Buya Syafii: Korupsi di Era Reformasi Lebih Dahsyat Lagi

Apa boleh buat. Korupsi di era Orde Baru tak ada apa-apanya dibandingkan korupsi di era reformasi ini. Korupsi menggila dari pusat hingga daerah.

“Sekarang korupsi telanjang. Kalau dulu masih sembunyi-sembunyi dan tidak vulgar seperti sekarang. Akibatnya pembangunan ini mandeg dan tidak mencapai kemajuan yang mendasar,” ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Syafii Maarif, dalam lokakarya tentang empat pilar Indonesia yang diselenggarakan MPR di Hotel Santika, Jakarta (Sabtu, 18/6).

Guru besar sejarah ini menggarisbawahi, sekitar 80 persen daerah baru yang dimekarkan pasca Soeharto mengalami kegagalan dalam pembangunan akibat praktik korupsi.

“Saya tak habis pikir, bagaimana prilaku birokrat kita dari pusat sampai daerah yang sarat dengan perilaku korup. Apa bedanya dengan zaman Belanda dulu? VOC hancur karena korupsi. Apakah kelompok elite ini memang menghendaki kehancuran negeri ini,” tegas Syafii.

Ia menambahkan, meski pemimpin nasional kita tidak tegas, bangsa Indonesia harus tetap optimis terhadap keberlangsungan sejarahnya.

“Kita harus cegah kehancuran itu. Kita masih punya Pancasila, tapi syaratnya harus dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s