo Malela Mahargasarie mengaku bersalah telah menampilkan foto Panglima Komando Laskar Islam, Munarman alias Maman. Continue reading “Koran Tempo Ngaku Salah”

Sultan Jogja pun Kecam FPI

SRI Sultan Hamengku Buwono X yang disebut-sebut sebagai satu dari sekian tokoh yang berpeluang dalam pemilihan presiden mendatang pun ikut mengecam aksi kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) hari Minggu lalu (1/6). Continue reading “Sultan Jogja pun Kecam FPI”

Bentrok FPI dan Aliansi Kebangsaan Hanya Alihkan Isu

ADA yang aneh dengan kerusuhan yang terjadi di Silang Monas, hari Minggu kemarin (1/6).

Di hari itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama ribuan pendukungnya menggelar gerak jalan untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Continue reading “Bentrok FPI dan Aliansi Kebangsaan Hanya Alihkan Isu”

SBY Kecam Kekerasan “Kelompok Masyarakat Tertentu”

PRESIDEN SBY mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI). Continue reading “SBY Kecam Kekerasan “Kelompok Masyarakat Tertentu””

Obama Tersungkur, Masih Mungkin Menang

SEPERTI diperkirakan sebelumnya, Senator Illinois kelahiran Hawaii Barack Hussein Obama tersungkur dalam pemilihan di Puerto Rico. Continue reading “Obama Tersungkur, Masih Mungkin Menang”

Inikah Isyarat PAN Mendukung Mega-Sultan

RAPAT Kerja Nasional (Rakernas) III Partai Amanat Nasional (PAN) di Surabaya urung mengumumkan nama calon presiden mereka. Continue reading “Inikah Isyarat PAN Mendukung Mega-Sultan”

Mengurai Kemelut di Partai Keledai

MENJELANG akhir pemilihan tingkat permulaan suhu politik di tubuh Partai Demokrat semakin panas. Continue reading “Mengurai Kemelut di Partai Keledai”

Dari Mega, Ah, Kembali Ngomongin Markonah

TADI pagi saya kembali tiba di Jakarta. Boeing 737-400 milik Lion Air yang membawa saya dari Bandara Hasanuddin Makassar mendarat tepat pukul 09.30 WIB di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Continue reading “Dari Mega, Ah, Kembali Ngomongin Markonah”

Duh, Senang Andai Mega Pacaran dengan Raja Jawa

DJUWARTO senang bila duet Mega dan Sri Sultan Hamengkubuwono X sungguh dapat diwujudkan. Continue reading “Duh, Senang Andai Mega Pacaran dengan Raja Jawa”

Hindarkan Gerilya Politik, Calon Pacar Mega Tak Diundang

SETIDAKNYA ada 17 tokoh yang dinilai layak mendampingi Megawati Soekarnoputri. Continue reading “Hindarkan Gerilya Politik, Calon Pacar Mega Tak Diundang”

PDIP Inginkan Pemilu Legislatif dan Pilpres Digelar Serempak

PDI Perjuangan mengusulkan agar pemilu legislatif dan pilpres 2009 dilaksanakan bersamaan. Continue reading “PDIP Inginkan Pemilu Legislatif dan Pilpres Digelar Serempak”

Dua Mahasiswa Hilang, Satu “Diculik”

TIGA mahasiswa yang berunjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, hilang sejak tadi malam (Selasa, 27/5). Continue reading “Dua Mahasiswa Hilang, Satu “Diculik””

Sebut Auschwitz, Lidah Obama Terpelintir

LIDAH Senator Illinois Barack Hussein Obama terpelintir. Continue reading “Sebut Auschwitz, Lidah Obama Terpelintir”

Di Balik Keinginan Mega Mencari Pacar Ganteng

KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tengah mencari pacar. Tidak sembarang pacar. Pacar yang “ganteng dan keren” untuk mendampinginya dalam Pilpres 2009 mendatang.

Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung dalam jumpa pers yang digelar setelah pertemuan tertutup Rakernas (Selasa, 27/5) memperjelas isyarat yang disampaikan Mega. Continue reading “Di Balik Keinginan Mega Mencari Pacar Ganteng”

Di Makassar, Megawati Masih Presiden

DI arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Makassar, Megawati Soekarnoputri, sang ketua umum partai itu, masih dianggap sebagai presiden. Continue reading “Di Makassar, Megawati Masih Presiden”