AKSI militer Amerika Serikat (AS) yang menangkap Presiden Republik Bolivarian Venezuela Nicolas Maduro menimbulkan gelombang kontroversial di dunia internasional.
Operasi militer yang diperintahkan Presiden Donald Trump itu dinilai banyak pihak sebagai tindakan sepihak yang tidak sejalan dengan hukum internasional dan berpotensi memperbesar instabilitas politik global.
Pekan lalu saya menyaksikan kemeriahan pesta rakyat di depan Istana Miraflores di Caracas usai pelantikan Presiden Nicolas Maduro Moros sebagai Presiden Republik Bolivarian Venezuela periode 2025-2031.
Peserta “Kongres Dunia Menentang Fasisme, Neo-fasisme dan Ekspresi Serupa” menyetujui pembentukan poros perjuangan melawan fasisme gaya baru di era-21. Caracas pun ditetapkan sebagai ibu kota anti-fasisme dunia.
Diosdado Cabello menjadi pembicara kunci di hari kedua “Kongres Dunia Melawan Fasisme, Neo-Fasisme, dan Ekspresi Serupa” yang diselenggarakan di Centro de Convenciones Parque BolÃvar, Caracas, Kamis siang (11/9).
Fasisme menemukan bentuk baru seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan menguasai dan mengendalikan ruang digital kaum neofasis menyerang pihak-pihak yang tidak mereka inginkan dan membangun kebencian massal pada mereka.
HUJAN yang turun Senin sore hingga malam (9/9) tak menyurutkan semangat warga pemukiman Cota 905 yang menghadiri pertemuan Dewan Komunitas. Satu per satu tokoh masyarakat berbicara dalam pertemuan itu dengan nada suara berapi-api memberikan dukungan pada kemenangan Nicolas Maduro Moros di pilpres yang digelar akhir Juli lalu.
Peluncuran dua buku, “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” karya CEO RMOL Network, Teguh Santosa, di Jaya Suprana School of Performing Arts di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta, pada Minggu (30/7) terasa tidak biasa.
ADA dilema saat menerima undangan itu pertengahan Januari yang lalu.
Red de Intelectuales y Artistas en Defensa de la Humanidad atau Jaringan Intelektual dan Seniman Pembela Kemanusiaan, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Kementerian Kebudayaan Venezuela, mengharapkan kehadiran saya dalam sebuah forum internasional yang diikuti sekitar 40an peserta dari 20an negara.
Selain Red, forum bertema “Revolusi dan Era Perubahan di Abad 21” itu juga didukung Instituto Simon Bolivar (ISB) dan Institutos de Altos del Pensamiento del Comandante Supremo Hugo Rafael Chavez Frias.
Forum internasional ini digelar dalam rangka memperingati Kudeta yang dilakulan Chavez dan kawan-kawan sayap militernya, Revolutionary Bolivarian Movement-200 atau Movimiento Bolivariano Revolucionario 200 (MBR-200), pada 4 Februari 1992.
Good evening, my name is Teguh Santosa. I am a lecturer from Islam State University in Jakarta, Indonesia.
I am thanking you for the opportunity given to me to present the Association of Southeast Asian Nations or ASEAN and the fruit of multilateralism practiced by the ASEAN since the very beginning of its foundation.
ASEAN is one of the most stable and dynamic regional organization that I believe can be a good model for other regions in the world.
Pemilihan umum besar-besaran yang digelar Republik Bolivarian Venezuela hari Minggu lalu (21/11) berlangsung secara demokratis dengan hasil yang memuaskan.
Penilaian itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Imam Edy Mulyono ketika memberikan sambutan dalam Konferensi ASEAN-Venezuela di PDVSA La Estancia, La Floresta, Caracas, Kamis pagi (25/11) waktu setempat.
PADA tanggal 21 November mendatang Republik Bolivarian Venezuela akan kembali menggelar pemilihan umum. Ini adalah pemilu ke-29 yang dilaksanakan dalam 22 tahun terakhir sejak reformasi politik besar-besaran yang dilakukan Hugo Chavez pada 1999.
Di dalam Pemilu 21N ini rakyat Venezuela akan memilih 23 gubernur negara bagian, 2.471 anggota lembaga legislatif di ke-23 negara bagian, 335 walikota, dan 253 legislator yang mewakili ke-23 negara bagian yang jumlah untuk setiap negara bagian ditentukan dari jumlah populasi negara bagian.
Dua pemilu terakhir yang digelar Venezuela adalah pemilihan presiden di bulan Mei 2018 dan pemilihan anggota Majelis Nasional pada Desember 2020.
Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela membebaskan sebanyak 110 tokoh oposisi dari berbagai tuduhan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam pemilihan Kongres Nasional yang akan diselenggarakan 6 Desember mendatang.
Mereka yang dibebaskan ini terlibat dalam kerusuhan di tengah protes yang terjadi sepanjang April hingga pertengahan Agustus 2017 lalu.
Sebagian dari mereka ditahan. Tidak sedikit yang bersembunyi di sejumlah kedutaan asing di Caracas.Â
VIRUS corona baru yang untuk pertama kali diketahui menyebar dari Wuhan, Republik Rakyat China (RRC), pada Desember 2019 menghantam hampir semua negara di muka bumi. Saat wawancara ini dituliskan (Kamis, 9/7), Badan Kesehatan Dunia mencatat 11,8 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia. Sebanyak 544 ribu di antaranya berakhir dengan kematian.
Di Republik Bolivarian Venezuela, pandemik Covid-19 tiba di tengah persoalan lain yang sejak beberapa tahun belakangan ini dihadapi pemerintahan Nicolas Maduro: aksi kekerasan sepihak atau unilateral coercive measures yang dilakukan lawan-lawan negara itu.
Dutabesar Venezuela untuk Indonesia, Radames Jesus Gomez Azuaje dalam pertemuan dengan Republik Merdeka pada akhir bulan Juni lalu menceritakan berbagai upaya yang dilakukan negaranya dalam menangani pandemic Covid-19 dan di saat bersamaan menghadapi intervensi asing, termasuk invasi yang dilakukan kelompok tentara bayaran (mercenaries) pada awal Mei lalu.
Dubes Gomez menjelaskan secara umum strategi dan kebijakan yang diterapkan pemerintahan Maduro untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sampai awal Juni, Venezuela hanya memiliki sekitar 300 kasus Covid-19. Namun dalam waktu beberapa minggu setelah itu, jumlah kasus Covid-19 di Venezuela meningkat drastis hingga menyentuh angka 4.000 kasus. Peningkatan jumlah kasus ini terjadi menyusul gelombang kepulangan warganegara Venezuela yang sempat melarikan diri ke sejumlah negara lain di Amerika Latin, terutama Kolombia, Brazil, Chili, dan Peru. Tidak sedikit di antara mereka yang kembali dari negara-negara tetangga tersebut terjangkit Covid-19.
Tahun lalu saya bersama sekitar 150 orang dari berbagai negara dengan berbagai latar belakang profesi diundang Dewan Pemilu Venezuela (CNE) untuk memantau proses pemilu dan pilpres di negeri Bolivarian itu.
CNE adalah salah satu dari lima pilar sistem demokrasi Venezuela yang keberadaannya diatur dalam konstitusi. Empat pilar lainnya adalah Eksekutif, Legislatif, Yudikatif dan Mahkamah Konstitusi.
Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895. Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.
Republik Boloivarian Venezuela negara sahabat Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi yang dikabarkan sedang tidak begitu menggembirakan, Venezuela masih berusaha mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban Indonesia dalam menanggulangi bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Continue reading “Bukan Baru Kali Ini Venezuela Membantu Indonesia”
KONDISI perekonomian Republik Bolivarian Venezuela tidak seburuk yang diberitakan media-media Barat yang selama ini terkesan selalu memojokkan negara Amerika Latin itu.
KEMBALI memenangkan pemilihan presiden tak membuat Nicolas Maduro besar kepala dan merasa jumawa menepuk-nepuk dada.
Sebaliknya, Maduro mengundang tiga kandidat presiden yang kalah dalam pilpres, juga pentolan oposisi yang memboikot pemilu, untuk kembali membangun dialog nasional demi kebaikan bersama Venezuela. Continue reading “Maduro Tidak Besar Kepala Dan Menepuk Dada”
KUBU petahana Nikolas Maduro yakin akan memenangkan pemilihan presiden yang akan diselenggarakan kurang dari 24 jam lagi.
Modal utama kubu Maduro adalah ikatan emosional dan ideologis dengan rakyat kebanyakan. Kekuatan ikatan inilah yang membuat Maduro bisa bertahan dan menyelamatkan revolusi Bolivarian di tengah serangan berbagai pihak, dari kaum komprador di dalam negeri maupun dari muush-musuh Venezuela yang ingin menguasai sumber daya alam di negara itu. Continue reading “Isturiz: Maduro Selamatkan Revolusi Bolivarian”
HANYA ada satu jalan yang dipercaya kelompok oposisi untuk merebut kekuasaan dari tangan Nikolas Maduro, yakni ikut dalam pemilihan umum.
Hal itu ditegaskan tim kampanye kubu calon presiden Henri Falcon dalam pertemuan dengan tim pemantau pemilu internasional di Hotel JW Marriott, Caracas, Sabtu sore (19/5).
Dalam diskusi yang diselenggarakan Dewan Pemilihan Nasional (CNE) tim kampanye Falcon menghadirkan tiga jurubicara. Ketiganya adalah Julio Caesar Pineda, Rafael Quiroz dan Oscar Arnal.
PRESIDEN Republik Bolivarian Venezuela Nikolas Maduro berjanji akan menerima apapun hasil pemilihan presiden yang akan diselenggarakan hari Minggu (20/5).
REPUBLIK Bolivarian Venezuela tidak akan menyerah pada berbagai tekanan dari berbagai pihak yang terus mendiskreditkan negara itu dengan propaganda bahwa pemilihan umum yang akan digelar hari Minggu (20/5) adalah rekayasa semata. Continue reading “Moreno: Yang Akan Menang Pemilu Venezuela Adalah Rakyat”
DEWAN Pemilihan Nasional (CNE) yakin pemilihan yang akan digelar hari Minggu mendatang (20/5) akan berlangsung secara transparan, jujur dan adil, serta hasilnya mencerminkan kehendak rakyat dan dapat diterima dunia internasional. Continue reading “Hasil Pemilu Venezuela Akan Diakui Dunia Internasional”
PETUGAS Pemungutan Suara (PPS) yang akan memandu pemilih dalam pemilihan umum hari Minggu mendatang (20/5) sudah mendapatkan pelatihan baik mengenai prosedur pelaksanaan pemungutan suara maupun teknologi yang digunakan. Continue reading “Petugas Pemungutan Suara Sudah Mendapatkan Pelatihan”