Misteri Menit Ketiga Detik Kesembilan yang Belum Terpecahkan

Arief yang disebut-sebut sebagai perekam video penyerangan terhadap anggota Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, hampir sepekan lalu (Minggu, 6/2) telah “menyerahkan diri” ke Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menurut Kabag Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, Arief mengaku sebagai anggota Jemaat Ahmadiyah dari Jakarta yang datang ke Cikeusik. Arief yang diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, tadi malam (Jumat, 11/2) juga mengaku menyelamatkan diri dari para penyerang dengan menggunakan ojek.

Tetapi, keterangan Arief seperti yang disampaikan Kombes Boy Rafli di atas tak juga menjawab berbagai keanehan yang dapat disimpulkan bila kita menyaksikan rekaman video itu.

Sulit membayangkan, Arief adalah anggota dari pihak yang diserang (Jemaat Ahmadiyah), sementara dia bisa merekam semua aksi yang dilakukan pihak penyerang dari jarak dekat, dengan tenang dan leluasa. Sulit membayangkan, pihak penyerang tidak dapat menandai Arief sebagai bagian dari pihak yang mereka serang.

Kombes Boy Rafli mengatakan, Arief merekam penyerangan itu dengan menggunakan handycam.

Dalam rekaman video itu, ada adegan yang patut dianggap mencurigakan. Pada menit ketiga lebih sembilan detik, seorang penyerang yang baru saja melemparkan batu mengarahkan pandangannya kepada si perekam (untuk sementara diasumsikan sebagai Arief). Si penyerang ini mengenakan jaket hitam dan peci putih. Pita biru tampak melekat di dadanya.

Dari pandangan matanya ke arah si perekam gambar, tampak si penyerang ini mengenal atau setidaknya memiliki hubungan dengan si perekam gambar. Si penyerang memberi salam dengan merapatkan kedua telapak tangan di dada, dan tersenyum.

Menurut Kombes Boy Rafli, si perekam selamat, karena melarikan diri dengan ojek.

Patut dipertanyakan, apakah ada ojek yang beroperasi di saat terjadi penyerangan seperti itu?

Atau mungkin si perekam melarikan diri terlebih dahulu ke pangkalan ojek terdekat, lalu naik ojek dari pangkalan itu?

Inilah antara lain misteri yang belum terjawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s