Pakar Hukum Tatanegara: DPR Terlalu Sibuk dengan Hal Teknis

Salah satu sebab mengapa perjalanan negara Indonesia khususnya di era reformasi tersendat-sendat adalah Parlemen yang tidak dapat bekerja dengan efektif.

Menurut Profesor Jimly Asshiddiqie, DPR belum dapat menjalankan ketiga fungsinya, yakni fungsi pengawasan, legislasi, dan budgeting, dengan baik karena lebih sibuk mengurusi hal-hal teknis dan berbagai persoalan yang menimpa anggota DPR.

“Produk legislasi masih sangat minim. DPR disibukkan dengan masalah teknis seperti pelaksaan uji kelayakan anggota komisi negara. Mereka juga disibukkan berbagai masalah teknis seperti pembangunan gedung baru. Belum lagi kasus hukum yang menimpa anggotanya,” jelas Jimly dalam lokakarya mengenai empat pilar Indonesia yang diselenggarakan MPR, di Hotel Santika, Jakarta, Sabtu (18/6).

Akibat terlalu sibuk membahas hal-hal teknis, lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, DPR cenderung mengabaikan pekerjaan utama.

Menurut hemat Jimly, sebaiknya DPR sama sekali tidak mengurusi hal teknis, termasuk melakukan uji kelayakan terhadap calon anggota dan atau pimpinan komisi negara.

“Biar eksekutif yang memilih mereka,” sambung guru besar hukum tatanegara ini sambil berharap kualitas DPR akan semakin baik di masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s