Setelah Puntadewa Kembali Menjadi Anas Urbaningrum…

Anas Urbaningrum sempat menghilang dari contact list BlackBerry teman-temannya. Baru beberapa saat lalu (Sabtu petang, 23/7), Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu kembali muncul. Continue reading “Setelah Puntadewa Kembali Menjadi Anas Urbaningrum…”

Andi Arief: Yugoslavia dan Indonesia Jelas Beda

Spekulasi yang menyebut Indonesia berpeluang mengalami nasib seperti Yugoslavia didasarkan pada pandangan sempit yang mengabaikan faktor kultural masyarakat yang menginginkan harmoni dan stabilitas. Continue reading “Andi Arief: Yugoslavia dan Indonesia Jelas Beda”

Indonesia Masih Punya Peluang Alami Nasib Seperti Yugoslavia

Masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk mewaspadai berbagai konflik di akar rumput yang tidak tertangani dengan baik. Bila konflik-konflik tersebut, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan tidak ditangani dengan baik, Indonesia akan menghadapi ancaman serius. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami nasib seperti Yugoslavia yang bubar di tahun 1989. Continue reading “Indonesia Masih Punya Peluang Alami Nasib Seperti Yugoslavia”

Kekerasan atas Nama Agama Karena Negara Lemah

Keberagaman atau pluralisme bukan barang baru di Republik Indonesia. Belakangan ini kekerasan dengan menggunakan agama dan keyakinan sebagai alasan memang terlihat lebih sering terjadi dibandingkan pada masa sebelumnya. Namun, hal itu bukan karena keberagaman. Melainkan karena negara dan pemerintah tidak hadir dan gagal melindungi warga negara dan menegakkan hukum yang berwibawa. Continue reading “Kekerasan atas Nama Agama Karena Negara Lemah”

Andai Saja Semua Pemuka Agama Belajar Pluralisme Sejak Dini

Pendidikan pluralisme dibutuhkan para calon pemimpin umat untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling pengertian, dan pembangunan karakter bangsa. Selain tentu saja dibutuhkan untuk memperkuat pondasi kebangsaan Indonesia. Continue reading “Andai Saja Semua Pemuka Agama Belajar Pluralisme Sejak Dini”