Dari Mega, Ah, Kembali Ngomongin Markonah

TADI pagi saya kembali tiba di Jakarta. Boeing 737-400 milik Lion Air yang membawa saya dari Bandara Hasanuddin Makassar mendarat tepat pukul 09.30 WIB di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.

Dari Bandara Soeta tempat pertama yang saya tuju adalah rumah. Setelah meletakkan semua baju kotor, makan dan mandi, saya kembali angkat kaki. Menuju kantor kali ini.

Saya mengunjungi Makassar selain untuk melakukan riset kecil mengenai PDI Perjuangan juga untuk meliput Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III partai itu. Pembahasan dan sosialisasi sistem penjaringan dan penyaringan calon legislatif dari partai berlambang bandeng bulat bermoncong putih itu adalah materi utama Rakernas III.

Tetapi tak urung di saat membuka Rakernas, Mega meminta kader dan pengurus partainya untuk membantu mencarikan pacar yang tepat untuk dirinya. Pacar yang dimaksud Mega adalah calon wakil presiden yang “ganteng” alias pantas mendampinginya dalam Pilpres.

Laporan saya dari arena Rakernas III PDIP selain dimuat di http://www.myrmnews.com juga dimuat di blog ini.

Nah, setelah ngomongin Mega yang sedang sibuk membidik pacar politik, kini saya merasa harus kembali ngomong tentang Markonah dan blue energy. Tak banyak.

Seorang teman wartawan mengatakan tertarik dengan cerita saya tentang kunjungan Menristek Kusmayanto Kadiman ke Hawaii akhir Maret lalu. Dalam kunjungan itu KK memperlihatkan keraguannya atas bahan bakar air yang ditemukan Djoko Suprapto. Dalam Climate Change Conference di Bali, Desember 2007, Presiden SBY mengumumkan kepada dunia tentang temuan Djoko itu.

Belakangan ini Djoko diketahui tak lebih dari sekadar menipu. Sempat dijadwalkan untuk tampil di acara puncak Kebangkitan Nasional 2008 di Gelora Bung Karno tanggal 20 Mei lalu, Djoko menghilang selama belasan hari. Kini ia sudah “ditemukan” dan berada dalam penjagaan ketat pihak keamanan. Ada dugaan, dia dilindungi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan temuannya.

Well, saya tak begitu mengikuti perkembangan kasus ini. Tetapi begitulah kira-kira informasi yang saya terima dari kanan kiri.

Yang jelas teman wartawan itu minta izin mengutip sebagian dari pernyataan KK itu. Saya bilang, silakan.

Nah, kini saya ingin menulis sedikit tengan Markonah, karakter yang diceritakan KK dalam pertemuan dengan mahasiswa Indonesia di Hawaii. Klik disini.

Seorang komentator, bernama sandi Mtamim, memberitahu bahwa cerita tentang Markonah dan beberapa penipu yang sempat menggoyahkan istana dapat dibaca tulisan Mula Harahap.

Tulisan ini saya maksudkan agar pembaca dapat melengkapi cerita sebelumnya dari pertemuan dengan KK di Hawaii dengan cerita tentang Markonah, berikut “teman-temannya”, yang disajikan Mula Harahap.

Selamat menikmati.

One Reply to “Dari Mega, Ah, Kembali Ngomongin Markonah”

  1. Saya ingat sekali membaca beberapa kisah konyol tertipunya banyak pejabat itu waktu SMP di salah satu majalah. Waktu itu saya heran juga, sekelas presiden kok bisa ketipu.

    ternyata, dari presiden ke presiden tetap saja kejadian ini berulang lagi..

    Salam
    mtamim.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s