30 Tahun Hosni Mubarak dan Kemarahan yang Tak Dapat Diredam Lagi

Hanya satu dari tiga granat yang dilemparkan Letnan Khalid Islambouli ke arah Presiden Anwar Sadat yang meledak. Bersamaan ledakan itu, beberapa anggota Letnan Islambouli melompat dari truk dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah podium.

Parade militer yang digelar pagi itu berubah menjadi ladang pembantaian.

Hari itu, 6 Oktober 1981. Anwar Sadat memimpin parade militer untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir merebut Terusan Suez dari tangan Inggris dan sekutunya dalam Operasi Badar tahun 1973. Empat lapis pasukan keamanan melindungi Anwar Sadat. Belum lagi delapan bodyguard yang menempelnya dengan ketat.

Melihat betapa ketatnya pengawalan Anwar Sadat, sulit membayangkan Letnan Islambouli dan kelompoknya bertindak nekat.

Anwar Sadat terluka di bagian dada, perut dan leher. Ia dilarikan ke rumah sakit. Setelah beberapa jam, delapan dokter yang menanganinya mengumumkan kematian Anwar Sadat. Selain Anwar Sadat, korban tewas lainnya adalah Dutabesar Kuba, Dutabesar Oman dan Bishop Koptik Ortodoks.

Adapun Wakil Presiden Hosni Mubarak yang mendampingi Anwar Sadat sejak 1975 hanya terluka dalam serangan itu bersama Menteri Pertahanan Irlandia James Tulli dan empat liasion officers militer AS.

Dua penyerang tewas ditembak pasukan pengawal, dan beberapa lainnya, termasuk Letnan Islambouli, ditangkap. Bulan April 1982 Islambouli dan kelompoknya yang tertangkap dihukum mati.

Kenekatan Letnan Islambouli inilah yang telah membuka lebar jalan di depan Hosni Mubarak, yang sebelum menjadi Wakil Presiden adalah Komandan Angkatan Udara Mesir. Sejak kematian Anwar Sadat dia menjadi penguasa Mesir dan bertahan sampai hari ini.

Selama tiga dekade berkuasa, Hosni Mubarak membangun basis kekuatannya dengan dukungan empat pilar utama: Dinas Keamanan Internal, Partai Nasional Demokrat, militer, dan kelompok elit pengusaha.

Namun dalam tiga pekan terakhir, pondasi dan simpul-simpul kekuasaan yang dibangun Hosni Mubarak dengan susah payah hancur berantakan. Keputusannya untuk bertahan sampai pemilihan September nanti tidak berarti banyak.

Kalangan elit partainya pekan lalu ramai-ramai mengundurkan diri. Sementara kalangan militer yang dimotori sejumlah jenderal penting Angkatan Darat terus mendesak dari dalam.

Di luar Istana dan di banyak kota di Mesir, rakyat Mesir terus mendesak, agar Hosni Mubarak mengundurkan diri. Lapangan Tahrir, di pusat Kairo, menjadi saksi mata betapa kebencian rakyat terhadap Hosni Mubarak telah mencapai puncak dan tak dapat diredam lagi.

Upaya Wakil Presiden Omar Suleiman membujuk kelompok oposisi pun tak ada gunanya. Omar adalah mantan Kepala Dinas Intelijen yang baru dua pekan lalu diangkat sebagai Wakil Presiden, setelah kursi itu dibiarkan kosong selama Hosni Mubarak berkuasa. Seperti Hosni Mubarak, Omar Suleiman pun pernah menduduki kursi Panglima Angkatan Udara.

Dalam satu pekan terakhir dunia dapat menyaksikan, bagaimana Hosni Mubarak berusaha sekuat mungkin mempertahankan kekuasaannya. Tetapi semua ada batasnya. Adalah Omar Suleiman yang mengumumkan pengunduran diri Hosni Mubarak itu sekitar pukul 18.00 waktu Mesir.

Keputusan Hosni Mubarak ini tentu saja disambut dengan suka cita dan air mata oleh ratusan ribu warga Mesir yang telah berkumpul di lapangan Tahrir selama 18 hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s