Teguh Santosa Resmi Daftar Bacagub DKI ke DPD PDI Perjuangan

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Teguh Santosa, telah resmi mendaftarkan dirinya sebagai salah seorang bakal calon Gubernur DKI Jakarta ke DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Teguh hadir bersama puluhan pendukungnya di Kantor PDIP Jakarta, Tebet, Senin, (25/4/2016) diiringi nyanyian lagu “Jakarta Siapa Yang Punya” dan teriakan “Hidup PDIP”.

Aksi pendukung Teguh ini tak ayal menarik perhatian masyarakat sekitar Kantor PDIP Jakarta.

Wartawan senior dan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu tiba bersama aktivis prodemokrasi Adhie Massardi dan Syahganda Nainggolan serta Koordinator Tim Teguh24Jam, Abdullah Rasyid.

Melalui rilis yang masuk ke redaksi Tribunnews.com, di kantor PDIP Jakarta, Teguh dan rombongan disambut Ketua Penjaringan Cagub dan Cawagub DKI yang juga Ketua Pemenangan Pemilu DPD PDIP, Gembong Warsono.

Gembong Warsono mengatakan partainya berterima kasih dan menyambut baik pencalonan Teguh Santosa.

Dia berharap ada sinergi yang baik antara Teguh Santosa dan PDIP dalam membangun Jakarta.

“Keinginan tokoh media membangun Jakarta sungguh sesuatu yang sangat positif. Mudah-mudahan ada sinergi yang baik,” kata Gembong dalam konferensi pers usai menerima berkas pendaftaran dari Teguh Santosa.

Kehadiran Teguh ke PDIP, katanya lagi, adalah bukti bahwa partai politik masih dipercaya oleh masyarakat.

Sementara Teguh mengatakan bahwa salah satu misinya adalah meletakkan kembali demokrasi pada tempatnya dimana pembangunan dirumuskab oleh eksekutif dan legislatif.

“Dua tahun belakangan ini ada upaya mendiskreditkan partai politik. Ini tidak benar dan tidak bisa dibiarkan,” katanya lagi.

Dia juga menyampaukan keinggannya membangun Jakarta sebagai pusat keunggulan dan kemajuan.

“Saya punya mimpi yang sederhana. Saya ingin jadikan Jakarta sebagai Centre of Excellent,” tegas Teguh.

Di satu sisi, mantan Jubir Presiden Gus Dur, Adhie Massardi, yang ikut mendampingi Teguh mengatakan bahwa perjuangan PDIP senada dan selaras dengan perjuangan wartawan yakni menegakkan keadilan untuk rakyat.

Ia menilai, kehadiran Teguh dalam bursa pemilihan gubernur Jakarta di PDIP merupakan peristiwa penting dalam demokrasi Indonesia.

“Wartawan kalau dadanya dibelah, isinya kepentingan rakyat,” kata dia lagi.

Di saat bersamaan, Syahganda Nainggolan mengatakan bahwa Teguh mewarisi ideologi Bung Karno.

Teguh, kata dia lagi, memiliki komitmen kuat mengaplikasikan ajaran-ajaran Bung Karno.

“Kami semua mengenal Teguh dan percaya bila dia diberi kesempatan memimpin Jakarta maka dia akan memanjakan kaum Marhaen,” ujarnya.

Usai proses pengembalian formulir pendaftaran, barisan Teguh24Jam meninggalkan Kantor PDIP Jakarta, kembali diiringi dengan nyanyian.

Kali ini tidak hanya lagu “Jakarta Siapa Yang Punya”, tapi sebelum melangkah meninggalkan Kantor PDIP Jakarta, Tim Teguh24Jam menyanyikan lagu Padamu Negeri sembari meletakkan tangan kanan di dada kiri. (*)

Dikutip dari Tribunnews.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s